LOGINLi Jiao pikir, kehangatannya selama dua tahun belakangan cukup untuk melelehkan bongkahan es hati Feng Haoming. Namun nyatanya, dia hanya dianggap sebagai 'teman tidur'. Sakit hati dan kecewa, Li Jiao menyewa model pria dan tidur dengannya. Saat bangun, dia baru menyadari bahwa yang tidur dengannya bukanlah model pria. Dia adalah Fu Si Han, musuh bebuyutan Feng Haoming, sekaligus playboy kelas atas Kota Angin. Bagaimana kelanjutan hubungan Li Jiao dan Haoming, ketika di hati pria itu ada cinta pertamanya dan kehadiran Fu Si Han yang menuntut peetanggungjawaban?
View MoreSetelah mematikan panggilan telepon dari ayahnya, Jiao Jiao meletakkan ponselnya ke atas meja, lalu lanjut menyantap sarapannya dengan gerakan anggun dan tenag seolah panggilan telepon dari Li Wei tidak mengganggu mood-nya sama sekali. Fu Si Han yang tengah memotong roti meletakkan pisau dan garpu dengan perlahan di sisi piring, dia menatap Jiao Jiao. "Apa yang dia inginkan?" tanya Fu Si Han dengan nada tenang, tetap memperhatikan setiap perubahan ekspresi Jiao Jiao. Sejak awal, dia bisa mendengar dengan jelas semua pembicaraan Jiao Jiao dan Li Wei, tapi tetap bertanya hanya untuk mendengarkan langsung dari wanita itu Jiao Jiao menghela napas panjang, menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi sambil kedua tangannya menyilang di depan dadanya. "Dia menyalahkanku karena tidak pernah menjenguknya setelah dia masuk rumah sakit, memangnya dia pantas?" ujarnya dengan suara yang penuh rasa jijik. "Sejak kecil, dia tidak pernah memperlakukanku sebagai anaknya ... sekarang malah menye
Saat membuka matanya kembali, Jiao Jiao menemukan dirinya berada di kamar yang sama seperti terakhir kali—kamar Fu Si Han—tempat dirinya menghabiskan malam panjang dan penuh gairah. Jiao Jiao berbaring tengkurap, luka di tubuhnya sudah diobati dengan sangat hati-hati oleh Fu Si Han. Dia tidak berpindah dari sisi ranjang sejak Jiao Jiao diletakkan di sana. Fu Si Han memang menyuruh dokter pribadi memeriksa kondisi Jiao Jiao, tapi kemudian memutuskan untuk menangani luka-lukanya sendiri. Bagaimanapun, dia tidak percaya orang lain akan melakukan pekerjaannya dengan cermat, takut mereka menyakiti Jiao Jiao tanpa sengaja. Jiao Jiao merasa tubuhnya seolah remuk, terutama saat dia mencoba sedikit menggeser posisi tubuhnya. "Jangan bergerak," kata Fu Si Han tegas, tapi tetap memperlakukannya dengan lembut. "Lukamu baru saja dibalut." Jiao Jiao langsung patuh. "T
Di Fu Group, Fu Si Han tampak sibuk mengamati dokumen di tangannya ketika Ji Ling Shu masuk dengan tergesa-gesa dan melaporkan, "Tuan, sepertinya terjadi sesuatu pada Nona Jiao Jiao." Tanpa bertanya apa pun, Fu Si Han segera menutup dokumen yang ditelitinya. Dia beranjak berdiri, menutup kancing kemeja yang dikenakannya dan keluar dari ruangannya dengan wajah dingin yang telah ditutupi kabut gelap. Langkah Fu Si Han tergesa-gesa, tapi tetap berwibawa dan mantap. Di belakangnya, Ji Ling Shu menyusul bersama beberapa pengawal berpakaian serba hitam dan berwajah datar. "Dalam sepuluh menit aku ingin tiba di Kediaman Li!" Atas titah tak terbantah yang jatuh dari bibir Fu Si Han, mereka berkendara di jalanan yang telah dimanipulasi lampu lalu lintasnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung jalanan saat itu tidak begitu padat dan jarak tempuhnya tidak jauh, sehingga mereka hanya butuh sembilan menit untuk membawa Fu Si Han dan Ji Ling Shu yang terlihat seperti ingin memusnahkan
"Coba saja mendekat!" Jiao Jiao menatap orang-orang yang hendak menghampirinya dengan tatapan garang. Matanya seperti menyala dengan rasa marah dan sakit luar biasa.Namun, para penjaga tidak peduli—mereka hanya mengikuti perintah Tuan Li dan cepat menangkapnya dari kedua sisi, membuatnya tidak bisa bergerak bebas.Tuan Li tersenyum puas saat melihat para penjaga berhasil mengendalikan Jiao Jiao, dia menoleh kembali ke arah Haoming yang masih berdiri dengan wajah gelap. "Tuan Feng, apakah menghukumnya berlutut di aula leluhur sudah cukup?"Haoming tidak langsung menjawab. Dia melihat Li Na yang berlumuran darah di pelukannya, lalu perlahan menyapu Jiao Jiao dengan tatapan lebih dingin dari es. "Terlalu ringan untuk apa yang dia lakukan," katanya kejam dan menusuk hati. Dia diam sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang jauh lebih dingin dan tanpa belas kasih, seolah tidak pernah ada kasih sayang di antara dirinya dan Jiao Jiao selama tiga tahun belakangan. "Sepertinya aku pernah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.