แชร์

TERPUKUL

ผู้เขียน: Rini Alnabil
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-21 20:06:53

BAB: 5

TERPUKUL

"Kamu jangan pernah datang lagi di kehidupan anakku! You understand! Dasar pengkhianat!" ucap Chahna di sambungan teleponnya. Terdengar bunyi suara Chahna sangat kesal dan penuh emosi.

Sementara Sherli yang berada di sebrang sana terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh calon mertuanya. Tapi label calon ibu mertua mungkin hanya semu karena semua tidak akan terjadi yang di akibatkan oleh perilakunya sendiri yang sudah melukai hati anak Chahna yaitu Sharkan.

"Mam, Sherli khilaf dan minta maaf," rengekan Sherli begitu nyaring terdengar di sambungan teleponnya.

Tapi sepertinya kekesalan Chahna sudah naik ke ubun-ubun dan dia pun berteriak sampai suaranya tersebut membangunkan Jee anak dari Shankar yang tengah tertidur pulas.

Sepulang dari menjenguk Shankar dari rumah sakit. Chahna mengunjungi rumah Shankar untuk memastikan cucu kesayangannya itu dalam keadaan baik-baik saja dan keadaan Jee sedang tertidur pulas. Tapi suara keras dari Chahna malah membangunkan anak tersebut.

Jee terlihat mendengar percakapan dari Chahna yang sedang memarahi Sherli. Entah mengapa dada Jee bergemuruh hebat tatkala mendengar semua itu. Bulir putih pun menetes di ujung matanya

"Tante Sherli berkhianat sama Papa." ucapnya dengan suara bergetar.

Bayangan Sherli yang begitu perhatian dan sayang terhadapnya seakan tidak percaya kalau Sherli bisa setega itu terhadap Papamya. Bayangan Veronica sang Mama pun kembali datang menghampiri yang dulu pernah di usir oleh Chahna karena berkhianat kepada Shankar.

Bayangan kedua wanita yang mengkhianati Shankar pun menyelimuti hati dan pikirannya. Suara tangisan yang dia tahan pun akhirnya pecah juga.

"Mama jahat! Tante Sherli jahat!" ucapnya dengan suara bergetar.

Sontak Krishna yang tengah duduk di pinggir Chahna dan terlihat sedang mendengarkan percakapan Chahna dengan Sherli di sambungan telepon, secepat kilat pandangan matanya mengarah ke pintu kamar yang tidak tertutup rapat.

Krishna pun menyeret langkah kakinya menuju arah kamar sang anak dengan hati yang tidak karuan. Krishna begitu takut kalau cucunya mengalami tekanan mental untuk yang kedua kalinya. Sementara Chahna masih terdengar emosi di sambungan teleponnya. Sementara Chahna seakan tidak peduli dengan suara tangisan lirih dari Jee sang cucu.

••••

Krishna memasuki kamar Jee kemudian dia menyalakan lampu kamar ruangan tersebut. Setelah lampu kamar terlihat terang, Krishna pun menghampiri Jee yang sedang menangis lirih di ranjang dengan posisi tubuhnya terlihat menghadap jendela kamar dengan pandangan kosong.

"Sayang, kamu kenapa? Jee,,,," Khrisna mendekap erat tubuh sang cucu dan membelai rambutnya yang panjang terurai.

"Tante Sherli jahat" dengan suara parau Jee berucap.

Krishna terlihat semakin mengeratkan pelukannya. Dia pun berpikir kalau saat ini hati sang cucu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja karena mendengar percakapan Chahna kepada Sherli yang begitu dihinggapi rasa emosi yang teramat dalam.

"Sabar Sayang, kamu masih ada Kakek dan Nenek yang sayang dan peduli sama kamu. Biarkan Tante Sherli pergi karena dia sudah berkhianat sama Papa kamu," Krishna mencoba menyemangati hati sang anak.

Krishna pun terlihat matanya berselancar ke ruangan kamar. Di dinding dekat jendela nampak ada sebuah foto kebersamaan Sherli bersama Jee. Foto tersebut terlihat manis karena Jee memeluk erat tubuh Sherli dan kedua wanita tersebut nampak tersenyum lebar. Wajah Sherli nampak lembut dan nyaman jika orang memandang. Krishna pun seakan tidak percaya kalau wanita tersebut adalah seseorang yang sudah berkhianat terhadap anak lelaki kesayangannya.

Krishna terlihat memejamkan matanya dan bayangan Sherli pun terlihat nyata menghampiri. Sherli pribadi yang lembut dan ramah terhadapnya dan buat Krishna simpati. Seakan tidak percaya kalau wanita tersebut sudah berkhianat. Krishna nampak membuang napas kasar.

"Sayang, kamu minum dulu ya, dan istirahat lagi tidur. Sudah Sayang, kamu jangan banyak pikiran," Krishna kemudian mengambil air mineral yang berada di atas meja rias lalu memberikannya kepada Jee. Anak manis tersebut pun lalu meneguk air mineral tersebut.

Jee hanya nurut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Kakek. Keluarga dari Shankar sangat tegas jika mengambil keputusan dan jika keputusan atau arahan tersebut dirasa positif mereka selalu menurutinya. Jee pun seakan nurut dengan apa yang di perintah oleh sang Kakek. Dia terlihat kembali menarik selimutnya untuk kembali tidur dengan mata yang sembab. Sementara Krishna mematikan kembali lampu kamar yang terlihat menyala terang dan menggantinya dengan lampu redup agar sang cucu tertidur dengan nyaman.

•••

"Mam, sudah tutup teleponnya" ucap Krishna terdengar pandangan matanya lekat ke arah Chahna sang istri. Terlihat Chahna tidak bisa membantah suruhan dari suaminya tersebut. Dia pun menyudahi obrolan di sambungan telepon dengan Sherli. Namun sebelum menutup sambungan teleponnya, dia pun kembali mengumpat kata-kata emosi yang buat Sherli terkejut.

"Jadi wanita harus setia dan jangan berkhianat terhadap pasangan. Intinya harus punya harga diri jangan mengumbar tubuhmu untuk lelaki yang belum sah menjadi pasangan kamu!" tegas Chahna kepada Sherli.

Di sebarang sana Sherli seakan tidak bisa bicara sedikitpun. Terdengar dari mulutnya hanya suara isakan tangisan. Entah itu isakan tangis penyesalan atau bahkan isakan palsu belaka.

Setelah Chahna bicara puas dan memarahi Sherli di sambungan teleponnya. Chahna pun kemudian menutup sambungan teleponnya dengan hati yang gundah gulana. Krishna terlihat memberikan minum air mineral kepada istrinya tersebut agar keadaan hatinya tenang.

"Sudah Mam jangan lagi menelepon Sherli dan lupakan semuanya. Kasihan Jee tadi mendengar semua percakapan kamu dengan Sherli dan sepertinya hatinya terluka. Dia menangis," ucap Krishna sambil menghela napas secara perlahan.

Terlihat Chahna melirik ke arah kamar Jee dan membuang napas kasar. Ponsel yang sedari tadi dia pegang, terlihat dia simpan dengan kasar ke kursi sofa. Chahna terlihat melangkahkan kakinya ke kamar Jee untuk melihat keadaan anak tersebut. Namun dengan cepat Krishna memegang lengan tangan Chahna dan berucap.

"Biarkan Jee istirahat tidur. Kita bahas besok kepada anak itu mengenai masalah yang menimpa Shankar dan Sherli," ucap Krishna kepada sang istri. Kedua orang tuanya Shankar pun akhirnya menginap di rumah Shankar untuk menemani Jee sang cucu.

°°°

Keesokan harinya.

Nampak pagi itu kedua orang tuanya Shankar dan juga Jee sedang duduk bersama di meja makan. Mereka sedang menikmati sarapan pagi. Tidak terdengar suara sedikitpun dari bibir mereka seakan sunyi dan yang terdengar hanyalah bunyi sendok dan garpu yang saling beradu. Pandangan Jee menunduk seakan malas untuk berucap. Dan terlihat matanya sembab karena semalam habis menangis karena terluka hatinya tatkala mendengar obrolan sang Mama dengan Sherli.

Ehemmm..

Terdengar Krishna berdeham seakan ingin melumerkan suasana yang sedang sunyi sepi. Chahna mengusap lembut pundak Jee yang tengah menunduk sambil mengaduk-aduk makanannya.

"Honey, are you alright? Grandma loves you," Chahna mengecup lembut kening sang cucu.

Cupp....

Kecupan kening tersebut terasa buat Jee dihinggapi rasa nyaman. Kemudian Chahna pun mendekatkan posisi duduknya dan memeluk Jee. Terlihat anak tersebut mendongakkan kepalanya dan matanya berkaca-kaca.

"Thank you, for always being there for Jee," bulir putih pun akhirnya lolos di ujung matanya dan mengalir ke pipi mulus anak cantik dan lembut itu.

Bersambung

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    BANGKRUT

    BANGKRUT Tatkala didalam mobil Zara dan juga Bagas bertengkar hebat. Zara sepertinya saat ini dihinggapi rasa malu terhadap semua orang yang berada di salon tadi dan juga cemburu terhadap Sherli. "Sayang masa kamu cemburu sama dia, lihat saja keadaannya dia sekarang. Selain sakit, diapun sudan tidak cantik lagi," Bagas menggenggam jemari tangan Zara yang lentik.Dengan cepat Zara melepaskannya seakan tidak mau di rayu. "Berarti kalau dia tidak sakit kamu mau kembali bersamanya?" Zara matanya melotot ke arah Bagas seperti hendak menerkam suaminya tersebut.Bagas nampak gugup dan menghela napas panjang seakan kehabisan kata. Zara pun mengungkit masa lalu Bagas bersama Sherli, wanita tersebut seakan tidak terima jika masa lalu Bagas sangat indah bersama Sherli. Bagas pun tidak tahu harus meyakinkan hati Zara seperti apa, dan dia pun tidak fokus mengendarai mobilnya itu.BRUKMobil yang di kendarai oleh Bagas dan Zara pun akhirnya menubruk pohon besar sangat kencang. Dan kedua oran

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    MEMAKAI KURSI RODA

    MEMAKAI KURSI RODA"Jadi kakiku lumpuh dan aku harus memakai kursi roda," ucap Sherli begitu lirih dengan mata yang berkaca-kaca dan nampak wajahnya terlihat sangat pucat.Wanita yang sudah mengkhianati tunangannya dulu itu, menjambak rambutnya sendiri dan berteriak. Dia seakan tidak terima dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Dia pun memukul-mukul kakinya sendiri dan hal tersebut buat panik Sonya sang Mama. Sonya pun memanggil suster untuk segera masuk ke ruangan dimana Sherli berada. Setelah sang suster datang dan memberikan obat agar Sherli lebih tenang keadaannya. Nampak Sherli terlihat lemah dan secara perlahan matanya pun terpejam tidur. Sonya menangis sesunggukkan. Dia pun seakan tidak percaya dengan apa yang kini tengah menimpa kondisi anaknya tersebut."Sabar ya nyonya, ini ujian," ucap sang art yang selalu menemani. Sang art yang selalu setia menemani keluarga Sonya sangat terpukul dengan kabar berita tersebut, kalau Sherli mengalami kelumpuhan dan nantinya h

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    KECELAKAAN

    "Mamaa.." Suara keras Sherli memanggil sang Mama buat Sonya yang tengah menikmati kopi di pagi hari wanita paruh baya tersebut terkejut dan panik.Dengan cepat Sonya menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi dimana keberadaan Sherli disana. Tok...Tok...Tok..."Sayang, kamu kenapa? Buka pintunya! Sherli, kamu baik-baik saja kan." Sonya beberapa kali mengetuk pintu namun Sherli di dalam kamar mandi sana tidak menjawabnya dan yang terdengar hanyalah suara erangan rasa sakit yang begitu memilukan."Mamaa...""Apakah non Sherli jatuh," ucap sang art dengan dihinggapi rasa khawatir.Sonya sontak gelisah yang nampak terlihat dari gestur tubuhnya dan dalam hatinya berpikir, apa mungkin yang di ucapkan oleh sang art benar adanya kalau sang anak terjatuh.Sonya pun akhirnya sekuat tenaga membuka paksa atau mendobrak pintu yang tengah terkunci di dalam sana.BRUKPintu pun terbuka lebar setelah di dobrak oleh Sonya. Dengan tangan gemetar Sonya membuka pintu begitu lebar. Mulut Sonya pun me

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    PENGADILAN

    PENGADILAN"Kita putus saja!" ucap Henri terdengar kesal dan penuh amarah ketika berucap kepada Karin.Sontak Karin terkejut dibuatnya, tatkala mendengar kata pisah dari Henri yang selalu memberikan pundi-pundi rupiah kepada dirinya. Karin seakan tidak rela jika harus berpisah dengan kekasih hatinya itu karena bagaimanapun Henri begitu baik dan perhatian full, lelaki itu selalu memberikan masalah finansial kepada dirinya. Wanita licik tersebut berpikir mungkin tidak ada lelaki yang begitu full memberikan materi yang berkelimpahan kepada dirinya. Bagas pun ketika dulu tidak pernah memberikan full masalah materi, seperti yang dilakukan seperti Henri. "Sayang, kamu tidak sedang becanda kan," suara lirih Karin seakan memelas tidak ingin pisah dari Henri.Di pagi buta Henri sudah datang menemui Karin yang masih tertidur lelap, dan Henri mendapatkan kabar dari seorang temannya kalau temannya tersebut sudah menemukan Karin tengah berada di kafe bersama Bagas lalu mereka memasuki mobil. Hen

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    KEHADIRAN BAYI CANTIK

    KEHADIRAN BAYI CANTIK Beberapa bulan kemudian.Shenna yang tengah hamil besar sedang menunggu kelahirannya. Shankar yang sangat sibuk bekerja di kantor selalu meluangkan waktunya untuk menelepon kepada sang istri yang sebentar lagi akan melahirkan benih dari cintanya."Sayang, mungkin sudah saatnya kamu untuk melahirkan." ucap Shankar di layar sambungan video call.Shankar menatap penuh rasa khawatir terhadap sang istri yang begitu sangat dia sayangi dan cintai.Sepertinya Shenna sudah waktunya untuk melahirkan dan Shankar akhirnya ijin pulang dari kantornya untuk mengantar Shenna pergi ke rumah sakit.•••Sesampainya di rumah Shankar dengan cepat memeluk Shenna dan mencium kening sang istri sambil mengusap lembut rambutnya yang nampak peluh mulai bercucuran.Karena jauh hari kedatangannya sang bayi sudah di sambut oleh mereka . Jadi peralatan bayi yang sudah tertata rapi di dalam tas pun mereka siapkan dengan matang dan sempurna."Ayo Sayang! Kita menuju mobil hati-hati jalannya Say

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    PERTEMUAN BAGAS DAN KARIN

    PERTEMUAN BAGAS DAN KARINBagas tengah duduk menikmati secangkir kopi di sudut kursi sebuah kafe dengan santainya sambil sesekali membalas pesan yang muncul di ponselnya.Sementara terlihat seorang wanita memasuki kafe tersebut dengan pakaian seksi dan rambutnya nampak di ikat satu ke arah belakang seakan tengah memperlihatkan lehernya yang jenjang.Tatapan wanita tersebut mengarah ke meja Bagas dan dia menyipitkan matanya lalu tersenyum puas."Itu kan Bagas." batinnyaWanita tersebut tidak lain adalah Karin, sang mantan kekasihnya dulu atau wanita simpanan dari Henri, papa dari Sherli.Dengan langkah lebar Karin menuju arah dimana Bagas tengah duduk santai "Hallo, akhirnya kita bertemu lagi," ucap Karin sambil menepuk pundak Bagas. Sontak Bagas terkesiap dibuatnya dan dia pun menoleh ke arah bunyi suara wanita yang memanggil namanya.Bagas membuka matanya dengan lebar seakan tidak percaya dengan sosok wanita yang kini tengah berada di hadapannya itu."Ka-- Karin." dengan gugup Baga

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status