Home / Romansa / GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU / Memorial with Cathrine

Share

Memorial with Cathrine

Author: Weena Young
last update publish date: 2026-10-09 13:04:57

Jemari Melody membeku di atas layar ponsel yang masih menyala. Jawaban singkat yang ia kirimkan pada Dave terasa seperti tumpukan kebohongan yang sengaja dibungkus rapi. "Baik-baik saja"? Bagaimana mungkin ia bisa menyebut dirinya baik-baik saja di saat statusnya kini telah berubah total menjadi istri dari seorang pria yang meninggalkannya beberapa jam setelah mengikatnya secara sah?

Layar ponselnya kembali bergetar, menampilkan panggilan video masuk dari nama Harvey.

Jantung Melody berdegup ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (20)
goodnovel comment avatar
Liss02
Haduhhh Casey buruan kasih tau dong siapa Catherine kamu ini bikin Melody salah paham terus deh
goodnovel comment avatar
Tina Lova
sikap Melody yang langsung mematikan telepon pas Harvey tanya apa maksud dari panggilan Nyonya pasti buat Harvey kepikiran juga nih tapi mau bagaimana lagi Melody memang sudah menjadi Nyonya Casey
goodnovel comment avatar
Tina Lova
kenapa ditulis memorial sih Casey, kan buat Melody jadi berfikiran buruk lagi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Happy Day

    Pagi hari menjelang. Sinar matahari merayap masuk lewat celah tirai kamar utama, namun suasana hati Melody sama sekali tidak menghangat. Setelah semalaman merenungi foto dan pengkhianatan yang ia rasakan, keputusan bulat telah tercipta di kepalanya. Ia sudah muak dengan cara Casey memperlakukannya seperti tahanan di dalam rumah mewah itu.Ponselnya berdering pelan di atas nakas, menampilkan nama Helena sahabatnya. Tanpa pikir panjang, Melody langsung mengangkat panggilan tersebut."Mel! Kamu di mana? Aku kangen banget sama kamu. Udah lama kita nggak jalan-jalan," suara ceria Helena terdengar di ujung sambungan. "Aku lagi di mal pusat kota nih. Mau nemenin aku makan siang nggak? Jangan bilang kamu dikurung terus sama suamimu!"Kalimat terakhir Helena tepat menghujam ulu hati Melody. Memang kenyataannya ia sedang dikurung."Helena, jemput aku sekarang," kata Melody dengan nada serius yang membuat sahabatnya tertegun di seberang sana. "Aku mau keluar. Aku tunggu kamu di gerbang depan."T

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Kembali

    "Tidak ada yang perlu didiskusikan lagi, Thomas," potong Casey dengan suara rendah yang mengalirkan ketegangan mutlak di seluruh penjuru ruang rapat.Pria itu menatap ayah dan anak di hadapannya tanpa menyisakan celah toleransi sedikit pun. Dokumen perjanjian yang telah diteken Catherine secara sah di hadapan notaris di Jakarta adalah senjata pamungkas yang menutup rapat segala bentuk negosiasi lanjutan.Sebelum Casey sempat berbalik melangkah pergi, Felix tiba-tiba membentak dengan suara bergetar menahan amarah dan keputusasaan. "Casey! Aku yakin Catherine tidak tahu jika kau memanfaatkannya! Dia sangat mencintaimu, dia selalu mengikuti apa keinginanmu, makanya dia menandatangani perjanjian itu, Casey!"Casey menatap tajam ke arah Felix yang sedang berbicara, lalu menjawab dengan nada dingin yang tenang. "Aku tidak tahu apakah Catherine benar-benar mencintaiku. Awalnya aku merasakan kenyamanan itu, tapi lama-lama aku merasa dia hanya memiliki obsesi padaku. Dan aku tidak bisa hidup d

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Vancouver

    Melody masih mematung di tengah keheningan ruang kerja Casey yang dingin. Lembaran foto di genggamannya terasa begitu berat. Tatapannya tak lepas dari wajah tersenyum Catherine yang merangkul lengan Casey dalam balutan mantel tebal di tengah hamparan salju Vancouver.Setetes air mata kembali lolos membasahi pipinya. Rasa cemburu, kecewa, dan kesepian menyatu menjadi rasa sakit yang menghimpit dadanya. Di mata Melody, teka-teki mengenai kepergian mendadak Casey kini makin terang benderang. Pria itu terbang ke Canada bukan semata-mata karena urusan bisnis, melainkan untuk kembali ke pelukan wanita yang selalu diistimewakannya."Kau sengaja menyembunyikanku di sini agar tidak mengganggu hubunganmu dengannya, kan, Casey?" bisik Melody parau pada ruangan yang hampa. “Kau jahat, Casey. Kau mempermainkan aku…”Dengan tangan bergetar, Melody meletakkan kembali foto itu ke selipan buku tebal di atas meja. Ia tidak ingin meninggalkan jejak bahwa ia telah mengaduk-aduk isi ruang kerja suaminya.

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Memorial with Cathrine

    Jemari Melody membeku di atas layar ponsel yang masih menyala. Jawaban singkat yang ia kirimkan pada Dave terasa seperti tumpukan kebohongan yang sengaja dibungkus rapi. "Baik-baik saja"? Bagaimana mungkin ia bisa menyebut dirinya baik-baik saja di saat statusnya kini telah berubah total menjadi istri dari seorang pria yang meninggalkannya beberapa jam setelah mengikatnya secara sah?Layar ponselnya kembali bergetar, menampilkan panggilan video masuk dari nama Harvey.Jantung Melody berdegup kencang secara refleks. Panik seketika menyerangnya. Ia tidak berniat membalas rasa cemburunya dengan pria lain, namun keberadaan Harvey sebagai orang yang tulus menolongnya saat terdesak membuat Melody merasa tidak etis jika terus mengabaikannya. Dengan mengusap wajahnya yang pucat dan menyisir rambut panjangnya dengan jemari, Melody menggeser ikon hijau di layar.Wajah tampan Harvey langsung memenuhi layar. Latar belakang pemandangan tebing batu dan laut biru khas Labuan Bajo terlihat begitu kon

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Bayang-Bayang

    “Hoaaaammm…” Melody menggeliat manjaSinar matahari pagi yang menembus celah tirai kamar utama perlahan membangunkan Melody dari tidur lelapnya. Merasakan hawa dingin yang mengusap kulitnya, tangan Melody secara refleks terulur meraba area tempat tidur di sampingnya.Kosong. Dan dingin.Bahkan tidak ada bekas lipatan atau lekukan pada seprai sutra di sisinya yang menandakan bahwa tempat itu pernah ditiduri semalam. Melody mengucek matanya pelan, mendudukkan diri seraya meraih ponsel yang tergeletak di atas meja nakas untuk memeriksa jam.Layar ponselnya menyala, menampilkan pukul tujuh pagi. Namun, bukan angka jam yang membuat dada Melody mendadak sesak, melainkan sebuah notifikasi pesan singkat dari nomor Casey yang tertera di layar utama."Aku harus berangkat ke Canada pagi ini, ada urusan mendadak yang tak bisa aku tunda, tunggu aku pulang, Sayang."Melody mematung. Jemarinya membeku di atas layar kaca ponselnya.Canada? Pria itu terbang ke Canada secara mendadak di pagi hari tanpa

  • GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU   Tekad Baru

    "Maksudmu orang baru... termasuk aku?"Pertanyaan Melody mengambang di udara, penuh rasa takut dan luka yang tersembunyi. Matanya menatap Casey, meminta kepastian di balik wajah dingin yang ditunjukkan pria itu.Casey tidak langsung menjawab. Pria itu justru melangkah maju, mendekat hingga langkah Melody terdesak mundur dan punggungnya menabrak tiang kayu ukir di tengah ruangan. Sebelum Melody sempat protes, kedua tangan Casey sudah mengurung tubuhnya di kiri dan kanan, mengunci Melody dalam aroma parfum mewahnya yang menenangkan."Kamu bukan orang baru, Melody," bisik Casey pelan. Ia menundukkan kepala hingga napas hangatnya berembus di leher Melody, membuat wanita itu merinding seketika. "Kamu Nyonya Casey. Kamu milikku. Dan aku tidak pernah menganggap milikku sebagai orang asing."Jantung Melody berdebar kencang, berpacu cepat tak terkendali. "Casey... lepaskan..."Bukannya melepas, Casey malah menyusupkan jemarinya ke sela-sela rambut panjang Melody, mengangkat wajah wanita itu ag

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status