Share

Bab 475

Author: Janice Sinclair
Setelah menenangkan Vanya, Kiana bergegas keluar.

Mereka adalah sekelompok pekerja yang mengenakan pakaian kerja. Semuanya tinggi, kuat, dan berbadan tegap. Yola dan seorang rekan kerja pria dari kantor, mencoba menghentikan mereka, tetapi mereka dengan mudah disingkirkan.

"Kalau ada masalah, katakan saja padaku. Jangan masuk ke dalam!" kata Kiana sambil menghalangi pintu masuk bangsal.

"Kamu bukan Vanya. Kenapa kami harus bicara denganmu!"

Pemimpin kelompok itu, seorang pria kekar, meraih lenga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 500

    Selama enam tahun terakhir ini, terkadang Kiana akan mengunjungi Kota Yasel. Setiap kali datang, dia akan makan bersama Adrian.Awalnya, dia merasa canggung dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi Adrian. Lambat laun, dia merasakan kasih sayang Adrian padanya. Kasih sayang dari seorang ayah yang seperti itu adalah sesuatu yang tidak bisa ditolaknya.Lantaran Adrian punya jadwal yang sudah ditentukan untuk malam itu dan harus menghadiri sebuah jamuan makan, ditambah Kiana telah berjanji kepada Dodo bahwa dia akan menjemputnya dari sekolah besok sore, dia dan Adrian hanya bisa bertemu di hotel tempat dia menghadiri jamuan makan tersebut. Apalagi, itu hanyalah pertemuan singkat.Kiana hanya membeli dua kotak makan siang dan langsung pergi ke ruang tunggu Adrian untuk menemuinya.Saat dia masuk, penata gaya sedang menata rambut dan merias wajah Adrian."Aku sudah tua, jadi wajar saja punya banyak kerutan. Nggak perlu menutupinya dengan produk-produk ini. Lihat lapisan demi lapisan yang k

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 499

    "Keluarga ini sudah menempati vilaku secara ilegal selama enam tahun. Kalian pasti tahu hal ini, tapi kalian malah membiarkan mereka terus tinggal di sana. Apa maksud kalian? Begini cara kalian melindungi hak-hak pemilik rumah?"Pihak pengelola properti itu kebingungan. "Nona Kiana, mereka bilang kamu setuju membiarkan mereka tinggal di vilamu.""Hanya karena mereka bilang aku setuju, kalian langsung percaya? Bukankah kalian seharusnya meneleponku untuk memastikannya dulu?""Karena hubungan kalian sebelumnya .... Kami mengira ...."Kiana menarik napas dalam-dalam. Karena sebelumnya dia tinggal di kompleks perumahan ini sebagai istri Yovan, pihak pengelola properti kompleks perumahan mengetahui hubungannya dengan Keluarga Sumargo. Itu sebabnya, saat Keluarga Sumargo pindah ke vilanya, mereka secara alami berasumsi bahwa dia telah menyetujuinya.Tidak ada gunanya memperpanjang masalah ini. Setelah melampiaskan ketidakpuasaannya, Kiana menyuruh pihak pengelola properti untuk segera mengus

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 498

    Anto hanya mengucapkan satu kalimat dan langsung menutup telepon. Rachel kembali meneleponnya, tetapi pria itu tidak mengangkatnya lagi.Rachel mengumpat ponselnya dengan marah untuk waktu lama. Seolah teringat sesuatu, dia mendongak dan menatap Kiana."Apa ini ulahmu?"Kiana mengangkat bahu. "Aku nggak berulah. Aku hanya transfer 200 juta langsung padanya. Dia mungkin sadar kalau berbisnis denganku jauh lebih mudah dibandingkan denganmu, jadi dia menerima saranku, mengambil uang itu, dan pulang untuk menikah.""Kiana, kamu tercela!""Haha. Sebaiknya kamu cari tahu arti kata 'tercela' dulu. Sepertinya kamu keliru dengan artinya.""Kamu kira aku nggak bisa menghadapimu tanpa Anto? Aku ...."Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, ponselnya berdering lagi.Kali ini giliran Faris. Setelah mendengar perkataan Faris, mata Rachel kembali membelalak kaget."Kamu bilang polisi mencarimu? Untuk apa mereka mencarimu?""Mereka bilang kamu memukul Vanya?""Kamu sungguh melakukannya? Kenapa kamu ng

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 497

    "Yovan, nggak usah sok suci di sini! Kapan kamu bisa hasilkan uang? Uang nggak seberapa yang kamu hasilkan bahkan nggak cukup untuk menutupi biaya pengobatan ayahmu, tapi kamu masih berani bilang mau menebusnya. Betapa munafiknya kamu!" Rachel membongkar kebusukan Yovan tanpa ampun.Yovan memelototinya dengan geram, "Aku nggak kejam dan nggak tahu malu sepertimu!""Huh! Kalau kamu hebat, bawa orang tuamu dan putrimu keluar dari vila ini sekarang juga! Biar aku lihat, kalian bakal berakhir menjadi gelandangan atau tidur di bawah jembatan!""Meski aku nggak berkemampuan sekarang, kelak aku pasti bisa bawa mereka pindah dari sini!""Yovan, kamu dipenjara bertahun-tahun, tapi masih belum sadar diri juga?""Rachel!""Sudahlah! Jangan bertengkar lagi. Mau orang luar mentertawakan kalian?"Ibunya Yovan meneriaki mereka berdua dan menyuruh mereka berhenti bertengkar.Dia berdehem pelan dan berjalan menghampiri Kiana. "Kiana, keluarga kami juga memperlakukanmu dengan baik di masa lalu, jadi sud

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 496

    Sore harinya, Kiana mengajak Rachel bertemu di luar vilanya.Rachel tiba sambil memperlihatkan sikap angkuh. Dia mengira Kiana tidak bisa mengalahkannya dan harus berkompromi, jadi dia terpaksa harus memberikan vila itu kepadanya."Kalau kamu lebih cepat melepaskannya, situasinya juga nggak akan menjadi seburuk ini." Rachel masih mengenakan setelan bisnis, dengan riasan yang menawan, warna bibir yang cerah, dan memancarkan kepercayaan diri serta karisma.Saat berbicara, dia tak kuasa menahan tawa sambil memasang sikap kemenangan.Kiana hanya memandang vilanya. "Apa barang milkku begitu bagus sampai kamu begitu menginginkannya?""Barang milikmu memang bagus dan aku juga sangat menginginkannya. Apalagi, aku mendapatkannya melalui kemampuanku sendiri." Rachel juga memandang vila itu. Matanya dipenuhi kegembiraan. "Akhirnya aku punya rumah sendiri di Kota Yasel. Ini semua berkat kamu, teman lamaku. Jadi, aku harus mengucapkan terima kasih padamu.""Rachel, apa yang bukan milikmu, meskipun

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 495

    "Beri tahu dia, nggak mungkin!""Kiana, apa perlu seperti itu?""Selain itu, aku mau kalian keluar dari rumahku secepatnya!"Yovan telah menyampaikan kata-kata itu padanya. Dia terlalu malu untuk menghadapi Kiana lagi, jadi dia pun berlalu dari sana.Anto dan yang lainnya masih berdiri di luar. Meski mereka telah mengizinkan karyawan perusahaan masuk, hal itu juga berdampak serius pada operasional perusahaan sehari-hari.Kiana mengawasi Anto sepanjang hari. Begitu melihatnya keluar sore harinya, dia langsung mengikutinya secara diam-diam.Jika ingin menyingkirkan sekelompok orang ini, dia harus memulainya dari Anto, si pemimpin geng.Kiana mengikuti Anto sampai ke sebuah restoran kecil. Dia tidak masuk, tetapi hanya menjulurkan kepalanya ke pintu. Beberapa saat kemudian, seorang gadis muda dengan pakaian sederhana berlari keluar.Melihat gadis itu keluar, Anto menyambutnya dengan senyum polos. Keduanya tampak malu-malu. Kiana menebak mereka berdua pasti pasangan kekasih.Entah apa yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status