MasukBAB:4
GERAM Di dalam ruangan rumah sakit terlihat Shankar bercerita mengenai hubungannya yang sedang berantakan saat ini dengan Sherli kepada Frans temannya. Dan nampak Frans sebagai teman terlihat iba dan sedih tatkala mendengar kegundahan yang sedang di alami oleh temannya itu. "Mungkin karena kamu sedang tidak fokus pikirannya, jadi akibatnya tadi kecelakaan," ucap Frans seakan menyalahkan keadaan. Shankar hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Dengan apa yang di katakan dari mulut temannya itu. "Wanita masih banyak diluar sana. Kamu lelaki tampan dan juga mapan. Wanita mana yang tidak tergoda dengan pesonamu," goda Frans. CEKLEK-- Tiba-tiba pintu ruangan kamar terbuka dan terlihat kedua orang tuanya Shankar datang. Nampak mereka dihinggapi rasa khawatir tatkala melihat kondisi anaknya yang sedang terbaring lemah di ranjang. "Shankar, are you okay?" "Mama, no need to worry, Shankar fine." Sang Mama yang bernama Chahna memeluk erat tubuh Shankar. Terlihat Chahna matanya berkaca-kaca seakan sedih dibuatnya. Krishna pun sang Papa nampak terlihat mengkhawatirkan keadaan Shankar. Shankar anak kesayangan kedua orang tuanya karena dia adalah anak lelaki satu-satunya di keluarga Krishna. Shankar mempunyai seorang adik dan kakak seorang wanita. Chahna mengusap lembut pundak sang anak kemudian dia berbisik menanyakan keberadaan Sherli. Apakah sudah datang menjenguk ke rumah sakit. "Shankar apa kamu sudah menghubungi Sherli?" tanya sang Mama menatap lekat. Shankar menggelengkan kepalanya dan seakan tidak suka ketika sang Mama menyebut nama Sherli di telinganya. Tiba-tiba Chahna merogoh ponselnya yang berada di dalam tas. Kemudian dia berjalan ke arah kursi sofa yang berada di ruangan kamar tersebut. Kemudian Chahna melekatkan ponsel tersebut di kupingnya. Dan beberapa menit kemudian dia menutup sambungan teleponnya. Chahna menatap heran ke arah Shankar Kemudian dia kembali berjalan ke arah ranjang. "Kenapa telepon Sherli tidak di angkat? Biasanya dia kalau Mama telepon suka cepat angkat teleponnya," ucap Chahna. "Sudahlah Mam, jangan menelpon Sherli. Shankar sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sherli." nada suara Shankar terdengar meninggi ketika berucap. Dan Shankar pun memejamkan matanya seolah-olah dia tidak mau berhubungan dengan Sherli untuk saat ini. Krishna menepuk pundak Chahna dan mengedipkan satu matanya seakan memberikan sebuah kode. Kalau Chahna jangan terlalu banyak bicara mengenai Sherli. "Mungkin Shankar sedang ada masalah dengan Sherli. Lebih baik Shankar istirahat dulu karena dia masih keadaan lelah tubuhnya," bisik Krishna lekat ke kuping sang istri. ••• Chahna pun keluar dari ruangan kamar, sementara Krishna masih setia menunggu di kamar pasien dimana Shankar berada sedang di rawat disana. "Halo Sherli lagi dimana, Sayang," dengan lembut Chahna membuka obrolan di sambungan teleponnya. Dengan suara bergetar dan berpura-pura sedang tidak enak badan Sherli berucap bahwa dia sedang sakit. Sehingga ketika tadi Chahna menelepon tidak dia angkat. Wanita yang sudah tidak muda lagi itu terdengar dihinggapi rasa khawatir tatkala mendengar pasangan tunangan dari anaknya saat ini sedang sakit. "Sayang, kamu sakit apa?" dengan nada suara bergetar Chahna berucap. "Sherli cuma meriang Mam, tapi Mama tidak perlu khawatir pasti semua akan baik-baik saja," jawab Sherli berpura-pura dia dengan nada suara serak dan lesu. "Sher-- Ini Mama sedang di rumah sakit, Shankar mengalami kecelakaan ringan. Tapi keadaannya alhamdulilah tidak parah, cuma rasa pusing aja dan luka ringan di bagian tangan kanannya, Chahna menjelaskan. Sontak Sherli yang berada di sebrang sana terkesiap dengan kabar berita tersebut. Hatinya dihinggapi rasa gundah. Bagaimanapun dia dengan Shankar pernah bersama dan kedekatan dirinya dan Chahna cukup erat terjalin. Dan mungkin Sherli berpikir kalau Shankar belum bicara kepada Chahna kalau hubungan mereka sedang ada konflik yang pokok masalahnya di mulai oleh dirinya sendiri yang berselingkuh. "Sekarang Shankar sedang di rumah sakit mana Mam?" tanya Sherli seakan peduli dengan keadaan Sharkan. "Rumah Sakit A***. ruang ***. No. 13" jawab Chahna kepada Sherli. "Mungkin besok saja Sherli datang kesana karena sekarang keadaan belum fit," Sherli memberikan alasan kepada Chahna. Padahal sebenarnya dalam diri Sherli berpikir kalau saat ini dia sedang ada masalah dengan Shankar dan takutnya kedatangan dia tidak diterima oleh Shankar. Setelah Chahna mengkhawatirkan keadaan Sherli di sambungan telepon, beberapa menit kemudian sambungan telepon pun ditutup oleh Chahna. °°° "Mam, hubunganku sudah kandas dengan Sherli karena dia mengkhianati sebuah hubungan. Dia berselingkuh, sama seperti yang di lakukan Veronica dulu," ucap Shankar kepada sang Mama dengan suara bergetar. "Impossible, honey! She is a good woman and Mama couldn't believe the news," Chahna terkesiap dan dadanya terasa berdesir seketika. Dia seakan tidak percaya mendengar kabar berita tersebut. Dengan ragu Shankar pun memperlihatkan foto Sherli yang sedang bermesraan dengan Bagas ketika kemarin. Tatkala Shankar memergoki hubungan Sherli dengan lelaki brengsek tersebut. Dada Chahna berdesir hebat dan jantungnya berdetak cepat tidak karuan saat melihat foto Sherli yang sedang duduk berduaan dengan seorang lelaki dengan tubuh yang di tutupi dengan sehelai selimut. "Tidak--! Mama tidak percaya. Pasti semua ini salah paham Sayang," dengan suara bergetar Chahna berucap. Chahna pun teringat kejadian dulu ketika Veronica sang mantan menantunya yang berkhianat kepada Shankar. Bulir putih bercucuran akhirnya lolos di hamparan pipinya. Terasa sesak dadanya mengingat sang anak yang sudah dikhianati yang kedua kalinya oleh wanita. Chahna menghela napas panjang, mengingat kejadian dulu ketika sebuah pengkhianatan menerpa anak kesayangannya. "Keluar--! Keluar--! Kamu dari rumah ini." teriakan dari Chahna terasa menggema dan menakutkan. Jee yang tengah berada di dalam kamar pun terlihat mengintip di balik pintu kamar. Gadis cantik yang masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP itu terlihat ketakutan dan tubuhnya bergetar. Mendengar pertengkaran yang terjadi di antara Mama dan Neneknya itu. Jee meremas rambutnya dengan kasar kemudian dia pun duduk lemas di lantai. Air mata yang dia tahan untuk tidak tumpah akhirnya lolos juga berhamburan keluar. Terasa sesak dadanya saat itu. Walaupun saat itu dia masih kecil dan sekarang sudah duduk di bangku kelas 2 SMP, tapi dia pun merasakan bagaimana lukanya hati sang Papa karena pengkhianatan yang di lakukan oleh Mamanya. °°° Aaahhh... Chahna menghembuskan napas kasar, sepertinya dia tidak mau larut dengan keadaan yang buat dia naik darah. Mengingat kejadian dulu dan keadaan sekarang yang menimpa anak kesayangannya. "Kamu yang sabar, Sayang." Chahna memeluk erat Shankar mencoba menenangkan hati anaknya tersebut. "Sorry, Mam," bisik Shankar lekat ke kuping sang Mama yang sedang tersedu menangis. "You are not wrong, honey," dengan suara serak Chahna berucap kepada Shankar lelaki keturunan India tersebut. Shankar terlihat mengusap air mata Chahna yang bercucuran, bagaikan air terjun mengalir deras di hamparan pipinya. BersambungBAB: 5TERPUKUL"Kamu jangan pernah datang lagi di kehidupan anakku! You understand! Dasar pengkhianat!" ucap Chahna di sambungan teleponnya. Terdengar bunyi suara Chahna sangat kesal dan penuh emosi. Sementara Sherli yang berada di sebrang sana terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh calon mertuanya. Tapi label calon ibu mertua mungkin hanya semu karena semua tidak akan terjadi yang di akibatkan oleh perilakunya sendiri yang sudah melukai hati anak Chahna yaitu Sharkan. "Mam, Sherli khilaf dan minta maaf," rengekan Sherli begitu nyaring terdengar di sambungan teleponnya.Tapi sepertinya kekesalan Chahna sudah naik ke ubun-ubun dan dia pun berteriak sampai suaranya tersebut membangunkan Jee anak dari Shankar yang tengah tertidur pulas. Sepulang dari menjenguk Shankar dari rumah sakit. Chahna mengunjungi rumah Shankar untuk memastikan cucu kesayangannya itu dalam keadaan baik-baik saja dan keadaan Jee sedang tertidur pulas. Tapi suara keras dari Chahna malah membangunkan anak terse
BAB:4GERAMDi dalam ruangan rumah sakit terlihat Shankar bercerita mengenai hubungannya yang sedang berantakan saat ini dengan Sherli kepada Frans temannya. Dan nampak Frans sebagai teman terlihat iba dan sedih tatkala mendengar kegundahan yang sedang di alami oleh temannya itu. "Mungkin karena kamu sedang tidak fokus pikirannya, jadi akibatnya tadi kecelakaan," ucap Frans seakan menyalahkan keadaan. Shankar hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Dengan apa yang di katakan dari mulut temannya itu. "Wanita masih banyak diluar sana. Kamu lelaki tampan dan juga mapan. Wanita mana yang tidak tergoda dengan pesonamu," goda Frans.CEKLEK--Tiba-tiba pintu ruangan kamar terbuka dan terlihat kedua orang tuanya Shankar datang. Nampak mereka dihinggapi rasa khawatir tatkala melihat kondisi anaknya yang sedang terbaring lemah di ranjang. "Shankar, are you okay?" "Mama, no need to worry, Shankar fine." Sang Mama yang bernama Chahna memeluk erat tubuh Shankar. Terlihat Chahna ma
BAB: 3 KECELAKAANBagas pulang dari rumah Sherli dan terlihat Sherli dihinggapi rasa gelisah. Dia teringat Shankar tunangannya itu yang begitu tulus mencintai dan setia terhadapnya. Sherli berpikir mengapa dia begitu tega mengkhianati hubungan yang sudah dia bina bersama Shankar lelaki keturunan India tersebut. Mata Sherli berembun mengenang kebaikan Shankar selama ini dan juga anak dari Shankar yang begitu tulus menyayanginya. "Tante, harus sayang sama Papa, karena pun sayang sama Tante Sherli," seakan terngiang ucapan tersebut dari bibir mungil Jeevika anak semata wayang dari Shankar.Dalam hati kecil Sherli sebenarnya masih ingin menjalin hubungan dengan Shankar dan ingin minta maaf. Jika dibandingkan dengan Bagas yang notabene mata keranjang dan tidak cukup dengan satu orang wanita di sisinya. Sherli pun berpikir seribu kali kalau harus bisa menjalin hubungan dengan lelaki tersebut.Sherli terlihat menelepon Shankar namun dengan cepat Shankar mematikannya. Sherli terkesiap dibu
BAB: 2KESALSementara Sherli di sebrang sana dengan kekasih gelapnya kembali meneruskan aksi bejadnya itu. Walau barusan Shankar tengah melabraknya. Mereka seakan tidak peduli dengan aksi Shankar yang sudah melakukan bogem mentah terhadap aksi keduanya.Sherli dan juga kekasih gelapnya yang bernama Bagas, seakan sedang di mabuk asmara. Bagas menghujani ciuman kepada Sherli yang seakan kehausan dengan belaian napsu yang membara."Argh.... Mas, kamu luar biasa,," Sherli terus meracau tidak karuan yang membuat Bagas seakan menjadi lelaki hebat di mata wanita tersebut."Kamu di depan Shankar nangis dan aku cemburu,," ucap Bagas sambil melekatkan pelukanmya dan menghujani ciuman. "Aku tadi sedang bersandiwara. Dasar lelaki bodoh, selama ini dia sudah di tipu sama aku," Sherli tersenyum penuh kemenangan sambil menikmati setiap ciuman yang di berikan oleh Bagas lelaki hidung belang itu."Good job honey, hahaha,,," Bagas tertawa lepas. Lelaki tersebut seakan puas tatkala mendengar penjelasa
BAB: 1 TERLUKA Terdengar suara aneh dari dalam kamar dan sepertinya di sana ada dua insan manusia yang tengah memadu kasih atau bermesraan. Hati lelaki mana yang tidak kecewa dan marah, tatkala mendengar desahan demi desahan yang terdengar di dalam kamar tersebut. Lelaki yang sedang mematung di depan pintu kamar tersebut mencoba menetralkan detak jantungnya yang mulai menggila dan seakan tidak bisa terkontrol. BRAK--- Pintu pun di dobrak dengan kasar oleh lelaki yang perawakannya tinggi kekar dan berwajah tampan. Dia adalah Shankar Rishabh, lelaki keturunan India yang berhidung mancung dan rahang yang tegas. "Sherli--!!" Dengan suara bergetar Shankar menyebut nama tunangannya itu. Terlihat lelaki yang tengah bersama Sherly tersenyum puas tatkala melihat wajah Shankar dengan sorot mata yang merah menyala dan marah. Dengan cepat Sherli memakai baju yang terlihat berserakan di lantai. Wajah Sherli pun terlihat gugup dan pucat pasi karena dihinggapi rasa terkejut dan takut t







