Share

Bab 25

Penulis: Janice Sinclair
Sambil berbicara, Kiana menunjuk celana dalam merah di panci sup dan sengaja mendecak lidahnya beberapa kali.

Hal ini membuat ayah dan ibunya Yovan merasa jijik. Mereka menatap Kiana dan Rachel dengan muram, lalu pergi dengan marah.

Rachel sendiri tidak bisa mengangkat kepalanya lagi.

Memikirkan makan bersama ke depannya, jika ada semangkuk sup di meja, mereka pasti akan langsung teringat celana dalam merah menyala ini. Apa mereka bisa menghabiskan sup lagi saat itu? Apa Rachel masih berani duduk di sana?

Memikirkan adegan itu, Kiana tak kuasa menahan tawanya.

"Kamu puas membuat semua orang pergi dengan kesal?" tanya Yovan pada Kiana dengan suara keras.

Kiana tidak ragu-ragu dan langsung menamparnya.

"Pikirkan dulu mau bagaimana menjelaskannya padaku!"

Selesai berbicara, Kiana melirik Rachel dengan dingin, lalu berbalik dan berjalan keluar.

Ayah dan ibunya Yovan berada tepat di depan pintu. Mereka juga mendengar tamparan terakhir itu.

"Yovan, ceraikan dia! Aku mau kamu ceraikan dia sec
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 324

    Dia mengikuti Tristan keluar. Hembusan angin bertiup dan mengusir pikiran Kiana.Dia menggelengkan kepala dan menatap Tristan lagi. Ada kesuraman yang masih terpancar di dahi pria itu.Putri Keluarga Sagara telah meninggal.Itulah yang membuat kondisi mental Nyonya Tania selalu buruk. Itu juga alasan mengapa Nyonya Tania tidak menyukai atau bahkan membenci Nathan. Itu juga alasan Tristan punya luka masa lalu yang belum sembuh, dan itu juga alasan mengapa dia berselisih dengan Pak Ishan."Ayahku yang menjaga Lucia hari itu, tapi dia sibuk membahas bisnis di telepon dan nggak memperhatikan Lucia berlari keluar pintu. Lalu ....""Lalu?""Sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang setelah badai dan menimpanya."Kiana menutup mulutnya. Dia tidak menyangka Lucia meninggal dengan cara seperti ini."Lalu, di saat kondisi mental ibuku berada pada titik terendah, ayahku menceraikannya. Saat kami mengumpulkan informasi untuk 'menghidupkan kembali' adik perempuanku, ayahku menolak untuk bekerja sama dan

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 323

    Gadis kecil di layar itu mengenakan rok tutu merah muda, kuncir kuda tinggi, dan pita merah besar. Dia tampak seperti seorang putri dari dongeng. Wajahnya tembem, matanya besar dan juga cerah. Saat tersenyum, dua lesung pipi itu membuatnya makin menggemaskan.Dia duduk di sana, ditopang oleh kedua tangannya, sambil mendengarkan dengan penuh perhatian. Dia sesekali menyerukan 'wah', seolah-olah dia benar-benar menyerap informasi tersebut.Namun, dia hanyalah replika AI. Teknologi mencoba menghidupkan gambar tersebut, tetapi terlalu disengaja dan jejaknya terlalu kuat.Hanya saja, ini sudah merupakan tingkat teknologi tertinggi yang bisa dicapai saat ini.Tristan tampak sangat serius. Begitu selesai membaca dongeng itu, dia terdiam lama, lalu bertanya tanpa menoleh, "Lucia, masih mau dengar lagi?""Kak, bukankah kita sudah janji nggak boleh sedih?"Mata gadis kecil di layar itu tampak berkaca-kaca, yang sepertinya akan berlinang air mata.Tristan menarik napas dalam-dalam, lalu mendongak

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 322

    Karena Nathan itu anak laki-laki?Perkataan macam apa itu?Tepat di saat Kiana hendak meminta penjelasan, dia melihat mobil itu memasuki jalan kecil teduh di bawah pohon ara. Di ujungnya terdapat gerbang besi berwarna hitam pekat.Saat mobil mendekat, gerbang besi otomatis terbuka setelah mengenali nomor plat mobil.Kemudian, hamparan padang rumput yang luas terlihat. Saat mobil melaju masuk, dia melihat ada beberapa bagian kebun di padang rumput tersebut.Di dekat situ terdapat kebun apel, di mana cabang-cabangnya dipenuhi buah-buahan merah cerah.Lebih jauh lagi, terdapat kebun kurma, kebun ceri, dan kebun delima. Semuanya berkobar dengan warna merah menyala.Ada orang yang bergerak di dalam kebun itu, sedang merawat pohon-pohon buah.Rumput di halaman mulai menguning. Ada banyak pekerja yang merawat rumput tersebut.Melanjutkan perjalanan di jalan ini, jalur mulai naik turun. Setelah melewati sebuah bukit kecil, tampak sebuah vila kecil berwarna putih yang terletak di lereng bukit.

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 321

    "Kalau memikirkanmu, mana mungkin aku punya semangat buat kerja lagi?""Mulutmu jelas-jelas begitu manis, tapi kenapa kamu begitu ketus sama orang lain?"Tristan mencubit hidung Kiana dan berkata, "Jadi, kamu seharusnya bersyukur karena kamu adalah istriku dan bukan bawahanku.""Bagaimana kalau aku bukan istrimu lagi?""Hal seperti itu nggak akan terjadi."Karena ulah Kiana, efisiensi kerja Tristan jadi menurun drastis. Terakhir, Tristan pun mengusirnya keluar.Namun, dia hanya mengusirnya dari ruangannya dan menyuruh Kiana menunggu di ruang tunggu.Setelah mendiskusikan masalah pekerjaan dengan James, Kiana pun menjelajah media sosial untuk mengisi waktu. Tanpa sengaja, dia menemukan video Adrian. Di saat dia hendak melewatinya, dia melihat nama ibunya muncul di layar, jadi dia pun berhenti.“Mutia Liman adalah pelukis yang sangat berbakat dan berwawasan luas. Aku kira dia akan meraih kesuksesan besar di bidang seni, tapi karena suatu alasan, dia menghilang dari pandangan publik. Aku

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 320

    Pria itu berjalan keluar dengan lesu, tersandung, dan terjatuh ke bawah.Lalu, matanya menjadi makin merah. Air mata menggenang di matanya."Pak Maruli, apa kamu baik-baik saja?"Bu Sonia bergegas mendekat dan mencoba membantu pria itu berdiri, tetapi pria itu seakan menempel di lantai dan sama sekali tidak bisa diangkat.Melihat pria yang hampir menangis itu, Bu Sonia bertanya dengan datar, "Apa yang Pak Tristan lakukan padamu?"Menyadari pertanyaannya salah, dia segera mengubah nada bicaranya. "Kamu dimarahi Pak Tristan?"Pak Maruli menggelengkan kepalanya. "Pak Tristan nggak memarahiku.""Dia nggak sampai memukulmu, 'kan?""Tentu saja nggak.""Terus?""Pak Tristan tanya sudah berapa tahun aku bekerja di perusahaan ini. Aku bilang 20 tahun. Terus, dia bilang ....""Dia bilang apa?""Dia bilang, kalau melatih hewan selama 20 tahun, hewan itu seharusnya juga sudah pintar. Sebaliknya, aku sudah diajari berkali-kali, tapi masih saja salah. Tapi walau salah, aku masih lebih baik daripada

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 319

    Ekspresi Nathan berubah muram. "Aku datang antar obat buat Ibu.""Nggak perlu pura-pura baik.""Kalau begitu, minumlah obatnya. Aku akan pergi sekarang juga."Nyonya Tania menarik napas dalam-dalam, lalu menahan emosinya, dan mulai meminum obatnya.Memanfaatkan momen ini, Nathan melirik Kiana dan menunjuk kepalanya sendiri, lalu melirik ibunya yang sedang minum obat. Terakhir, dia menggelengkan kepalanya dan melambaikan tangannya dengan panik.Meskipun Kiana tidak ingin mengerti, dia tetap memahami maksud Nathan. Kondisi mental Nyonya Tania sangat buruk. Nathan memperingatkannya agar tidak membuatnya marah atau berdebat dengannya."Kamu bahkan nggak menghadiri pernikahanku dengan Tristan, tapi kamu datang menemuiku hari ini khusus untuk mengingatkanku tentang perjanjian satu tahun, lalu memintaku berjanji agar nggak membiarkan Tristan jatuh cinta padaku. Jelas sekali, kamu sudah menyadari atau yakin kalau Tristan jatuh cinta padaku."Nyonya Tania membanting gelas air ke meja dan memelo

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status