LOGINDi depan kepala raksasa itu, yang paling banyak adalah tulang belulang dan bahkan sudah menumpuk menjadi sebuah lapisan yang tebal. Terlihat jelas, dia sudah makan entah berapa banyak orang selama bertahun-tahun ini hingga tulang yang dimuntahnya menumpuk dan membentuk abu tulang hampir setengah meter.Sementara itu, orang-orang yang kekuatannya tidak cukup, bahkan tidak memiliki kesempatan untuk dimakan. Mereka langsung mati mendadak karena terpengaruh suara wanita itu, tidak peduli tempatnya di tebing ataupun di dasar jurang.Saat ini, lidah licin dari wanita itu sudah melilit tubuh Tirta. Di detik berikutnya, dia sudah akan ditelan ke dalam mulut wanita itu.Huh!Tepat pada saat itu, tiba-tiba muncul sebuah api aneh dari peta bintang. Api itu awalnya sangat lemah, tetapi terlihat seperti api ilahi yang tak pernah padam. Saat ditiup angin, api itu langsung menyelimuti seluruh tubuh Tirta seperti zirah dewa kuno. Api itu membakar lidah yang seperti ular itu hingga mendesis dan mengelu
"Tapi, aku sudah punya suami. Jadi, meskipun guruku sudah meninggal, aku tetap nggak akan bergabung dengan Istana Samara," kata Nova dengan serius.Wanita bergaun putih itu berkata, "Ternyata begitu. Istana Samara memang punya aturan itu, tapi aturan itu mati dan manusia itu hidup. Sejujurnya, bakatmu sangat bagus. Kalau kelak kamu sudah cukup kuat, kamu juga bisa ubah aturan itu. Kamu seharusnya tahu jelas kekuatanku. Meskipun aku bawa pergi kamu secara paksa, kamu juga nggak akan bisa melawan.""Tapi, aku nggak mau lakukan itu. Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik."Bisa dibilang, ucapan wanita bergaun putih itu sudah termasuk sangat menghargai Nova. Sebagai sosok kuat dengan kultivasi tingkat semi pencapaian agung, dia sudah berkali-kali merendahkan dirinya demi Nova.Nova juga merasa tidak nyaman. Dia menggigit bibirnya, lalu akhirnya berkata, "Kalau begitu, terima kasih atas niat baik Senior. Asalkan Senior bersedia membantuku melakukan satu hal, aku bersedia berguru pada Senior."Me
Nova berkata dengan nada getir, "Setelah malam tiba, aku akan terus mencari keberadaan gurumu. Kamu tetap tinggal di dalam kediaman leluhur. Sebentar lagi, aku pasti akan menemukan gurumu.""Ya. Kak Nova, kamu harus hati-hati," kata Nivia.Di malam saat Nova hendak keluar kota untuk mencari Tirta, seorang wanita bergaun putih dan wajah ditutup kain tipis hingga hanya menunjukkan sepasang alis serta mata tiba-tiba muncul di langit. Dia menyadari keberadaan Nova, dan berkata dengan terkejut, "Di negeri fana seperti ini, ternyata masih ada kultivator dan bahkan punya Fisik Tujuh Roh. Benar-benar di luar dugaan.""Nggak peduli siapa gurunya, tubuh seperti ini sangat langka dan potensinya tak terbatas. Aku harus menerimanya jadi muridku."Setelah pikiran itu muncul, wanita itu mengangkat tangan untuk merobek ruang dan melangkah masuk ke dalamnya dengan mudah. Ternyata dia adalah sosok kuat tingkat semi pencapaian agung yang bersembunyi di pegunungan dalam dan pernah memperingatkan Ganesh de
"Kalau kita bersikeras terus menyelidikinya dan buat tokoh hebat yang tak tertandingi itu marah, mungkin Sekte Formasi Surgawi kita akan lenyap dari muka bumi dalam semalam," kata tetua agung terakhir setelah menghela napas.Tidak ada seorang pun yang berani meragukan kebenaran dari ucapan tetua agung ini. Karena dia juga merupakan murid dari pria tua berwibawa, dia tentu saja tidak mungkin menipu semua orang. Namun, jika langsung kembali begitu saja, semua orang juga akan kesulitan menjelaskannya pada pria tua berwibawa."Pemimpin, kita harus bagaimana?" tanya pria paruh baya yang tadi berbicara, seorang tetua gunung suci dengan kultivasi tingkat penebas dewa tahap puncak.Tetua gunung suci lainnya memang tidak berbicara, tetapi mereka jelas sudah mengurungkan niat untuk balas dendam.Gafar juga terlihat ragu-ragu. Dia berpikir sejenak, lalu kembali bertanya, "Boleh tanya, apa yang dikatakan tiga tetua tadi memang benar?""Setiap kata kami tentu saja benar, kami nggak berani berbohong
Sekarang Lavanya sudah menjadi pelindung Tirta. Tentu saja, dia harus memikirkan keselamatannya.Lavanya tahu jelas kemampuan dan fondasi Sekte Formasi Surgawi. Tidak berlebihan jika mengatakan Tirta pasti mati selama dia berada di dunia awani dan wanita berambut putih tidak membantunya.Saat Lavanya sedang cemas, tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi. Krak! Petir menyambar dari langit dan membuat cermin yang dimurnikan dari kerangka inti formasi hancur berkeping-keping. Wajah asli Tirta sama sekali tidak terlihat.Selain itu, yang membuat semua orang terkejut adalah tiga tetua agung memuntahkan darah. Mereka terluka parah dan tidak sadarkan diri.Gafar dan lainnya berkomentar."Kenapa bisa begini?""Apa formasi ini terlalu misterius dan membocorkan takdir? Jadi ketiga tetua agung diserang balik?""Seharusnya begitu. Sayang sekali, kita nggak melihat wajah asli pelaku itu."Semua tetua gunung suci termasuk Gafar berpikiran seperti itu. Hanya Lavanya yang diam-diam bersyukur. Akhirnya, wa
Tetua agung lain maju, lalu mengamati mayat Ganesh dengan saksama dan menjelaskan, "Jangan bicara sembarangan. Menurut catatan yang ada, cuma ada orang yang menerobos Tebing Maut. Nggak pernah ada makhluk spiritual yang keluar untuk mencelakai orang."Tetua agung itu meneruskan, "Kalau nggak, kita pasti langsung mati begitu mendarat. Menurutku, pelakunya pasti orang lain. Dia sengaja membunuh Tetua Ganesh di sini untuk memperdaya kita."Gafar yang setuju mengomentari, "Benar. Kalau memang benar makhluk spiritual di Tebing Maut yang membunuh Tetua Ganesh, takutnya kita sudah mati begitu mendarat."Semua orang baru mengembuskan napas lega dan mengurungkan niat untuk meninggalkan tempat ini. Mereka juga tidak lupa memanfaatkan kesempatan ini untuk menyanjung, "Tetua agung dan pemimpin sekte memang berwawasan luas. Kami nggak bisa menandingi kehebatan kalian."Namun, tidak ada apa pun lagi di tempat ini selain mayat Ganesh. Selain itu, Tebing Maut terus mengganggu pikiran Gafar dan lainnya
Sagara menjerit, "Ah ... binatang sialan ... gluk ... aku pasti mau ... gluk ...."Tentu saja Sagara tahu itu adalah kencing anjing hitam. Seorang presiden Negara Yumai malah diinjak-injak seekor anjing. Bahkan anjing hitam memasukkan kencingnya ke dalam mulut Sagara. Hal ini belum pernah terjadi se
Ketika Gaurav menghubungi kedua pejabat senior, Lilian sudah sampai di Negara Yumai dengan menaiki pesawat terbang. Tentu saja, Brianna dan Kinsella juga ikut.Situasinya sudah jelas. Biarpun Kinsella sudah menghubungi orang tua Lilian, mereka tidak bisa datang tepat waktu. Alhasil, mereka gagal men
"Apa? Kamu bilang benda berukuran besar itu peluru kendali balistik antarbenua? Apa benda itu sangat luar biasa?" tanya Tirta.Tirta sudah memperhatikan ada sesuatu yang aneh di langit. Bahkan, dia sudah menemukan jejak peluru kendali balistik antarbenua.Hanya saja, Tirta tidak tahu benda itu apa.
Wilis bertanya balik dengan aura mengintimidasi, "Kenapa? Memangnya kami nggak boleh datang? Apa kamu nggak menyambut kedatangan kami?"Alis Aluna berkerut. Dia meletakkan bukunya, lalu berdiri dan menyahut, "Tentu saja bukan ...."Istri Willis melambaikan tangannya sambil menyergah, "Sudahlah, kami







