Compartir

Bab 31

Autor: Just Mommy
last update Fecha de publicación: 2026-10-15 07:58:00

Clove menghela napas halus, tak berniat membantah. Bagaimanapun juga, ia sadar telah melakukan kesalahan besar karena kesiangan tadi pagi.

"Baiklah, Pak Liam. Saya akan naik ke atas," ujar wanita itu pasrah, lalu mengakhiri panggilan.

Ia menghampiri salah satu petugas resepsionis yang berdiri anggun di balik meja. "Selamat siang, Mbak. Saya mau mengantarkan makanan untuk Pak Dewa," ucapnya sopan.

Resepsionis itu tersenyum sangat ramah. Wajahnya sama sekali tid
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 60

    Liam yang berdiri tidak jauh dari sana, terbelalak kaget setengah mati. Wajah asisten itu memerah menahan malu yang luar biasa atas permintaan absurd bosnya.Namun, dokter spesialis itu tetap menjalankan tugasnya dengan profesional meski sempat terperangah. Seluruh sampel darah pun diambil dan diproses secara kilat di laboratorium.Hingga akhirnya, menjelang pukul tiga dini hari, seluruh rangkaian pemeriksaan medis itu selesai dilakukan dengan hasil yang sempurna.“Kapan hasilnya selesai?” tanya Dewa, sambil berjalan ke arah lobby.Dokter Mulyono yang berjalan di sampingnya itu menjawab, “Paling cepat tiga hari, Pak.”“Terlalu lama! Saya mau pagi ini hasil tes itu dikirim ke rumah saya! Semuanya, tanpa terkecuali!” tegas pria tersebut. Dia pun langsung berlalu begitu saja.Sang dokter sampai oleng dibuatnya. Baginya itu sangat mustahil. Namun, jika Dewa yang meminta, mana mungkin ia bisa menolak.Saat Dewa dan Liam melangkah keluar menuju mobil, suasana kasak-kusuk penuh rasa kagum me

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 59

    Petugas wanita di balik meja tersenyum sopan. "Iya, Pak? Ada yang bisa saya bantu?"Liam memijat pelipisnya seraya berbisik pelan. "Begini, atasan saya ingin melakukan tes kesehatan menyeluruh malam ini."Resepsionis itu tertegun sejenak sebelum akhirnya terkekeh halus. "Maaf, Pak. Untuk tes kesehatan menyeluruh pendaftarannya hanya sampai jam dua siang."Petugas itu menambahkan penjelasan dengan sangat ramah. "Prosedurnya cukup panjang dan laboratorium untuk pemeriksaan rutin sudah tutup. Jika berkenan, saya bisa daftarkan untuk besok pagi jam delapan."Liam mengangguk paham dan berbalik hendak memberi tahu bosnya. "Tuh kan," gumamnya.Namun belum sempat ia melangkah, Dewa yang mendengar percakapan itu dari kursi tunggu sudah berdiri. Pria itu menghampiri meja pendaftaran dengan langkah santai tetapi mengintimidasi."Liam," panggilnya dengan suara datar yang berat.Asistennya menjawab cepat. "Iya, Pak?""Hubungi Direktur Rumah Sakit ini sekarang juga!" perintah Dewa tanpa memedulika

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 58

    Dewa menarik kembali ponselnya, menatap foto kiriman Clove itu sekali lagi dengan senyum tipis yang berusaha ia sembunyikan.Liam yang berdiri di sampingnya seketika memutar bola matanya dan menggerutu di dalam hati.‘Astaga, tingkat percaya dirinya benar-benar sudah tidak tertolong!’ maki Liam dalam batinnya dengan gemas luar biasa. ‘Orang jelas-jelas sindiran karena marah, malah dikira cemburu! Dasar bos bucin yang gengsinya setinggi langit!’‘Pantas saja julukan “level Dewa” itu paling maksimal. Ternyata memang benar adanya.”Sementara itu, Clove yang berada di dalam mobil Aldo bersama Maya tampak duduk bersandar seraya melamun menatap jalanan malam.Ia merasa jalan hidupnya benar-benar terasa rumit dan penuh tekanan.Di satu sisi, ia sangat lega karena bisa segera lepas dari Reno. Meskipun hatinya hancur karena telah dikhianati, melepaskan pria brengsek itu lebih cepat jelas merupakan pilihan terbaik.Namun di sisi lain, ia justru harus terperosok masuk ke dalam perangkap Dewa. P

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 57

    Clove langsung membeku saat melihat Dewa duduk di sofa VIP bersama seorang wanita seksi di sampingnya.Rasa kesal dan panas seketika membakar dadanya. Ia ingat jelas bagaimana beberapa jam lalu pria itu menceramahinya dan melarangnya disentuh pria lain walau seujung kuku.‘Dasar cowok hipokrit!’ makinya dalam hati dengan gigi tergetuk rapat.“Dia ngelarang aku disentuh suami, tapi dia sendiri malah asyik main perempuan di sini!" gumam Clove penuh amarah dan cemoohan.Tanpa membuang waktu, dia merogoh ponselnya dari dalam tas. Ia mengarahkan kamera dan mengambil foto Dewa yang sedang duduk berdekatan dengan wanita tersebut dari kejauhan.Dengan jemari yang bergetar menahan emosi, Clove mengetikkan pesan singkat di bawah foto tersebut.Clove: Anda tidak mau saya disentuh laki-laki lain, tapi Anda sendiri malah main perempuan. Anda memang hebat, Pak Dewa.Pesan terkirim.Setelah mengirimkan pesan menohok itu, Clove berbalik arah dengan napas memburu."May, Do, pergi yuk!" ajaknya tegas t

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 56

    Dewa memicingkan matanya tajam, menatap Liam yang masih membeku. "Kamu mengajari saya?"Liam menjelaskan situasinya sejelas mungkin. "Bukan begitu, Pak. Maksud saya, prosedur hukumnya memang butuh proses penginputan terlebih dahulu ke pengadilan.""Tahu apa kamu soal prosedur?!" maki Dewa meluapkan kekesalannya yang memuncak.Pria itu berdiri dengan kasar. "Kalian sama saja, membuat saya muak!"Dewa tidak melanjutkan makan malamnya. Pria itu melangkah lebar dengan menghentakkan kaki, lalu membanting pintu kamarnya hingga bersuara dentuman keras.BAM!Keheningan seketika meliputi meja makan tersebut. Clove sampai tertegun mematung melihat tingkah bos besarnya yang mendadak tantrum seperti itu.Liam mengusap wajahnya yang terasa lelah luar biasa. Asisten itu merasa serba salah di antara dua manusia berwatak keras ini.Dia melangkah mendekati Clove yang masih menatap pintu kamar Dewa. Ia menghela na

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 55

    Mata Clove hampir melompat karena amarah yang sudah sampai di puncak kepalanya. Dadanya naik turun menahan gumpalan emosi yang siap meledak."Keterlaluan!" ucapnya seraya menepuk meja makan dengan telapak tangannya.Dewa tetap tenang, tidak berkutik sedikit pun dari posisinya. Ia menatap Clove dengan raut kaku yang tak tersentuh."Saya tahu Anda punya kekuasaan. Tapi bukan berarti Bapak bisa bertindak seenaknya!" tegas wanita itu dengan suara bergetar.Clove menggeretakkan giginya rapat-rapat, menatap pria angkuh itu dengan pendar benci. "Tidak semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang!"Dewa menaikkan sebelah alisnya, membalas tatapan itu tanpa henti. "Faktanya, kamu butuh uang saya, kan?" sahutnya sangat santai.Wajah Clove seketika merah padam ditelan rasa malu dan emosi yang mebakar. Rasanya ia ingin membalikkan meja makan itu di hadapan wajah Dewa.Ia merasa direndahkan oleh pria yang kini memanda

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status