Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 32. Menolak Upah Besar

Share

Bab 32. Menolak Upah Besar

Author: Andy Lorenza
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-27 03:32:33

Aku kembali melanjutkan pekerjaan kali ini fokus di perkarangan rumah bagian belakang, rumput-rumput yang tumbuh d isekitaran batang buah-buahan ia bersihkan lalu ditumpukan di lobang tempat pembakaran sampah. Sama halnya bekerja di pasar tubuh ku kelihatan bermandikan keringat, bedanya pekerjaan yang aku lakukan di rumah Dola Guru ku itu tidak seberat saat aku berulangkali mengantarkan bungkusan pecahan es ke lantai atas pasar tempat penjual daging dan ikan.

Mentari tampak condong di ufuk bara
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 128. Dola Kecewa

    “Ryan pindah kos? Aku nggak ada dikasih tahunya, Mas. Mas Sugeng tahu nggak tempat kosnya yang baru?” tanya Dola yang tak kalah kagetnya mengetahui aku diam-diam telah pindah dari kos-kosan itu.“Tempatnya sih aku nggak tahu persis, Bu. Ryan hanya bilang cari kos-kosan yang dekat dengan kampus,” jawab Sugeng.Dola hanya diam sepertinya tengah memikirkan ke mana aku pindah kos, jika kampus yang dikatakan Sugeng, di Kota P itu banyak sekali terdapat kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta, Dola tiba-tiba ingat perguruan tinggi negeri yang memberikan undangan pada siswa-siswanya yang berprestasi saat ujian akhir di sekolahnya, dengan buru-buru Dola menghabiskan sate pesanannya itu.“Nih Mas uangnya! Aku pamit dulu ya, kali aja aku bisa temuin nanti tempat kos Ryan itu.” tutur Dola berdiri dari duduknya sembari membayar sate pesanannya pada Sugeng.“Loh, kok buru-buru sih Bu?” tanya Sugeng.“Takut nanti kemalaman mencari kos Ryan yang baru itu, soalnya dia kan nggak nyebutin tempat y

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 127. Dola Ke Kos Lama Ku

    Hal itu jelas tak mudah dilakukan, mengingat aku telah terlanjur menaruh hati pada mantan Guru ku itu, dengan cara menghindar seperti yang aku lakukan saat ini bisa jadi akan menimbulkan resiko dibenci oleh wanita yang pertama kali mampu menimbulkan rasa sayang di hati ku itu.“Semua pakaianmu udah kamu masukan ke dalam lemari, Ryan?” tanya Eva.“Udah Tante.”“Nah, sekarang yuk ikut aku! Akan aku perkenalkan kamu dengan para penghuni kos-kosan di sebelah!” ajak Eva, aku mengangguk lalu mengikuti Eva melangkah menemui para penyewa kos-kosannya.Sebagian besar penghuni kos-kosan itu memang belum kembali ke sana, karena masih berada di daerah atau desa mereka masing-masing. Karena memang hampir 75% dihuni oleh mahasiswi yang baru akan tiba 2 minggu ke depan saat kegiatan kuliah dimulai, sementara yang ada di sana para wanita muda yang bekerja di kantor instansi pemerintah dan swasta.Eva memperkenalkan aku kepada mereka sebagai keponakannya sendiri, dan aku ditugaskan untuk mengawasi dan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 126. Takan Libatkan Perasaan Lagi

    “Ya Mas Ryan, Nyonya baru saja pulang mengantar anaknya ke sekolah. Silahkan masuk, Mas!” ujar pembantu rumah Eva yang memang telah mengetahui nama ku dari Nyonya rumahnya sembari membuka pintu pagar.“Makasih Bi,” ucap ku, aku pun menuju beranda rumah dengan membawa koper tempat pakaian ku.“Nyonya, ada Mas Ryan di luar!” seru Pembantu Eva.“Ya Bi, sebentar! Aku ganti pakaian dulu! Bi Ani buatkan saja minum untuk Ryan!” saut Eva dari dalam kamarnya.“Baik Nyonya,” pembantu yang bernama Ani itu pun segera ke ruang belakang membuatkan minum untuk ku yang menunggu di ruang tamu.Beberapa menit berselang Eva pun ke luar dari kamarnya lalu menghampiri ku di ruang tamu, sementara di sana Bi Ani telah menyuguhkan 2 gelas teh hangat di atas meja.“Gimana kiita berangkat sekarang, Ryan?” tanya Eva.“Ntar lagi ya, Tante? Nih, Bi Ani udah repot-repot buatkan minum.” jawab ku sembari tersenyum.“Oh iya ya, sampai lupa jika tadi aku menyuruhnya untuk membuatkan minum. Yuk, diminum dulu teh nya!”

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 125. Pindah Kos

    Om Ramlan memaksa hingga ia masukan sendiri ke dalam saku baju kemeja yang aku kenakan, sementara aku cepat-cepat meraba saku baju dan mengeluarkan kembali uang itu.“Kalau memang uang ini harus aku terima, segini saja Om nanti kalau butuh aku akan bilang sama Om lagi.” tutur ku mengembalikan uang sebesar Rp. 300.000,- lagi.“Kamu ini ya paling susah kalau dikasih uang, selalu saja ada alasanmu. Ya udah, jika kamu butuh biaya mendadak nanti jangan sungkan-sungkan untuk bicara! Kalau nggak ketemu Om di rumah kamu bisa minta sama Tantemu!” ujar Om Ramlan.“Iya Ryan nanti jika Om mu nggak ada di rumah, Tante yang akan ngasih.” tambah Tante Dewi.“Makasih Om, Tante.” ucap ku.“Sebenarnya kedatangan ku ke sini bukan untuk membicarakan soal biaya kuliah, melainkan rencananya besok pagi aku akan pindah kos yang lokasinya dekat dari kampus.” sambung ku.“Oh begitu? Ya itu bagus, kamu akan mudah ke kampus tanpa harus naik angkot ataupun bus kota lagi. Berapa sewa kos di sana perbulanya biar Om

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 124. Memendam Rindu

    Sementara aku setelah membantu Sugeng berkemas-kemas karena satenya sudah habis, segera kembali ke ruangan kos untuk beristirahat, karena tadi siang hingga sore bersama Eva cukup melelahkan tubuh ku. Besok sore aku rencanakan akan mengunjungi Om Ramlan sekeluarga di rumahnya, sekedar untuk pamitan karena lusa akan pindah kos, dan tentu juga membicarakan soal kuliah ku.Aku pun berfikir ini lah momen yang tepat untuk bisa menghindar dari Dola, karena seperti yang telah aku janjikan pada Bram akan menjauh dari kehidupan rumah tangga mereka, aku pun menyakini jika Bram suatu saat nanti dapat membahagiakan Guru ku itu, aku iklas jika suatu hari nanti Dola akan membenci ku, itu semua aku lakukan demi ingin melihat Guru ku itu bahagia.****Siang itu Siska kembali kekos-kosan ditemani Bi Minah dan satpam rumah kedua orang tuanya, setelah beres-beres seluruh barang milik Siska pun segera dibawa ke depan gang. Siska pun pamitan pada tetangga-tetangga sebelah, tak terkecuali dengan keluarga Su

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 123. Siska Temui Orang Tuanya

    “Moga saja Siska bisa diterima kembali oleh kedua orang tuanya, kasihan dia suaminya benar-benar tak tahu diuntung.” harap Sugeng.“Iya Mas, moga aja,” ucap ku singkat.“Begitulah Ryan salah satu problema hidup, terutama dalam berumah tangga. Ada saja masalah yang akan timbul, apalagi sejak awal berumah tangga itu udah bermasalah.” tutur Sugeng.“Iya Mas, tapi aku senang melihat keluarga Mas dan Mbak Ningsih yang selalu akur. Meskipun hidup dengan kesederhaan, namun kebahagian dalam berumah tangga benar-benar kalian raih.” puji ku.“Ya, alhamdulilah Ryan. Kami sejak dulu saling mengerti dan mau menerima apa adanya dengan rumah tangga yang kami jalani, begitu pula jika ada masalah kami selalu selesaikan dengan kepala yang dingin hingga terhindar dari percecokan yang mudah sekali timbul jika kita tak bisa menahan diri.” tutur Sugeng, aku mengangguk dengan senyum kagum, obrolan kami terhenti sejenak saat Sugeng musti melayani pelanggan yang mulai datang.****Dengan menggunakan taksi Sis

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 31. Kerja Di Rumah Bu Dola

    “Nah, sekarang saatnya aku ganti pakaian ya Bu? Setelah itu apa yang harus aku kerjakan di sini?” tanya ku berdiri dari duduk hendak ke kamar mandi mengganti pakaian seragam sekolah dengan pakaian yang akan aku pakai untuk bekerja.“Kamu mau ke mana, Ryan?” Bu Dola balik bertanya saat ia melihat ak

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 26. Semangat Bekerja

    Letak pasar sentral Kota P tidak jauh dari lokasi sekolah ku, hingga aku memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju pasar dan ruko milik Ko Aheng tempat aku bekerja. Begitu sampai diruko aku segera masuk ke kamar mandi, untuk mengganti pakaian ku yang telah aku persiapkan di dalam tas.Aku kembali

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 29. Kebaikan Ko Aheng

    Di atas angkot aku masih kepikiran dengan kebaikan Ko Aheng itu, bukan saja karena hari itu aku mendapatkan uang darinya sebesar Rp. 14.000,- bersama upah kerja, tapi juga Ko Aheng bersedia menerima ku bekerja kembali kapan pun aku mau.Hidup di kota memang penuh dinamika, saudara sendiri terkadang

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 27. Terasa Hambar

    Apa yang selama ini tidak membuatnya terlalu curiga pada Deni, saat mendengar Riko sahabat mereka bercerita melalui sambungan telepon kabel, kalau Deni suaminya itu tengah terlibat jalinan cinta terlarang dengan seorang wanita karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. Dola seakan tidak percaya deng

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status