author-banner
Just Mommy
Just Mommy
Author

Novel-novel oleh Just Mommy

Permainan Berbahaya Kakak Ipar

Permainan Berbahaya Kakak Ipar

"Kakak Ipar! Akh... Jangan sentuh di situ!" Demi uang kuliah, Elena nekat menjual diri, tetapi malah terjebak menjadi simpanan rahasia yang harus memuaskan hasrat liar Julian, iparnya sendiri.
Baca
Chapter: Bab 195
Daniel tiba-tiba tersenyum. “Saya tahu, Tuan Wardana tidak akan suka jika saya yang memberikannya secara langsung. Makanya saya ingin minta tolong Pak Leon.”“Begitu, ya?” Leon masih ragu/“Iya. Saya harap Pak Leon bisa memberikan ini. Anggap saja ini welcome snack dari villa kami,” tutur Daniel.“Baiklah.” Akhirnya Leon mengalah. Dia mengambil kudapan itu. Daniel pun pamit lagi.Langkah kaki Leon terhenti tepat di depan pintu kamar VIP Suite. Di tangannya, tersaji sebuah nampan kayu berisi kotak bingkisan berhias pita merah. Kudapan manis khas Harbin yang baru saja diantarkan oleh Daniel.Leon sempat menimbang-nimbang keputusannya. Ia menelan saliva, teringat betul tatapan membunuh sang atasan saat berhadapan dengan pemilik vila itu beberapa jam lalu.‘Mati aku kalau Tuan makin mengamuk,’ batin Leon ragu. Tapi tidak enak juga kalau menolak niat baik orang lain secara terang-terangan.Dengan men
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 194
Gairah di antara mereka meletup di dalam ruangan beruap tersebut. Julian memanjakan setiap inci tubuh istrinya dengan sentuhan dan pujian manis yang membuat Elena makin terbuai.“Sayang,” bisik pria itu, di ceruk leher istrinya.Elena memejamkan mata sambil mendongak. Meresapi setiap sentuhan suaminya itu.Suara desahan halus dan bisikan cinta saling bersahutan. Menyatu dengan gemericik air kolam yang menenangkan. Momen kebersamaan yang sangat intim itu menjadi pembuka malam pengantin yang teramat sempurna dan tak terlupakan bagi mereka berdua di negeri salju Harbin.“Bagaimana, nyaman?” tanya pria itu sambil mengecupi dada istrinya. Tangannya mulai bergerak liar, memijat-mijat bagian favorit yang ada di tubuh istrinya itu.“Engh ....” Elena mulai melengguh saat jemari suaminya menelusup ke bawah.Pria itu menarik Elena ke dalam dekapannya, lalu jarinya bergerak semakin liar. “Suka, hem?”Wanita
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 193
"Masalah apa yang Nyonya maksud?" tanya Leon formal."Orang tua Amanda baru saja mendatangi rumahku sambil marah-marah!" terang Helena berapi-api. "Mereka mencari keberadaan putri mereka yang hilang!"Leon tetap berdiri tegak tanpa menunjukkan kepanikan sedikit pun. "Lalu apa hubungannya dengan Tuan?""Jangan pura-pura bodoh, Leon!" bentak Helena tajam. "Ke mana Julian membuang Amanda, hah?!""Mohon maaf, Nyonya. Mengenai informasi tersebut, saya tidak berhak memberitahukannya tanpa izin dari Tuan," jawab Leon patuh pada protokol."Kalau begitu minta izin padanya, sekarang!" cecar Helena memaksa. "Bagaimana kamu bisa tahu dapat izin atau tidak kalau kamu saja belum bertanya padanya?!""Saya tidak akan mengganggu waktu pribadi Tuan dan Nona Elena," pangkas Leon dingin dan tidak bisa diganggu gugat. "Itu adalah perintah tegas."Helena makin murka mendengar penolakan mentah-mentah dari asisten putranya itu. Su
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: Bab 192
Leon menelan salivanya yang terasa kering. "M-mohon maaf, Tuan. Vila ini adalah rekomendasi resor bintang lima terbaik dan paling privat di Harbin. Saya tidak memiliki data bahwa pemiliknya adalah kenalan Nona Elena."Elena tak sanggup lagi menahan tawanya melihat nasib asisten suaminya itu. Ia memegang kedua pipi suaminya, memalingkan wajah tampan itu agar kembali menatapnya."Sudah, jangan menyalahkan Leon," bujuk gadis itu manis, seraya mengelus rahang suaminya. "Leon tidak salah apa-apa. Sekarang, ayo cari kamar kita yang sebenarnya, aku sudah kedinginan."Tatapan membunuh di mata Julian seketika meleleh saat melihat tatapan memohon dari istrinya. Pria itu menghela napas berat, merebut kertas peta dari tangan Leon dengan kasar."Biar aku yang baca petanya," desis Julian gengsi.Pria berkuasa itu meneliti denah di kertas tersebut selama beberapa detik, lalu mengapit tangan istrinya kembali. Ia melangka
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: Bab 191
Elena menyadari perubahan aura suaminya yang mendadak sangat mencekam. Ia segera memegang lengan suaminya untuk mencairkan suasana yang makin kaku."Sayang, ini Daniel," tutur Elena lembut, berusaha tersenyum sealami mungkin. "Dulu dia kakak kelas yang sempat datang ke kampusku saat program pertukaran pelajar."Daniel mengangguk ramah, berusaha bersikap sopan. "Senang bertemu Anda, Mr. Wardana.""Daniel, perkenalkan, ini Julian," sambung Elena tegas dan tanpa ragu. "Dia suamiku."Elena berharap penjelasannya sudah sangat jelas agar suaminya tidak cemburu buta. Namun, dominasi dalam diri seorang Julian Wardana sama sekali tak bisa diredam.Pria berkuasa itu menarik tubuh istrinya rapat-rapat ke pelukannya. Ia sengaja melingkarkan lengannya di pinggang ramping sang istri, memamerkan kepemilikan mutlak di depan pria lain."Istriku sangat ramah pada semua orang," ujar pria itu dengan nada datar nan dingin. "Terutama pada
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: Bab 190
Elena tersenyum sangat manis, menyandarkan kepalanya di bahu Julian dengan rasa aman yang sempurna. Pesawat jet pribadi itu pun perlahan bergerak naik menembus awan. Membawa mereka menuju babak baru kehidupan yang penuh cinta dan kebahagiaan.Pesawat jet pribadi milik Julian akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Taiping, Harbin. Hawa dingin khas musim dingin yang menggigit langsung menyambut kedatangan mereka saat pintu kabin terbuka.Elena melangkah keluar dengan mantel tebal berbulu bernuansa putih bersih. Pandangannya langsung disuguhkan oleh hamparan salju putih yang melapisi seluruh penjuru kota."Wah, Julian! Lihat saljunya tebal sekali!" ucap wanita itu, dengan mata berbinar-binar bahagia.Julian tersenyum hangat melihat kepolosan istrinya. Ia merapikan syal wol yang melingkar di leher Elena. Sikapnya sangat jauh dengan pria berdarah dingin yang telah menghancurkan mantan istriny
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan

Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan

"Lahirkan anak untuk saya!" Clove tidak pernah menyangka Dewangga Clinton Davidson, konglomerat paling berpengaruh sekaligus "iblis bernapas", bisa menyodorkan syarat segila itu. Impiannya menjadi chef pribadinya demi membangun kembali karier justru berujung jebakan perjanjian gila berisiko ganti rugi miliaran rupiah. Di saat bersamaan, pernikahan Clove berada di titik nadir. Reno, suami yang dibelanya dari nol, tak hanya membiusnya setiap malam demi bersetubuh dengan Fara, selebgram yang diklaim sebagai pencipta resep restorannya, tetapi juga memboyong wanita itu ke rumah mereka. Terdesak pengkhianatan dan tuntutan Dewa, Clove akhirnya menandatangani perjanjian tersebut. Ia tak pernah tahu, di balik dingin dan lantamnya mulut Dewa, tersimpan muslihat besar untuk menghancurkan mantan suaminya, serta api cinta yang siap mengikat mereka selamanya.
Baca
Chapter: Bab 33
Clove yang sedang berusaha menenangkan diri dengan minum air langsung tersedak. Air di dalam mulutnya hampir saja tersembur keluar.Uhuk! Uhuk!Ia terbatuk-batuk seraya memegangi dadanya. Wajahnya merah padam karena kaget dan menahan malu.‘Apa dia gila? Bisa-bisanya dia ngomong gitu seolah lagi bahas cuaca hari ini!’ teriaknya dalam hati.Namun, ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan sang bos. Ia segera mengumpulkan keberanian untuk memberikan perlawanan balik. Wanita itu pun menoleh."Memangnya sudah berapa wanita yang Bapak hamili sampai bisa yakin seandal itu?" tanyanya tajam. Matanya menatap bosnya penuh tantangan."Belum ada," jawab Dewa tenang. Pria itu menyilangkan tangannya di depan dada.Wanita itu mengerutkan keningnya. "Lalu kenapa Bapak bisa seyakin itu?" cibir Clove tak mau kalah. "Bicara seperti orang yang paling berpengalaman saja."Dewa menatap wanita itu dengan tatapan pekat y
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 32
Clove terperanjat mendengarnya. Matanya terbelalak tak percaya."Bapak pikir saya sejahat itu?" protesnya dengan nada meninggi. "Saya masih waras, Pak!""Siapa tahu," sahut Dewa santai seraya bersedekap dada. "Manusia tidak ada yang bisa ditebak.""Saya ini chef pribadi Anda!" tegas wanita itu, seraya menunjuk dirinya sendiri. "Mana mungkin saya meracuni masakan saya sendiri? Kalau Bapak kenapa-napa, sudah pasti saya yang jadi tersangka utamanya!"Dewa tidak terpengaruh sama sekali oleh protes panjang itu. Pria itu menyandarkan punggungnya kembali dengan santai."Jangan berdebat," ucapnya dingin. "Saya sudah lapar. Cepat cicipi makanan itu sekarang!"Clove mengembuskan napas kasar. Ia menghentakkan kakinya pelan melampiaskan kekesalan. ‘Bener-bener sinting!’ batinnya, kesal.Tanpa membantah lagi, ia mengambil sendok dan menyuap sedikit makanan ke mulutnya. Ia mengunyahnya cepat lalu menelannya d
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 31
Clove menghela napas halus, tak berniat membantah. Bagaimanapun juga, ia sadar telah melakukan kesalahan besar karena kesiangan tadi pagi."Baiklah, Pak Liam. Saya akan naik ke atas," ujar wanita itu pasrah, lalu mengakhiri panggilan.Ia menghampiri salah satu petugas resepsionis yang berdiri anggun di balik meja. "Selamat siang, Mbak. Saya mau mengantarkan makanan untuk Pak Dewa," ucapnya sopan.Resepsionis itu tersenyum sangat ramah. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan keraguan saat menatap Clove."Dengan Nona Clove, ya?" tanya resepsionis itu memastikan. "Silakan, Nona. Kami sudah menerima amanat dari sekretaris beliau."Clove sedikit bingung mendengar keramahan yang luar biasa itu. ‘Eh, kok gampang banget? Kirain bakalan diinterogasi dulu,’ batinnya."Ah, iya, benar. Terima kasih banyak, Mbak."‘Apa mungkin semua staf di gedung ini emang ramah, ya?’ gumam wanita itu, dalam hati, heran. Seraya melangk
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 30
Namun, diluar dugaan Fara, pria itu tidak langsung membela dirinya seperti biasanya. Reno yang saat ini sedang sangat ingin memperbaiki hubungannya dengan Clove demi mengamankan posisi dan harta istrinya justru menatap Fara dengan raut jengah. "Soal itu, kamu harusnya bisa maklum, Far," ujar pria itu datar, melambaikan tangannya meremehkan aduan wanita itu. "Kamu jangan lupa, Clove itu istriku. Rumah itu dibeli pakai uang dia juga. Wajar kalau istri keberatan dan marah ada perempuan lain yang dibawa suaminya tinggal di sana." “Selama ini juga dia udah baik banget lho, ngizinin kamu tinggal. Aku yakin, istri lain gak akan sebaik dia!” tegas pria itu. ‘Sialan! Kenapa dia jadi belain istrinya, sih!’ batin wanita itu. Reno menghela napas panjang, pura-pura bersikap bijak. "Lagian, dipikir-pikir aku emang salah selama ini. Aku terlalu manjain kamu sampai lupa jaga perasaan istriku sendiri."
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: Bab 29
Wajah Clove seketika merah padam hingga ke ceruk lehernya. Ia gelagapan setengah mati mendengarkan pria itu dengan sangat santai dan dingin mengungkit kejadian sensitif tersebut di telepon. "P-Pak Dewa! Jangan bicara sembarangan!" protestnya panik, salah tingkah sendiri. Ia buru-buru memutar otak untuk mengalihkan pembicaraan yang membahayakan jantungnya ini. "Itu, nanti siang saya akan memasakkan makanan dan mengantarkannya langsung ke kantor Anda, Pak!" Dewa menaikkan sebelah alisnya, mengusap dagunya perlahan. "Makanan?" "Iya, Pak! Saya akan membawakannya ke kantor Anda nanti siang. Tolong maafkan saya untuk pagi ini," jelas Clove cepat sebelum Dewa sempat menggoda atau menolaknya lagi. "Kalau begitu, saya tutup dulu teleponnya, Pak. Terima kasih!" Sambungan diputus sepihak oleh wanita itu. Dewa menatap layar ponselnya yang kembali gelap, lalu tertawa halus. Sebuah tawa langka yang membuat Liam sampai melotot heran melihat perubahan drastis suasana hati bosny
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: Bab 28
POV AuthorFara tertegun sejenak. Namun ia tidak mau kalah begitu saja. Taktik manipulatifnya langsung keluar."Tapi Mas Reno yang punya kuasa di sini!" balas Fara seraya berakting mengusap air mata buayanya, mencoba bermain sebagai korban yang tersakiti. "Kamu itu jahat banget ya, Mbak! Aku di sini cuma mau bantu kalian, tapi kamu malah hina dan nuduh aku yang enggak-enggak! Kamu pikir aku seneng ada di posisi ini?!"Clove menyunggingkan senyum jijik melihat akting murahan di hadapannya."Gak usah sok melas dan playing victim di depanku," cibirnya dingin tanpa tersentuh sedikit pun oleh air mata palsu itu. "Air matamu itu gak akan mempan. Semua orang juga tau siapa yang jahat dan siapa yang gak tau malu di sini.""Kamu yang gak tau malu!" teriak Fara lepas kendali. "Kamu gak bisa ngebahagiain Mas Reno! Makanya dia berpaling ke perempuan lain! Kamu cuma perempuan pembawa sial yang bikin bisnis s
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Dinikahi Profesor Galak

Dinikahi Profesor Galak

Intan yang sedang melaksanakan koas di rumah sakit Harapan Keluarga begitu benci pada konsulenny—Zein yang sangat galak dan selalu memarahinya jika melakukan kesalahan, sialnya ternyata mereka telah dijodohkan dan harus menikah. “Saya harap Prof bisa membatalkan perjodohan ini!” pinta Intan pada Zein yang sedang sibuk dengan laptopnya. “Siapa kamu, berani menyuruh saya? Jika memang kamu tidak menginginkan perjodohan ini, silakan kamu sendiri yang membatalkannya!” sahut Zein, dingin. Intan mengerutkan keningnya. “Oh, jadi Anda memang ingin menikah dengan saya?” tuduhnya. Zein menyeringai dan mengalihkan pandangannya ke arah Intan. “Bagi saya pernikahan itu tidak penting. Saya menerima perjodohan ini hanya karena menghargai orang tua. Jika kamu bisa membatalkannya, silakan! Tapi maaf, saya tidak ada waktu untuk membahas hal remeh itu,” ucap Zein. Kemudian ia beranjak dan meninggalkan Intan. Sikap Zein yang seperti itu membuat Intan semakin benci padanya. Terlebih ketika ia dikirim ke perbatasan untuk magang. Namun, saat sedang magang di perbatasan, Intan bertemu dengan Fabian-seorang komandan angkatan darat yang sedang menjaga perbatasan tersebut. Gejolak dimulai ketika Intan harus memilih diantara Zein yang pernah ia benci atau Fabian yang selalu mencuri perhatiannya. Cover By: Leonidas Design
Baca
Chapter: 86. Bahagia (S2)
Hati Ira berdebar-debar kala diminta untuk tes kehamilan oleh ibunya. Ia tak menyangka akan secepat ini mendapatkan momongan. Meski hasilnya belum pasti, tetapi entah mengapa Ira yakin bahwa dirinya memang mengandung.“Kamu ada test pack, gak?” tanya Rani.Ira menggelengkan kepalanya. “Enggak, Mah,” jawabnya.“Ya udah nanti Mamah suruh Bibi beli dulu. Atau kamu mau langsung cek ke rumah sakit?” tanya Rani.“Test aja dulu deh, Mah. Kalau ke rumah sakit, takut hasilnya gak sesuai harapan,” jawab Ira.“Ya udah. Tapi kamu sarapan dulu, ya! Jangan sampai sakit karena telat makan!” nasihat Rani.“Iya, Mah. Terima kasih,” sahut Ira, sambil tersenyum.Setelah itu Rani meninggalkan kamar tersebut, kemudian ia meminta Bibi untuk membeli test pack. “Bi, tolong beliin test pack, dong!” ucap Rani pada ART-nya.“Lho, Mamah hamil?” tanya Muh, kanget.“Yang bener aja, masa Mamah hamil?” timpal Zein yang masih ada di sana.“Kalian ini! Bukan buat Mamah,” ucap Rani, gemas.“Terus buat siapa, dong?” tany
Terakhir Diperbarui: 2023-10-22
Chapter: 85. Telat (85)
“Hehehe, ampun, Ndan!” ucap anak buah Bian sambil cengengesan.“Ya udah, kali ini aku beneran pergi. Assalamualaikum,” ucap Bian. Kemudian ia meninggalkan istrinya itu.“Waalaikumsalam. Hati-hati, Sayang,” sahut Ira.Ia menatap kepergian suaminya itu. “Semoga kamu cepat kembali, Bi. Aku gak sanggup kalau harus pisah terlalu lama lagi,’ batin Ira.“Duh, jadi pingin nikah,” ledek anak buah Bian.“Ya udah, tinggal mengajukan!” sahut Bian, santai.“Yah, saya kan bukan Komandan yang bisa sat set sat set. Mau nikah juga pengajuan dulu, belum lagi prosesnya yang lama,” keluh anak buah Bian.“Ya iya sih masalah utama mah belum ada calonnya! Hahaha,” ledek anak buah Bian yang lain.Mereka semua pun tergelak.Beberapa jam kemudian Ira sudah tiba di rumah Muh kembali. Saat ini ia sedang bersantai di kamarnya, sambil memainkan ponsel.“Kok dia belum ngabarin aku, ya?” gumam Ira.Ia gelisah menanti kabar dari suaminya itu. Padahal Bian tidak sempat untuk memberi kabar pada Ira. Sebab setibanya di
Terakhir Diperbarui: 2023-10-21
Chapter: 84. Berpamitan (S2)
“Mas ... jangan maksa begitu, dong! Lagian kan demi kebaikan Aydin. Aku juga gak akan tenang ninggalinnya,” ucap Intan. Ia tidak enak hati pada mertuanya.“Hehehe, Papah bercanda, kok. Ya udah kalian pergi aja! Biar Aydin sama kami. Lagian Zein kan beberapa bulan terakhir sibuk persiapan alih jabatan, pasti butuh refreshing. Pergilah!” ucap Muh.“Alhamdulillah, gitu dong, Pah! Terima kasih, ya,” ucap Zein. Ia sangat senang karena diizinkan pergi oleh Muh.Zein pun menghampiri dan menggendong anaknya. “Sayang, maaf ya Ayah pergi dulu. Nanti kalau kamu sudah lebih besar, Ayah janji akan ajak kamu jalan-jalan. Oke,” ucap Zein, kemudian ia mencium pipi anaknya.Intan geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya itu. “Kalau begitu aku mau pumping dulu ya, Mas,” ucapnya.“Iya, Sayang. Pumping yang banyak biar anak ayah gak kelaparan,” ucap Zein, sambil menggoda anaknya.Rani dan Muh tersenyum melihat keluarga kecil itu. Mereka bahagia karena kini anaknya begitu harmonis. Padahal dulu dua
Terakhir Diperbarui: 2023-10-20
Chapter: 83. Merengek (S2)
“Enggaklah! Udah mendingan buruan packing biar kamu gak telat. Perjalanan dari sini ke Jakarta kan gak sebentar!” ucap Ira. Meski mengatakan tidak, tetapi ekspresi wajahnya terlihat sangat kecewa.“Iya, Sayang. Maaf, ya,” ucap Bian. Ia terus meminta maaf karena rasa bersalahnya. Apalagi jika melihat wajah Ira seperti itu. Sebab dirinya telah merusak momen penting.Setelah selesai packing, Bian dan Ira meninggalkan kamar mereka. Kemudian Bian check out di lobby."Kamu tunggu di sini, ya!" pinta Bian, saat Ira sudah berada di mobil."Iya," jawab Ira, singkat.Bian pun meninggalkan mobil, kemudian melakukan check out. Tak lupa Bian menjelaskan bahwa akan ada Zein yang menggantikannya. Ia pun meminta kamarnya dibersihkan dan dihias dengan bunga seperti untuk orang bulan madu."Jadi ini tidak ada biaya tambahan, kan?" tanya Bian."Tidak ada, Mas. untuk buangnya kami berikan free," sahut resepsionis. Mereka memberikan free karena Bian telah memesan hotel dengan kelas kamar paling tinggi sel
Terakhir Diperbarui: 2023-10-19
Chapter: 82. Terpaksa Pulang (S2)
“Tau tuh, siapa tadi yang iseng basahin meja, ya?” canda Bian. Ia sengaja ingin membuat istrinya kesal.Namun kemudian Ira teringat. “Ya ampun, ini karena ulah kamu ya, Bi?” tuduh Ira, sambil ternganga. Ia ingat bagaimana tadi dirinya yang baru naik dari kolam itu langsung direbahkan di atas meja.“Gak salah? Kan kamu yang tadi rebahan di sini,” sahut Bian, santai. Ia sengaja menyudutkan istrinya.“Tapi kan kamu yang bawa aku ke sini!” Ira tidak mau kalah. Ia tak terima disalahkan seperti itu. Sebab memang Bian yang merebahkannya di atas meja.“Ya udah, mendingan makan aja jangan debat! Kan udah lapar,” ucap Bian. Ia pun membuka makanan tersebut dan menyendoknya.“Berarti orang itu lihat, dong?” tanya Ira sambil menyendok makanan. Ia masih tidak enak hati memikirkan meja yang basah tersebut.“Iyalah. Dia kan punya mata,” jawab Bian, tanpa dosa. Berbeda dengan Ira, Bian tak peduli. Baginya orang tadi pasti sudah biasa menghadapi hal seperti itu.“Hiiih, kamu ini!” Ira kesal.“Udah maka
Terakhir Diperbarui: 2023-10-18
Chapter: 81. Ini Bulan Madu (S2)
“Mau ngapain, sih?” tanya Ira. Ia yakin suaminya pasti menginginkan sesuatu.Bian langsung menarik Ira. “Biasakan sama suami itu langsung nurut! Jangan suka ngebantah, nanti tuman!” ucap Bian, gemas.“Ya abisnya kamu suka aneh-aneh, sih,” ucap Ira, manja.“Apanya yang aneh? Namanya suami istri begini tuh wajar, Sayang,” ucap Bian, sambil merangkul pinggang Ira. Kemudian merapatkan tubuh mereka.Ira tersenyum. Ia sangat gemas melihat tingkah suaminya itu. “Tuh, kan. Kamu maaah. Emang wajar, sih. Tapi ini masih siang. Aku risih mesra-mesraan siang hari begini, ihh,” keluh Ira.“Dulu waktu masih pacaran, kamu gak risih. Kenapa sekarang malah menghindar,” bisik Bian, nakal. Kemudian ia menggigit telinga istrinya itu.“Bi!” tegur Ira. Ia malu disebut seperti itu oleh suaminya. Ketika sedang berpacaran mereka memang cukup sering bermesraan. Namun hanya sebatas bibir, tidak lebih. Mungkin karena belum halal, jadi mereka masih sangat menggebu-gebu.Sedangkan saat ini mereka sudah menikah dan
Terakhir Diperbarui: 2023-10-17
After That Night

After That Night

Kesucian Laras direnggut paksa oleh Tira yang ingin membalaskan dendam atas kematian adiknya-Putri. Putri meninggal bunuh diri karena calon suaminya selingkuh. Sayangnya Tira salah sasaran. Seharusnya wanita yang ia tangkap adalah Saras, bukan Laras. Malam ketika Tira memaksa Laras, ia menyadari bahwa gadis itu masih suci. Sejak saat itu Tira merasa ada yang janggal. Sebab, wanita yang selingkuh dengan calon adik iparnya itu sudah pasti bukan perawan. Laras yang sangat terpukul akibat ulah Tira pun trauma. Ia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Sayangnya, pengajuan resign Laras tidak langsung di-ACC. Ia harus bekerja selama minimal satu bulan sambil menunggu penggantinya. Akhirnya Ayas-nama sapaan Laras, terpaksa menyetujui persyaratan itu. Selama satu bulan, ia tetap bekerja dan selalu berusaha agar tidak bertemu dengan Tira. Sementara itu, Tira yang baru mengetahui bahwa dirinya salah sasaran pun dihantui rasa berdosa. Terlebih kala ia mengetahui bahwa Laras tengah mengandung hasil dari perbuatannya. Sayangnya ketika Tira hendak bertanggung jawab, Laras menghilang tanpa jejak. Hal itu membuat Tira sangat frustasi. Namun ia pantang menyerah dan berusaha mencari Laras, meski tidak mudah. Beberapa tahun kemudian mereka tidak sengaja bertemu. Namun kala itu ada pria lain yang sedang dekat dengan laras. Tira tidak terima itu. Ia merasa laras adalah miliknya. Terlebih saat itu Laras telah memiliki seorang anak yang begitu mirip dengan Tira. Akhirnya Tira berusaha mendekati Laras dengan cara mengambil hati anaknya untuk menarik simpatik Laras. Cover designed By @Lanamedia
Baca
Chapter: Keluarga Bahagia (Tamat)
Saat ini Atas sedang di rumah dan ditemani oleh Gita.“Gimana ya, kok belum ada kabar?” gumam Ayas, khawatir.Ayas ingin menghubungi Tira tapi ia khawatir akan menggangu, sedangkan Tira sengaja tidak menghubungi Ayas karena ingin memberi dia kejutan.“Sabar, Yas. Mungkin mereka sedang dalam perjalanan pulang,” ucap Gita. Ia berusaha menenangkan Ayas.“Semoga aja bener begitu.”Ayas senang di saat seperti ini ada Gita yang menemani, awalnya Yoga juga ada di sana. Tapi ia harus pergi karena ada urusan lain.“Oh, iya. Kamu jadi nikah dengan Mas Yoga?” tanya Ayas, pada Gita. Ia berpikir lebih baik mengobrol dengan Gita daripada terus seperti tadi.“Katanya sih, jadi!” jawab Gita.Ayas mengerutkan kening, “Lho, kok gitu?” tanyanya.“Ya emang begitu, hehehe!” sahut Gita, cengengesan.Ayas berpikir Gita itu seperti tidak niat menikah dengan Yoga, “Kalau kamu gak suka mendingan gak usah, Git!” ucapnya.“Enak aja! Siapa bilang aku gak suka? Oops!” Gita kelepasan.Melihat respon Gita yang seper
Terakhir Diperbarui: 2022-05-24
Chapter: Ayo Kita Pulang
Dengan raut wajahnya yang datar Tira menatap James dan Ady, “Kalian berdua memang sepertinya sudah bosan hidup,” ucap Tira.James dan Ady saling bertukar pandang, lalu mereka berdua tertawa.Hahaha!“Sepertinya kepala kamu habis terbentur benda keras, ya?” ledek Ady.“Atau mungkin orang yang sudah mau mati kelakuannya memang aneh?” timpal James.Hahaha!James dan Ady kembali menertawai Tira yang hanya diam dan tidak membalas.“Maaf ya, kalau kamu ingin menyalahkan seseorang. Salahkan Ayahmu dan orang ini,” ucap James.Ady hanya tertawa karena ia pikir itu memang benar, “Awalnya aku pikir Anda hanya bekerja untukku, tapi ternyata Anda juga bekerja untuk orang lain,” sahut Ady.“Tuan Ady, kita itu hidup harus bisa memanfaatkan semua kesempatan yang ada. Lagipula hal tersebut tidak melanggar kontrak kerja sama kita,” balas James.Awalnya saat Ady tahun kalau James juga bekerja untuk orang lain, ia sempat marah pada James dan menuding James memanfaatkan dirinya.Namun, setelah James memb
Terakhir Diperbarui: 2022-05-21
Chapter: Tim Penyelamat
“Apa itu, Tuan James?” tanya Ady.James menyeringai, “Mereka sudah datang,” jawab James.“Hah? Mereka? Siapa?”“Tentu saja tamu yang kita undang, mereka datang sesuai dengan rencanaku,” ucap James. Ia merasa bangga karena Tira dan rombongannya telah terjebak.“Tapi Tuan, kalau mereka mati. Rasanya kurang puas,” balas Ady.“Aku yakin dia tidak akan mati semudah itu, tapi kalau memang dia mati. Mau bagaimana lagi, kan?” sahut James.Ady pun berpikir tidak masalah kalau memang Tira mati sebelum berhasil menemukan putranya, bagi Ady itu sudah cukup memuaskan karena telah memberikan Tira balasan yang setimpal.Sementara itu di mobil yang Tiran dan Daren tumpangi.“Suara ledakan apa itu?” tanya Tira.“Baru saja aku menerima laporan, kalau ternyata akses menuju ke tempat James berada sudah dipasangi jebakan. Anak buah James juga lumayan banyak,” sahut Daren.“Jadi, bagaimana caranya kita ke sana?” tanya Tira.Daren menyeringai, “Jangan khawatir, Tuan. Tentara dan Polisi berpihak pada kita, j
Terakhir Diperbarui: 2022-05-17
Chapter: Dentuman yang Merdu
Setelah Tira mengantar Ayas pulang, ia langsung pergi menemui Daren di bandara, Daren bergegas menghubungi Tira saat ia menerima tugas.Tidak butuh waktu lama Tira telah sampai di bandara, mobil yang ia tumpangi berhenti di dekat sebuah pesawat jet pribadi.Seorang pria berpakaian serba hitam dengan sebuah kacamata hitam, berdiri di dekat tangga pesawat dan langsung membungkuk saat Tira berjalan ke arahnya.“Tuan, ayo kita selamatkan Putra Anda!” ucap pria itu, yang tidak lain adalah Daren.“Maaf sudah merepotkan, terima kasih karena kamu sudah mau datang dari jauh untuk membantu,” balas Tira.“Tuan dan Nyonya besar sudah sangat berjasa padaku, mana mungkin aku tidak mau membantu.”“Bagaimana dengan Ayah?” tanya Tira. Bagaimanapun juga Daren adalah kepala pengawal Ayahnya Tira.“Lebih baik kita bergegas, Tuan. Aku khawatir pada Putra Anda,” ucap Daren.Sudah lama tidak bertemu dengan Daren membuat Tira banyak mengajukan pertanyaan, akhirnya Tira dan Daren masuk ke dalam pesawat.Setel
Terakhir Diperbarui: 2022-05-15
Chapter: Pasukan Elite
“Sayang, tunggu!” Sontak Tira langsung mengejar Ayas.Tap!Tira meraih tangan Ayas dan menariknya.“Kalau gak ada yang peduli, biar aku sendiri yang nolong Vano!” ucap Ayas, agak berteriak.Tira menghela napas kasar, “Kamu tenang dulu, sayang. Kita serahkan pada Mama, tapi aku juga gak bisa tinggal diam. Aku juga akan ikut mencari Vano,” ucap Tira.Saat itu Atas yang sedang kesal merasa bodoh, “Sebentar, tadi Papi bilang apa?” tanyanya.“Hem, yang mana?” Tira bertanya balik.“Yang tadi, yang Papi bilang serahkan pada Mama. Apa maksud Papi?”“Oh, itu. Jadi sebenarnya Mamah marah karena Vano hilang, dia bilang menjaga anak satu aja gak bisa,” jelas Tira.Ayas tercenung, “Hah? Mamah marah karena itu?” tanyanya.“Iya, jadi kamu cuman salah paham aja. Justru Mamah malah marah sama kita karena kita gak bisa jagain Vano dengan benar.”Mendengar penjelasan Tira, membuat Ayas merasa menjadi seorang Ibu yang buruk. Ia tidak menyangka kalau Ibu mertuanya justru sangat peduli.“Terus aku harus gi
Terakhir Diperbarui: 2022-05-10
Chapter: Seorang Diri
“Tira, sini kamu!” panggil Sisca, dengan mata melotot.“Iya, Mah!” jawab Tira. Ia lalu menghampiri mamahnya.“Laras, kamu tunggu di sini!” ucap Sisca.“I-iya, Mah!” jawab Ayas, kikuk.Sementara Tira di ajak pergi oleh mamahnya, Ayas duduk di sofa seorang diri. Ia masih agak canggung dengan Ibu mertuanya itu, Ayas juga tidak tahu harus berbuat apa saat ini.Tira diajak oleh mamahnya ke sebuah ruangan, “Duduk!” ucap Sisca, dengan sikap yang dingin.“Iya, mah.” Tira pun duduk di sebuah sofa.Sudah lama Tira dan Mamahnya tidak bicara seserius ini, terakhir kali mereka berbicara serius adalah saat Tira memutuskan untuk menikahi Ayas.“Tira, kamu tau kenapa mamah memanggil kamu ke sini?” tanya Sisca, serius.Tira hanya menggeleng dan tidak menjawab.“Kamu ini sudah punya anak, seharusnya kamu tidak lagi mementingkan diri kamu sendiri!” ucap Sisca. Ia memarahi putranya itu.“Jadi mamah memang sudah tahu kalau—“ Belum selesai Tira berbicara, Sisca sudah tampak emosi.Brakk!“Tau kalau Vano di
Terakhir Diperbarui: 2022-05-05
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status