Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 33. Dola Kaget

Share

Bab 33. Dola Kaget

Author: Andy Lorenza
last update publish date: 2026-01-27 03:33:10

“Oh, jadi kemarin itu saat kamu ngobrol sama Bu Siska, dia bilang begitu sama kamu?”

“Iya Mas, malahan ia juga bilang jika kiriman orang tuaku lambat datangnya dan aku harus membayar SPP dengan segera. Bu Siska memintaku datang ke rumahnya, nanti akan diberikan pinjaman uang. Tapi selagi aku bisa bekerja dan mendapatkan upah untuk menutupi kekurangan itu, aku nggak akan merepotkan siapa-siapa Mas,” jawab ku.

“Aku bangga padamu, Ryan. Aku yakin kelak kamu bakal jadi orang yang sukses, karena kam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 186. Kehancuran Deni Dan Jenny

    “Emangnya dia selalu bayar segitu, pria yang diajaknya kencan dalam se malam?” tanya Eva yang merasa uang diberikan Jenny untuk ku itu cukup banyak.“Nggak juga sih, malahan pria yang aku temui di night club membantu rencanaku mendekatinya tadi malam hanya dibayar Rp. 200.000,- sekali kencan.” jawab ku.“Hemmm... Berarti dia sangat puas dengan layananmu tadi malam, makanya kamu diberi uang segitu banyaknya.” ujar Eva diiringi senyumnya.“Walaupun banyak tapi uang ini dari Om ku sendiri, untung aja aku dapat membongkar kelakuannya sekarang, kalau dibiarkan berlarut-larut bukan nggak mungkin Om Ramlan bisa bangkrut dipeloroti untuk kesenangannya sendiri.” tutur ku kesal.“Ya juga sih, secara dia mencari kesenangan itu bukan uangnya sendiri melainkan dari suaminya.” Tambah Eva.“Gimana mau punya uang sendiri jika dia sejak dinikahi Om Ramlan hanya enak-enakan saja di rumah, padahal kalau dia mau seperti Tante membuka usaha, aku rasa dari dulu ia bisa wujudkan itu karena Om Ramlan pasti m

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 185. Jenny Diusir

    “Iya Mas, aku janji akan merahasiakannya dari Ryan. Ide yang Mas katakan itu sangat bagus dan tepat, Aku rasa udah sepantasnya pula kita ke desa mengunjungi dan membantu Mas Ardi sekeluarga. Selama ini boleh dikatakan nggak ada sedikitpun yang kita berikan pada mereka, selain hubungan keluarga yang masih terjalin baik hingga sekarang ini.” ujar Tante Dewi menyetujui usulan suaminya itu.“Akhir bulan ini kita mengunjungi Mas Ardi di desa, bawa anak-anak sekalian agar mereka tahu pula keadaan desa tempat kelahiran Papanya.” ucap Om Ramlan, Tante Dewi mengangguk setuju dan merasa senang akan diajak pulang ke desa mengunjungi keluarga ku.****Sekitar jam 4 sore Om Ramlan mengunjungi Jenny di kediamannya, rumah tempat kediaman istri mudanya itu memang tak sebesar rumah yang dihuni Tante Dewi, tapi segala isi dan kemewahan di rumah itu tak kalah jauh dengan yang ada di rumah Tante Dewi. Setelah menghentikan mobil yang ia kemudikan sendiri di halaman rumah itu, Om Ramlan segera ke luar lalu

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 184. Pengorbanan Ku

    Tante Dewi tak habis pikir kenapa aku sampai se nekat itu demi membongkar kelakuan Jenny, dalam hatinya saat itu merasa bersalah karena ia paling menginginkan aku membantunya menyelediki Jenny, namun ia tak mampu berucap apa-apa saat itu selain ikut menyaksikan aku mengirim foto-foto yang ada di ponsel ku ke ponsel milik suaminya itu.Sementara Om Ramlan belum kepikiran sampai ke situ, yang ada di benaknya saat itu secepatnya ingin mengurus perceraiannya dengan bukti yang ia dapatkan dari ku. Sedangkan aku berusaha untuk tetap tenang mempersiapkan diri jika Om Ramlan akan bertanya banyak hal kepada ku.Semua foto yang ada di ponsel telah aku kirimkan ke ponsel Om Ramlan, aku kembali meneguk kopi hangat dan menyulut sebatang rokok agar pikiran ku agak tenang, karena bagaimanapun juga aku tetap merasa kuatir kalau-kalau Om Ramlan mempermasalahkan hal yang telah aku lakukan itu.“Nah, sekarang foto-foto ini udah ada di ponsel Om nanti sore aku akan menemui Jenny. Makasih Ryan, kamu udah

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 183. Membongkar Kelakuan Jenny

    Apa yang menjadi alasan ku tak ingin diantar Jenny memang benar, aku tidak langsung pulang ke kediaman ku melainkan menuju suatu tempat, hanya saja bukan rumah teman yang aku katakan tadi pada Jenny, melainkan rumah Tante Dewi dan di hari minggu itu tentu saja Om Ramlan juga berada di sana.Kedatangan ku pagi itu tentu saja membuat Om Ramlan dan Tante Dewi kaget, karena memang tak biasanya aku berkunjung ke sana pagi-pagi begitu, biasanya jika aku ingin berkunjung selepas tengah hari dan sore harinya.“Wah, tumben pagi-pagi sekali kamu datang ke sini, Ryan!” seru Om Ramlan menyambut ku di teras, saat ia melihat dari dalam rumah aku berjalan memasuki halaman.“Iya Om, karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada Om.” ujar ku saat telah tiba di teras itu.“Ayo, kita masuk!” ajak Om Ramlan.“Kayaknya seru di teras ini aja, Om. Di sini udara pagi terasa sangat segar,” ujar ku.“Oh ya udah kalau begitu, kita duduk di sini aja.” Om Ramlan urungkan niatnya untuk mengajak ku masuk ke

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 182. Menjebak Jenny Di Ranjang

    “Tante juga sangat cantik, Aku senang sekali dapat berkenalan dan menemani Tante malam ini.” ujar ku balas tersenyum seraya lebih mendekatkan tubuh ke istri muda Om ku itu, hal itu tentu saja membuat Jenny semakin senang.Karena aku hanya suka minum bir di antara minum-minuman yang ada di meja itu, Jenny jadi ikut-ikutan dan tentu saja tak membuat ia mabuk berat seperti yang sering ia lakukan bersama Rocky malam-malam sebelumnya. Sekitar jam 11 malam Jenny pun mengajak ku ke luar dari night club itu, awalnya Jenny menawarkan agar aku yang mengemudi mobil namun aku bilang belum bisa, akhirnya Jenny sendiri yang mengemudikan mobilnya membawa ku ke sebuah hotel mewah.Diajak ke hotel bukan hal yang baru lagi bagi ku, dan aku pun sudah bisa menebak apa tujuan Jenny membawa ku ke sana, dengan pengalaman yang aku dapati aku tak merasa canggung saat tiba di kamar hotel dan Jenny langsung mengajak ku bercinta. Karena tujuan ku untuk membongkar perilaku buruk yang dilakukan istri muda Om ku it

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 181. Hampiri Jenny Di Night Club

    “Ya Tante, nanti sekali waktu aku dan Tante Eva pasti akan mampir ke sana.” ujar ku.“Baiklah Ryan, karena hari udah semakin sore aku pamit pulang dulu ya? Kapan-kapan aku akan berkunjung lagi ke sini, aampai salamku pada Eva!” ucap Dola.“Ya Tante, nanti aku sampaikan.” ujar ku mengiringi Dola berdiri dan berjalan akan ke luar dari ruangan cafe itu.Setibanya di depan meja kasir yang memang berada di depan pintu ke luar cafe itu, Dola hentikan langkahnya, Dola bertanya pada Lusy berapa biaya makanan yang tadi dipesan Eva di mejanya itu, Lusy tak mau menjawab dan bilang tak usah dibayar, namun Dola ngotot dan takan berkunjung ke cafe itu lagi jika tak disebutkan dan menerima uang untuk membayar pesanan di mejanya itu.Karena Dola ngotot dan bilang begitu, Lusy akhirnya menyebutkan berapa jumlah yang harus dibayar, setelah membayarnya Dola baru melangkah ke luar dari ruangan cafe menuju mobilnya, aku pun mengantar mantan Guru ku itu hingga ke mobil.“Aku pamit ya Ryan? Janji ya kapan-k

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 27. Terasa Hambar

    Apa yang selama ini tidak membuatnya terlalu curiga pada Deni, saat mendengar Riko sahabat mereka bercerita melalui sambungan telepon kabel, kalau Deni suaminya itu tengah terlibat jalinan cinta terlarang dengan seorang wanita karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. Dola seakan tidak percaya deng

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 25. Lani Merasa Senang

    Malam itu di rumah Bu Dola kedatangan seorang pria yang telah hampir sebulan tidak mengunjungi Guru cantik itu, pria yang bernama Deni itu merupakan suaminya yang baru kembali dari luar kota. Harusnya ada kehangatan tersendiri saat mereka berkumpul kembali, namun hal yang terlihat justru sebaliknya

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 55. Keceriaan Di Desa

    “Berangkat jam berapa tadi, Nak?” tanya Ibu yang tak dapat menyembunyikan rasa kangen pada ku putra sulungnya.“Dari terminal bus jam 8 pagi, Bu.” jawab ku yang telah duduk di ruang depan bersama kedua orang tua dan adik-adik ku.“Oh ya Bu, Ayah! Aku berhasil meraih rangking 1 di kelas dan naik ke

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 38. Kenyaman Hati Dola

    “Hemmm... Aku nggak pernah ingin berkata yang nggak sejalan dengan hatiku, Tante. Apa yang aku lihat dan nilai, akan aku katakan apa adanya.” Dola menatap lekat ke wajah ku seolah-olah mencari kebenaran atas semua yang aku ucapkan, Dola kemudian tersenyum dan merasa yakin kalau aku benar-benar berk

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status