LOGINBAB: 6
MENCOBA IKHLAS Jee memeluk.erat tubuh Shankar ketika berada di rumah sakit. Jee terdengar begitu pilu tangisannya. Shankar terlihat dihinggapi rasa heran dan khawatir dengan suara tangisan anaknya tersebut. Sementara kedua orang tuanya Shankar hanya menghela napas secara perlahan. Shankar tidak tahu kalau kedua orang tuanya sudah bicara kepada Jee mengenai kandasnya hubungan Shankar dengan Sherli. "What is it, honey? Why are you crying," Shankar mencoba menenangkan anak semata wayangnya itu. Shankar terlihat mencium kening Jee yang terlihat bercucuran air matanya. "Sudah Jee, jangan menangis lagi ya Sayang. Lupakan Tante Sherli yang penting sekarang doakan biar Papa cepat sembuh dan segera pulang dari sini," Chahna mengusap punggung Jee dengan penuh kasih sayang. Shankar pun melirik ke arah Chahna. Shankar terlihat membuang napas kasarnya dan dalam hati Shankar berpikir kalau Chahna mungkin sudah memberitahu kepada Jee kalau hubungan dia dengan Sherli sang tunangannya sudah berakhir. "Shankar, Mama sudah bicara kepada Jee tentang Sherli. Maafkan Mama karena tidak memberitahumu terlebih dulu," ucap Krishna kepada Shankar. Shankar nampak tertegun sejenak dan mengelus pundak sang anak untuk mencoba buat dia tenang. "Sayang sudahlah lupakan semuanya mulai sekarang Papa sudah tidak ada hubungan lagi dengan Tante Sherli dan kamu harus menerima kenyataan itu semoga kamu paham," ucap Shankar dengan lirih kepada anak semata wayangnya itu. Jee pun nampak menatap wajah sang Papa dengan lekat. Rasa sayang begitu dalam nampak terlihat dari anak tersebut. °°° Karena kondisi Shankar sudah mulai membaik. Lelaki keturunan India itu akhirnya di perbolehkan pulang dari rumah sakit dan nampak Chahna menemani ikut pulang ke rumah anak lelaki satu-satunya tersebut. Pandangan Chahna mengelilingi kamar Shankar. Begitu detailnya mata Chahna menatap tiap sudut kamar. Nampaknya dia sedang mencari foto Sherli dengan Shankar yang dulu pernah dia lihat di kamar anaknya tersebut. "Cari apa Mam? Pasti Mama cari foto Sherli yang dulu terpajang di dinding dekat jendela kan, tenang Mam karena sudah Shankar buang," ucap Shankar terdengar ketus. Sontak wajah dari Chahna tersenyum puas. Dia berpikir ternyata sang anak sudah paham dengan kondisi yang ada dan Chahna tidak perlu repot untuk memberitahu anaknya itu. "Shankar lebih baik untuk saat ini kamu fokus saja kepada Jee anakmu, jangan memikirkan wanita dulu. Kamu perlu rehat sejenak dan mengembalikan mental Jee yang saat ini sedang terluka," ucap Chahna sambil duduk di tepi ranjang. Sementara Shankar tengah asik tangannya berselancar di ponselnya. Nampak disana sang teman Frans memberikan sebuah pesan gambar. Terlihat gambar tersebut adalah sosok seorang wanita cantik dengan kulit putih bersih dan badannya seperti gitar spanyol. Mungkin lelaki mana yang tidak akan tergoda dengan kemolekan tubuhnya dan wajah cantiknya tersebut. "Shan,,, aku akan kenalkan kamu kepada Firsya ya, dia wanita cantik dan juga kaya." tulis pesan Frans. Dengan cepat Shankar membalaskan pesan tersebut dan terlihat di pesan tersebut Shankar menolaknya. "Terima kasih Frans tapi untuk saat ini aku hanya ingin fokus untuk diri sendiri, anakku dan juga karir aku," balas pesan Shankar menolaknya secara halus. "Payah kamu Shan--! Padahal Firsya sudah mau sama kamu karena aku sudah memperlihatkan foto kamu dan kata dia, kamu lelaki tampan. Pokoknya aku sudah cerita semua tentang kamu kepada Firsya," tulis pesan kembali Frans. Terlihat Shankar hanya menghela napas panjang kemudian dia menyimpan ponselnya kembali di atas bantal. Sementara Chahna terlihat keluar dari kamar Shankar dan dia menuju kamar Jee. Niat dari Chahna ingin membuang foto kebersamaan Jee bersama Sherli yang dia lihat semalam. Ting.. Bunyi pesan terdengar kembali di ponsel milik Shankar dan nampak dia membuka pesan tersebut. Sang teman kantornya memberikan sebuah pesan ingin mengajak Shankar ke puncak yaitu ke kota Bogor untuk berlibur. Shankar nampak tidak menolak ajakan tersebut karena dia pun ingin mengubur rasa gundahnya yang kini sedang bermasalah dengan Sherli. "Acaranya minggu depan dan kondisi kamu mungkin sudah membaik Shan." tulis pesan sang teman "Oke, pasti aku akan ikut," balas Shankar. Shankar pun kembali merebahkan badannya dan memejamkan matanya. Tidak bisa dipungkiri bayangan Sherli yang telah mengkhianati dirinya terlihat nyata di pikirannya. "Aku akan setia sama kamu, Shan." terucap janji manis dari mulut Sherli seakan mengganggu pikirannya saat ini. Tok-- Tok-- Terlihat di pintu kamar sosok Jee datang dengan membawa secangkir minuman coklat panas. Jee terlihat tersenyum manis ke arah Shankar. Sontak hati Shankar merasa bahagia karena Jee terlihat sudah tidak sedih lagi dengan kepergian Sherli. "Pap, Jee bawakan minuman coklat panas untuk Papa," Jee terlihat menyimpannya di atas meja. Jee nampak tersenyum kembali ke arah Shankar. Tapi tidak bisa di pungkiri matanya masih sembab karena tadi dia menangis pilu meratapi kandasnya hubungan sang Papa dengan Sherli. "Sayang maafkan Papa ya, kalau kandasnya hubungan Papa dengan Tante Sherli buat hatimu terluka," ucap Shankar terlihat tubuhnya mendekati Jee yang sedang duduk di tepi ranjang. "Jee peduli sama Papa dan Jee tidak mau Papa terluka kembali. Jee kasihan sama Papa," ucap Jee dengan menghela napas panjang. "Papa ngerti Sayang, terima kasih sudah peduli dan sayang sama Papa," Shankar mengecup lembut kening sang anak dengan lembut. "Love you Papa," ucap Jee sambil memeluk erat tubuh Shankar. "Love you too, honey," Shankar matanya berkaca-kaca. "For now Papa just focus on the Jee," Jee matanya berembun seakan takut jika Shankar kembali terluka. Shankar menghela napas panjang. Dia pun seakan mengerti dengan apa yang di inginkan oleh sang anak kalau Shankar saat ini lebih baik fokus hanya untuk anaknya saja dan jangan memulai sebuah hubungan jika itu menyakitkan "Papa janji Sayang, Papa akan selalu bersama Jee," bisik Shankar sambil mengusap lembut rambut Jee yang terurai panjang. Shankar pun tersenyum tipis saat dia mengingat kembali pesan yang di sampaikan oleh Frans yang akan menjodohkan dirinya dengan temannya yang bernama Firsya. Shankar berpikir dia tidak akan dekat dulu dengan seorang wanita karena lukanya baru terasa dan untuk saat ini dia harus memulihkan rasa sakit yang ada di hati Jee karena rasa terluka dengan kegagalan untuk kedua kalinya yang di torehkan oleh Shankar. Dan Jee berpikir Sherli akan menyembuhkan luka hatinya, setelah dia kehilangan Veronica yang sama seperti Sherli mengkhianati Shankar. Mungkin ada rasa kecewa dalam diri sang anak karena sang Papa kembali mengalami kegagalan. "Aku pikir Tante Sherli akan menjadi Mama sambung tapi kenyataannya tidak sesuai prediksi. Jujur aku terluka saat ini karena aku berpikir akan mempunyai sosok Mama yang baik pengganti Mamaku dulu," helaan napas yang berat dari Jee begitu terdengar jelas di telinga Shankar. Bersambung...KESAL DAN CEMBURU Shenna terlihat berjalan dengan cepat dan ingin menjauh dari sosok Sherli yang mencoba untuk memaksa dirinya agar masuk ke dalam mobilnya. Entah mengapa terasa berdebar dada Shenna saat ini dan sepertinya dia ketakutan dibuatnya. BRUKBadan Shenna bertabrakan dengan Bagas dan Shenna pun nampak terkejut dengan sosok lelaki yang tengah berada di hadapannya itu, karena lelaki tersebut adalah Bagas. Lelaki yang sudah menjebaknya di dalam kamar hotel. Sementara Bagas hanya tersenyum n4kal ke arah Shenna dan nampak dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Shenna namun terlihat Shenna seakan tidak peduli dan menolaknya."Shenna apa kabar, kamu kok ada di sini?" ucap Bagas terdengar mendekat ke arah Shenna."Jangan mendekat!" Shenna secara perlahan memundurkan langkah kakinya."Kamu jangan sombong, Shenna Sayang," Bagas tertawa terkekeh dan hal tersebut buat Shenna semakin mu4k dibuatnya."Kalau kamu berani macam-macam aku akan teriak," ancam Shenna. "Jangan begi
SHENNA BERTEMU SHERLI Shenna nampak sedang berada di dalam mobil travel dan kebetulan mobil yang dia tumpangi kosong, hanya ada tiga orang di sana. Shenna nampak matanya menyusuri perjalanan, sepanjang jalan yang dia tempuh. Shenna tidak mau menyia-nyiakan kesempatan perjalanan ke kota metropolitan itu. Gedung dan apartemen yang menjulang tinggi seakan takjub mata memandang dan perjalanan yang macet menambah suasana jemu, tapi mungkin seru. Karena selama dia tinggal di kota kelahirannya yaitu kota Bandung, di setiap jalan jarang terjadi kemacetan dan suasana terasa sejuk dengan pepohonan berwarna hijau. Beda ketika dia sekarang tengah berada di kota yang panas dan kemacetan lalu lintas terjadi di setiap sudut jalan yang dia lalui. "Neng, udah sampai," ucap sang supir. Mobil yang di tumpangi oleh Shenna pun akhirnya berhenti di seberang sebuah Mall. Shenna terlihat tersenyum ramah ke arah sang supir karena sudah memberitahu dirinya dengan sampainya di tempat tujuan. Shenna terlihat
AKAL LICIKJeevika anak dari Shankar terlihat mengernyitkan dahinya karena dia tengah membaca isi pesan chat dari ponselnya dengan nomor yang tidak dikenal. Sang Papa yaitu Shankar terlihat seperti dihinggapi rasa heran dengan sang anak yang terlihat gelisah dari raut wajahnya. Kemudian Shankar pun menghampiri sang anak yang sedang duduk di teras halaman rumah."Anak Papa lagi ngapain?" Shankar mencium lembut kening sang anak. Terlihat Jee memberikan ponselnya kepada sang Papa lalu memperlihatkan isi pesan chat yang ditulis oleh nomor yang tidak di kenal. Nampak Shankar terlihat kesal dengan pesan yang tertulis di sana. "Jee anak manis dan juga cantik. Jee harus hati-hati karena Papa sekarang sedang dekat dengan wanita dan siapa tahu wanita tersebut merebut hati Papa sepenuhnya dan akhirnya Jee tidak diberikan kasih sayang lagi oleh Papa," terlihat pesan tersebut dibaca oleh Shankar dari ponsel Jee. Terasa mendidih darah Shankar saat membaca isi pesan tersebut karena isi pesan terse
PERTEMUAN SHANKAR DAN SHENNA Shankar mendekap tubuh Shenna begitu erat tatkala berada di rumah Tante Jessi. Rasa rindu yang membuncah yang mereka pendam selama ini akhirnya tertumpahkan juga. Tante Jessi yang tengah melihat kedua sepasang kekasih yang sedang meluapkan kerinduannya seakan haru dibuatnya. Sang Tante seakan merasakan kegundahan hati dari kedua orang yang tengah berada di hadapannya itu. Kemudian Tante Jessi pun melengos ke belakang untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamu spesialnya. Walaupun ada ART, tapi sang Tante seakan ingin memperlakukan tamunya dengan sambutan dia yang istimewa.Shankar dan juga Shenna terlihat duduk di atas kursi sofa. Keduanya nampak tersenyum dan terharu karena sudah lama tidak bertemu. Shankar memandang lekat ke arah sang kekasih dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sementara Shenna pandangan matanya menunduk dan terlihat tersipu malu. Pikiran Shenna sepertinya sedang berkecamuk tidak karuan karena dia tengah memikirkan para lelaki hid
SHENNA DI JEBAK"Oke, baiklah saya akan datang," ucap Shenna di sambungan teleponnya, ketika Bagas meneleponnya dan menjanjikan akan kembali memberikan Shenna kerjaan, yaitu menjadi model gaun pengantin produk temannya yang seorang desainer.Terlihat Shenna dandan begitu cantik karena akan bertemu dengan relasi bisnisnya dan dia tidak mau mengecewakan rekan bisnisnya tersebut. Singkat cerita tatkala sudah tiba di lokasi yaitu sebuah restoran nampak Bagas sudah duduk. Bagas pun terlihat begitu tampan dan berpakaian rapi. Shenna duduk di hadapan Bagas dan Bagas pun terlihat memanggil pelayan restoran untuk memesan minuman dan makanan. Bagas pamit dan terlihat melengos ke belakang dengan mengikuti pelayan tersebut. Sebelum pamit Bagas tersenyum lebar ke arah Shenna dan berkata. "Temanku akan datang sekitar 1 jam lagi karena perjalanan macet," ucap Bagas berbohong. Shenna hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. °°°°"Silahkan!" Sang pelayan menyimpan pesanan di atas meja.
SHERLI KESALShankar di sambungan teleponnya menghujani berbagai pertanyaan kepada Shenna dan sepertinya Shenna pun dibuat bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Shankar, karena kekasihnya tersebut seakan cemburu dan mengulangi pertanyaan yang sama. Padahal Shenna sudah berkata jujur kalau dirinya sudah memperagakan baju rancangan Elizabeth."Sayang, kamu tidak bohong kan sama aku?" tanya Shankar.Mungkin dalam hati yang paling dalam, sejujurnya Shankar sangat cemburu dengan foto gambar yang di kirim oleh nomor yang tidak dikenal. Tapi dia pun seakan menyadari kalau nomor tersebut adalah nomor Sherli. Foto Shenna yang terlihat mesra dan Bagas yang tengah menyenderkan kepalanya ke arah bahu Shenna. Tapi Shankar pun sepertinya akan lebih hati-hati, dia tidak mau gegabah untuk menuduh Shenna karena dia tahu sifat dari mantan tunangannya seperti apa. Sherli sosok yang licik dan Shankar sudah berpikir kalau ini hanya sebuah jebakan. Shankar berpikir Bagas dan Sherli punya rencana







