Share

Bab 100

Author: Darlene
Keterkejutan melintas di wajah Clara. Dia menatap pria itu dengan bingung. "Jason, apa maksudmu?"

"Maksudnya sama seperti yang kamu dengar."

Clara tanpa sadar mempererat kepalan tangannya.

Sejak kapan Jason punya hati nurani? Bukankah pria itu paling benci dengan Keluarga Sengadi?

Apa pria itu akan begitu baik hati?

Atau dia hanya ingin mengendalikan Hansen dan menggunakan adiknya untuk memerasnya di kemudian hari?

Di saat Clara sibuk dengan pikirannya, pria itu melirik pakaiannya yang biasa dan berkata lembut, "Masuk ke mobil. Aku temani kamu beli beberapa stel baju."

Sebelum Clara sempat berbicara, Anna sudah membukakan pintu mobil untuknya dan berbalik untuk mengambil kotak kardus dari tangannya. "Nona Clara, silakan."

Dia tidak bergerak. Ekspresinya sangat tenang. "Kalau ada yang mau kamu bicarakan, langsung saja. Nggak perlu bertele-tele."

Jason berhenti mengelus jam tangannya dan mengangkat pandangannya. "Ayah sudah kembali. Kita akan ke rumah lama untuk makan malam nanti."

Rupan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
Jason baik karena merasa bersalah sm Clara
goodnovel comment avatar
Anisya Kuran
lah ga d lanjutin
goodnovel comment avatar
Tuti Alawiyah
banyak cerita bagus berhenti di chapter 100, bikin kecewa...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 254

    Saat malam tiba, Nando membuat janji dengan Niel di sebuah bar. Saat Niel sampai, Nando sedang duduk sendirian di bar, minum dalam diam. Pria yang biasanya ramah itu kini memasang ekspresi dingin dan mengabaikan gadis-gadis yang mencoba memulai percakapan dengannya.Niel memanggil pelayan bar untuk memesan segelas limun, lalu berbalik dan bersandar di meja, sambil menatapnya. "Kamu kenapa?"Dia mengisi kembali gelasnya. "Bukan apa-apa, hanya sedikit gundah dan nggak menemukan orang untuk diajak bicara."Niel tidak berbicara.Pelayan bar meletakkan limun di atas meja. Niel mengambil gelasnya, lalu bersulang dengannya, sambil berkata, "Kalau ada masalah, katakan saja. Sesama sobat, aku memahamimu."Nando berhenti sejenak, lalu menghabiskan minumannya.Sesaat kemudian, dia meletakkan sebuah foto di depan Niel. Pemandangan dalam foto itu sangat familier bagi Niel."Kamu yang foto?"Nando menghindari tatapannya. "Sebenarnya, aku hanya ingin mengambil foto untuk Jason."Niel meletakkan gelas

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 253

    Clara mendengus dingin dan sama sekali tidak peduli. "Waktu aku difitnah sebelumnya, aku nggak pernah lihat dia seantusias ini."Anna tampak canggung."Hanya seorang gadis kecil saja, suruh Pak Jason nggak perlu membuat keributan seperti itu. Teguran kecil saja sudah cukup." Tepat sebelum Clara pergi, Anna bertanya, "Pak Jason suruh aku tanya, kamu ingin makan apa malam ini?"Clara terdiam sejenak, tetapi ekspresinya tetap tidak berubah. "Aku bisa pesan makan sendiri."…Jason menyuruh orang untuk menghapus topik tren dan mengklarifikasi rumor tersebut. Tak lama kemudian, dia menerima pesan dari Anna.Dia sudah bersiap memesan tempat di restoran terbaik, tetapi kata 'pesan makan sendiri' membuat matanya perih.Meski dia tahu Clara tinggal serumah dengannya hanyalah 'kompromi' sementara, dia tetap berusaha sebaik mungkin untuk menebusnya. Namun, dalam beberapa hari terakhir ini, sikap Clara bagai seekor landak. Apa pun yang dia lakukan, wanita itu selalu waspada terhadapnya.Namun, dia

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 252

    Clara dan timnya sepenuhnya fokus melakukan operasi reseksi pada pasien di ruang operasi. Dia membuat sayatan cepat, memotong kulit di sepanjang tepi anterior otot sternokleidomastoid, memisahkan lapisan jaringan subkutan lapis demi lapis, dan memperlihatkan percabangan arteri karotis.Tanpa membutuhkan instrumen untuk mengekspos jaringan subkutan, dia bahkan bisa membuat sayatan memanjang di dinding pembuluh darah tanpa merusak saraf vagus, saraf hipoglossal, atau arteri tiroid superior, dan mengupas plak serta jaringan intima secara menyeluruh di bawah mikroskop.Para anggota tim juga kagum dengan keahliannya dalam melakukan 'operasi dengan mata tertutup', karena ini pertama kalinya mereka melakukan operasi bersamanya.Pengalaman 'operasi dengan mata tertutup' seperti ini adalah sesuatu yang bahkan dokter veteran di rumah sakit yang telah melakukan operasi selama lebih dari sepuluh tahun pun tidak berani membuat sayatan tersebut."Awasi tekanan darahnya." Clara bahkan tidak mendongak

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 251

    "Betul juga. Kalau penampilanku secantik dia, pacarku pasti sudah seganteng aktor!"Para perawat yang asyik mengobrol itu tidak memperhatikan gadis yang lewat.Gadis itu refleks berjalan keluar dari bangsal. Kakak dan ibunya berada di samping tempat tidur ayahnya. Mereka sama sekali tidak memperhatikannya.Dia bersandar di dinding dengan sedih sambil membuka sebuah album foto. Album itu sebagian besar berisi foto-foto Niel yang sedang memberikan bimbingan di sekolah kedokteran. Dia berusaha keras untuk masuk sekolah kedokteran agar bisa lebih dekat dengan idolanya!Saat mendongak, dia melihat foto dan biografi singkat para staf yang tergantung di dinding. Tak butuh waktu lama, dia pun menemukan foto Clara.Meski hanya foto potret biasa, struktur tulang dan fitur wajahnya benar-benar luar biasa. Dia punya aura elegan dan anggun, murni dan memikat.Teringat akan sesuatu, gadis itu memotret foto Clara dengan ponselnya, lalu menulis artikel tentangnya, dan mengunggahnya di internet.Keesok

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 250

    Sore harinya, ada sekitar belasan pasien yang mengantre untuk janji temu di departemen neurologi. Semuanya telah membuat janji temu dengan Niel. Bahkan, beberapa di antaranya adalah pasien lamanya.Clara bertugas mencatat, sementara Niel meninjau hasil tes lainnya untuk mendiagnosis tingkat keparahan penyakit, cocok untuk operasi atau tidak, dan jenis operasi apa yang tepat.Di saat itu, seorang pria berusia enam puluhan dengan hemiplegia, duduk di kursi roda, dan didorong masuk oleh keluarganya. "Dokter Niel."Niel mengenali pasien beserta keluarganya. "Keluarganya Pak Indra?""Benar, kami keluarganya," kata wanita paruh baya itu dengan nada menyesal. "Suamiku dirawat di departemen neurologi tahun lalu. Waktu itu, direktur departemen minta Dokter Niel untuk membuat rencana perawatan buat kami .... Kalau saja kami mengikuti saranmu untuk operasi waktu itu, suamiku sekarang juga nggak akan ...."Wanita paruh baya itu dipenuhi penyesalan. Suaranya bergetar karena terisak.Sepasang anak w

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 249

    Clara tertegun.Jason tersenyum. "Kamu suka rasa yang lebih ringan, 'kan? Aku buatkan yang baru untukmu."Pria itu berjalan ke dapur.Clara mengepalkan tangannya, lalu bangkit, dan berteriak, "Jason, aku nggak mau makan sarapan buatanmu. Kamu nggak perlu buat untukku!"Pria itu berhenti sejenak, seolah-olah tidak mendengar perkataan Clara barusan. "Sarapan dulu baru pergi kerja."Clara membanting peralatan makan di atas meja.Jason segera keluar dari dapur. Melihat pecahan-pecahan di lantai, pria itu mendekati Clara dan membuka telapak tangannya. "Nggak terluka, 'kan?"Suara itu juga mengejutkan Anna dan pengawalnya. Saat mereka memasuki ruangan dan melihat kekacauan di lantai, Anna ragu untuk berbicara.Lantaran tidak ada masalah serius, mereka pun keluar.Clara menggigit bibirnya. Dia menarik tangannya dan tidak menatap pria itu.Jason tahu Clara sedang melampiaskan emosinya. Suaranya serak. "Kalau ada masalah, lampiaskan saja padaku. Jangan lukai dirimu sendiri."Clara tidak lagi be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status