Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 33. Dola Kaget

Share

Bab 33. Dola Kaget

Author: Andy Lorenza
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-27 03:33:10

“Oh, jadi kemarin itu saat kamu ngobrol sama Bu Siska, dia bilang begitu sama kamu?”

“Iya Mas, malahan ia juga bilang jika kiriman orang tuaku lambat datangnya dan aku harus membayar SPP dengan segera. Bu Siska memintaku datang ke rumahnya, nanti akan diberikan pinjaman uang. Tapi selagi aku bisa bekerja dan mendapatkan upah untuk menutupi kekurangan itu, aku nggak akan merepotkan siapa-siapa Mas,” jawab ku.

“Aku bangga padamu, Ryan. Aku yakin kelak kamu bakal jadi orang yang sukses, karena kam
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 183. Membongkar Kelakuan Jenny

    Apa yang menjadi alasan ku tak ingin diantar Jenny memang benar, aku tidak langsung pulang ke kediaman ku melainkan menuju suatu tempat, hanya saja bukan rumah teman yang aku katakan tadi pada Jenny, melainkan rumah Tante Dewi dan di hari minggu itu tentu saja Om Ramlan juga berada di sana.Kedatangan ku pagi itu tentu saja membuat Om Ramlan dan Tante Dewi kaget, karena memang tak biasanya aku berkunjung ke sana pagi-pagi begitu, biasanya jika aku ingin berkunjung selepas tengah hari dan sore harinya.“Wah, tumben pagi-pagi sekali kamu datang ke sini, Ryan!” seru Om Ramlan menyambut ku di teras, saat ia melihat dari dalam rumah aku berjalan memasuki halaman.“Iya Om, karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada Om.” ujar ku saat telah tiba di teras itu.“Ayo, kita masuk!” ajak Om Ramlan.“Kayaknya seru di teras ini aja, Om. Di sini udara pagi terasa sangat segar,” ujar ku.“Oh ya udah kalau begitu, kita duduk di sini aja.” Om Ramlan urungkan niatnya untuk mengajak ku masuk ke

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 182. Menjebak Jenny Di Ranjang

    “Tante juga sangat cantik, Aku senang sekali dapat berkenalan dan menemani Tante malam ini.” ujar ku balas tersenyum seraya lebih mendekatkan tubuh ke istri muda Om ku itu, hal itu tentu saja membuat Jenny semakin senang.Karena aku hanya suka minum bir di antara minum-minuman yang ada di meja itu, Jenny jadi ikut-ikutan dan tentu saja tak membuat ia mabuk berat seperti yang sering ia lakukan bersama Rocky malam-malam sebelumnya. Sekitar jam 11 malam Jenny pun mengajak ku ke luar dari night club itu, awalnya Jenny menawarkan agar aku yang mengemudi mobil namun aku bilang belum bisa, akhirnya Jenny sendiri yang mengemudikan mobilnya membawa ku ke sebuah hotel mewah.Diajak ke hotel bukan hal yang baru lagi bagi ku, dan aku pun sudah bisa menebak apa tujuan Jenny membawa ku ke sana, dengan pengalaman yang aku dapati aku tak merasa canggung saat tiba di kamar hotel dan Jenny langsung mengajak ku bercinta. Karena tujuan ku untuk membongkar perilaku buruk yang dilakukan istri muda Om ku it

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 181. Hampiri Jenny Di Night Club

    “Ya Tante, nanti sekali waktu aku dan Tante Eva pasti akan mampir ke sana.” ujar ku.“Baiklah Ryan, karena hari udah semakin sore aku pamit pulang dulu ya? Kapan-kapan aku akan berkunjung lagi ke sini, aampai salamku pada Eva!” ucap Dola.“Ya Tante, nanti aku sampaikan.” ujar ku mengiringi Dola berdiri dan berjalan akan ke luar dari ruangan cafe itu.Setibanya di depan meja kasir yang memang berada di depan pintu ke luar cafe itu, Dola hentikan langkahnya, Dola bertanya pada Lusy berapa biaya makanan yang tadi dipesan Eva di mejanya itu, Lusy tak mau menjawab dan bilang tak usah dibayar, namun Dola ngotot dan takan berkunjung ke cafe itu lagi jika tak disebutkan dan menerima uang untuk membayar pesanan di mejanya itu.Karena Dola ngotot dan bilang begitu, Lusy akhirnya menyebutkan berapa jumlah yang harus dibayar, setelah membayarnya Dola baru melangkah ke luar dari ruangan cafe menuju mobilnya, aku pun mengantar mantan Guru ku itu hingga ke mobil.“Aku pamit ya Ryan? Janji ya kapan-k

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 180. Kembali Bertemu

    “Tante Eva memanggilku?” tanya ku setelah aku tiba di meja tempat Eva dan Dola ngobrol.“Iya Ryan, nih ada Dola juga di sini. Duduklah!” jawab Eva.“Apa kabar Tante?” sapa ku pada Dola diiringi seulas senyum.“Baik Ryan, kamu sendiri?” ucap Dola balik bertanya.“Baik juga.” ujar ku agak kaku.“Nah, kalian ngobrol aja dulu di sini ya? Aku mau lanjutin memeriksa laporan bulanan dari Lusy.” tutur Eva yang sengaja ingin memberi waktu untuk kami berdua agar lebih leluasa ngobrolnya.“Ya Tante.” ulas ku, Eva pun segera berlalu dari meja itu kembali ke ruangannya, sementara sepeninggalnya Eva kami lanjutkan obrolan.“Tante Dola udah lama tiba di sini?” tanya ku.“Sekitar setengah jam yang lalu. Oh ya, bagaimana dengan kuliahmu?” Dola balik bertanya.“Lancar-lancar aja, Tante.”“Aku minta maaf ya, karena beberapa waktu lalu pernah kasar padamu.” ucap Dola dengan raut wajah yang memang menampakan penyesalan.“Udahlah Tante, nggak perlu diingat lagi kejadian itu. Aku sendiri udah melupakan dan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 179. Karena Eva Terlalu Baik

    Dari jam 11 siang aku yang telah pulang dari kuliah langsung menuju cafe tanpa menunggu jemputan dari Eva yang saat itu tengah sibuk pula mengurus anak-anaknya di sekolah, situasi cafe saat itu masih sepi hanya 4 hingga 6 orang saja yang datang berkunjung. Karena belum ada yang bisa dilakukan di sana, aku duduk-duduk saja ngobrol dengan Lusy di meja kasir sambil menunggu kedatangan Eva.“Udah lama kamu bekerja di cafe ini, Lusy?” tanya ku.“Udah masuk 3 tahunan Mas.” jawab Lusy.“Kamu nggak sekolah, lagi?”“Aku baru aja tamat SMA tahun kemarin, sebelumnya Bu Eva mengizinkan aku bekerja sepulang dari sekolah dari jam 1 siang hingga jam 8 malam.” jawab Lusy lagi.“Oh, jadi selama 3 tahunan kamu kerja sambil sekolah. Nggak lanjut kuliah?”“Belum Mas, aku sengaja nunda untuk nggak kuliah dulu. Kasihan orang tuaku di desa, mereka lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aku kumpulin aja dulu gaji yang aku dapatkan dari hasil kerjaku di sini, nanti jika udah cukup baru aku akan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 178. Kepergok Selingkuh

    “Ya udah, aku nggak akan bahas soal Ryan lagi sama kamu. Aku janji, kamu jangan ngambek gitu dong!” bujuk Sony, Desy hanya diam dengan raut wajah yang memang menunjukan kekesalannya akan pertanyaan Sony mengenai aku.Kekesalan itu bukan tanpa alasan, karena selama ini Desy bersusah payah mencari dan melupakan perasaannya terhadap ku, kalau saja ia sempat bertemu dengan aku pria pertama yang hadir di hatinya itu, mungkin akan sulit bagi Sony mendapatkan tempat di hati Desy. Meskipun pada dasarnya wanita cantik berkaca mata itu menyadari sejak awal hubungan dia dan aku berjalan tanpa status apa-apa, hanya didasari rasa suka sama suka saja, tak terikat hubungan khusus seperti halnya pacaran.****Sore itu di Kota M cuaca sangat buruk, hujan lebat disertai petir serta angin kencang. Keadaan gelap padahal hari masih jam 5 sore, di sebuah rumah kontrakan elit sepasang ingsan yang bukan pasangan suami-istri tengah tengah bergumul di atas ranjang, mereka tidak lain adalah Cindy dan mantan kek

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 24. Ketulusan Lani

    “Nggak ada apa-apa,” ujar ku.“Lalu kenapa berhenti?”“Aku rasa kita udah bertindak terlalu jauh, buat aku sih nggk akan jadi masalah tapi buat kamu nantinya bisa jadi masalah besar yang tentu akan menjadi sebuah penyesalan,” jawab ku menahan semua hasrat yang tadi sulit aku bendung, Lani kembali d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 22. Curhat

    “Sebagai wanita normal tentu saja rasa itu ada, tapi jika bersamanya lebih baik tidak melakukan sama sekali. Kebencian yang tumbuh di hati, lebih besar dari hasrat ingin bercinta.”“Bi Lastri benar, jika di hati sudah mulai muncul sesuatu yang tak lagi harmonis rasanya dengan pasangan takan pernah

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 23. Di Dalam Bioskop

    “Eh, aku sampai lupa malah ngemil sendiri. Nih ambilah!” Lani memberi sebungkus besar jajajan berupa kacang goreng, serta sebotol air mineral yang ia keluarkan dari bungkusan kresek. Aku pun menerima uluran jajanan itu lalu ikut serta ngemil sambil menonton.“Filmnya bagus ya, Ryan? Ceritanya itu l

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 18. Diajak Ke Rumah

    “Kan udah aku bilang alasannya, dan kamu pun udah mengetahui banyak tentang kehidupanku. Aku belum punya uang lebih untuk jalan ke luar, karena seperti yang udah aku katakan pada mu kalau orang tuaku hanya bisa mengirimku uang untuk hal-hal yang wajib saja, seperti sewa kos dan SPP serta ongkos ang

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status