Accueil / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 48. Desy Merasa Bahagia

Partager

Bab 48. Desy Merasa Bahagia

Auteur: Andy Lorenza
last update Date de publication: 2026-02-05 00:20:21

Selama ini aku hanya tahu hubungan badan itupun dengan Dola dan wanita yang usianya terpaut jauh dengan diri ku, hubungan yang hanya melibatkan gejolak terlarang tanpa melibatkan perasaan selain tujuan mencapai puncak dari hubungan terlarang itu. Sementara yang ku hadapi sekarang ini adalah sosok gadis muda belia, yang umurnya sebaya dengan ku bahkan masih suci belum tersentuh pria manapun jua, jika aku harus mempertanggung jawabkan itu semua, bagaimana dengan kelanjutan sekolah ku? Yang tujuan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 147. Saran Dari Ku

    “Sendirian aja nih, Ryan? Boleh kami ikut gabung duduk di sini?” sapa salah seorang dari 2 cewek yang datang menghampirinya itu.“Eh, Weni dan Rista. Tentu saja boleh, silahkan duduk! Kalian mau minum apa? Sebentar aku bikinin!” ulas ku sambil menawarkan minum.“Nggak usah buat minum segala, kami baru saja siap makan. Kamu udah makan malam, Ryan?” tanya cewek yang bernama Rista.“Udah Ris, barusan aja. Selesai makan aku duduk-duduk di sini,” jawab ku.“Gimana Ryan, kuliah hari pertamamu seru nggak?” kali ini Weni yang bertanya.“Ya serulah, di samping merasakan ruangan dan cara belajar yang baru juga banyak kenalan teman-teman yang baru.” jawab ku.“Sejak Ibu Eva memintamu tinggal di sini, kok nggak ada kami lihat kamu membawa cewekmu bertamu ke sini? Apa kamu sengaja nggak ingin memperkenalkannya pada kami di sini? Atau juga Bu Eva melarangnya?” tanya Weni lagi.“He.. he.. he! Cewekku yang mana? Aku nggak punya cewek yang ada teman aja, Tante Eva nggak pernah melarangku mengundang t

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 146. Jadi Topik Pembicaraan

    Bram yang setengah jam lalu pulang dari kantor hanya bisa memandangnya dari kejauhan, tak berani menghampiri apalagi bertanya pada Dola kenapa dia bermenung seorang diri di pinggiran kolam, Ia mengakui betapa sulitnya meluluhkan hati istrinya itu, namun Bram faham butuh ekstra kesabaran lagi dalam memperjuangkan cintanya.Yang mengherankan kenapa juga Bram begitu bersikukuhnya mempertahankan dan berjuang untuk mendapatkan hati Dola? Sementara di sekitarnya banyak wanita yang ingin menjadi pendampingnya, jika dilihat dari raut wajah Dola tak ada sedikitpun kemiripan dengan wajah mantan istrinya yang telah tiada itu.Lantas dari mana Bram begitu besarnya menaruh harapan jika kelak ia akan menemui kebahagiaan bersama Guru cantik itu? Entahlah yang pasti hatinya berkata sosok Dola wanita yang baik dan penyanyang, hanya saja sampai saat ini ia belum mampu untuk menundukan hatinya.Karena hari sudah semakin senja, Bi Lastri pun menghampiri Dola. Dia tak ingin melihat Nyonya itu terlalu menu

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 145. Dola Galau

    “Aku percaya kok, kamu nggak akan mudah tergoda dengan cewek-cewek dan pergaulan di kampus. Karena aku tahu prinsipmu juga kuat, untuk mengutamakan kuliah diatas segalanya.” ulas Eva.“Hanya saja aku belum terbiasa dengan waktu luang sepulang dari kuliah dihabiskan dengan duduk-duduk saja di rumah ini, Tante. Jika hanya mengawasi para penghuni kos-kosan, aku rasa hal itu waktu yang tepatnya dilakukan mulai jam 7 sampai jam 10 malam, saat aku harus menutup dan mengunci pintu pagar halaman.” ujar ku.“Hemmm... Aku faham apa yang kamu maksud, Kamu nggak betah dan terbiasakan dengan hanya duduk-duduk saja di sini sepulang dari kuliah kan?”“Iya Tante, kalau Tante ijinin aku boleh ya bantu-bantu di cafe Tante hingga jam setengah 7 malam? Nggak digaji juga nggak apa-apa, Tante. Asal aku ada kegiatan, nggak diam duduk-duduk di rumah ini saja.” pinta ku.“Memang susah ya, kalau udah terbiasa kerja keras. Sehari nggak ada kegiatan aja, membuat nggak betah dan bosan. Baik lah aku ijinin kamu ba

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 144. Peraturan Di Kos-kosan

    Hampir jam 3 sore aku telah berada kembali di kediaman ku, sebenarnya masih banyak waktu luang sepulangnya aku dari kuliah, namun Eva tak mengizinkan aku untuk bekerja di cafe miliknya itu, hal yang memang tak biasa bagi ku untuk berdiam diri saja di rumah tanpa ada kegiatan apa-apa, selian memasak untuk kebutuhan makan malam ku hingga makan sepulang dari kuliah.Habis memasak aku meneruskan dengan bersih-bersih kamar dan seluruh ruangan tempat ku itu, kemudian dengan segelas kopi hangat aku menuju teras rumah yang di sana terdapat beberapa buah kursi berjejer dan sebuah meja yang memanjang. Dari teras rumah yang aku tempati itu pandangan lepas menuju jalan raya di mana di sana dinominasi bus-bus kota yang trayeknya dari kawasan kampus hingga terminal melalui pasar sentral.Sambil menyeruput kopi dan menyalakan sebatang rokok, aku memutar pikiran apa yang harus aku lakukan dengan waktu yang begitu banyak luangnya itu, jika hanya dihabiskan untuk belajar dan membaca tentu saja akan men

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 143. Santai Dan Cool

    “Hemmm... Nggak sih, itu tergantung diri masing-masing juga. Kami merasa heran saja mendengar semua yang kamu ucapkan tadi, karena umumnya sejak dari sekolah menegah atas, baik cowok maupun cewek pasti pernah memiliki kekasih.” ujar Fitria diiringi senyumnya, kedua rekannya Anggi dan Puspita ikut pula tersenyum sembari mengangguk.“Memamgnya udah berapa cowok yang pernah kalian pacari dari sekolah hingga kuliah sekarang di kampus ini?” kali ini aku yang bertanya pada mereka.“Kalau kami sih udah banyak dan sering, tapi ya gitu deh, nggak pernah bertahan lama 2 hingga 3 bulan putus dan ganti lagi, ya kan Anggi, Puspita?” jawab Fitria sembari meminta kejelasan dari kedua rekannya.“Iya Ryan, habisnya cara mereka pacaran membosankan dan suka selingkuh dengan cewek-cewek lainnya.” ujar Anggi menjelaskan alasannya dia dan kedua rekannya sering bergonta-ganti cowok, sementara aku hanya senyum-senyum saja geleng-geleng kepala.“Lalu dimana asyiknya pacaran seperti itu? Gonta-ganti cowok melu

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 142. Hari Pertama Kuliah

    Hari pertama dimulainya kegiatan kuliah suasananya hampir sama dengan pertama masuk sekolah, semuanya terkesan serba baru, mulai dari rekan-rekan sesama mahasiswa maupun dosen yang mengajar mata perkuliahan, yang membedakan di tempat kuliah tidak disarankan memakai seragam seperti halnya di sekolah, paling juga nanti yang membuat keseragaman mereka adalah almamater itu pun tidak selalu wajib dipergunakan setiap harinya.Hari pertama kuliah juga lebih fokus pada pengenalan satu dengan yang lainnya, terutama sesama rekan mahasiswa satu fakultas berikut dengan dosen-dosen yang mengajar mata perkuliahan, di situ memang dituntut kedewasaan dalam segala hal termasuk dalam mencerna mata perkuliahan yang diajarkan dosen.Nalar dan wawasan sangat dibutuhkan, karena aktif tidaknya seorang mahasiswa akan mendapat nilai lebih dari dosen, tugas-tugas yang diberikan tidak seperti di sekolah yang jika tidak mengerjakan akan mendapat sangsi berupa hukuman tidak boleh masuk kelas atau diberi tugas yan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 14. Panik Dan Cemas

    “Begini Ryan, jika seorang wanita tidak dalam masa subur apabila melakukan sex kemungkinan besar tidak akan hamil. Makanya tadi aku membiarkan saja cairan di tubuhmu masuk ke tubuhku,” jelasnya.“Oh begitu? Soalnya aku nggak tahu dan baru menyadari setelah kita tiba di sini,” ujarku yang sudah faha

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 15. Fantasi Liar

    Sepulang dari sekolah ketika berada di kos, aku yang hidup mandiri mengerjakan segala sesuatunya sendiri yaitu mencuci baju, memasak dan berbelanja keperluan sehari-hari di pasar atau toko-toko kebutuhan sehari-sehari yang ada di kawasan tempat tinggalku.*****Siang itu setelah bel tanda istirahat

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 17. Diajak Nonton

    “Besok kan hari minggu, kita nonton yuk?!” sambung Lani dengan penuh harap.“Nonton apaan?” tanya ku polos.“Ya nonton film di bioskop lah, gimana kamu mau kan nemanin aku nonton?” aku tak menjawab aku hanya tersenyum.“Ih.. Kamu ini senyum-senyum aja, bukannya menjawab ajakanku.” Lani nampak cembe

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 16. Si Cantik Lani

    Hingga akhirnya aku pun seperti dituntun untuk melangkah ke belakang, tempat di mana aku biasa mandi di ruang yang hanya bersekat dengan seng di sekelilingnya. Di sanalah aku melepaskan hal yang sejak tadi menyesak di tubuhku, meskipun dengan perantara tangan sembari membayangkan wajah dan tubuh Do

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status