Startseite / Romansa / Forbidden Desire / 7. Jangan Serakah

Teilen

7. Jangan Serakah

last update Veröffentlichungsdatum: 06.05.2026 18:03:12

"Aku tidak bisa menerima kartu ini, tolong kembalikan pada Ayahmu." Luvella menyodorkan kartu yang telah diberikan oleh Gael padanya tadi.

"Terima saja. Apa yang sudah diberikan untukmu berarti menjadi milikmu." Diello tidak menerima kartu dari Luvella.

Ponsel Diello berdering. Ia melihat ke siapa yang memanggilnya, lalu kemudian mengalihkan pandangannya pada Luvella lagi. "Ganti pakaianmu dan istirahatlah. Aku akan keluar untuk menjawab panggilan." Diello segera keluar dari kamarnya. Pria itu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Forbidden Desire   8. Sibuk Dengan Wanita Lain

    Pagi harinya Luvella dan Diello pergi ke ruang makan bersama. Di sana ada anggota keluarga Alterion kecuali Gael yang tidak pulang semalam."Istriku, silahkan duduk." Diello menarik kursi untuk Luvella.Luvella duduk, Diello juga duduk di sebelah Luvella. Suasana di meja makan itu selalu tidak nyaman bagi Diello, tapi pria itu bersikap santai meski ia tahu tiga orang yang ada di sana tidak menyukainya sama sekali."Maafkan kami karena sedikit terlambat, kami adalah pengantin baru, kalian pasti mengerti." Diello berkata dengan santai.Henry mendengkus tidak suka. "Berhenti bicara dan makanlah!""Baik, Kakek." Diello tersenyum. Pria itu kemudian mengalihkan pandangannya ke Luvella. "Istriku, makan lebih banyak. Semalam kau menghabiskan banyak energimu."Luvella menatap Diello sejenak, Diello terlalu banyak memuntahkan omong kosong. Nyatanya semalam mereka tidak melakukan apapun. Luvella tahu bahwa Diello sengaja melakukannya untuk memprovokasi Lexion. Pria ini benar-benar terlalu kekana

  • Forbidden Desire   7. Jangan Serakah

    "Aku tidak bisa menerima kartu ini, tolong kembalikan pada Ayahmu." Luvella menyodorkan kartu yang telah diberikan oleh Gael padanya tadi."Terima saja. Apa yang sudah diberikan untukmu berarti menjadi milikmu." Diello tidak menerima kartu dari Luvella.Ponsel Diello berdering. Ia melihat ke siapa yang memanggilnya, lalu kemudian mengalihkan pandangannya pada Luvella lagi. "Ganti pakaianmu dan istirahatlah. Aku akan keluar untuk menjawab panggilan." Diello segera keluar dari kamarnya. Pria itu menjawab panggilan di ponselnya."Ada apa?""Tuan, seseorang mencoba membobol system keamanan kita. Saat ini tim kita sedang menanganinya, tapi kali ini tampaknya lawan cukup sengit.""Aku akan segera ke sana.""Baik, Tuan."Diello menutup panggilannya. Ia kembali melangkah menuju ke kamarnya.Luvella baru akan melepaskan pakaiannya saat Diello masuk."Aku akan pergi, tidurlah duluan jangan menungguku." Diello mengecup puncak kepala Luvella lalu kemudian keluar lagi dari kamar itu.Luvella berg

  • Forbidden Desire   6. Hanya Bisa Memilih Satu

    Suasana di ruang makan itu kini hening. Lexion menatap Diello dengan tajam. Kedua tangannya mengepal kuat.Selena menatap Luvella, tampaknya ia akan terus bersinggungan dengan wanita ini mulai sekarang. Selena tidak mengerti kenapa dua bersaudara Alterion menyukai Luvella."Ayo mulai makan malamnya," seru Gael.Tidak ada yang bersuara, orang-orang di sana mengikuti ucapan Gael. Meski ada beberapa keluhan di hati Jena dan Lexion mereka tidak mengatakannya."Makan lebih banyak, Istriku." Diello mengambilkan makanan untuk Luvella. Panggilan 'istriku' yang diucapkan oleh Diello membuat Lexion menggenggam gagang pisau di tangannya dengan kuat.Diello telah merusak rencananya. Dan yang lebih tidak dia mengerti lagi adalah Luvella bisa secepat itu memutuskan menikah dengan Diello.Luvella tidak banyak bicara, ia hanya menyantap makanannya.Setelah beberapa waktu, makan malam itu berakhir."Luvella, ayo ikut Ayah ke ruang kerja Ayah." Gael bicara pada Luvella. Pria itu sudah mengakui Luvella

  • Forbidden Desire   5. Tidak Ada Yang Berlebihan Tentang Istriku

    Saat Luvella akan memulai makan malamnya, Diello kembali. Pria itu mendekati Luvella lalu kemudian mengecup puncak kepala Luvella."Lanjutkan makanmu, aku akan membersihkan tubuhku dulu baru makan."Luvella diam, meski kecupan itu sudah berlalu, tapi rasanya masih seperti tertinggal di sana. Jika yang memberikan kecupan adalah Lexion yang dulu, maka saat ini ia pasti akan tersenyu. Hanya saja, kecupan ini berasal dari Diello. Reaksi tubuhnya hanya ketidaknyamanan.Lima belas menit kemudian Diello bergabung ke ruang makan. Pria itu menyantap makan malamnya dengan tenang sembari sesekali memperhatikan wajah Luvella."Apakah kau tidak akan bertanya ke mana saja aku seharian ini?" Diello memulai percakapan.Luvella memiringkan wajahnya menatap Diello. "Aku tidak peduli ke mana kau pergi. Lakukan apapun yang kau sukai, aku tidak akan menghentikanmu.""Aku benar-benar tidak salah memilih istri." Diello tertawa ringan.Luvella sudah selesai makan. "Aku sudah selesai.""Aku belum selesai, te

  • Forbidden Desire   4. Sebelum Aku Berubah Pikiran

    Diello sudah selesai membersihkan tubuhnya, sekarang pria itu menunggu Luvella selesai mandi.Pria itu menunggu selama beberapa menit, sampai akhirnya Luvella keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya.Diello bersiul, menggoda Luvella. Pria itu berdiri dari ranjang dan melangkah mendekati Luvella. Ia masih mengenakan handuk yang ia pakai tadi."Sudah siap untuk malam pertama pernikahan kita, Luvella?"Luvella sangat tidak nyaman mendengarnya, tapi dia sudah menikah dengan Diello, suka atau tidak suka dia masih harus berhubungan seks dengan pria ini."Potong omong kosongnya, mari lakukan saja." Luvella tidak bisa berbasa-basi dengan Diello."Ah, kau sepertinya sudah tidak sabar lagi, baiklah kalau begitu." Diello meraih pinggang Luvella, menariknya hingga tubuh mereka saling menempel. Pria itu mencium bibir Luvella dengan penuh gairah.Luvella tidak bereaksi sesaat, tubuhnya kaku. Selama dua puluh lima tahun dia hidup, Lexion adalah satu-satunya pria yang pernah menciumnya."Berg

  • Forbidden Desire   3. Syarat

    Luvella telah mengetahui di mana Diello berada, jadi ia segera mendatangi pria itu. Dan sekarang ia sudah ada di sebuah klub malam terbesar di ibu kota. Luvella memasuki sebuah ruangan VIP.Saat ia sampai di sana, ia melihat Diello bersama dengan beberapa sahabat prianya ditemani oleh banyak wanita penghibur sedang bersenang-senang.Diello dengan cepat menyadari kedatangan Luvella. Pria itu mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar orang-orang di ruangan itu diam.Diello berdiri dari tempat duduknya lalu kemudian melangkah menuju ke Luvella. "Calon Ipar, apa yang kau lakukan di sini? Apakah kau datang khusus untuk bertemu denganku?""Ada hal yang perlu aku bicarakan denganmu."Diello tersenyum ringan. "Aku sangat penasaran dengan hal yang ingin kau bicarakan denganku." Ia kemudian mengangkat tangannya lagi, mengisyaratkan agar orang-orang di sana meninggalkan tempat itu.Dua sahabat Diello pergi, enam wanita yang bersama mereka juga pergi, sekarang yang tersisa di ruangan itu hanya D

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status