LOGINSulit dibayangkan seberapa mengerikan kemampuan pria itu. Dia berucap, "Um ... aku sudah mengatur biar pemuda itu mendapatkan bantuan dari wanita bertanduk naga. Cuma tersisa Mantra Evolusi Semesta yang belum dipahami pemuda itu sepenuhnya."Pria itu melanjutkan, "Karakternya memang buruk, tapi setidaknya aku melihat harapan .... Entah pemuda itu bisa berkembang menjadi kuat atau nggak sebelum bencana destruktif itu datang. Sekarang kemampuannya terlalu lemah."Pria berambut putih menghela napas, lalu menghilang seperti tidak pernah muncul. Setelah dia menghilang, tempat yang disambar petir berkekuatan dahsyat ini kembali seperti semula. Kejadian ini benar-benar sulit dipercaya.....Setelah Tirta kembali ke Desa Persik, Ayu dan lainnya langsung mengerumuni Tirta. Ayu bertanya dengan ekspresi khawatir, "Tirta, akhirnya kamu kembali. Mana sekelompok kultivator yang kuat itu? Apa mereka sudah kabur?"Tirta menyahut sembari menggeleng, "Nggak."Mendengar ucapan Tirta, ekspresi Ayu dan lai
Namun, mereka marah-marah setelah terkejut, "Memangnya kenapa kalau dia itu kultivator tingkat pemurnian dewa? Kita punya dendam kesumat dengan orang yang membunuh tetua kita! Kita harus balas dendam!"Para anggota sekte super besar berdiskusi sejenak, lalu masing-masing sekte mengutus tetua agung pergi ke wilayah Darsia kuno untuk mencari pelaku.Beberapa sekte super besar tidak mengutus kultivator tingkat pemurnian dewa setelah mendengar kabar ini. Hal ini karena tetua sekte mereka belum mati.Kalau begitu, mereka tidak perlu merepotkan kultivator tingkat pemurnian dewa untuk pergi ke wilayah Darsia kuno. Takutnya terjadi kekacauan karena tidak ada yang menjaga sekte.....Setelah ujian surgawi berakhir, Genta tidak mengendalikan tubuh Tirta lagi. Akhirnya, kultivasi Tirta berhenti di tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh dengan stabil.Pencapaian ini sudah cukup mengerikan. Padahal Tirta baru berkultivasi selama beberapa tahun. Kultivator biasa tidak mungkin bisa mencapai tingkat p
Lavanya bertanya dengan alis berkerut, "Humaira, kamu terluka. Siapa yang melukaimu? Beri tahu aku apa yang terjadi."Humaira juga tidak berani menutupinya. Dia langsung menceritakan kejadian di Gunung Dewi.Lavanya menerka-nerka sembari bergumam, "Ada yang menyelamatkan dua pengkhianat itu. Jangan-jangan Sirius dibunuh karena mencari dua pengkhianat itu?"Humaira membalas, "Apa? Guru, kamu bilang Kak Sirius mati? Jelas-jelas semalam aku melihatnya."Humaira memang tidak menyukai Sirius, tetapi dia tetap terkejut. Sirius juga sudah mencapai tingkat pembentukan dewa, bahkan dia adalah murid Sekte Formasi Surgawi. Siapa yang berani membunuh Sirius? Apa orang itu tidak takut dibalas Sekte Formasi Surgawi?Lavanya menyahut, "Untuk apa aku membohongimu tentang masalah seperti ini? Kamu istirahat di sini saja. Aku mau pergi ke wilayah Darsia kuno untuk menyelidiki siapa pembunuh Sirius. Huh! Kalau aku menemukan pelakunya, aku pasti nggak akan melepaskannya!"Nada bicara Lavanya sangat dingin
Krak! Krak! Petir surgawi ungu yang sangat tebal bagaikan naga mengamuk. Petir itu menyambar dengan suara yang menggelegar untuk melenyapkan orang-orang yang melawan takdir. Kekuatan semua petir itu sangat dahsyat.Tempat "Tirta" berada disambar hingga muncul lubang besar sedalam ribuan meter. Pasir juga terbakar seperti lava yang mengalir. Asap hitam yang tebal menyelubungi area ratusan kilometer.Dilihat dari langit, lubang dalam ini seperti jejak yang ditinggalkan tabrakan planet. Untung saja, tempat ini adalah padang gurun yang luas. Jadi, tidak ada jejak kehidupan manusia. Kalau tidak, orang yang melihat kejadian ini pasti kaget setengah mati.Kekuatan petir surgawi ungu memang sangat mengejutkan, tetapi Tirta yang bermandikan petir surgawi ungu malah tidak terluka.Sebaliknya, jiwa dan tubuh Tirta dinutrisi oleh kode rahasia di dalam petir. Apalagi Genta membantu Tirta memurnikan empat jiwa kultivator tingkat pembentukan dewa.Semua ini adalah bantuan dari luar dan bukan hasil ku
Selain itu, yang terpenting adalah "Tirta" sama sekali tidak terluka. Situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, benar-benar tidak masuk akal! Sekalipun melihatnya secara langsung, tetap saja sulit dipercaya.Padahal kekuatan surgawi bisa melenyapkan kultivator tingkat pembentukan dewa dengan mudah dan membuat kultivator tingkat pemurnian dewa terluka parah. Siapa sangka, "Tirta" bisa menghadapi kekuatan itu dengan tenang."Tirta" tertawa santai dan menceletuk, "Petir surgawi seperti ini nggak bisa melukaiku, malah bisa membangkitkan darah naga di dalam tubuh Tirta dan menutrisinya.""Tirta" langsung memurnikan petir surgawi ungu menjadi anak panah. Dia mengubah ujian surgawi menjadi teknik serangan dan memadankannya dengan Busur Matahari.Szzt! Szzt! Busur Matahari memang mengandung kekuatan matahari yang dahsyat. Kultivator tingkat pencapaian agung pernah menembak matahari hingga meledak dengan busur itu.Kala ini, Busur Matahari memancarkan kekuatan yang sangat dahsyat setelah dip
Para tetua itu tidak ingin kultivasi mereka yang dilatih dengan susah payah selama bertahun-tahun hancur dalam sekejap. Jadi, mereka terpaksa meminta ampun.Di bagian paling depan, Sirius dibantu kerangka inti formasi. Itulah sebabnya kecepatannya paling tinggi. Dia sama sekali tidak berbalik.Whoosh! "Tirta" malah menanggapi ucapan tetua dengan menarik tali Busur Matahari. Dengan kemampuan "Tirta" sekarang, cahaya panah yang dibentuknya bisa menembak mati para tetua tingkat pembentukan dewa dengan mudah.Bam! Terdengar suara yang menggelegar. Ternyata seorang tetua tingkat pembentukan dewa tahap menengah dari Sekte Penguasa Akhirat hampir ditembak. Dia langsung menarik junior di sampingnya, lalu melemparnya untuk mempertahankan nyawanya.Melihat junior itu mati, dua tetua Sekte Penguasa Akhirat yang lain kaget. Mereka berkomentar."Kak, kenapa kamu berbuat seperti ini ....""Dia ... itu junior yang mendampingi kita setiap hari."Tetua tingkat pembentukan dewa tahap menengah itu menden
Setelah diingatkan, 4 pria Negara Martim yang lain baru tersadar. Mereka menanggapi."Benar! Tirta terlalu kuat, kita nggak akan mampu melawannya!""Kita harus menangkap keluarganya biar bisa kembali ke Negara Martim hidup-hidup!"Kemudian, mereka langsung menerobos kerumunan dan menghampiri keluarg
Gadis harimau putih menyeka air matanya dan menjawab dengan ekspresi sedih, "Itu giok berisi banyak teknik yang ditinggalkan pemurni energi ras manusia. Nggak ada barang lain lagi ...." "Mengenai batu spiritual, obat spiritual, dan artefak yang kamu bilang, semua itu ada di tempat terlarang Sekte A
Begitu mendengar perkataan Genta, Tirta yang lemas mendesah dan menanggapi, 'Sudahlah. Kalau aku melakukannya lagi, mungkin dia benar-benar mati.'Kemudian, Tirta memandangi Arianda dengan ekspresi bimbang sembari berpikir, 'Wanita ini hampir membunuh ayahku, tapi dia sudah ditaklukkan Kak Genta den
Orion masih ingin menolak. Bella menghampirinya dan membujuk, "Paman, mereka yang bersikeras memberikan uang ini. Paman terima saja. Orang lain yang menginginkan uang ini juga nggak punya kesempatan."Saat bicara, Bella melihat Tirta sekilas dengan mata berbinar-binar. Mata Bella sangat jernih bagai







