MasukBAB: 5
TERPUKUL "Kamu jangan pernah datang lagi di kehidupan anakku! You understand! Dasar pengkhianat!" ucap Chahna di sambungan teleponnya. Terdengar bunyi suara Chahna sangat kesal dan penuh emosi. Sementara Sherli yang berada di sebrang sana terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh calon mertuanya. Tapi label calon ibu mertua mungkin hanya semu karena semua tidak akan terjadi yang di akibatkan oleh perilakunya sendiri yang sudah melukai hati anak Chahna yaitu Sharkan. "Mam, Sherli khilaf dan minta maaf," rengekan Sherli begitu nyaring terdengar di sambungan teleponnya. Tapi sepertinya kekesalan Chahna sudah naik ke ubun-ubun dan dia pun berteriak sampai suaranya tersebut membangunkan Jee anak dari Shankar yang tengah tertidur pulas. Sepulang dari menjenguk Shankar dari rumah sakit. Chahna mengunjungi rumah Shankar untuk memastikan cucu kesayangannya itu dalam keadaan baik-baik saja dan keadaan Jee sedang tertidur pulas. Tapi suara keras dari Chahna malah membangunkan anak tersebut. Jee terlihat mendengar percakapan dari Chahna yang sedang memarahi Sherli. Entah mengapa dada Jee bergemuruh hebat tatkala mendengar semua itu. Bulir putih pun menetes di ujung matanya "Tante Sherli berkhianat sama Papa." ucapnya dengan suara bergetar. Bayangan Sherli yang begitu perhatian dan sayang terhadapnya seakan tidak percaya kalau Sherli bisa setega itu terhadap Papamya. Bayangan Veronica sang Mama pun kembali datang menghampiri yang dulu pernah di usir oleh Chahna karena berkhianat kepada Shankar. Bayangan kedua wanita yang mengkhianati Shankar pun menyelimuti hati dan pikirannya. Suara tangisan yang dia tahan pun akhirnya pecah juga. "Mama jahat! Tante Sherli jahat!" ucapnya dengan suara bergetar. Sontak Krishna yang tengah duduk di pinggir Chahna dan terlihat sedang mendengarkan percakapan Chahna dengan Sherli di sambungan telepon, secepat kilat pandangan matanya mengarah ke pintu kamar yang tidak tertutup rapat. Krishna pun menyeret langkah kakinya menuju arah kamar sang anak dengan hati yang tidak karuan. Krishna begitu takut kalau cucunya mengalami tekanan mental untuk yang kedua kalinya. Sementara Chahna masih terdengar emosi di sambungan teleponnya. Sementara Chahna seakan tidak peduli dengan suara tangisan lirih dari Jee sang cucu. •••• Krishna memasuki kamar Jee kemudian dia menyalakan lampu kamar ruangan tersebut. Setelah lampu kamar terlihat terang, Krishna pun menghampiri Jee yang sedang menangis lirih di ranjang dengan posisi tubuhnya terlihat menghadap jendela kamar dengan pandangan kosong. "Sayang, kamu kenapa? Jee,,,," Khrisna mendekap erat tubuh sang cucu dan membelai rambutnya yang panjang terurai. "Tante Sherli jahat" dengan suara parau Jee berucap. Krishna terlihat semakin mengeratkan pelukannya. Dia pun berpikir kalau saat ini hati sang cucu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja karena mendengar percakapan Chahna kepada Sherli yang begitu dihinggapi rasa emosi yang teramat dalam. "Sabar Sayang, kamu masih ada Kakek dan Nenek yang sayang dan peduli sama kamu. Biarkan Tante Sherli pergi karena dia sudah berkhianat sama Papa kamu," Krishna mencoba menyemangati hati sang anak. Krishna pun terlihat matanya berselancar ke ruangan kamar. Di dinding dekat jendela nampak ada sebuah foto kebersamaan Sherli bersama Jee. Foto tersebut terlihat manis karena Jee memeluk erat tubuh Sherli dan kedua wanita tersebut nampak tersenyum lebar. Wajah Sherli nampak lembut dan nyaman jika orang memandang. Krishna pun seakan tidak percaya kalau wanita tersebut adalah seseorang yang sudah berkhianat terhadap anak lelaki kesayangannya. Krishna terlihat memejamkan matanya dan bayangan Sherli pun terlihat nyata menghampiri. Sherli pribadi yang lembut dan ramah terhadapnya dan buat Krishna simpati. Seakan tidak percaya kalau wanita tersebut sudah berkhianat. Krishna nampak membuang napas kasar. "Sayang, kamu minum dulu ya, dan istirahat lagi tidur. Sudah Sayang, kamu jangan banyak pikiran," Krishna kemudian mengambil air mineral yang berada di atas meja rias lalu memberikannya kepada Jee. Anak manis tersebut pun lalu meneguk air mineral tersebut. Jee hanya nurut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Kakek. Keluarga dari Shankar sangat tegas jika mengambil keputusan dan jika keputusan atau arahan tersebut dirasa positif mereka selalu menurutinya. Jee pun seakan nurut dengan apa yang di perintah oleh sang Kakek. Dia terlihat kembali menarik selimutnya untuk kembali tidur dengan mata yang sembab. Sementara Krishna mematikan kembali lampu kamar yang terlihat menyala terang dan menggantinya dengan lampu redup agar sang cucu tertidur dengan nyaman. ••• "Mam, sudah tutup teleponnya" ucap Krishna terdengar pandangan matanya lekat ke arah Chahna sang istri. Terlihat Chahna tidak bisa membantah suruhan dari suaminya tersebut. Dia pun menyudahi obrolan di sambungan telepon dengan Sherli. Namun sebelum menutup sambungan teleponnya, dia pun kembali mengumpat kata-kata emosi yang buat Sherli terkejut. "Jadi wanita harus setia dan jangan berkhianat terhadap pasangan. Intinya harus punya harga diri jangan mengumbar tubuhmu untuk lelaki yang belum sah menjadi pasangan kamu!" tegas Chahna kepada Sherli. Di sebarang sana Sherli seakan tidak bisa bicara sedikitpun. Terdengar dari mulutnya hanya suara isakan tangisan. Entah itu isakan tangis penyesalan atau bahkan isakan palsu belaka. Setelah Chahna bicara puas dan memarahi Sherli di sambungan teleponnya. Chahna pun kemudian menutup sambungan teleponnya dengan hati yang gundah gulana. Krishna terlihat memberikan minum air mineral kepada istrinya tersebut agar keadaan hatinya tenang. "Sudah Mam jangan lagi menelepon Sherli dan lupakan semuanya. Kasihan Jee tadi mendengar semua percakapan kamu dengan Sherli dan sepertinya hatinya terluka. Dia menangis," ucap Krishna sambil menghela napas secara perlahan. Terlihat Chahna melirik ke arah kamar Jee dan membuang napas kasar. Ponsel yang sedari tadi dia pegang, terlihat dia simpan dengan kasar ke kursi sofa. Chahna terlihat melangkahkan kakinya ke kamar Jee untuk melihat keadaan anak tersebut. Namun dengan cepat Krishna memegang lengan tangan Chahna dan berucap. "Biarkan Jee istirahat tidur. Kita bahas besok kepada anak itu mengenai masalah yang menimpa Shankar dan Sherli," ucap Krishna kepada sang istri. Kedua orang tuanya Shankar pun akhirnya menginap di rumah Shankar untuk menemani Jee sang cucu. °°° Keesokan harinya. Nampak pagi itu kedua orang tuanya Shankar dan juga Jee sedang duduk bersama di meja makan. Mereka sedang menikmati sarapan pagi. Tidak terdengar suara sedikitpun dari bibir mereka seakan sunyi dan yang terdengar hanyalah bunyi sendok dan garpu yang saling beradu. Pandangan Jee menunduk seakan malas untuk berucap. Dan terlihat matanya sembab karena semalam habis menangis karena terluka hatinya tatkala mendengar obrolan sang Mama dengan Sherli. Ehemmm.. Terdengar Krishna berdeham seakan ingin melumerkan suasana yang sedang sunyi sepi. Chahna mengusap lembut pundak Jee yang tengah menunduk sambil mengaduk-aduk makanannya. "Honey, are you alright? Grandma loves you," Chahna mengecup lembut kening sang cucu. Cupp.... Kecupan kening tersebut terasa buat Jee dihinggapi rasa nyaman. Kemudian Chahna pun mendekatkan posisi duduknya dan memeluk Jee. Terlihat anak tersebut mendongakkan kepalanya dan matanya berkaca-kaca. "Thank you, for always being there for Jee," bulir putih pun akhirnya lolos di ujung matanya dan mengalir ke pipi mulus anak cantik dan lembut itu. BersambungBAB: 5TERPUKUL"Kamu jangan pernah datang lagi di kehidupan anakku! You understand! Dasar pengkhianat!" ucap Chahna di sambungan teleponnya. Terdengar bunyi suara Chahna sangat kesal dan penuh emosi. Sementara Sherli yang berada di sebrang sana terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh calon mertuanya. Tapi label calon ibu mertua mungkin hanya semu karena semua tidak akan terjadi yang di akibatkan oleh perilakunya sendiri yang sudah melukai hati anak Chahna yaitu Sharkan. "Mam, Sherli khilaf dan minta maaf," rengekan Sherli begitu nyaring terdengar di sambungan teleponnya.Tapi sepertinya kekesalan Chahna sudah naik ke ubun-ubun dan dia pun berteriak sampai suaranya tersebut membangunkan Jee anak dari Shankar yang tengah tertidur pulas. Sepulang dari menjenguk Shankar dari rumah sakit. Chahna mengunjungi rumah Shankar untuk memastikan cucu kesayangannya itu dalam keadaan baik-baik saja dan keadaan Jee sedang tertidur pulas. Tapi suara keras dari Chahna malah membangunkan anak terse
BAB:4GERAMDi dalam ruangan rumah sakit terlihat Shankar bercerita mengenai hubungannya yang sedang berantakan saat ini dengan Sherli kepada Frans temannya. Dan nampak Frans sebagai teman terlihat iba dan sedih tatkala mendengar kegundahan yang sedang di alami oleh temannya itu. "Mungkin karena kamu sedang tidak fokus pikirannya, jadi akibatnya tadi kecelakaan," ucap Frans seakan menyalahkan keadaan. Shankar hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Dengan apa yang di katakan dari mulut temannya itu. "Wanita masih banyak diluar sana. Kamu lelaki tampan dan juga mapan. Wanita mana yang tidak tergoda dengan pesonamu," goda Frans.CEKLEK--Tiba-tiba pintu ruangan kamar terbuka dan terlihat kedua orang tuanya Shankar datang. Nampak mereka dihinggapi rasa khawatir tatkala melihat kondisi anaknya yang sedang terbaring lemah di ranjang. "Shankar, are you okay?" "Mama, no need to worry, Shankar fine." Sang Mama yang bernama Chahna memeluk erat tubuh Shankar. Terlihat Chahna ma
BAB: 3 KECELAKAANBagas pulang dari rumah Sherli dan terlihat Sherli dihinggapi rasa gelisah. Dia teringat Shankar tunangannya itu yang begitu tulus mencintai dan setia terhadapnya. Sherli berpikir mengapa dia begitu tega mengkhianati hubungan yang sudah dia bina bersama Shankar lelaki keturunan India tersebut. Mata Sherli berembun mengenang kebaikan Shankar selama ini dan juga anak dari Shankar yang begitu tulus menyayanginya. "Tante, harus sayang sama Papa, karena pun sayang sama Tante Sherli," seakan terngiang ucapan tersebut dari bibir mungil Jeevika anak semata wayang dari Shankar.Dalam hati kecil Sherli sebenarnya masih ingin menjalin hubungan dengan Shankar dan ingin minta maaf. Jika dibandingkan dengan Bagas yang notabene mata keranjang dan tidak cukup dengan satu orang wanita di sisinya. Sherli pun berpikir seribu kali kalau harus bisa menjalin hubungan dengan lelaki tersebut.Sherli terlihat menelepon Shankar namun dengan cepat Shankar mematikannya. Sherli terkesiap dibu
BAB: 2KESALSementara Sherli di sebrang sana dengan kekasih gelapnya kembali meneruskan aksi bejadnya itu. Walau barusan Shankar tengah melabraknya. Mereka seakan tidak peduli dengan aksi Shankar yang sudah melakukan bogem mentah terhadap aksi keduanya.Sherli dan juga kekasih gelapnya yang bernama Bagas, seakan sedang di mabuk asmara. Bagas menghujani ciuman kepada Sherli yang seakan kehausan dengan belaian napsu yang membara."Argh.... Mas, kamu luar biasa,," Sherli terus meracau tidak karuan yang membuat Bagas seakan menjadi lelaki hebat di mata wanita tersebut."Kamu di depan Shankar nangis dan aku cemburu,," ucap Bagas sambil melekatkan pelukanmya dan menghujani ciuman. "Aku tadi sedang bersandiwara. Dasar lelaki bodoh, selama ini dia sudah di tipu sama aku," Sherli tersenyum penuh kemenangan sambil menikmati setiap ciuman yang di berikan oleh Bagas lelaki hidung belang itu."Good job honey, hahaha,,," Bagas tertawa lepas. Lelaki tersebut seakan puas tatkala mendengar penjelasa
BAB: 1 TERLUKA Terdengar suara aneh dari dalam kamar dan sepertinya di sana ada dua insan manusia yang tengah memadu kasih atau bermesraan. Hati lelaki mana yang tidak kecewa dan marah, tatkala mendengar desahan demi desahan yang terdengar di dalam kamar tersebut. Lelaki yang sedang mematung di depan pintu kamar tersebut mencoba menetralkan detak jantungnya yang mulai menggila dan seakan tidak bisa terkontrol. BRAK--- Pintu pun di dobrak dengan kasar oleh lelaki yang perawakannya tinggi kekar dan berwajah tampan. Dia adalah Shankar Rishabh, lelaki keturunan India yang berhidung mancung dan rahang yang tegas. "Sherli--!!" Dengan suara bergetar Shankar menyebut nama tunangannya itu. Terlihat lelaki yang tengah bersama Sherly tersenyum puas tatkala melihat wajah Shankar dengan sorot mata yang merah menyala dan marah. Dengan cepat Sherli memakai baju yang terlihat berserakan di lantai. Wajah Sherli pun terlihat gugup dan pucat pasi karena dihinggapi rasa terkejut dan takut t







