Mengapa Harus Ipar

Mengapa Harus Ipar

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-02-18
Oleh:  Galad RiwlOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
6Bab
10Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Celine Broische– gadis yang menikah beberapa bulan lalu dikejutkan jika suaminya berselingkuh dengan janda anak satu, depresi lalu mabuk ia kembali di pertemukan dengan kekasih semasa kuliahnya yang hilang. "Saya ga menyangka adik ipar yang ingin kenalkan pada saya adalah kamu, Eline" Celine berniat membalaskan dendam pada suaminya lewat mantan kekasihnya itu, Apakah akhirnya Celine akan memilih iparnya atau suaminya

Lihat lebih banyak

Bab 1

Kepahitan yang terungkap

Aroma mentega cair dan ragi yang sedang mengembang selalu menjadi obat penenang bagi Celine Broische. Di dalam toko rotinya yang mungil namun estetik, lulusan terbaik Universitas Ashford ini merasa dunianya lengkap. Dengan senyum lembutnya yang khas, Celine menyerahkan sekantong croissant hangat kepada seorang pelanggan anak-anak.

"Terima kasih, Tante Celine!" seru bocah itu riang.

Celine terkekeh, mengusap kepala bocah itu. "Sama-sama, Sayang. Hati-hati di jalan, ya."

Menjadi pemilik toko roti adalah pilihan hidup yang awalnya ditentang banyak orang, mengingat gelarnya yang mentereng. Namun bagi Celine yang yatim piatu, toko ini adalah rumah. Dan sejak tiga bulan lalu, rumah itu memiliki penghuni baru: Eros Asterion, suaminya.

Ponsel di atas meja kasir bergetar. Sebuah nama muncul di layar, membuat garis wajah Celine melunak seketika.

"Halo, Mas Eros?"

"Sudah makan siang, Sayang? Aku pesankan makanan ya?" suara Eros terdengar perhatian di seberang sana.

Celine melirik jam dinding. "Aku baru mau keluar cari makan sendiri, Mas. Kamu emang gak repot?"

"Gak sayang, kamu di toko saja biar aku yang pesankan. Jangan panas-panasan di luar," potong Eros cepat.

"Mas mau makan bareng di sini? Aku bisa siapkan meja di belakang."

Eros menghela napas pendek. "Aduh, kalau makan bareng belum bisa, Sayang. Mas habis ini ada meeting penting. Biasa, demi kenaikan jabatan harus kerja keras, kan?"

Celine tersenyum bangga. "Rajinnya suamiku... Semangat ya, Mas!"

"Makasih ya sayang, ku matikan dulu. Tunggu saja makanannya, sepuluh menit lagi sampai. Love you."

Tut.

Telepon mati. Celine menyandarkan tubuhnya ke rak kayu, merasa sangat beruntung. Eros adalah pria yang menariknya dari jurang kegelapan setelah ia ditinggalkan tanpa kabar oleh Ares—satu-satunya pria yang pernah ia cintai di kampus. Eros menerima fakta bahwa Celine masih 'gamon' atau gagal move on, dan dengan sabar pria itu meyakinkannya bahwa ia layak dicintai.

Sepuluh menit kemudian, seorang kurir mengantarkan kantong plastik besar. Saat Celine membukanya, ia tertegun. Isinya adalah paket seafood tumpah dengan saus padang yang sangat pedas di siang bolong.

Celine terkekeh hambar. "Seafood lagi? Mas Eros benar-benar kebalikan dari Mas Ares, ya..."

Ingatannya melayang pada Ares. Pria itu selalu tahu kalau lambung Celine sensitif terhadap makanan pedas di siang hari. Tapi Celine segera menggelengkan kepalanya.

"Ngomong apa sih kamu, Cel? Yang jelas-jelas ninggalin di hari kelulusan kok masih dipikirin. Harusnya kamu bersyukur punya Eros," gumamnya pada diri sendiri.

Baru saja ia hendak menyuap makanannya, ponselnya kembali berdering. Kali ini dari Hera Asterion, ibu mertuanya.

"Halo, Ma?"

"Celine Sayang! Apakah Mama mengganggumu, nak?" suara Hera terdengar riang.

"Tentu saja tidak, Ma. Ada apa?"

"Mama mau mengajakmu liburan akhir bulan ini ke Pulau Serenity. Seluruh keluarga besar akan datang, kamu juga wajib datang ya, Nak!"

Dari kejauhan, terdengar suara Lucien, sang ayah mertua menimpali. "Kalau target bulanan tokomu belum tercapai, nanti Papa yang ganti uangnya! Pokoknya kamu harus ikut!"

Celine tertawa kecil, hatinya menghangat. "Ihh Papa... sudah tercapai kok targetnya, tidak usah repot-repot. Nanti Celine bicarakan dulu dengan Mas Eros ya, Pa, Ma."

"Anak itu pasti mau," sahut Hera yakin. "Vila di sana itu favorit dia dan Ares sejak kecil."

Deg. Jantung Celine berdegup kencang mendengar nama itu. "Mas... Ares juga datang, Ma?"

"Tentu saja! Si sulung itu baru bisa pulang sekarang setelah bertahun-tahun mengurus perusahaan di luar negeri. Makanya kita harus berkumpul lengkap!"

"Heheh, iya Ma... nanti Celine kabari lagi. Ini pelanggan sudah mulai ramai."

Setelah menutup telepon, Celine terpaku. Selama tiga bulan menikah, ia tak pernah bertemu dengan kakak iparnya. Mas Ares... Nama yang sama, namun ia yakin itu orang yang berbeda. Ares-nya dulu hanyalah mahasiswa biasa, bukan CEO konglomerat.

"Ngigo kamu, Cel. Yakali dia orang yang sama. Dunia tidak sesempit itu," bisiknya menenangkan diri.

Sore harinya, hujan turun cukup lebat membasahi kaca toko. Celine sudah merapikan semuanya, menunggu jemputan Eros tepat pukul 18.00 seperti biasanya. Namun, hingga pukul 18.30, mobil Eros tak kunjung nampak.

Celine menekan tombol panggil di ponselnya.

"Mas? Mas Eros sudah sampai mana? Kok lama sekali?"

"Maaf Sayang," suara Eros terdengar berisik di latar belakang. "Ini lalu lintasnya padat sekali karena hujan, sepertinya bakal lama sampai di tokomu."

Celine mengernyit, menatap jalanan di depan tokonya yang sebenarnya tidak terlalu macet. "Mas sudah sampai mana? Apa aku tunggu di pinggir jalan saja biar Mas gampang jemputnya?"

"Gak usah! Kamu pesan taksi online saja duluan ya, Sayang? Biar kamu tidak nunggu lama dan kedinginan. Kasihan kamu kalau harus menunggu aku," ujar Eros dengan nada yang sangat perhatian.

"Beneran Mas gapapa aku pulang sendiri?"

"Gapapa, asal kamu tidak nunggu lama. Maaf ya Sayang, nanti aku langsung ke rumah."

Celine menghela napas, menutup teleponnya dengan perasaan ganjil. "Ish, tumben banget..."

Ia akhirnya memesan taksi. Di tengah perjalanan pulang, taksi yang ditumpanginya terjebak kemacetan di persimpangan besar dekat sebuah taman bermain indoor.

Celine melongok ke luar jendela, dan saat itulah dunianya seakan runtuh.

Di jalur sebelah, sebuah mobil mewah yang sangat ia kenali—mobil milik suaminya—berhenti tepat di samping taksinya. Kaca mobil itu tidak terlalu gelap. Di dalam sana, Celine melihat Eros.

Suaminya tidak sedang sendirian.

Eros tengah tertawa lepas, wajahnya memancarkan kebahagiaan yang jarang Celine lihat akhir-akhir ini. Di sampingnya duduk seorang wanita cantik yang tampak sangat akrab, dan di kursi belakang ada seorang anak kecil yang sedang bertepuk tangan.

Celine membeku saat melihat wanita itu menyuapkan kentang goreng ke mulut Eros, dan Eros menerimanya dengan kerlingan mata penuh cinta. Mereka tampak seperti sebuah keluarga kecil yang sempurna. Sangat sempurna sampai-sampai Celine merasa dirinya adalah orang asing yang mengintip kebahagiaan orang lain.

Tubuh Celine bergetar hebat. Napasnya tercekat di tenggorokan.

"Mas Ares tidak akan membuatku seperti ini kan setidaknya?" bisiknya lirih dengan air mata yang mulai menggenang.

Tepat saat itu, wanita di dalam mobil tersebut mencium pipi Eros, membuat Eros tertawa semakin lebar. Celine memejamkan mata, mencengkeram tasnya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih.

Inikah pria yang ia anggap sebagai malaikat penyelamatnya?

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
6 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status