Share

Bab 878

Penulis: Hazel
Tirta tidak menyangka para polisi wanita ini akan begitu berani. Mereka bahkan menyindirnya.

"Hehe. Aku pria baik-baik. Aku nggak ngerti apa yang kalian katakan. Kalau sampai Bu Susanti dengar, kalian bakal dihajar lho! Hati-hati!" ancam Tirta sambil bercanda.

"Tenang saja. Kami cuma menggodamu karena kamu masih muda."

"Kami tahu batasan kok. Kami nggak bakal menyebarkan hal seperti ini kepada orang lain."

Para polisi wanita itu tertawa makin gembira. Tatapan mereka saat menatap Tirta pun sepert
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantafff Lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2790

    Batu spiritual tingkat menengah mengandung kekuatan spiritual yang jauh lebih banyak daripada batu spiritual tingkat rendah.Satu batu spiritual tingkat menengah setara dengan seratus batu spiritual tingkat rendah. Tirta memanfaatkan waktu yang langka ini untuk menyerap belasan batu spiritual tingkat menengah sekaligus.Kekuatan spiritual yang sangat melimpah bagaikan embun di musim semi. Jadi, sangat efektif untuk memulihkan luka. Bahkan Tirta menyempatkan diri untuk menyambung tulangnya yang patah.Sementara itu, Gundala yang unggul menyerang Usman hingga mundur di langit. Dia juga mengeluarkan Pagoda Iblis yang digunakannya untuk melawan Tirta sebelumnya dan artefak lain yang belum digunakan.Di udara, bayangan hantu berputar-putar, arwah gentayangan meraung, dan puluhan ribu tengkorak berkerumun bak awan hitam yang tebal. Semuanya mengepung Usman dari segala arah. Situasinya sangat mengerikan.Bam! Usman buru-buru mengerahkan energi pelindung untuk menghancurkan semua tengkorak yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2789

    Tadi Tirta tiba-tiba kepikiran dia tidak mungkin bisa menang melawan mereka secara langsung. Namun, pemurni energi dari dunia itu sangat serakah dan mudah curiga. Mungkin dia bisa mencoba untuk menghasut mereka berdua.Melihat Usman percaya, Tirta makin semangat berakting. Dia mencibir dan berseru, "Kamu kelihatan panik, itu berarti omonganku benar! Kamu pasti merasa bersalah! Memangnya anggota sekte kalian nggak pernah melakukan hal yang nggak bermoral?"Tirta menambahkan, "Apa kamu pantas menjamin dengan bicara seperti itu? Cuma orang bodoh yang percaya!""Kamu ...," ucap Gundala. Dia tidak bisa membantah ucapan Tirta.Saat Gundala sudah memikirkan alasan untuk menjelaskan, Tirta malah menggeleng dan menghela napas. Dia berkata kepada Usman, "Pak Usman, biasanya orang yang hampir mati selalu bicara jujur. Aku memang membunuh murid sektemu, tapi sekarang aku hampir mati.""Bagiku, semua dendam nggak ada artinya lagi. Aku cuma kasihan melihatmu diperalat seniormu. Itulah sebabnya aku m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2788

    Gundala menimpali, "Ternyata perkiraanku benar. Usman, kamu tahan dia. Aku mau cari kesempatan untuk melancarkan serangan mematikan!"Tiba-tiba, Gundala mengerahkan teknik rahasia untuk bersembunyi di udara.Tirta yang mengandalkan pengalaman sebelumnya memang bisa merasakan keberadaan Gundala, tetapi dia kewalahan karena Usman terus melancarkan serangan untuk membantu seniornya.Tirta dihajar sampai memuntahkan darah berkali-kali. Beberapa tulangnya juga patah.Melihat kondisi Tirta, Usman sangat senang. Dia tertawa dan berucap, "Kak Gundala, pemuda ini hampir mati!"Tirta memang sudah mengingat teknik untuk membuka gerbang ketiga. Namun, sekarang dia tidak sempat mengerahkannya.Selain itu, Teknik Rahasia Delapan Gerbang membutuhkan energi darah yang sangat kuat. Sekarang Tirta terus memuntahkan darah. Sudah cukup bagus jika dia bisa mempertahankan dua gerbang pertama tetap terbuka. Mana mungkin Tirta punya esensi darah yang cukup untuk membuka gerbang ketiga?Tirta hanya bisa terus

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2787

    Krak! Kemudian, Tirta mengerahkan tenaga dan cambuk patah yang melilit tubuhnya terpental. Artefak yang dimurnikan Usman dengan susah payah selama bertahun-tahun langsung hancur.Usman sakit hati, tetapi dia berteriak dengan ekspresi bengis, "Ah ... Cambuk Roh itu kumurnikan dengan susah payah! Hari ini, aku harus membunuhmu!"Usman memang memiliki artefak yang hampir mirip dengan Cambuk Roh. Hanya saja, dia paling suka dengan artefak ini. Jadi, wajar saja jika dia sakit hati melihat Cambuk Roh hancur.Pada saat yang sama, Usman juga menyadari kertas emas di tangan Tirta tidak biasa. Ternyata kertas emas itu bisa menghancurkan artefak yang dia murnikan selama ratusan tahun.Ekspresi Gundala menjadi serius. Dia berujar, "Usman, kelihatannya pemuda ini nggak sederhana. Sebaiknya kita berdua bertindak sama-sama biar nggak timbul masalah lain!""Oke!" sahut Usman. Dia juga tidak berani bersikap sombong.Gundala berseru, "Serang!"Gundala mengerahkan artefak andalannya terlebih dahulu, yait

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2786

    Bam! Tirta melayangkan tinjunya, lalu terdengar auman harimau, raungan macan tutul, dan suara petir. Semua suara itu sangat mengerikan.Hanya kultivator yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama punya kekuatan seperti ini. Gerakannya memancarkan kekuatan yang bisa menghancurkan ruang kehampaan.Angin kencang menderu. Melihat ruang kehampaan di depan hancur karena tinjuan Tirta, ekspresi Usman menjadi muram.Usman berucap, "Apa? Kenapa kemampuan pemuda ini bisa meningkat pesat dalam waktu singkat? Jangan-jangan dia menggunakan teknik rahasia yang bisa membakar esensi darah?"Tadi Usman tidak mengerahkan seluruh tenaganya untuk melancarkan serangan telapak tangan. Sekarang sudah terlambat jika dia menambah tenaga.Tang! Tinju Tirta dan telapak tangan Usman beradu. Sepotong energi pelindung di tubuh Usman dihancurkan.Tubuh Usman mundur puluhan meter. Meskipun tidak jauh, hal ini sudah membuktikan kemampuan Tirta sekarang setara dengan Usman.Gundala melihat semua kejadia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2785

    Tang! Tirta sudah mendekat. Kertas emas mendekat terlebih dahulu sebelum tinjuan Tirta. Namun, semua serangan Tirta terpental saat menghantam energi pelindung Gundala.Kertas emas bukan tidak bisa menghancurkan energi pelindung Gundala, melainkan kemampuan Tirta belum cukup hebat. Biarpun begitu, muncul retakan kecil pada energi pelindung Gundala.Usman tidak tahu hal ini. Dia tertawa dan berkomentar saat melihat pertarungan mereka, "Kak Gundala, kamu nggak usah takut kitab itu rusak. Langsung bunuh pemuda ini saja."Usman melanjutkan, "Setelah mendapatkan 'Kitab Adikara' dan memahaminya, kita bisa meninggalkan Sekte Asura. Membangun sekte sendiri atau mencapai keabadian juga nggak sulit."Asalkan bisa mendapatkan "Kitab Adikara", Usman merasa sepadan sekalipun harus kehilangan murid-murid yang tidak berguna itu. Itulah sebabnya dia tidak merasa sedih sedikit pun. Keserakahan menguasai hatinya."Haha, apa yang kamu bilang benar!" balas Gundala yang menahan keraguannya. Dia berpura-pura

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 113

    Dede juga merasa bahwa Tirta hanya bermimpi bisa mendapatkan vila seperti ini."Untuk apa repot-repot? Kalau kamu bisa menyembuhkan ayahku, vila ini bisa kuberikan padamu sebagai hadiah," ujar Naura yang berdiri di sampingnya."Nona, waktu itu kamu menghabiskan 10 miliar untuk membeli vila ini! Bukank

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 86

    Jika wanita lain yang berada di posisi ini dan mengetahui harga kalung ini, mereka sudah pasti akan buru-buru menyimpannya. Namun, Melati malah bersikeras menolaknya."Kak, kamu ini bodoh sekali. Kamu ini wanitaku, kenapa kamu malah nggak mau terima hadiah dariku? Kalau kamu nggak mau terima, akan ku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 103

    "Aku saja nggak ngeluh kamu nggak belikan aku giok! Nggak bisa, aku berubah pikiran sekarang. Kalau kamu nggak belikan aku giok, kita nggak usah nikah!"Lukas langsung memelototinya dan berkata, "Beli giok apanya! Kamu ini nggak tahu bersyukur. Aku sudah belikan rumah, mobil, dan berikan mahar padamu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 131

    "Apa? Harganya miliaran? Astaga, mobil apa semahal ini? Cepat menyingkir, jangan sampai mobil orang kegores. Mau jual diri pun aku nggak akan bisa ganti rugi!"Mendengar harganya, Betari langsung menyingkir sejauh mungkin."Ya, jauh-jauh dari mobil itu! Sialan, sejak kapan jadi ada banyak sekali orang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status