共有

Chapter 27

last update 最終更新日: 2026-01-23 19:12:22
Samuel Yudhistira POV

“Ugh—uhuk. Ah. Hng—ugh. Ha…”

“Kenapa, Sam? Ugh—sakit? Atau, enak?”

Jalur napasku terblokir cengkraman tangannya. Sienna bermain di atas. Kontrol seluruh permainan ada di tangannya sekarang.

Apapun gadis itu lakukan, demi mencegahku pingsan. Termasuk, membuat sisa-sisa darah di tubuhku mengalir sepenuhnya ke batang penisku. Sekujur tubuhku dingin, sebeku mayat. Namun bagai tau mana prioritas yang diagungkan, penis yang dipakai bermain oleh peliharaanku sekarang, ter
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 58

    Samuel Yudhistira POVBahkan ajal pun, tak pernah mengemudi secepat ini.Setir mobil bergetar di tanganku—atau, tanganku yang bergetar.Jantungku sesempit diseret, seperti pada kecepatan tak manusiawi kendaraan ini. Terikat pada bumper, terseret pada aspal, kubayangkan diriku sendiri berkali-kali, dalam lumurah darah,Calon bayiku yang hendak diaborsi ibunya sendiri.“Jesus’s sake—Sam! Lo mau bunuh gue apa gimana!?” suara Julius meledak pecah di samping telingaku.[Lokasi Rumah Sakit ditemukan. Sebelah barat pantai. Target, cocok. Identitas, cocok. Indikasi, prosedur aborsi. Time, sepuluh menit setelah nomor antrean dipanggil]Panjangnya pesan singkat terakhir bodyguard Ganta melekat terus di ujung mataku. Aku bersumpah dalam seumur hidup, belum pernah sebuah pesan membuat duniaku seketika runtuh.“Paham, paham! Lo lagi buru-buru, oke. Makanya gue yang nyetir! Lo mau ambil Sienna Harim—siapalah itu, kalau Lo mati di sini juga percuma! Buruan, minggir!” Sepupuku memberontak. Mobil yang

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 57

    Timur pucat arunika berlenggak-lenggok dalam selembaran yang terurai pawana. Keduanya dinaungi atap bahtera langit sepi, senyap, kekurangan saksi mata kepanikan yang membendung.Seandainya sang dokter dapat menghentikan angin, Ia turut berprihatin meskipun semua bukan terjadi dalam kehendaknya. Sisa aroma hujan semalam, tergeser fabric putih yang tergerak berisik. Lebih dulu dari sang pemilik nama, Dokter Jessia menyambangi rekan sejawatnya.Iris birunya telah menjadi abu-abu. Dokter Jessica lebih memikirkan kondisi Sienna—gadis itu, tampak berhenti bernapas begitu namanya terpanggil, tadi. “Hey, kau tak salah sebut nama?” Dokter Jessica menarik nurse dengan tumpukan kertas di dadanya. “Coba sini, kulihat. Mana? Nama dia ada dimana?”Nurse tadi—Anggun, santai saja meskipun sang senior meragukan porsi pekerjaannya sendiri. “Tuh. Sienna Halim. Sienna, Halim,” Anggun ulangi nama gadis itu, sampai dua kali, jarinya menunjuk-nunjuk dokumen yang Jessica tangkap lekat. “Namanya dari huruf S

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 56

    Mood dalam aliran darah keduanya tidak dalam kondisi tertawa. Baik Sienna maupun Angelina, harap-harap cepat menyelesaikan drama dadakan di malam ini. Gemetaran tangan gadis itu—keringat dingin mengucur secara tragic bagai aliran sungai di lehernya—menunjukkan, sebuah history pesan antara Ia dan sang tunangan.“Ayo kita pergi ke Australia, Sie. Dokumennya, yang kemarin aku bawa ke rumahmu—oops.” Mulut Angelina tersudutkan oleh telapak tangannya. Seketika, Ia melangkah mundur. Ekspresi gadis itu menerangkan jelas ketakutan yang hendak Sienna beberkan di detik ke depan.“Australia,” bibir Sienna bergerak lemah. “Isi dokumen itu adalah surat rumah, kepemilikan apartemen, dan visa yang sudah Jonathan siapkan. Ada nama aku dan dia di sana. Kalau kupakai milikku saja, besok pagi aku bisa langsung ke bandara.”Angelina tertular tremor parah sepupunya. Gadis itu mengedip tak stabil; Ia ingin membahas soal Sienna yang terlihat begitu pucat di matanya. Sem

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 55

    Mereka sama——meski kau tidak menginginkannya, sekalipun.Pohon palm imitatif, lelampu sudut bergelantungan, rest area selalu menawarkan rasa yang sama. Secuil mentari terpercik pada tengah-tengah tarian guyuran hujan. Yang mana cahayanya, menekan tak sopan. Mengecilkanmu, menyudutkanmu. Anak manusia menyeruak lahan bumi. Calm is a privilege, Samuel duduk, mencari kepingan teka-teki hilang dalam hatinya. Duduk sang ayah di samping, tidak membantu apapun kendati Samuel telah diberi banyak hal. Sudut ponselnya Ia tekan-tekan. Sedang berpikir. Sang ayah tadi berpendapat, Samuel terus menggodoknya setengah mati.‘Siapa?’ pemuda itu, dalam tatap heningnya, mencoba menjahit pikiran. ‘Siapa anak kelas yang dekat sama Sienna? Cukup dekat buat dia bisa membantu Sienna melarikan diri? Kecuali Jonathan? Aku enggak bisa pikir orang lain selain anak itu.’ Logika Samuel mulai tersudut hingga ke ujung.Ganta berlindung dari asap tembakau yang menghala

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 54

    Audi R8XII-nya berubah menjadi medan gema.Notifikasi, kebisingan ponsel, uapan mesin mobil, semuanya beradu dengan tangis Dewi Halim yang pecah belah. Perintah Samuel terlalu banyak, terlalu cepat, sama sekali tidak membantu meringankan beban udara yang diterima oleh para bawahannya. Langkah-langkah para pelayan saling bertabrakan. Mereka dipaksa hadir dalam menit waktu yang tidak manusiawi. Dua tangan saja tidak cukup bagi Samuel untuk melacak semuanya. Ditambah—Dewi—wanita itu, terus menangis di jeritannya.“Hilang! Putriku hilang!” Tubuh wanita itu runtuk ke lantai. Rest area bukan lagi mereka tumpangi, mereka invasi. Datang segerombol pengemudi lain, secepat itu pula mereka melaju pergi, mengetahui tidak ada space tenang yang tersisa.“Sienna—oh, putriku yang malang.” Dewi terus menangis. Bengkak pada matanya semakin parah. Ia tidak bisa melihat, wanita itu terus jatuh, bertabrakan, dengan bodyguard lain yang tengah sibuk dengan laptop merek

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 53

    “Sebagai gantinya, jangan pernah sentuh Sienna lagi.”“S-Samuel!”Sejak tadi, peran Dewi Halim hanyalah sebagai bantalan suaminya yang beremosi tak stabil. Rule tersembunyi dari kesepakatan Samuel dan William sebelum mereka menginvasi tempat ini; ‘Jika terjadi apa-apa pada Dewi Halim, perjanjian dibatalkan.’ Itu, yang Samuel tekankan pada pelayannya.Henri adalah the real predator yang sebenar. Setengah jam pertama negosiasi mereka, tak terhitung Samuel hampir melayangkan tinju pada pria busuk itu. Bukan hanya memperlakukan Dewi Halim tanpa kemanusiaan, Henri juga sempat menjambak rambut istrinya. Di hadapannya.Sebelum menyelamatkan Sienna, Samuel tampaknya harus berpikir cara tercepat untuk memisahkan Dewi dari predatornya itu. Mungkin, sebab terlahir dari DNA Henri Halim sendiri, sifat Sienna yang keras kepala diturunkan darinya. Namun, Dewi?Jauh dari kata melawan, Dewi Halim bahkan tidak merasakan apapun saat dilecehkan oleh suaminya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status