MasukBuk! Ketiga petinggi langsung berlutut saking takutnya. Mereka juga terus meminta ampun."Pak Beta, mana mungkin kami berani berbohong?""Memang Bu Yelena yang suruh kami datang. Kalau nggak ... kami juga nggak berani meninggalkan Pulau Wanita Suci!""Kalau Pak Beta nggak percaya, coba hubungi Bu Yelena untuk memastikannya."Melihat ketiga orang itu tidak terlihat seperti berbohong, Beta segera menghubungi Yelena. Namun, panggilan tetap tidak terhubung setelah Beta menelepon berkali-kali.Beta yang marah membatin, 'Yelena, sebenarnya apa yang kamu lakukan?'Kemudian, Beta memerintah tiga petinggi itu, "Cepat suruh orang tunjukkan semua rekaman kamera pengawas di Pulau Wanita Suci kepadaku!""Oke, Pak Beta," sahut ketiga petinggi. Mereka buru-buru keluar.Akan tetapi, ketiganya kembali dengan ekspresi panik dalam waktu singkat. Paling-paling mereka hanya keluar sekitar lima menit.Ekspresi ketiga petinggi tampak sangat ketakutan. Bahkan mereka tidak bisa bicara dengan lancar. Mereka han
"Oke, Pak Jibril," sahut bawahan.Setelah mengakhiri semua panggilan telepon, Jibril mulai merasa cemas dan bosan karena menunggu terlalu lama. Dia sangat suka bersenang-senang dengan wanita dan minum anggur dengan kadar alkohol yang tinggi. Jibril sangat menikmati rasanya meniduri wanita.Jibril terus berwaspada sepanjang pagi. Sekarang dia merasa sangat lelah setelah menurunkan kewaspadaannya.Jadi, Jibril memberanikan diri untuk memanggil dua wanita agar bisa rileks sebentar. Dia bergumam, "Tirta sudah mendapatkan informasi, dia pasti nggak akan muncul dalam waktu singkat. Seharusnya nggak masalah kalau aku rileks sebentar."Awalnya Jibril masih merasa tidak tenang, tetapi akhirnya dia mulai menikmati momen bercinta dengan wanita.....Di dalam Istana Krimlin, Beta masih membaca buku dari tokoh hebat. Jibril berpesan kepada bawahan untuk melapor kepada Beta setiap sepuluh menit.Namun, Tirta masih belum ditemukan setelah waktu sepanjang pagi berlalu. Beta makin cemas. Bahkan dia yan
Tirta sangat memahami perasaan mereka. Selama ini, mereka hidup dalam penderitaan dan tidak pernah menaruh harapan pada masa depan. Sekarang Tirta tiba-tiba datang untuk menyelamatkan mereka. Dia membantu para wanita itu terbebas dari hidup yang menderita.Namun, sekarang bukan saatnya untuk bersikap sentimental. Tirta segera menyuruh mereka berdiri dan mendesak, "Nggak usah berlutut padaku, cepat berdiri. Sekarang bukan saatnya mencurahkan isi hati kalian. Tim manajemen pulau sudah disuruh pergi, jadi sekarang pulau ini nggak dijaga dengan ketat."Tirta melanjutkan, "Kalian harus naik kapal pesiar secepatnya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi. Kalau ketahuan, takutnya nyawa kalian terancam."Tirta yang kepikiran suatu masalah bertanya, "Ada yang bisa mengemudikan kapal pesiar nggak?"Mendengar ucapan Tirta, para wanita di tempat baru perlahan berdiri. Namun, mereka tetap memandangi Tirta dengan perasaan bersyukur.Suasana menjadi tenang, lalu seseorang mengangkat tangannya da
Tirta memasukkan kekuatan spiritual ke dalam tubuh semua wanita itu, juga menggunakan teknik untuk menenangkan mereka.Puluhan ribu wanita itu mendengar ucapan Tirta dengan jelas. Sebagian besar dari mereka mengerti bahasa Darsia, jadi mereka tahu maksud Tirta.Teknik yang dikerahkan Tirta berguna. Mereka perlahan berhenti menangis. Namun, tetap ada yang bertanya dengan ekspresi tidak percaya, "Apa ... kami benar-benar boleh pergi?"Orang itu juga berbicara dengan bahasa Darsia.Linda manahan kesedihannya, lalu maju dan menjelaskan, "Kalian benar-benar boleh pergi. Aku Linda .... Aku jamin kalian semua bisa meninggalkan tempat ini dengan aman."Linda memperkenalkan Tirta kepada semua wanita itu, "Orang ini guruku. Kemampuannya hebat dan hatinya baik. Dia datang khusus untuk menyelamatkan kalian."Linda juga tidak lupa memperkenalkan dirinya. Semua wanita ini adalah rakyat yang dilindungi ayah Linda dulu. Sekarang mereka malah disiksa hingga terpuruk seperti ini.Bahkan mereka tidak ber
Melihat Yelena tidak terlihat takut sedikit pun, semua tim manajemen Pulau Wanita Suci pun termotivasi.Salah satu dari mereka berkata, "Bu Yelena berani sekali. Dia itu seorang wanita, tapi dia jauh lebih hebat daripada pria. Kita harus pergi ke Masko secepatnya untuk memberi bantuan. Kalau bisa berkontribusi untuk Keluarga Randolph, kita baru nggak menyia-nyiakan perhatian mereka kepada kita selama ini."Semua tim manajemen segera berkumpul dan meninggalkan Pulau Wanita Suci dengan menaiki pesawat terbang besar.Dari tadi Tirta mengamati situasinya di samping. Dia berkomentar, "Wanita memang pandai berakting, terutama wanita cantik. Mereka sangat tenang waktu berbohong. Untung saja aku punya senjata ajaib yang bisa menaklukkan semua wanita di dunia, jadi aku nggak perlu khawatir mereka mengkhianatiku."Begitu memikirkan hal ini, Tirta bahkan merasa bangga. Sementara itu, Yelena memutuskan semua sistem tenaga listrik di Pulau Wanita Suci setelah tim manajemen pergi. Radar dan kamera p
Tirta menambahkan, "Setelah sampai di Negara Darsia, kamu pasti punya tempat tinggal. Kalau Keluarga Randolph ingin membalas dendam padamu karena kamu berkhianat, aku akan membereskan mereka.""Terima kasih, Tuan. Aku akan mengurus semuanya," sahut Yelena.Kala ini, Linda juga tidak curiga Yelena hanya berpura-pura mengkhianati Keluarga Randolph.....Pada saat yang sama, semua yang dilakukan Brandon sesuai dengan dugaan Tirta. Setelah kabur cukup jauh, Brandon langsung bersembunyi di tempat terpencil karena melihat Tirta tidak mengejarnya.Brandon melaporkan semua yang dialaminya ke markas pusat, "Keluarga Randolph sudah bersekongkol dengan Tirta untuk mencelakai kami. Eberon sudah dibunuh mereka, begitu pula petinggi organisasi pembunuh dunia yang ikut kami datang."Brandon menambahkan, "Mungkin Keluarga Randolph tahu Leluhur Darah ingin menguasai dunia, jadi mereka ingin melenyapkan Black Gloves ...."Ketua Black Gloves lain yang mengetahui situasinya sangat emosional. Mereka marah-







