Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 49. Ke Kantor Om Ramlan

Share

Bab 49. Ke Kantor Om Ramlan

Author: Andy Lorenza
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-06 02:12:26

Siang itu aku pulang dari sekolah bersamaan dengan selesainya jam mengajar Bu Dola, hingga aku tak perlu naik angkot untuk menuju rumah Guru ku itu melakukan tugas ku bekerja di sana, seperti biasa sebelum memulai pekerjaan aku dan Dola makan siang bareng di meja makan.

“Hari ini kira-kira apa yang ingin kamu kerjakan, Ryan? Soalnya aku lihat seluruh perkarangan di bagian belakang rumah udah bersih semua!” tanya Dola saat ia dan aku duduk di ruang tengah setelah selesai makan siang.

“Perkaranga
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 180. Kembali Bertemu

    “Tante Eva memanggilku?” tanya ku setelah aku tiba di meja tempat Eva dan Dola ngobrol.“Iya Ryan, nih ada Dola juga di sini. Duduklah!” jawab Eva.“Apa kabar Tante?” sapa ku pada Dola diiringi seulas senyum.“Baik Ryan, kamu sendiri?” ucap Dola balik bertanya.“Baik juga.” ujar ku agak kaku.“Nah, kalian ngobrol aja dulu di sini ya? Aku mau lanjutin memeriksa laporan bulanan dari Lusy.” tutur Eva yang sengaja ingin memberi waktu untuk kami berdua agar lebih leluasa ngobrolnya.“Ya Tante.” ulas ku, Eva pun segera berlalu dari meja itu kembali ke ruangannya, sementara sepeninggalnya Eva kami lanjutkan obrolan.“Tante Dola udah lama tiba di sini?” tanya ku.“Sekitar setengah jam yang lalu. Oh ya, bagaimana dengan kuliahmu?” Dola balik bertanya.“Lancar-lancar aja, Tante.”“Aku minta maaf ya, karena beberapa waktu lalu pernah kasar padamu.” ucap Dola dengan raut wajah yang memang menampakan penyesalan.“Udahlah Tante, nggak perlu diingat lagi kejadian itu. Aku sendiri udah melupakan dan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 179. Karena Eva Terlalu Baik

    Dari jam 11 siang aku yang telah pulang dari kuliah langsung menuju cafe tanpa menunggu jemputan dari Eva yang saat itu tengah sibuk pula mengurus anak-anaknya di sekolah, situasi cafe saat itu masih sepi hanya 4 hingga 6 orang saja yang datang berkunjung. Karena belum ada yang bisa dilakukan di sana, aku duduk-duduk saja ngobrol dengan Lusy di meja kasir sambil menunggu kedatangan Eva.“Udah lama kamu bekerja di cafe ini, Lusy?” tanya ku.“Udah masuk 3 tahunan Mas.” jawab Lusy.“Kamu nggak sekolah, lagi?”“Aku baru aja tamat SMA tahun kemarin, sebelumnya Bu Eva mengizinkan aku bekerja sepulang dari sekolah dari jam 1 siang hingga jam 8 malam.” jawab Lusy lagi.“Oh, jadi selama 3 tahunan kamu kerja sambil sekolah. Nggak lanjut kuliah?”“Belum Mas, aku sengaja nunda untuk nggak kuliah dulu. Kasihan orang tuaku di desa, mereka lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aku kumpulin aja dulu gaji yang aku dapatkan dari hasil kerjaku di sini, nanti jika udah cukup baru aku akan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 178. Kepergok Selingkuh

    “Ya udah, aku nggak akan bahas soal Ryan lagi sama kamu. Aku janji, kamu jangan ngambek gitu dong!” bujuk Sony, Desy hanya diam dengan raut wajah yang memang menunjukan kekesalannya akan pertanyaan Sony mengenai aku.Kekesalan itu bukan tanpa alasan, karena selama ini Desy bersusah payah mencari dan melupakan perasaannya terhadap ku, kalau saja ia sempat bertemu dengan aku pria pertama yang hadir di hatinya itu, mungkin akan sulit bagi Sony mendapatkan tempat di hati Desy. Meskipun pada dasarnya wanita cantik berkaca mata itu menyadari sejak awal hubungan dia dan aku berjalan tanpa status apa-apa, hanya didasari rasa suka sama suka saja, tak terikat hubungan khusus seperti halnya pacaran.****Sore itu di Kota M cuaca sangat buruk, hujan lebat disertai petir serta angin kencang. Keadaan gelap padahal hari masih jam 5 sore, di sebuah rumah kontrakan elit sepasang ingsan yang bukan pasangan suami-istri tengah tengah bergumul di atas ranjang, mereka tidak lain adalah Cindy dan mantan kek

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 177. Keistimewaan Ku Bagi Desy

    Malam itu kembali Dola melayani Bram di ranjang sebelum mereka pejamkan mata, Dola sengaja masih membanyangkan saat bercinta dengan ku, hingga ia kelihatan agak merespon sentuhan-sentuhan Bram di tubuhnya. Cara itu cukup jitu membuatnya sampai juga di puncak yang akan dituju yaitu orgasme yang kerap ia raih saat bercinta dengan ku, hingga percintaan dengan Bram tidak selalu hambar ia rasakan seperti percintaan-percintaan mereka sebelumnya.Sosok ku memang akan sangat sulit untuk ia lupakan dalam ingatan, terlebih saat ia melayani suami di ranjang yang menjadi kewajibannya sebagai seorang istri. Namun apa hendak dikata, semua itu merupakan kenyataan yang harus ia terima dan jalani, dan karena bukti cintanya jualah terhadap ku, Dola berusaha untuk berubah dan menerima Bram sebagai suaminya secara perlahan-lahan.Dola menunjukan perubahan sikapnya itu pada Bram bukan hanya di ranjang, melainkan juga menjalani tugas-tugas sebagai seorang istri lainnya, hingga Bram merasa bahagia sekali da

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 176. Memergoki Jenny

    “Dola benar-benar Guru yang hebat! Kamu bukan hanya diajarkan tentang pelajaran di sekolah, tapi juga pelajaran di ranjang! He.. he.. he!” tutur Eva diiringi tawanya, membuat ku ikut tertawa.Rabu sore aku di sms oleh Rini mengajak jalan ke luar nanti malam jam 7, sebelum membalas sms dari Rini itu aku terlebih dahulu minta ijin pada Eva. Mama-mama cantik itu mengizinkan asal jam setengah 10 malam aku harus sudah kembali ke kos-kosan. Aku pun menyetujui ajakan Rini untuk jalan ke luar nanti malam dengan membalas sms dari Rini itu, Rini pun senang ajakannya diterima.Sekitar jam 7 lewat belasan menit Rini pun datang menjemput ku ke kos-kosan dengan mobil yang sengaja tidak ia masukan ke halaman, bahkan Rini juga sengaja tak turun dan hanya menunggu di dalam mobil yang ia hentikan di depan pintu pagar halaman kos-kosan, setelah mendapat sms dari Rini yang mengatakan saat itu ia telah berada di luar pagar, aku pun segera ke luar dari rumah lalu menghampiri Rini ke mobilnya.Pintu mobil b

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 175. Terpaksa Menjauh

    “Sip, jika malam minggu kamu nggak bisa. Malam-malam lain juga nggak apa-apa,” Aku hanya tersenyum anggukan kepala.“Aku udah nggak pernah jalan lagi sama Rafly, kayaknya dia ngambek karena beberapa kali aku menolak diajak jalan.” sambung Rini.“Berarti kalian udah putus gitu?” tanya ku.“Putus gimana, lah aku nggak pernah juga nganggap dia cowok ku hanya sekedar teman jalan aja. Dia nya aja yang kepedean, pakai ngatur-ngatur segala lagi aku harus bergaul sama siapa, itu kan terserah aku. Sekarang dia jalan sama cewek lain, bodo amat aku memang udah nggak srek lagi berteman dengannya.” tutur Rini, aku tersenyum dan memahami semua yang diucapkan Rini.“Gimana dengan kuliahmu Rin, lancar?” Aku alihkan pembicaraan.“Ya, begitulah Ryan, meskipun ada sebagian mata kuliah yang aku anggap sulit, namun secara bertahap-tahap aku berhasil juga menguasainya.” jawab Rini.“Memang harus begitu, saat kita kesulitan di salah satu mata kuliah. Kita harus lebih fokus dan benar-benar mempelajarinya hin

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 24. Ketulusan Lani

    “Nggak ada apa-apa,” ujar ku.“Lalu kenapa berhenti?”“Aku rasa kita udah bertindak terlalu jauh, buat aku sih nggk akan jadi masalah tapi buat kamu nantinya bisa jadi masalah besar yang tentu akan menjadi sebuah penyesalan,” jawab ku menahan semua hasrat yang tadi sulit aku bendung, Lani kembali d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 22. Curhat

    “Sebagai wanita normal tentu saja rasa itu ada, tapi jika bersamanya lebih baik tidak melakukan sama sekali. Kebencian yang tumbuh di hati, lebih besar dari hasrat ingin bercinta.”“Bi Lastri benar, jika di hati sudah mulai muncul sesuatu yang tak lagi harmonis rasanya dengan pasangan takan pernah

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 23. Di Dalam Bioskop

    “Eh, aku sampai lupa malah ngemil sendiri. Nih ambilah!” Lani memberi sebungkus besar jajajan berupa kacang goreng, serta sebotol air mineral yang ia keluarkan dari bungkusan kresek. Aku pun menerima uluran jajanan itu lalu ikut serta ngemil sambil menonton.“Filmnya bagus ya, Ryan? Ceritanya itu l

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 18. Diajak Ke Rumah

    “Kan udah aku bilang alasannya, dan kamu pun udah mengetahui banyak tentang kehidupanku. Aku belum punya uang lebih untuk jalan ke luar, karena seperti yang udah aku katakan pada mu kalau orang tuaku hanya bisa mengirimku uang untuk hal-hal yang wajib saja, seperti sewa kos dan SPP serta ongkos ang

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status