Mag-log in"Jika memelukmu berarti mati, aku akan tetap melakukannya hingga napas terakhirku." . . Seo Haneul berubah menjadi monster yang harus memangsa energi kehidupan manusia. Sialnya, satu-satunya "makanan" yang bisa menenangkan dahaganya hanyalah Panglima Hamin—pria yang paling ia cintai. Hamin diberikan tugas untuk mengeksekusi Haneul, namun ia justru memilih mengkhianati negara demi menjadi tumbal hidup bagi sang kekasih. Di tengah kejaran militer dan kutukan yang perlahan menghapus ingatan Haneul, sanggupkah mereka bertahan? Atau Haneul akan benar-benar melahap nyawa Hamin sebelum ia sempat mengucapkan selamat tinggal?
view moreBab 81: Tujuh Puluh Dua Jam Menuju NerakaHawa dingin Puncak Nordik kini tak lagi terasa di kulit Haneul. Baginya, satu-satunya hal yang lebih dingin dari badai salju di luar sana adalah tubuh Hamin yang tak bergerak di pangkuannya. Di dalam kabin pesawat tempur siluman Unit 7 yang melesat membelah langit malam, suara dengung mesin beradu dengan bunyi bip ritmis dari monitor pendukung hidup Hamin.71 Jam, 42 Menit.Haneul menatap angka merah yang terus berhitung mundur di pergelangan tangannya—sinkronisasi langsung dengan protokol mati suri Hamin. Jantung bionik pria itu kini hanya berdenyut sekali setiap lima menit, sebuah mekanisme ekstrem untuk menjaga sisa-sisa kesadarannya agar tidak menguap sepenuhnya."Haneul, kita akan memasuki zona udara Menara dalam sepuluh menit," Vanya berteriak dari kursi pilot, tangannya sibuk mengendalikan kemudi di tengah guncangan turbulensi yang hebat. "Radar menunjukkan ada lebih dari lima puluh skuadron Sentinel yang sudah menunggu. Mereka tahu kit
Bab 80: Paradoks Algojo dan Sang PenjagaLaboratorium Puncak Nordik berguncang hebat. Ledakan energi bionik dari pertarungan Hamin dan Arkan menciptakan gelombang kejut yang meretakkan tangki-tangki kriogenik di sekeliling mereka. Udara dipenuhi dengan kabut es dan percikan api listrik yang menyambar-nyambar seperti ular kobra yang marah.Haneul masih terpaku di depan layar monitor yang menampilkan wajah ibunya. Kata-kata itu terus terngiang, berputar seperti pisau di dalam otaknya.“Kau harus membunuh Hamin dengan tanganmu sendiri.”"Haneul! Awas!" teriakan Vanya menyentakkan kesadarannya.Sesosok Anomali Buatan yang menyusup bersama Arkan melesat ke arah Haneul. Namun, sebelum makhluk itu sempat menyentuh seujung rambutnya, sebuah pedang plasma yang retak menebas udara.Sring!Hamin berdiri di depan Haneul. Tubuhnya mengeluarkan uap panas yang begitu pekat hingga zirah bioniknya memerah membara. Setiap kali Hamin bergerak, sirkuit di dadanya mengeluarkan suara berderit yang memiluka
Bab 79: Puncak Nordik dan Rahasia yang MembekuAngin di Puncak Nordik tidak hanya dingin; ia memiliki suara. Raungan badai di luar dinding laboratorium rahasia Jiran terdengar seperti jeritan ribuan jiwa yang tersesat. Di dalam, suasana justru sangat sunyi—sebuah kesunyian yang mencekam, hanya dipecah oleh suara detak jantung bionik yang tidak stabil dan uap dingin yang keluar dari tabung kriogenik.Haneul berjalan pincang, menyeret langkahnya di atas lantai logam yang steril. Luka tembak di bahunya belum sepenuhnya menutup, meninggalkan jejak darah ungu yang membeku hampir seketika. Di tangannya, ia masih mencengkeram micro-chip yang ia temukan di jurang tadi."Jiran!" suara Haneul serak, nyaris hilang ditelan dingin.Di ujung ruangan, di bawah pendar lampu neon biru yang redup, Jiran berdiri mematung di depan sebuah tabung besar yang berbeda dari lainnya. Ia tidak menoleh. Bahunya gemetar."Dia selamat, Haneul," bisik Jiran tanpa emosi. Ia menunjuk ke arah tempat tidur medis di samp
### **Bab 78: Pelarian Berdarah dan Luka yang Tak Terlihat**Bau besi berkarat dan ozon di bunker medis mendadak terasa mencekik. Haneul berdiri mematung di depan layar monitor CCTV, matanya yang ungu berkilat dengan amarah yang dingin. Di layar itu, sosok Arkan—pria yang selama ini merakit persenjataan mereka, pria yang tertawa bersama mereka di meja makan kotor Sektor Hitam—terlihat menyuntikkan sesuatu ke port jantung bionik Hamin sebelum menghilang ke dalam lorong gelap."Arkan... kenapa?" bisik Vanya, suaranya pecah. Ia mencengkeram senapannya begitu kuat hingga buku jarinya memutih."Jangan buang waktu untuk bertanya kenapa," suara Haneul terdengar seperti es yang retak. Ia berbalik, menatap Hamin yang mulai kejang di atas tempat tidur medis. Cahaya biru neon dari sirkuit dadanya berkedip panik, memancarkan panas yang membuat udara di sekitarnya bergetar. "Dia menanamkan pelacak. Pasukan Seowon dan Rion akan ada di sini dalam hitungan menit."Jiran dengan cepat mencabut semua se
---### **Bab 54: Langit Berdarah dan Sayap yang Patah**Suara gemuruh badai di luar bunker Unit 7 terdengar seperti raungan monster yang lapar. Kilat menyambar setiap beberapa detik, menerangi wajah Haneul yang kini tampak seperti porselen retak—cantik namun menyimpan kehancuran di dalamnya. Di de
---### **Bab 50: Deklarasi Sang Ratu**Langit di atas Sektor Hitam membara. Bukan karena matahari terbit, melainkan karena api yang menyulut pemukiman kumuh itu. Jenderal Karsan tidak main-main; ia ingin menghapus "hama" pemberontak dengan membakar rumah-rumah mereka. Bau plastik terbakar dan jeri
---### **Bab 48: Simfoni Dua Jiwa**Pintu bunker Profesor Arkan bergetar hebat. Di luar, suara mesin yang menderu dan dentuman sepatu bot militer mulai mengepung Area 0. Namun, atmosfir di dalam ruangan justru terasa sangat sunyi—sebuah ketenangan yang mematikan.Haneul berdiri di samping kursi me
### **Bab 47: Di Jantung Kegelapan Abadi**Langkah kaki Haneul terasa berat saat ia meninggalkan bunker Profesor Arkan. Udara di Area 0 tidak lagi sekadar panas; ia terasa seperti partikel-partikel debu berlian yang menyayat paru-paru. Langit di atasnya bergulung dalam pusaran ungu pekat, dengan sa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.