Compartir

GERAM

last update Fecha de publicación: 2026-01-21 20:01:35

BAB:4

GERAM

Di dalam ruangan rumah sakit terlihat Shankar bercerita mengenai hubungannya yang sedang berantakan saat ini dengan Sherli kepada Frans temannya. Dan nampak Frans sebagai teman terlihat iba dan sedih tatkala mendengar kegundahan yang sedang di alami oleh temannya itu.

"Mungkin karena kamu sedang tidak fokus pikirannya, jadi akibatnya tadi kecelakaan," ucap Frans seakan menyalahkan keadaan.

Shankar hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Dengan apa yang di katakan dari mulut temannya itu.

"Wanita masih banyak diluar sana. Kamu lelaki tampan dan juga mapan. Wanita mana yang tidak tergoda dengan pesonamu," goda Frans.

CEKLEK--

Tiba-tiba pintu ruangan kamar terbuka dan terlihat kedua orang tuanya Shankar datang. Nampak mereka dihinggapi rasa khawatir tatkala melihat kondisi anaknya yang sedang terbaring lemah di ranjang.

"Shankar, are you okay?"

"Mama, no need to worry, Shankar fine."

Sang Mama yang bernama Chahna memeluk erat tubuh Shankar. Terlihat Chahna matanya berkaca-kaca seakan sedih dibuatnya. Krishna pun sang Papa nampak terlihat mengkhawatirkan keadaan Shankar.

Shankar anak kesayangan kedua orang tuanya karena dia adalah anak lelaki satu-satunya di keluarga Krishna. Shankar mempunyai seorang adik dan kakak seorang wanita.

Chahna mengusap lembut pundak sang anak kemudian dia berbisik menanyakan keberadaan Sherli. Apakah sudah datang menjenguk ke rumah sakit.

"Shankar apa kamu sudah menghubungi Sherli?" tanya sang Mama menatap lekat.

Shankar menggelengkan kepalanya dan seakan tidak suka ketika sang Mama menyebut nama Sherli di telinganya.

Tiba-tiba Chahna merogoh ponselnya yang berada di dalam tas. Kemudian dia berjalan ke arah kursi sofa yang berada di ruangan kamar tersebut. Kemudian Chahna melekatkan ponsel tersebut di kupingnya. Dan beberapa menit kemudian dia menutup sambungan teleponnya. Chahna menatap heran ke arah Shankar Kemudian dia kembali berjalan ke arah ranjang.

"Kenapa telepon Sherli tidak di angkat? Biasanya dia kalau Mama telepon suka cepat angkat teleponnya," ucap Chahna.

"Sudahlah Mam, jangan menelpon Sherli. Shankar sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sherli." nada suara Shankar terdengar meninggi ketika berucap. Dan Shankar pun memejamkan matanya seolah-olah dia tidak mau berhubungan dengan Sherli untuk saat ini.

Krishna menepuk pundak Chahna dan mengedipkan satu matanya seakan memberikan sebuah kode. Kalau Chahna jangan terlalu banyak bicara mengenai Sherli.

"Mungkin Shankar sedang ada masalah dengan Sherli. Lebih baik Shankar istirahat dulu karena dia masih keadaan lelah tubuhnya," bisik Krishna lekat ke kuping sang istri.

•••

Chahna pun keluar dari ruangan kamar, sementara Krishna masih setia menunggu di kamar pasien dimana Shankar berada sedang di rawat disana.

"Halo Sherli lagi dimana, Sayang," dengan lembut Chahna membuka obrolan di sambungan teleponnya.

Dengan suara bergetar dan berpura-pura sedang tidak enak badan Sherli berucap bahwa dia sedang sakit. Sehingga ketika tadi Chahna menelepon tidak dia angkat. Wanita yang sudah tidak muda lagi itu terdengar dihinggapi rasa khawatir tatkala mendengar pasangan tunangan dari anaknya saat ini sedang sakit.

"Sayang, kamu sakit apa?" dengan nada suara bergetar Chahna berucap.

"Sherli cuma meriang Mam, tapi Mama tidak perlu khawatir pasti semua akan baik-baik saja," jawab Sherli berpura-pura dia dengan nada suara serak dan lesu.

"Sher-- Ini Mama sedang di rumah sakit, Shankar mengalami kecelakaan ringan. Tapi keadaannya alhamdulilah tidak parah, cuma rasa pusing aja dan luka ringan di bagian tangan kanannya, Chahna menjelaskan.

Sontak Sherli yang berada di sebrang sana terkesiap dengan kabar berita tersebut. Hatinya dihinggapi rasa gundah. Bagaimanapun dia dengan Shankar pernah bersama dan kedekatan dirinya dan Chahna cukup erat terjalin. Dan mungkin Sherli berpikir kalau Shankar belum bicara kepada Chahna kalau hubungan mereka sedang ada konflik yang pokok masalahnya di mulai oleh dirinya sendiri yang berselingkuh.

"Sekarang Shankar sedang di rumah sakit mana Mam?" tanya Sherli seakan peduli dengan keadaan Sharkan.

"Rumah Sakit A***. ruang ***. No. 13" jawab Chahna kepada Sherli.

"Mungkin besok saja Sherli datang kesana karena sekarang keadaan belum fit," Sherli memberikan alasan kepada Chahna. Padahal sebenarnya dalam diri Sherli berpikir kalau saat ini dia sedang ada masalah dengan Shankar dan takutnya kedatangan dia tidak diterima oleh Shankar.

Setelah Chahna mengkhawatirkan keadaan Sherli di sambungan telepon, beberapa menit kemudian sambungan telepon pun ditutup oleh Chahna.

°°°

"Mam, hubunganku sudah kandas dengan Sherli karena dia mengkhianati sebuah hubungan. Dia berselingkuh, sama seperti yang di lakukan Veronica dulu," ucap Shankar kepada sang Mama dengan suara bergetar.

"Impossible, honey! She is a good woman and Mama couldn't believe the news," Chahna terkesiap dan dadanya terasa berdesir seketika. Dia seakan tidak percaya mendengar kabar berita tersebut.

Dengan ragu Shankar pun memperlihatkan foto Sherli yang sedang bermesraan dengan Bagas ketika kemarin. Tatkala Shankar memergoki hubungan Sherli dengan lelaki brengsek tersebut.

Dada Chahna berdesir hebat dan jantungnya berdetak cepat tidak karuan saat melihat foto Sherli yang sedang duduk berduaan dengan seorang lelaki dengan tubuh yang di tutupi dengan sehelai selimut.

"Tidak--! Mama tidak percaya. Pasti semua ini salah paham Sayang," dengan suara bergetar Chahna berucap.

Chahna pun teringat kejadian dulu ketika Veronica sang mantan menantunya yang berkhianat kepada Shankar. Bulir putih bercucuran akhirnya lolos di hamparan pipinya. Terasa sesak dadanya mengingat sang anak yang sudah dikhianati yang kedua kalinya oleh wanita.

Chahna menghela napas panjang, mengingat kejadian dulu ketika sebuah pengkhianatan menerpa anak kesayangannya.

"Keluar--! Keluar--! Kamu dari rumah ini." teriakan dari Chahna terasa menggema dan menakutkan.

Jee yang tengah berada di dalam kamar pun terlihat mengintip di balik pintu kamar. Gadis cantik yang masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP itu terlihat ketakutan dan tubuhnya bergetar. Mendengar pertengkaran yang terjadi di antara Mama dan Neneknya itu.

Jee meremas rambutnya dengan kasar kemudian dia pun duduk lemas di lantai. Air mata yang dia tahan untuk tidak tumpah akhirnya lolos juga berhamburan keluar. Terasa sesak dadanya saat itu. Walaupun saat itu dia masih kecil dan sekarang sudah duduk di bangku kelas 2 SMP, tapi dia pun merasakan bagaimana lukanya hati sang Papa karena pengkhianatan yang di lakukan oleh Mamanya.

°°°

Aaahhh...

Chahna menghembuskan napas kasar, sepertinya dia tidak mau larut dengan keadaan yang buat dia naik darah. Mengingat kejadian dulu dan keadaan sekarang yang menimpa anak kesayangannya.

"Kamu yang sabar, Sayang." Chahna memeluk erat Shankar mencoba menenangkan hati anaknya tersebut.

"Sorry, Mam," bisik Shankar lekat ke kuping sang Mama yang sedang tersedu menangis.

"You are not wrong, honey," dengan suara serak Chahna berucap kepada Shankar lelaki keturunan India tersebut.

Shankar terlihat mengusap air mata Chahna yang bercucuran, bagaikan air terjun mengalir deras di hamparan pipinya.

Bersambung

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    BANGKRUT

    BANGKRUT Tatkala didalam mobil Zara dan juga Bagas bertengkar hebat. Zara sepertinya saat ini dihinggapi rasa malu terhadap semua orang yang berada di salon tadi dan juga cemburu terhadap Sherli. "Sayang masa kamu cemburu sama dia, lihat saja keadaannya dia sekarang. Selain sakit, diapun sudan tidak cantik lagi," Bagas menggenggam jemari tangan Zara yang lentik.Dengan cepat Zara melepaskannya seakan tidak mau di rayu. "Berarti kalau dia tidak sakit kamu mau kembali bersamanya?" Zara matanya melotot ke arah Bagas seperti hendak menerkam suaminya tersebut.Bagas nampak gugup dan menghela napas panjang seakan kehabisan kata. Zara pun mengungkit masa lalu Bagas bersama Sherli, wanita tersebut seakan tidak terima jika masa lalu Bagas sangat indah bersama Sherli. Bagas pun tidak tahu harus meyakinkan hati Zara seperti apa, dan dia pun tidak fokus mengendarai mobilnya itu.BRUKMobil yang di kendarai oleh Bagas dan Zara pun akhirnya menubruk pohon besar sangat kencang. Dan kedua oran

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    MEMAKAI KURSI RODA

    MEMAKAI KURSI RODA"Jadi kakiku lumpuh dan aku harus memakai kursi roda," ucap Sherli begitu lirih dengan mata yang berkaca-kaca dan nampak wajahnya terlihat sangat pucat.Wanita yang sudah mengkhianati tunangannya dulu itu, menjambak rambutnya sendiri dan berteriak. Dia seakan tidak terima dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Dia pun memukul-mukul kakinya sendiri dan hal tersebut buat panik Sonya sang Mama. Sonya pun memanggil suster untuk segera masuk ke ruangan dimana Sherli berada. Setelah sang suster datang dan memberikan obat agar Sherli lebih tenang keadaannya. Nampak Sherli terlihat lemah dan secara perlahan matanya pun terpejam tidur. Sonya menangis sesunggukkan. Dia pun seakan tidak percaya dengan apa yang kini tengah menimpa kondisi anaknya tersebut."Sabar ya nyonya, ini ujian," ucap sang art yang selalu menemani. Sang art yang selalu setia menemani keluarga Sonya sangat terpukul dengan kabar berita tersebut, kalau Sherli mengalami kelumpuhan dan nantinya h

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    KECELAKAAN

    "Mamaa.." Suara keras Sherli memanggil sang Mama buat Sonya yang tengah menikmati kopi di pagi hari wanita paruh baya tersebut terkejut dan panik.Dengan cepat Sonya menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi dimana keberadaan Sherli disana. Tok...Tok...Tok..."Sayang, kamu kenapa? Buka pintunya! Sherli, kamu baik-baik saja kan." Sonya beberapa kali mengetuk pintu namun Sherli di dalam kamar mandi sana tidak menjawabnya dan yang terdengar hanyalah suara erangan rasa sakit yang begitu memilukan."Mamaa...""Apakah non Sherli jatuh," ucap sang art dengan dihinggapi rasa khawatir.Sonya sontak gelisah yang nampak terlihat dari gestur tubuhnya dan dalam hatinya berpikir, apa mungkin yang di ucapkan oleh sang art benar adanya kalau sang anak terjatuh.Sonya pun akhirnya sekuat tenaga membuka paksa atau mendobrak pintu yang tengah terkunci di dalam sana.BRUKPintu pun terbuka lebar setelah di dobrak oleh Sonya. Dengan tangan gemetar Sonya membuka pintu begitu lebar. Mulut Sonya pun me

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    PENGADILAN

    PENGADILAN"Kita putus saja!" ucap Henri terdengar kesal dan penuh amarah ketika berucap kepada Karin.Sontak Karin terkejut dibuatnya, tatkala mendengar kata pisah dari Henri yang selalu memberikan pundi-pundi rupiah kepada dirinya. Karin seakan tidak rela jika harus berpisah dengan kekasih hatinya itu karena bagaimanapun Henri begitu baik dan perhatian full, lelaki itu selalu memberikan masalah finansial kepada dirinya. Wanita licik tersebut berpikir mungkin tidak ada lelaki yang begitu full memberikan materi yang berkelimpahan kepada dirinya. Bagas pun ketika dulu tidak pernah memberikan full masalah materi, seperti yang dilakukan seperti Henri. "Sayang, kamu tidak sedang becanda kan," suara lirih Karin seakan memelas tidak ingin pisah dari Henri.Di pagi buta Henri sudah datang menemui Karin yang masih tertidur lelap, dan Henri mendapatkan kabar dari seorang temannya kalau temannya tersebut sudah menemukan Karin tengah berada di kafe bersama Bagas lalu mereka memasuki mobil. Hen

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    KEHADIRAN BAYI CANTIK

    KEHADIRAN BAYI CANTIK Beberapa bulan kemudian.Shenna yang tengah hamil besar sedang menunggu kelahirannya. Shankar yang sangat sibuk bekerja di kantor selalu meluangkan waktunya untuk menelepon kepada sang istri yang sebentar lagi akan melahirkan benih dari cintanya."Sayang, mungkin sudah saatnya kamu untuk melahirkan." ucap Shankar di layar sambungan video call.Shankar menatap penuh rasa khawatir terhadap sang istri yang begitu sangat dia sayangi dan cintai.Sepertinya Shenna sudah waktunya untuk melahirkan dan Shankar akhirnya ijin pulang dari kantornya untuk mengantar Shenna pergi ke rumah sakit.•••Sesampainya di rumah Shankar dengan cepat memeluk Shenna dan mencium kening sang istri sambil mengusap lembut rambutnya yang nampak peluh mulai bercucuran.Karena jauh hari kedatangannya sang bayi sudah di sambut oleh mereka . Jadi peralatan bayi yang sudah tertata rapi di dalam tas pun mereka siapkan dengan matang dan sempurna."Ayo Sayang! Kita menuju mobil hati-hati jalannya Say

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    PERTEMUAN BAGAS DAN KARIN

    PERTEMUAN BAGAS DAN KARINBagas tengah duduk menikmati secangkir kopi di sudut kursi sebuah kafe dengan santainya sambil sesekali membalas pesan yang muncul di ponselnya.Sementara terlihat seorang wanita memasuki kafe tersebut dengan pakaian seksi dan rambutnya nampak di ikat satu ke arah belakang seakan tengah memperlihatkan lehernya yang jenjang.Tatapan wanita tersebut mengarah ke meja Bagas dan dia menyipitkan matanya lalu tersenyum puas."Itu kan Bagas." batinnyaWanita tersebut tidak lain adalah Karin, sang mantan kekasihnya dulu atau wanita simpanan dari Henri, papa dari Sherli.Dengan langkah lebar Karin menuju arah dimana Bagas tengah duduk santai "Hallo, akhirnya kita bertemu lagi," ucap Karin sambil menepuk pundak Bagas. Sontak Bagas terkesiap dibuatnya dan dia pun menoleh ke arah bunyi suara wanita yang memanggil namanya.Bagas membuka matanya dengan lebar seakan tidak percaya dengan sosok wanita yang kini tengah berada di hadapannya itu."Ka-- Karin." dengan gugup Baga

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status