Share

Melepas Rindu

Penulis: Syamwiek
last update Tanggal publikasi: 2026-03-26 07:51:24

“Sayang, jangan kebanyakan jalan!”

“Ya kan mau ambil sarapan, Mas. Kalau nggak jalan, gimana caranya?”

“Biar aku panggil suster saja.”

Jingga langsung mencegah tangan suaminya saat hendak menekan tombol mikrofon di atas ranjang.

“Kenapa?” tanya Sagara dengan wajah bingung.

Jingga mendengkus pelan. “Nggak usah berlebihan deh, Mas,” omelnya.

Lalu, dia mulai menata sarapan yang baru saja dikirim oleh Bibi. Pagi ini, dia ingin makan soto bening, perkedel kentang, dan mendoan. Sementara itu, Sagara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (13)
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Bumil. memang lagi sensitif sekali perasaan & indra penciumannya ,ya Sabar Sagar.....minta jatahnya kalau sudah pulang ke rumah,ya Eh...siapa yg tiba tiba masuk ,tuh?
goodnovel comment avatar
Wienovel
gagal belah duren .........
goodnovel comment avatar
Sri Yati
siapa yang menciduk saga dan jingga saat b3rciuman
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Rindu Kampus

    “Nanti kalau di kampus jangan jajan makanan yang nggak sehat ya, Sayang,” ujar Sagara saat baru saja duduk dibalik kemudi. “Terus jangan kebanyakan jalan. Kalau capek, langsung ke ruang kerjaku buat istirahat,” tambahnya ketika mobil mulai meninggalkan kediaman mereka.Sementara yang dinasihati, sejak bangun dari tidur cantiknya, masih sibuk ngemil donat kentang buatan Nenek Resti. Sesekali, dia juga membalas pesan dari Sean.Adik tirinya itu memberi kabar bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja berkat bantuan keluarga Langkana. Sementara keluarganya kini sedang berjuang kembali dari nol untuk membangun usaha setelah bangkrut.“Sayang—” panggil Sagara saat tak mendapat jawaban.Jingga pun menoleh. “Iya, Mas,” jawabnya. Dia lalu mengangkat kotak bekal di pangkuannya. “Aku bawa makanan dari rumah, kok. Nggak bakal jajan sembarangan.”“Terakhir kali kamu ketemu Kayla juga bilang begitu. Nyatanya kalian malah makan mie lidi.”Jingga langsung membela diri. “Oh, itu mah bukan kita yang beli.

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Superhero Naik Bentor

    Suara becak motor, bentor… terdengar nyaring saat keluar dari gang sempit dengan pemandangan yang luar biasa lucu. Sagara berada di belakang, mengemudikan bentor dengan wajah memerah akibat kepanasan, sementara si empunya—seorang bapak tua—duduk santai di depan sebagai penumpang.“Den, tolong pelan-pelan, saya takut menggelinding,” protes si bapak, sedikit panik.“Kalau pelan, saya bisa telat, Pak,” jawab Sagara. “Istri saya terjebak macet. Saya khawatir dia mual di dalam mobil.”Bentor itu melaju melewati gang toko mainan, lalu berbelok lagi ke gang toko pakaian. Beberapa orang sampai berhenti dan menoleh, bingung melihat pengemudi bentor berpakaian kantoran.“Ini pertama kali saya jadi penumpang di bentor sendiri,” gumam si bapak, masih tak percaya.Namun tak lama, perjalanan mereka terhenti. Di depan, terdapat pembatas berupa taman yang memisahkan jalan ruko dan jalan utama.Sagara langsung mengerem mendadak. “Hanya bisa sampai di sini.”“Iya, Den. Dari tadi kan saya sudah bilang,

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Sabar, Sayangku

    Tak terasa kehamilan Jingga sudah memasuki bulan ketiga. Minggu depan, dia akan mengikuti wisuda. Kebaya yang sudah dipesan oleh ibu mertuanya ternyata tidak lagi muat. Lebih tepatnya terlalu pas di badan, dan Sagara tidak suka jika tubuh berisi istrinya menjadi perhatian banyak orang. Alhasil, Bu Binar dengan cepat meminta desainer langganannya untuk membuatkan kebaya baru. Bukan hanya kebaya, Jingga juga kebingungan memilih dress untuk acara ulang tahun Rumah Sakit Arfamed di akhir bulan. Pasalnya, Sagara tidak mengizinkannya memakai dress yang menurutnya ‘terlalu lucu’—dengan alasan Jingga terlihat sangat cantik saat memakainya. “Kenapa sih Kak Saga makin bawel?” omel Senada. Bu Binar yang sedang memperhatikan dress baby blue di depannya, berdecak kagum, lalu mendengkus kesal saat teringat sifat posesif putranya. “Pakai saja, nggak sih, Nak?” ujarnya sambil menatap Jingga. “Jangan, Bu. Nanti Mas Saga tantrum, malah acaranya bisa batal,” balas Jingga, bergidik ngeri. Sena

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Nama Baru yang Sering Muncul

    Ponsel Sagara berdering saat dia sedang berada di kamar mandi. Jingga yang sedang duduk di ranjang sambil memakai masker wajah, melirik sekilas dan melihat nomor tak dikenal.Dia mengabaikannya, membiarkan panggilan itu terputus. Nanti saja diberitahukan setelah suaminya selesai mandi.Namun, beberapa menit kemudian, ponsel itu kembali berdering. Jingga mengerutkan kening.“Nggak sabaran banget sih,” gerutunya. “Mana video call lagi.”Akhirnya, dia bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.Tok… tok…Dia mengetuk pintu, lalu sedikit mengeraskan suara, “Mas—”Sagara langsung mematikan shower saat mendengar panggilan itu. “Iya, Sayang. Sebentar lagi selesai.”“Ada yang telepon. Kayaknya penting.”“Siapa?” tanya Sagara, lalu terdengar lagi suara percikan air.“Nggak tahu, nggak ada namanya. Tapi video call.”“Sebentar, Sayang—”Jingga mengangguk, lalu berjalan ke arah meja rias untuk melepaskan maskernya. Dia duduk di sofa, menyalakan TV, dan mengambil toples camilan ke pangku

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Bumil Ngidam

    Jingga sedang duduk di teras rumahnya, dengan sebuah karpet terbentang di lantai. Di atasnya, para ART duduk melingkar, sibuk menyiapkan rujak—mengupas buah, mengiris, hingga mengulek sambal.Sore ini, bumil sedang ngidam rujak buah. Dengan berbekal sebotol minyak kayu putih, dia pun menjadi ‘pengawas’ dadakan.“Yang mangga jangan terlalu matang, ya, Bi. Aku mau yang asem-asem segar,” ucapnya.“Iya, Non,” sahut salah satu ART sambil terus mengulek.Di halaman depan, satpam masih sibuk memetik mangga dari pohon. Sesekali Jingga melirik ke arah sana.“Pak, yang kecil-kecil aja! Yang gede biasanya kemanisan!” teriaknya.“Siap, Non,” balas satpam dari atas pohon.Jingga kembali bersandar di kursinya, menghirup minyak kayu putih, lalu tersenyum puas melihat semua orang bergerak mengikuti keinginannya.“Tolong cepat, ya. Ya ampun, aku sudah nggak sabar pengen nyicip,” gumamnya sambil terkikik.Para ART saling pandang sambil menahan senyum. Pasalnya, ngidam sang Nona kali ini benar-benar mem

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Pulang ke Solo

    Tidak seperti yang dibayangkan banyak orang tentang honeymoon—jalan-jalan, foto-foto, atau menjelajahi setiap sudut tempat baru. Tidak ada itu semua.Yang ada hanya satu kamar, satu ranjang, dan dua manusia yang belajar memahami bahwa cinta… kadang tidak selalu berjalan sesuai rencana.Awalnya baik-baik saja. Jingga masih bisa tertawa, menggoda sang suami di dalam kolam, bahkan sempat menikmati sore panas dengan penuh semangat. Tapi entah sejak hari ketiga, semuanya berubah.Mual datang tanpa aba-aba. Pagi, siang, bahkan malam.Tubuhnya melemah, wajahnya pucat, dan semua rencana yang sudah disusun rapi oleh Sagara—satu per satu—terpaksa batal.Namun anehnya tidak ada penyesalan.Karena setiap kali Jingga merasa tidak nyaman, ada tangan yang selalu siap menopang. Setiap kali dia terbangun dengan rasa mual, ada suara yang menenangkan. Setiap kali dia kesal pada dirinya sendiri, ada seseorang yang justru membuatnya merasa berharga.Sagara tidak pernah mengeluh. Tidak tentang rencana yang

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Aneh Tapi Nyata +++

    Jingga kini duduk di atas pangkuan suaminya. Piyamanya sudah tergeletak di lantai, menyisakan bra putih berenda yang masih melekat di tubuhnya. Rambutnya sedikit berantakan, dengan nafas yang masih tersengal setelah ciuman panas dan panjang. Dia menatap Sagara dengan bibir mengerucut. “Aku berasa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Apa nih?!

    Kedua mata Jingga menatap awas ke arah Sagara yang sedang membantu Nenek Resti memindahkan bonsai ke dalam pot yang lebih besar. Tak ada yang tampak aneh dari suaminya itu. Gerak-geriknya biasa saja… tetap tenang seperti biasa, bahkan sesekali tersenyum ketika Nenek Resti menyapa para bunganya. N

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Kejadian yang Sebenarnya 2

    Sagara meringis menahan nyeri saat Jingga menekan luka gores di lehernya—luka akibat ulah brutal Sasya. Meskipun cara sang istri mengobatinya sama sekali tidak lembut, bagi Sagara itu sudah termasuk berkah. Setidaknya dia tidak ditendang keluar kamar dan berakhir tidur di kamar tamu.“Kok bisa sih

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   Pembatalan Kontrak

    Jingga bangun tidur dengan tubuh terasa sangat segar. Dia berguling ke kanan, membenamkan wajahnya ke bantal sejenak, lalu meraih ponsel di atas nakas.Akhir pekan ini, dia sudah punya janji dengan ibu mertuanya untuk mencari kado ulang tahun Sagara.Rencana itu sengaja dirahasiakan dari suaminya.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status