Share

Bab 863

Author: Hazel
Tirta tetap menunjukkan ekspresi tenang dan santai ketika berucap, "Lagian kalau kamu tetap di luar, aku juga nggak bisa mengobatimu. Lebih baik kita masuk bareng."

"Itu memang harimau, aku nggak mungkin salah lihat ...." Nia bersikeras dengan pendapatnya. Namun, dia tahu bahwa menerima perawatan Tirta di luar bukanlah pilihan. Jadi meskipun dengan hati berat, dia mengikuti Tirta dan Melati masuk ke dalam klinik.

Ketika mereka masuk, Ayu keluar dari dapur karena mendengar suara mereka. Dia berta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2786

    Bam! Tirta melayangkan tinjunya, lalu terdengar auman harimau, raungan macan tutul, dan suara petir. Semua suara itu sangat mengerikan.Hanya kultivator yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama punya kekuatan seperti ini. Gerakannya memancarkan kekuatan yang bisa menghancurkan ruang kehampaan.Angin kencang menderu. Melihat ruang kehampaan di depan hancur karena tinjuan Tirta, ekspresi Usman menjadi muram.Usman berucap, "Apa? Kenapa kemampuan pemuda ini bisa meningkat pesat dalam waktu singkat? Jangan-jangan dia menggunakan teknik rahasia yang bisa membakar esensi darah?"Tadi Usman tidak mengerahkan seluruh tenaganya untuk melancarkan serangan telapak tangan. Sekarang sudah terlambat jika dia menambah tenaga.Tang! Tinju Tirta dan telapak tangan Usman beradu. Sepotong energi pelindung di tubuh Usman dihancurkan.Tubuh Usman mundur puluhan meter. Meskipun tidak jauh, hal ini sudah membuktikan kemampuan Tirta sekarang setara dengan Usman.Gundala melihat semua kejadia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2785

    Tang! Tirta sudah mendekat. Kertas emas mendekat terlebih dahulu sebelum tinjuan Tirta. Namun, semua serangan Tirta terpental saat menghantam energi pelindung Gundala.Kertas emas bukan tidak bisa menghancurkan energi pelindung Gundala, melainkan kemampuan Tirta belum cukup hebat. Biarpun begitu, muncul retakan kecil pada energi pelindung Gundala.Usman tidak tahu hal ini. Dia tertawa dan berkomentar saat melihat pertarungan mereka, "Kak Gundala, kamu nggak usah takut kitab itu rusak. Langsung bunuh pemuda ini saja."Usman melanjutkan, "Setelah mendapatkan 'Kitab Adikara' dan memahaminya, kita bisa meninggalkan Sekte Asura. Membangun sekte sendiri atau mencapai keabadian juga nggak sulit."Asalkan bisa mendapatkan "Kitab Adikara", Usman merasa sepadan sekalipun harus kehilangan murid-murid yang tidak berguna itu. Itulah sebabnya dia tidak merasa sedih sedikit pun. Keserakahan menguasai hatinya."Haha, apa yang kamu bilang benar!" balas Gundala yang menahan keraguannya. Dia berpura-pura

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2784

    Naufal meneruskan, "Guru, tolong kerahkan teknik rahasia untuk memanggil jiwa semua pecundang sialan itu. Lenyapkan jiwa mereka lagi biar mereka nggak bisa bereinkarnasi selamanya!"Gundala mengangguk dan menimpali, "Benar, aku memang bermaksud seperti itu. Kalau para pecundang itu memberi tahu kita keberadaan 'Kitab Adikara' lebih awal, murid sekte kita nggak akan mati!"Niat membunuh Tirta makin intens setelah mendengar percakapan mereka. Dia berpesan kepada Kamala yang berdiri di samping, "Kamu tunggu aku di sini. Setelah membunuh mereka, aku baru cari kamu."Selesai bicara, Tirta berkelebat dan keluar dari aula utama. Dia pergi ke pintu masuk Organisasi Publikasi.Tirta mendongak dan melihat dua cahaya yang sangat terang bak bulan di langit malam. Namun, dia merasa lucu saat kepikiran ternyata dua pria tua yang terlihat karismatik dalam cahaya suci ini adalah iblis dari Sekte Asura yang kejam.Tirta tertawa terbahak-bahak. Suara tawanya yang sinis benar-benar menusuk telinga.Naufa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2783

    Kedua pria tua sengaja keluar saat malam supaya bisa diam-diam merebut warisan pemurni energi di sekitar sini. Mereka bukan hanya tidak mendapatkan apa pun. Siapa sangka, masalah seperti ini terjadi setelah mereka kembali.Pria tua yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga bernama Gundala. Dia adalah tetua Sekte Asura yang menemukan "Kitab Adikara".Gundala mendengus dan menegaskan, "Naufal, aku akan bantu kamu balas dendam sekarang! Lihat baik-baik!"Suara dengusan Gundala sangat menggelegar sampai-sampai terdengar sejauh puluhan kilometer. Dia menjepit tubuh Naufal di ketiaknya dan berlari ke aula utama Organisasi Publikasi.Usman mengikuti di belakang seraya berteriak marah, "Beraninya pemuda itu melukai murid Sekte Asura! Aku pasti akan menyiksanya dan membuatnya mati tragis!"Setengah dari murid yang mati itu adalah murid kesayangan Usman. Mana mungkin dia tidak marah? Selain itu, sebenarnya mereka berdua lebih khawatir "Kitab Adikara" dicuri daripada murid-murid y

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2782

    Murid Sekte Asura yang jantungnya dicabut berlari keluar dari Organisasi Publikasi dengan tubuh terhuyung-huyung. Wajahnya tampak panik.Murid itu berlari sambil menjerit, "Guru ... ada yang membunuh semua murid Sekte Asura dan mencabut jantungku! Tolong kembali secepatnya dan bantu kami balas dendam ...."Di tengah kegelapan malam, suara murid itu makin melemah. Dia juga berlari makin lambat.Murid itu menjerit sekitar belasan menit. Dia tidak melihat jalan dengan jelas karena terlalu takut mati. Alhasil, murid itu tersandung batu yang menonjol.Murid itu langsung jatuh ke tanah. Srak! Meridian yang disegel terbuka, lalu darah mengalir dari lubang di dada murid itu. Dia ingin bangkit, tetapi tubuhnya lemas.Murid itu bisa merasakan dia makin dekat dengan kematian. Dia ingin melampiaskan kesedihannya dengan menangis sekuat-kuatnya. Hanya saja, dia sama sekali tidak bisa bersuara.Air mata murid itu terus mengalir. Pandangannya menjadi kabur, lalu dia perlahan kehilangan kesadaran.Whoo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2781

    Melihat semua murid itu dibunuh Tirta, anggota Organisasi Publikasi berbicara dengan emosional. Namun, suara mereka sangat lemah. Hanya saja, mereka merasa tidak rela.Tirta tetap tidak bisa menenangkan dirinya. Dia membalas, "Kalian nggak usah membalas kebaikanku. Sayangnya, aku datang terlambat. Kalau nggak, kalian nggak akan disiksa sampai begini."Tirta menambahkan, "Tapi, aku bisa menyelamatkan kalian. Jadi, kalian nggak akan mati."Anggota Organisasi Publikasi menanggapi, "Dik, nggak usah. Semua ini nggak ada hubungannya denganmu. Terima kasih sudah bantu kami balas dendam. Guru orang-orang ini sangat hebat, sebaiknya kamu bawa temanmu kabur secepatnya."Anggota Organisasi Publikasi tertawa, lalu melanjutkan, "Kalau ada kehidupan selanjutnya, lebih baik jadi hewan daripada orang lemah. Biar nggak ditindas."Sebagian besar anggota Organisasi Publikasi tidak mengenal Tirta. Mereka sudah kehilangan semangat hidup setelah mengalami penderitaan yang luar biasa dan melihat keluarga mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 135

    Namun, kenyataan ada di depan mata. Mereka tidak bisa mengelak ataupun tidak percaya. Terutama Dina yang telah mentertawakan rumah Tirta sebelumnya, kini wajahnya tampak merah padam karena malu. Melihat begitu banyak orang yang datang untuk membangun vila demi Tirta, dia benar-benar merasa sangat te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 57

    "Bukan salahmu, nggak perlu minta maaf padaku. Tapi aku tegaskan dulu, aku hanya bisa toleransi kali ini. Kalau lain kali ayahmu masih maki-maki aku, jangan salahkan aku nggak sungkan padanya!" Setelah berkata demikian, Tirta memeluk Nabila dan menciumnya dengan erat.Nabila tidak menyangkal, dia han

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 115

    Wardah tidak percaya bahwa Tirta bisa sehebat itu. Namun, karena merasa bersalah, dia tetap tidak akan membiarkan Tirta mengujinya."Nggak berani, 'kan?" Tirta terkekeh-kekeh, lalu berjalan ke hadapan Wardah. Sebelum Wardah sempat bereaksi, Tirta telah menancapkan jarum itu ke titik meridian di kepal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 133

    "Bibimu di dalam rumah. Ada masalah apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Melati dengan penasaran."Nanti kamu akan tahu," balas Tirta.Akhir-akhir ini, Melati jadi semakin patuh pada Tirta. Dia selalu membiarkan Tirta menyentuh bagian mana pun yang dikehendakinya. "Kak, ayo kita masuk dulu," ajaknya.Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status