Share

Bab 189

Penulis: Janice Sinclair
Huek...

Yovan sukses membuat Kiana muntah beberapa kali.

Sekembalinya di rumah, wajah tiga anggota Keluarga Sumargo kelihatan muram. Ibunya Yovan dengan bijak menyarankan agar putranya mandi lebih dulu. Rachel juga berencana untuk mandi.

"Kamu merasa putraku bau?" Ibunya Yovan hanya bisa melampiaskan amarahnya pada Rachel.

Rachel mengangkat lengannya. "Bagaimana kalau kamu cium sendiri?"

Ibunya Yovan segera menutup hidungnya. "Pergi mandi sana!"

Selesai mandi, ibunya Yovan memanggil putranya turun ke bawah untuk sarapan. Kalau tidak, perutnya akan terasa tidak nyaman.

Begitu Yovan duduk, dia melihat undangan pernikahan yang diletakkan di samping meja makan. Dia mengira itu undangan pernikahan dirinya dengan Kiana. Dia mengerutkan kening dan membolak-balik undangan itu. Dia kemudian menyadari bahwa nama mempelai wanita adalah Rachel.

"Apa yang terjadi?"

Ibunya Yovan mengerutkan bibir. "Aku ambil dari ibunya Rachel pagi ini. Kamu tebak apa yang dilakukannya? Dia diam-diam mengubah nama K
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 252

    Sungai tersebut bercabang menjadi beberapa anak sungai di hilir dan sebagian besar anak sungai ini dikelilingi oleh pegunungan liar tanpa penghuni, yang sangat meningkatkan kesulitan operasi penyelamatan.Setelah memutuskan sebuah rumah pertanian sebagai titik pertemuan untuk upaya penyelamatan, Kiana duduk di sebuah kursi. Dia perlu mengumpulkan informasi dari beberapa tim penyelamat dan kemudian menyampaikannya kembali kepada mereka.Dia harus tetap tenang dan bahkan membuat keputusan."Nggak menemukan siapa pun? Jangan buang-buang waktu lagi. Segera ganti tempat dan lanjutkan pencarian ke bawah!"Melvin telah mengenakan perlengkapannya dan bersiap untuk ikut serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan."Tuan Melvin, kamu nggak punya pengalaman penyelamatan. Pergi ke sana hanya akan menambah masalah saja," kata Kiana.Melvin mengangkat tangannya. "Sebentar lagi mau hujan. Kalau kita nggak bisa menemukannya malam ini, dia akan berada dalam bahaya besar!""Nggak ada yang bisa menghe

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 251

    "Tristan masih belum ditemukan? Apa yang sedang dilakukan semua orang ini?""Kenapa kalian semua jongkok di sini? Masuklah ke dalam air dan selamatkan orang!"Melvin meneriaki para petugas penyelamat di lokasi kejadian, lalu menunjuk ke arah bus di dalam air dan berteriak lagi."Ada apa dengan sopir bus ini? Bagaimana dia bisa menabrak mobil yang datang dari arah berlawanan?""Mana dia? Aku mau tanya dia. Jangan-jangan dia mabuk? Ata dia sengaja mau mencelakai orang?"Pak Haris segera menghentikan Melvin. "Sopir mengalami serangan jantung mendadak dan sudah meninggal dunia."Melvin terdiam sejenak. "Tristan benar-benar sial sekali .... Tapi mengapa kamu nggak bersamanya?"Pak Haris melirik Kiana, lalu berbisik, "Pak Tristan buru-buru mau balik ke Kota Yasel. Dia memintaku menangani masalah lainnya dan kembali lebih dulu."Melvin mengerutkan kening. "Dia buru-buru balik untuk mempersiapkan pesta pernikahan.""Hm.""Jadi Kiana, dia demi kamu ...."Sebelum Melvin selesai berbicara, Kiana

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 250

    Dalam perjalanan pulang ke Kota Yasel, sebuah bus besar yang melaju dari arah berlawanan tiba-tiba kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan melaju ke jalur mereka. Mobil Tristan tidak bisa menghindarinya dan tersapu dari jembatan, terjun ke sungai bersama bus tersebut.Kiana terdiam lama. "Dia ....""Arus sungai di bawah sangat deras. Pak Tristan dan beberapa penumpang lain dari bus terseret arus. Tindakan pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung.""Dia, dia bisa berenang.""Nyonya, aku hanya bisa meneleponmu. Kondisi mental ibunya Pak Tristan juga kurang baik belakangan ini. Pak Ishan sendiri juga punya penyakit jantung, jadi kamu ... kamu harus bertahan!""Siapa bilang aku nggak bisa bertahan? Dia, dia pasti akan baik-baik saja.""Benar, Pak Tristan pasti akan baik-baik saja. Kalau ada kabar, aku pasti akan segera beri tahu kamu. Tetaplah di rumah dan tunggu kabar dariku."Setelah Pak Haris menutup telepon, Kiana tiba-tiba teringat sesuatu. Dia buru-buru mencari ponselny

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 249

    "Aku mengerti.""Kamu nggak tanya aku apa yang telah terjadi?""Kalau dia menyinggungmu, tentu saja itu kesalahannya."Kiana sangat terharu. Dia memeluk ponselnya dan mencium layarnya."Sayang, kamu baik sekali sama aku. Kapan kamu balik? Aku ingin menyambutmu dengan cara yang istimewa.""Apa ada orang di sampingmu?"Mata Kiana melirik ke sekeliling. "Nggak ada.""Kata 'cara' ini kurang tepat.""Eh?""Seharusnya 'gaya'."Kiana berkedip, lalu menatap Nathan dan Luis yang ada di seberangnya. Keduanya berusaha menahan tawa. Kiana berdehem. "Aku, aku nggak mengerti.""Kamu mau aku bilang lebih detal lagi?""Jangan. Aku ... aku akan membersihkan diri dan menunggu kamu menikmati diriku," kata Kiana dengan malu-malu."Yang aku maksud adalah gaya memasak!""Hah?""Bukannya kamu mau masak makanan untuk menyambutku? Gaya kamu memasak harus benar. Kalau nggak, makanannya pasti nggak akan enak."Melihat senyum licik Tristan, Kiana tahu pria itu sengaja menggodanya."Hmph. Kalau kamu berani makan,

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 248

    Di sebuah warung makan pinggir jalan, Kiana tampak bersulang dengan Luis dan Nathan, menggunakan jus, sebagai ucapan terima kasih karena mereka telah memberikan bantuan besar hari ini."Aku berkorban begitu banyak untukmu, tapi kamu hanya mengundangku makan di sini? Pelit sekali." Nathan memandang sekelilingnya dengan jijik, terutama di saat melihat para anak laki-laki di meja sebelah meliriknya terus-menerus, yang mana membuatnya makin tidak senang."Waktu masih kuliah dulu, aku sering datang ke sini. Makanannya enak."Kiana melirik Nathan, yang masih mengenakan rok mini. Dia memang telah banyak berkorban, jadi Kiana pun menyodorkan sate ke tangan Nathan dan menyuruhnya makan yang banyak.Nathan mengerutkan bibir. Dia baru saja menggigit makanan, tiba-tiba salah satu anak laki-laki di meja bersiul padanya. Hal ini tentu membuat Nathan marah. Dia langsung bangkit dan mau memukul orang itu.Luis menariknya kembali. Dia memandang para anak laki-laki di meja itu, lalu merangkul bahu Natha

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 247

    "Nggak, nggak, nggak!" Yovan buru-buru melambaikan tangannya.Agnes menatap Yovan dengan jijik, lalu berkata kepada Erwin, "Silakan bersenang-senang. Kami akan datang bereskan nanti."Usai mengatakan itu, dia menarik Yovan untuk pergi, tetapi di saat itu, Kiana juga duduk tegak.Dia sadar sepenuhnya dan ada senyum mengejek di bibirnya. Dia sama sekali tidak terlihat seperti orang yang telah diberi obat.Kiana membuang kantong plastik di tangannya, yang berisi anggur yang telah dia muntahkan."Karena tahu ada sesuatu di dalam anggur itu, aku tentu saja nggak akan menelannya."Sembari berbicara, Kiana juga berdiri dan menatap dingin tiga orang di depannya."Tapi aku benar-benar nggak menyangka kalian akan melakukan hal seperti ini!"Agnes menyipitkan matanya. "Kamu pura-pura pingsan. Kamu ...."Kiana mengeluarkan ponselnya dan mematikan tombol rekam."Kamu rekam pembicaraan kami?"Agnes terkejut. Mengingat apa yang mereka katakan di saat Kiana tidak sadarkan diri, dia langsung berkeringa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status