Share

derita mendalam

Viona merasa darahnya mendidih ketika mendengar teman-temannya masih terus mengolok-olok dan menyebutnya dengan kata-kata yang menyakitkan. Dengan hati yang penuh amarah, ia bangkit dari tempat duduknya dan dengan langkah mantap menuju pintu toilet. Tanpa ragu, ia menggebrak pintu toilet dan muncul di hadapan teman-temannya.

"Kalian berani sekali, ya?! Apa kalian merasa senang dengan omongan kalian yang tidak tahu benar apa yang sebenarnya terjadi?! Sudah cukup! Saya tidak akan membiarkan kalian merendahkan saya dengan kata-kata kotor seperti itu!" bentak Viona dengan suara gemuruh.

Teman-temannya terkejut melihat Viona yang tiba-tiba muncul di depan mereka. Namun, jauh dari merasa bersalah, mereka justru membalas dengan nada sombong.

"Apa-apaan sih, Viona? Kita cuma ngomong beneran aja. Kalo kamu nggak mau disebut pelacur, ya jangan kayak gitu dong," ujar salah satu dari mereka dengan nada merendahkan.

"Kamu nggak tahu apa-apa, Viona. Jangan sok suci deh," timpal teman yang lain s
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status