Share

Bab 71

Author: Darlene
Sindy mengerutkan bibirnya. Setelah melirik ke arah kamar mandi, dia pun mengangkat ponsel itu.

Yang menarik perhatiannya adalah pesan dari Clara.

[Aku sudah di kediaman Sengadi. Kapan kamu datang?]

Pikiran Sindy mendadak kosong.

Apakah hubungan mereka telah mencapai tahap di mana mereka perlu bertemu dengan orang tua?

Tidak, tidak boleh!

Mendengar suara langkah kaki di luar koridor, Sindy buru-buru meletakkan kembali ponselnya. Detik berikutnya, Jason pun membuka pintu dan masuk.

Sindy menatapn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Putri Fashion
coba suruh Nando aja yg dtng sbg temnnya Clara
goodnovel comment avatar
Putri Fashion
lbh bagus lagi Jason gk datang
goodnovel comment avatar
Anisatul Uyun Uyun
dasar sindy wanita licik,wanita ular,gedeg bacanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 550

    Setelah Sandra dibawa pergi, ruang tamu yang tadinya gaduh menjadi sunyi senyap.Tiga lainnya juga mengerutkan kening. Mereka juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres.Apa ini benar-benar pengakuan yang dibuat secara spontan oleh Robert, atau jebakan yang direncanakan secara cermat? Jika Sandra benar-benar dalangnya, mana mungkin dia begitu mudah terpancing oleh beberapa kata dari Robert dan menguatkan kecurigaannya?Wajah Tuan Besar Irawan berubah pucat pasi. Tangannya yang memegang cangkir teh sedikit gemetar. Perselingkuhan istrinya dengan putranya bagaikan duri, tertancap dalam-dalam di bagian terdalam hatinya, membuatnya hampir tidak bisa bernapas.Dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai kepala rumah tangga yang berkuasa. Dia tidak pernah membayangkan bahwa istri, dan putranya yang tidak becus, akan melakukan hal keji seperti itu di belakangnya.Teh di dalam cangkir sedikit bergoyang. Matanya menunjukkan keterkejutan, kemarahan, dan rasa malu yang mendalam yang t

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 549

    Tuan Besar Irawan mengerutkan kening. "Apa maksudmu?""Aku nggak sengaja mendorong Kak Helen jatuh dari tangga. Aku ... aku nggak bermaksud mencelakainya," isak Robert. Wajahnya penuh penyesalan dan ketakutan. "Saat itu, aku bertengkar dengan Kak Helen. Aku takut dia .... Aku memang bajingan! Aku nggak seharusnya khilaf! Aku pantas mati!"Robert menampar dirinya sendiri berulang kali. Setiap tamparan lebih keras dari sebelumnya.Melvin mengulurkan tangan untuk menghentikannya. "Robert, mari kita bicarakan baik-baik. Jangan sampai melukai dirimu sendiri.""Ini salahku, Ayah! Aku memang bajingan. Aku sudah bersalah padamu!""Kamu bersalah padaku?" Tuan Besar Irawan merenungkan kata-katanya, lalu tiba-tiba melirik Sandra di sampingnya. Sandra tetap terpaku di tempat duduknya, tanpa bereaksi."Aku nggak seharusnya berhubungan dengan Sandra. Aku nggak seharusnya tergoda olehnya! Aku bajingan. Akulah yang mencelakai Kak Helen!"Kata-kata itu bagaikan petir yang menyambar di ruang tamu.Sandr

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 548

    Emosi Robert yang mulanya bergejolak mereda setelah mendengar kata-kata itu. Dia tahu betapa ayahnya menghargai Melvin. Saat ini, ayahnya mempercayakan semua urusan, baik besar maupun kecil, kepada Melvin. Bahkan, dia tidak diizinkan untuk ikut campur.Melvin telah mengamankan proyek besar di Argenta. Jika dia berhasil menjodohkan putri Alex dengan putra angkat Arman, semua usahanya akan sia-sia.Dia menenangkan dirinya. Otot rahangnya sedikit berkedut. "Jadi, apa rencanamu?""Karena masalah perselingkuhanmu dengan ibuku nggak bisa disembunyikan lagi, maka nggak perlu disembunyikan lagi."Robert terpaku di tempat. Jari-jarinya tanpa sadar mencengkeram ponselnya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Kamu gila?"Suara di telepon itu terdengar begitu dingin dan penuh dorongan. Setiap kata bagaikan jarum yang membeku, menusuk pikirannya yang kacau. "Korbankan bidak untuk menyelamatkan raja, bukankah Kak Robert selalu melakukannya dengan baik? Sama seperti saat bersama Kak Helen."Ja

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 547

    Clara tersenyum pasrah. "Aku tahu. Aku nggak bodoh. Mana mungkin aku meninggalkan barang begitu penting di rumah?"Victor tertegun, lalu dengan bingung menatap Clara yang menyeringai."Tuan Victor, apa ... yang terjadi?""Bibi, nggak apa-apa. Lanjutkan pekerjaan Bibi saja," bujuk Clara.Pelayan itu tidak bertanya lagi dan pergi ke dapur dengan hati-hati.Victor berkacak pinggang dan menarik napas dalam-dalam. Dia bergegas pulang dengan panik karena takut adiknya yang mengetahui hal ini akan mengalami nasib yang sama seperti Helen.Lagi pula, Clara baru saja kembali ke Keluarga Irawan, jadi Robert belum berani secara terbuka menyerangnya, tetapi itu bukan berarti dia tidak bisa menyerang Clara lebih dulu.Clara menyadari kekhawatiran pria itu dan menggenggam tangan kakaknya. "Aku nggak akan bertindak gegabah. Aku sudah menghapus rekaman dari perekam itu. Rekaman itu nggak bisa dipulihkan lagi. Toh, itu hanya dalih belaka.""Dalih?""Aku hanya ingin tahu apa Paman Robert akan datang untu

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 546

    Setelah pemakaman, Clara beserta ayah dan kakaknya pergi ke rumah sakit bersama Tuan Besar Irawan. Di bangsal, tampak Baron sedang menghibur Yena, yang sangat terpukul secara emosional.Tuan Besar Irawan bertanya kepada Melvin, "Apa kata dokter?""Mungkin dia mengalami gangguan mental karena nggak bisa menerima kematian ibunya."Tuan Besar Irawan melirik ke arah bangsal. Ekspresinya penuh ketidakberdayaan. "Belakangan ini, Keluarga Irawan makin sering mengalami masalah. Entah siapa dalang di balik semua masalah ini."Pria tua itu menarik napas dalam-dalam dan tidak berniat masuk ke bangsal untuk menjenguknya. Dia berbalik dan berpesan, "Biarkan ayahnya menemaninya. Utus orang untuk berjaga di sini. Jangan biarkan dia melakukan bunuh diri lagi."Tuan Besar Irawan berhenti di samping Alex dan berkata, "Alex, aku perlu bicara denganmu."Alex mengangguk. Setelah Tuan Besar Irawan pergi, dia menatap Victor dan berkata, "Antar adikmu pulang nanti.""Aku mengerti."Alex dan Tuan Besar Irawan

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 545

    Sopir berulang kali mengangguk dan mengemudikan mobil ke persimpangan untuk melakukan putar balik.Namun, saat Robert dan kelompoknya tiba di klinik kecantikan untuk mencari Dokter Saskia, mereka mendapati bahwa dia sudah tidak ada di sana. Robert berdiri dengan tangan di pinggang, menendang tempat sampah di koridor, dan tampak sangat marah.Helen mengetahui perselingkuhannya dengan Sandra, tetapi dia masih tetap memprovokasi mereka dengan cara yang tidak biasa ini. Wanita itu pasti menemukan bukti.Klinik kecantikan adalah tempat yang sering dikunjungi Helen.Tempat paling berbahaya adalah tempat paling aman, tetapi dia terlambat selangkah.Dia tiba-tiba teringat bahwa dia bertemu dengan Clara di klinik kecantikan.Jangan-jangan dia?Terlepas itu benar atau tidak, saat ini dia lebih memilih untuk percaya bahwa itu benar daripada percaya bahwa itu tidak benar.Sudah saatnya dia menyingkirkan dua kakak beradik itu.Tiga hari kemudian, berita kematian Helen menyebar luas. Mengenai penyeb

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 57

    Jason datang ke kamar Clara. Kebetulan, dia melihat wanita itu sedang minum obat.Clara tidak menyangka pria itu akan muncul tiba-tiba. Dia langsung menyimpan botol obat itu.Pria itu bergegas maju, lalu mencengkeram pergelangan tangannya, dan menatapnya tajam. "Apa yang kamu sembunyikan?"Clara mer

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 36

    Dalam dua hari berikutnya, setiap kali Clara memiliki operasi, entah kenapa dia selalu digantikan oleh orang lain. Bahkan, jabatannya juga dipindahkan ke unit gawat darurat.Clara mengambil laporan perubahan jabatan menuju ruangan Pak Frans. Dia mengetuk pintu.Setelah mendapat jawaban, dia mendoron

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 42

    Setelah Sindy pingsan, Jason terus menemaninya di bangsal sampai wanita itu terbangun."Jason…"Pria itu menggumam pelan. "Kamu sudah sadar?"Tepat di saat ini, Pak Frans mendorong pintu dan masuk ke bangsal. Dia berjalan mendekati Jason sambil tersenyum. "Pak Jason juga ada di sini."Jason hanya me

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 41

    Setelah terdiam sejenak, Jason pun mengalihkan pandangannya dan mencibir. "Kamu mengingatnya dengan sangat jelas."Clara tidak menanggapinya.Apa bisa dia tidak mengingat jelas?Dia mengingat semua kata 'menyakitkan' yang pernah diucapkan pria itu.Menghabiskan waktu enam tahun untuk menyadari semua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status