POV AuthorReno terkesiap. Wajahnya menegang mendengar sindiran menohok dari istrinya. "Sayang, kamu kok tega banget ngomong begitu?" Reno langsung memasang raut sedih, kembali memainkan peran sebagai korban. "Aku ini suamimu. Harusnya kamu dukung aku, bukan malah mempermalukanku di depan orang lain!" protes pria itu, lembut. ‘Cih, sok lembut, padahal belakangan ini dia sering ketus kalau lagi kesel sama aku,’ batin Clove. Maya mengembuskan napas kasar. "Aduh, gak usah drama deh, Mas! Gak mempan!" Ia lalu menoleh ke arah Aldo dengan dahi berkerut. "Eh, Do, kamu kok bisa sih ngundang orang ini? Kamu emang kenal sama dia?" "Enggak sama sekali," jawab Aldo tegas tanpa ragu. "Aku cuma ngundang Clove. Tapi seingatku, asistenku emang ngirim kartu undangannya atas nama Restoran Aroma Senja." Aldo terkekeh sinis, menatap Reno dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Ternyata ada orang yang gak tau malu. Datang pakai undangan punya istrinya, tapi malah gandeng cewek lain." "Sorr
Última actualización : 2026-09-29 Leer más