Compartir

Bab 5

Autor: Mika Rani
Setelah pulang dari TK, Mitzy mulai kembali menghubungi para pengacara. Untuk menghindari Leeon, dia sengaja menjauhi semua pengacara perceraian dari Firma Hukum Scalate. Namun setelah berkeliling mencari, dia mendapati bahwa beberapa firma hukum ternama di Kota Herington pun tidak ada yang bersedia menerima kasus perceraiannya.

Wajar saja. Ayah Valdo adalah wali kota yang memiliki kekuasaan dan pengaruh besar. Tidak ada pengacara yang berani menyinggung Keluarga Ezekiel hanya demi bayaran dari sebuah perkara perceraian.

Mitzy menelepon sepanjang hari. Baru menjelang sore, dia akhirnya berhasil menghubungi seorang pengacara wanita bernama Chloe dari Firma Hukum Domixel. Chloe menyatakan bersedia menangani kasus perceraiannya.

Mereka sepakat bertemu sore itu di Rumah Teh Wesity. Tempatnya dipilih oleh Chloe, katanya karena suasananya relatif tenang.

Setelah menitipkan Limy kepada Yunita, Mitzy naik taksi menuju tempat pertemuan.

Saat Mitzy tiba, Chloe sudah lebih dulu datang.

"Bu Mitzy, kamu pasti lelah di jalan, 'kan? Silakan minum teh dulu biar tubuhmu hangat," ucap Chloe sambil tersenyum lembut. Dia terlihat sangat ramah.

Chloe mengangkat teko tanah liat ungu dan menuangkan teh berwarna merah jingga yang bening ke dalam cangkir Mitzy.

"Makasih."

Mitzy memegang cangkir teh itu, tetapi tidak langsung meminumnya. Setelah melihat Chloe meneguk habis teh di cangkirnya, dia baru menyeruput sedikit.

Setelah berbasa-basi sebentar, mereka mulai masuk ke pembahasan utama.

Seusai memahami kondisi pernikahan Mitzy dan Valdo, Chloe bertanya, "Kamu bilang suami kamu melakukan KDRT terhadapmu. Apakah ada bukti langsung, seperti rekaman kamera CCTV atau saksi?"

Mitzy menggeleng. "Nggak ada."

Ini adalah pertama kalinya Valdo melakukan KDRT terhadap Mitzy. Dia tidak menyangka Valdo akan memukulnya, jadi tentu saja dia tidak sempat merekam apa pun sebelumnya.

"Memang aku nggak punya bukti langsung, tapi aku sudah melapor ke polisi. Ada catatan laporan polisi."

Chloe melirik catatan laporan itu. "Saat polisi datang, suamimu nggak ada di lokasi?"

"Ya. Dia tahu aku akan melapor, makanya sudah kabur lebih dulu."

"Itu artinya, laporan KDRT ini cuma berdasarkan pengaduan sepihak dari kamu dan nggak ada bukti sama sekali." Chloe mengangkat alis. "Jadi, gimana kamu membuktikan bahwa suamimu benar-benar melakukan KDRT? Apakah mungkin saat itu dia sebenarnya nggak berada di tempat dan kamu cuma mengada-ada untuk menuduhnya?"

Mitzy tertegun. Rasa dingin langsung merambat ke punggungnya. "Apa maksudmu?"

"Maksudku, Pak Valdo sebenarnya nggak melakukan KDRT terhadapmu. Kamu yang memfitnahnya demi mendapatkan pembagian harta yang lebih besar saat bercerai."

"Aku nggak begitu!"

"Benar atau nggak, kamu sendiri yang paling tahu."

"Kalau Bu Chloe adalah tipe pengacara yang dengan mudah berspekulasi dan menuduh klien seperti ini, aku rasa nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan."

Mitzy mengambil tasnya dan bersiap pergi. Namun baru saja berdiri, dia tiba-tiba merasa sangat pusing. Pandangannya mulai kabur. Wajah Chloe yang tersenyum ramah terlihat berputar dan berbayang di depan matanya.

"Aku .... Kepalaku pusing. Kamu menaruh obat di dalam teh ...."

"Nggak kok. Bu Mitzy, tolong jangan memfitnahku." Chloe memutar badan dan menopang lengan Mitzy. "Mungkin kamu gula darahnya rendah. Istirahat sebentar saja pasti membaik."

Pandangan Mitzy berputar hebat.

Tubuh wanita itu lemas, lalu bagian belakang kepalanya membentur sandaran kursi yang keras. Tidak terlalu terasa sakit karena rasa kebas dengan cepat menyebar ke seluruh tubuhnya. Tepat sebelum kehilangan kesadaran sepenuhnya, Mitzy melihat Chloe berdiri di sampingnya sambil menatapnya dari atas. Wajahnya yang tadi penuh senyum, kini sama sekali tidak menyisakan kehangatan. Hanya ada ekspresi dingin setelah sebuah tugas diselesaikan.

"Sudah dipastikan, dia nggak punya bukti KDRT," kata Chloe dengan nada seolah-olah sedang melaporkan keberhasilan. "Sesuai perintahmu, orangnya sudah tumbang ...."

Mitzy akhirnya mengerti. Ternyata wanita ini adalah orang yang diutus oleh Valdo!
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku   Bab 50

    "Wah, hubungan kalian memang sangat akrab. Baru satu telepon saja, kamu langsung datang secepat ini." Di wajah Valdo tersungging senyum kemenangan, seolah rencananya telah berhasil.Mitzy langsung menyadari sesuatu. "Kamu yang suruh orang meneleponku?""Ya, aku yang suruh orang menelepon. Kalau nggak, gimana caranya aku bisa menemukan kamu yang begitu jago bersembunyi ini?"Setelah berhasil menemukan kembali Limy, Mitzy sudah memblokir semua kontak Valdo. Niatnya jelas. Sebelum perceraian resmi, dia tidak ingin bertemu lagi dengan pria itu. Tak disangka, Valdo justru memaksanya muncul dengan cara seperti ini."Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi di antara kita."Mitzy berbalik dan hendak pergi, tetapi Valdo langsung mencengkeram pergelangan tangannya dan menariknya ke arah berlawanan."Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!" berontak Mitzy, tetapi dia sama sekali tidak bisa melepaskan diri. Menyadari situasinya makin buruk, dia berteriak, "Tolong! Tolong!"Sayangnya, orang-orang di sek

  • Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku   Bab 49

    Leeon pernah mendengar dengan telinganya sendiri bagaimana ibu mertua Mitzy, Amanda, mendesaknya untuk melahirkan anak laki-laki. Itu sebabnya, dia tidak meragukan jawaban Mitzy sama sekali.Pria itu merapikan dokumen-dokumen di atas meja kerjanya, lalu memberi tahu Mitzy, "Hari ini, aku akan menyuruh orang menyiapkan surat gugatan. Besok, kita akan resmi mengajukan gugatan cerai ke pengadilan.""Oke. Makasih, Pak Leeon. Kalau begitu silakan lanjut bekerja, aku pamit dulu."Sambil berkata demikian, Mitzy berdiri dan hendak pergi."Sudah selesai dimanfaatkan, mau langsung pergi?" Leeon mengulurkan tangan dan menarik Mitzy ke sisinya, lalu memaksa wanita itu duduk di atas pahanya. "Kamu anggap aku ini apa?"Mitzy merasakan paha keras Leeon yang bagaikan besi, serta perubahan pada tubuhnya.Astaga. Padahal sudah berlalu begitu lama, kenapa masih juga belum reda?Secara refleks Mitzy ingin melarikan diri, tetapi lengan Leeon melingkari pinggangnya dengan kuat dan menahannya agar tetap bera

  • Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku   Bab 48

    Mitzy sama sekali tidak menyangka Leeon akan melontarkan pertanyaan seperti itu.Alis dan mata Mitzy melengkung, sementara lesung pipinya terlihat samar saat dia tersenyum. "Pak Leeon, perlukah menanyakan hal yang begitu pribadi?""Tentu saja. Saat pengadilan menilai apakah hubungan emosional sudah benar-benar retak, mereka akan mempertimbangkan banyak faktor. Apakah hubungan suami istri sudah lama cuma tinggal nama adalah bukti penting untuk menunjukkan seberapa kuat keinginan kedua pihak untuk bercerai." Leeon menyandarkan punggungnya ke kursi. Kedua tangannya saling bertaut di atas meja. Dia menatap Mitzy dengan sikap yang sangat rasional. "Kalau kamu nggak mau jawab, apakah aku boleh berasumsi bahwa hubungan kalian memang nggak harmonis?""Harmonis. Hubungan kami sangat harmonis. Selain saat masa menstruasi, hampir setiap hari bisa satu, dua, tiga, bahkan empat ronde. Detailnya nggak usah kujelaskan, takutnya nanti Pak Leeon malah minder.""Benarkah?" Leeon menggertakkan rahangnya,

  • Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku   Bab 47

    Hati Mitzy terasa seperti hancur mendengarnya.Limy memang dewasa sebelum waktunya. Justru karena anak itu terlalu pengertian, rasa perih di hati Mitzy menjadi makin dalam."Ibu, aku benci ayah. Perceraian itu bukan berarti ayah nggak mau aku dan Ibu lagi, tapi kita yang nggak mau dia," kata Limy sambil bersandar di pelukan Mitzy. Tangan kecilnya menangkup pipi Mitzy. "Ibu, waktu sendirian di Kota Herington, Ibu harus melindungi diri sendiri. Aku nggak mau melihat Ibu terluka lagi.""Ya," jawab Mitzy dengan suara tercekat sambil mengecup kening putrinya. "Limy, kamu juga harus menjaga diri dengan baik. Ibu sayang kamu.""Aku juga sayang Ibu."....Di perjalanan kembali ke kota, Mitzy terus menangis tanpa henti.Orang sering berkata bahwa cinta selalu disertai rasa berutang. Berhubung terlalu mencintai Limy, Mitzy justru kerap merasa telah berutang terlalu banyak pada anak itu. Identitas yang tak bisa dia ungkapkan dengan jujur, keluarga utuh yang tak mampu dia berikan, semuanya menjadi

  • Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku   Bab 46

    Tatapan Mitzy yang begitu berani dan terus terang membuat Leeon tiba-tiba merasa bahwa dirinya sangat konyol. Dia sungguh sudah gila, sampai-sampai coba mencari bukti bahwa dirinya pernah dicintai oleh Mitzy, bahkan bisa-bisanya dari anak yang wanita itu miliki bersama orang lain.Kalau Mitzy benar-benar pernah mencintainya, mana mungkin dia akan meninggalkan Leeon dengan begitu tegas, lalu menikah dan punya anak dengan pria lain?"Setelah anak itu sembuh, kirim dia pergi," ujar Leeon dengan nada dingin. "Aku nggak menerima transaksi beli satu gratis satu. Lagian aku juga nggak mau saat aku tidur denganmu, ada anak di samping yang merusak suasana."Transaksi.Tidur dengannya.Suasana.Kata-kata itu seperti diulang-ulang untuk mengingatkan Mitzy akan posisinya sekarang, bahwa kini dia hanyalah seseorang yang telah menjual dirinya sendiri dan tak lebih dari sekadar mainan.Mitzy menahan perih di dadanya, lalu mengangguk. "Tenang saja, Pak Leeon. Bahkan tanpa kamu katakan pun, aku akan me

  • Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku   Bab 45

    "Pak Leeon ...." Tatapan Mitzy penuh permohonan. Dia berharap Leeon sama sekali tidak mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak pantas di depan anak itu.Leeon menatapnya. Setelah beberapa saat, dia pun melepaskan genggaman tangannya."Mau sarapan apa? Aku suruh orang mengantarkannya."Mitzy akhirnya menghela napas lega. "Bubur saja."....Setelah menyemprotkan obat ke tenggorokan Limy, anak itu bilang ingin menonton "Peppo Pig". Ponsel Mitzy hampir kehabisan baterai, jadi dia membawa Limy turun ke bawah.Di ruang makan lantai bawah, Leeon sedang menyeduh kopi."Pak Leeon, boleh pinjam TV di rumahmu untuk menonton kartun sebentar?" tanya Mitzy."Remotnya ada di atas meja sofa.""Oke, makasih."Mitzy memutar "Peppo Pig" untuk Limy, lalu naik ke atas untuk membersihkan diri.Semalam, Mitzy sibuk mengurus Limy sampai kelabakan. Dia sama sekali tidak sempat merapikan diri. Untungnya saat Leeon menyuruh orang mengantar sarapan tadi, pria itu juga sekaligus meminta mereka membawakan beber

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status