Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang

Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-10
Oleh:  Henny Djayadi Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
8Bab
26Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Tiga puluh hari menemukan pria untuk dinikahi, atau selamanya terjebak dalam neraka pengkhianatan. Perempuan bodoh mana yang sudi menikahi pria yang nyaris membunuhnya? Setelah tahu kecelakaan maut setahun lalu adalah sabotase Justin demi adik tirinya, Sofia bertekad membatalkan pernikahan. Tapi demi penyatuan dua perusahaan, keinginan Sofia untuk membatalkan pernikahan, ditentang oleh Papanya, bahkan memberi syarat mustahil, jika tidak bisa menikah dalam waktu satu bulan, maka dia harus tetap melanjutkan pernikahan dengan tunangannya yang kejam. Di titik nadir, Riga, mantan kekasih yang pernah menorehkan luka dalam kembali. Menganggap Riga pelarian satu-satunya, Sofia menawarkan pernikahan kontrak. Ia mengira telah bebas, tanpa menyadari bahwa Riga yang sekarang, bukanlah pria yang dahulu lagi.

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Pengantin yang Tersesat

“Mbak Sofia, apakah pengantin pria masih lama datangnya?” Pria paruh baya itu berkali-kali melihat jam di pergelangan tangannya.

Penghulu yang akan menikahkan Sofia dan Justin bertanya dengan hati-hati, berusaha tidak menambah beban Sofia, di tengah puluhan tamu yang mulai berbisik-bisik.

Sofia menatap calon mertuanya. Keduanya hanya menggeleng lemah sambil terus menekan layar ponsel, mencoba menghubungi putra mereka yang tiba-tiba menghilang di hari paling krusial. Sofia juga sudah menghubungi Justin puluhan kali, tapi hasilnya tetap nihil.

“Setengah jam lagi, Pak. Justin pasti datang. Mungkin terjebak macet.” Sofia berusaha meyakinkan, bukan hanya pada Penghulu, tapi juga pada dirinya sendiri.

Saat asa mulai menipis, ponsel dalam genggaman Sofia bergetar. Nama Justin muncul di layar. Sofia segera mengangkatnya dengan terburu-buru.

“Justin? Kau di mana? Semua orang sudah…”

“Sofia, pernikahan harus kita tunda,” potong Justin dengan suara gemetar.

Sofia terdiam, ini bukan pertama kalinya pernikahan mereka ditunda. Apakah Justin memang tidak ingin menikahinya?

“Selena... kecelakaan. Mobilnya ringsek dan dia terluka parah. Kami di rumah sakit sekarang,” sambung Justin terdengar panik dan napasnya memburu.

Mendengar adik tirinya terluka, amarah di hati Sofia langsung menguap, berganti kekhawatiran. Selena memang bukti perselingkuhan papanya, kehadirannya menyebabkan retaknya hubungan kedua orang tunya, tapi Sofia tidak bisa memungkiri fakta bahwa di dalam tubuh gadis itu mengalir darah yang sama dengannya.

“Oh Tuhan… Selena,” gumam Sofia lirih. Air mata mulai menggenang.

Dengan berat hati, Sofia berdiri dan menghadap Pak Penghulu serta keluarga besar yang menatapnya penuh tanya.

“Pernikahan hari ini... dibatalkan,” ucap Sofia dengan suara yang dipaksakan tegar.

“Apa?” Bukan papanya yang berteriak, melainkan Hesti, mamanya. Wanita itu langsung menghampiri dan mencengkeram lengan Sofia dengan kuku-kuku yang tajam. “Kau gila? Pernikahan ini tidak boleh batal, Sofia! Apapun alasannya!” Bukan lagi dengan suara keras, tapi bisikan penuh ancaman.

“Selena kecelakaan, Ma!” Sofia membalas, mencoba melepaskan diri. “Tolong, beri penjelasan kepada para tamu. Katakan ada keluarga yang kena musibah. Aku harus segera melihat keadaan Selena.”

“Persetan dengan anak haram itu!” Wajah Hesti merah padam. “Kau harus tetap di sini menunggu Justin dan kalian akan tetap menikah. Jangan pedulikan anak gundik itu!”

Sofia menghela napas panjang, menatap dekorasi megah ballroom yang seharusnya menjadi tempat bersejarah dalam hidupnya.

“Aku mohon, Ma. Demi kemanusiaan, kita tidak bisa berpesta di saat keluarga kita terkena musibah.”

Tanpa menunggu jawaban dari mamanya, Sofia mengangkat ekor kebaya putihnya yang panjang dan berlari keluar.

Di dalam taksi, Sofia meringkuk di pojok kursi dengan tatap mata yang kosong. Aroma melati dari ronce di rambutnya memenuhi kabin sempit itu, harum yang seharusnya menjadi saksi janji suci, kini terasa seperti aroma duka.

Tangan Sofia gemetar dengan ponsel dalam genggaman. Hatinya terus melangitkan doa demi keselamatan Selena. Ada rasa bersalah karena sempat meragukan alasan Justin.

Setibanya di rumah sakit, Sofia berlari menyusuri lorong rumah sakit dengan kebaya putih brokat dan kain batik yang indah. Riasan pengantinnya masih sempurna, membuat setiap pasien dan tenaga medis menoleh padanya seolah melihat penampakan malaikat yang tersesat di tempat penuh luka.

Langkah Sofia terhenti tepat di depan pintu ruang perawatan VIP yang sedikit terbuka. Justin memeluk Selena yang menangis terisak di atas ranjang. Tak ada luka sekritis yang dibayangkan Sofia, hanya perban di dahi dan lengan.

Ada perasaan lega. Tapi dugaan jika semua yang dilakukan Justin adalah kepedulian seorang calon kakak ipar luruh seketika. Perbincangan antara Justin dan Selena justru mengungkap kenyataan yang berbeda.

“Mengapa kau senekat ini, Sel? Menabrakkan mobil ke pembatas jalan hanya untuk melukaimu sendiri?” Suara Justin penuh keputusasaan, tapi terdengah sarat kasih sayang.

“Kakak bilang akan mencari cara untuk kembali menunda pernikahan dengan kak Sofi, tapi mana buktinnya?” Tangis Selena semakin menjadi.

Justin menghela napas panjang, mengusap punggung Selena dengan lembut. “Aku tidak bisa menggunakan cara seperti tahun lalu, Sel.”

“Tapi cara itu berhasil, Kak.”

“Kecelakaan itu membuat Sofia koma dua minggu. Aku tidak bisa mengambil risiko, jika sampai Sofia meninggal, kita tidak akan dapat apa-apa.”

Telinga Sofia berdenging, dari ubun-ubun hingga ujung kaki tiba-tiba terasa dingin. Secara naluriah tangannya menyentuh perutnya, merasakan jaringan parut yang tersembunyi di balik baju pengantinnya.

Ingatan akan rasa sakit saat terbangun dari koma setahun lalu menghantam Sofia. Saat itu, ia mengira Justin adalah pahlawan yang menunggunya. Ternyata, pria itu adalah dalang dari semua kesakitannya.

“Kak Justin merasa bersalah pada Kak Sofia? Kak Justin mulai mencintainya?” cecar Selena dengan suara manja yang menuntut.

Justin menggeleng tegas. “Tidak. Aku hanya memikirkan merger Baskara Energy dan Aditama Jaya. Setelah semua itu terwujud dan posisiku aman, aku akan meninggalkan Sofia, lalu kita menikah. Sabarlah sebentar lagi.”

Hancur hati Sofia, tak ada daya lagi untuk marah dan melakukan konfrontasi langsung dengan tunangan dan adik tirinya.

Sofia memutar tubuh dengan sisa tenaga yang ada. Ia menyeka air mata yang merusak riasannya, berjalan gontai menyusuri lorong panjang. Kebaya putih yang dia kenakan terasa layaknya kain kafan yang mengantarkan pada hidup baru yang menyakitkan.

Sofia hanya ingin segera meninggalkan rumah sakit. Dengan tangan gemetar dia memesan taksi online.

Baru keluar dari rumah sakit, gerimis turun tanpa diundang. Sofia mendongak, tersenyum miris menertawakan dirinya sendiri. Pada saat dia merasakan kegetiran menjadi pengantin tanpa mempelai, langit pun seolah ingin mengujinya.

Sofia yang mulai kehilangan fokus, seolah mengabaikan bisingnya suara mesin mobil dan deru klakson panjang. Mobil hitam besar mengerem mendadak, berhenti beberapa senti dari posisi Sofia.

Terkejut, Sofia jatuh terduduk di aspal yang basah oleh air hujan yang semakin deras.

“Woi! Kalau jalan pakai mata!” teriak pengemudi mobil yang hampir menabrak Sofia,

Sofia mengabaikannya, hanya bersimpuh di tengah jalan raya, tak peduli kebaya putih mahalnya basah dan penuh noda. Bahkan riasan pengantinnya mulai luntur, membuat penampilannya semakin berantakan.

Dalam keadaan terpuruk Sofia tidak memperhatikan ada mobil mewah yang berhenti tak jauh darinya.

Seorang pria keluar, dia melepas jaket hitamnya lalu menutupkan pada punggung Sofia.

Saat menatap sosok yang berdiri menjulang di hadapannya, bukan merasa beruntung, justru ujian hari ini terasa semakin besar. Pria dari masa lalu yang selalu dihindari muncul di saat-saat terburuknya.

"Kau tampak menyedihkan dengan dandanan seperti ini, Sofia." Suara bariton yang berat menembus deru hujan, terdengar sangat dekat di telinga. "Apakah kau butuh mempelai pengganti sekarang?"

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status