author-banner
Weena Young
Weena Young
Author

Novels by Weena Young

GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU

GELORA BERBAHAYA KAKAK SEPUPU

Blurb “Tidur denganku malam ini, Dave. Aku jamin kau akan puas dan ketagihan.” Tak ingin perawannya didapatkan sang tunangan, terlebih setelah Melody tahu bahwa sang tunangan diam-diam menjual “privasi” Melody pada teman-teman satu gengnya. Hal itu membuat Melody kecewa dan kehilangan arah sehingga dia nekat pergi ke club malam dan berniat menyerahkan tubuhnya kepada Dave, sepupu sekaligus rival berat sang tunangan. Namun, yang terjadi justru Melody salah masuk dan berujung menghabiskan malam panas dengan sepupu nya sendiri yang terkenal kejam dan dingin! Dan ... sang sepupu justru ketagihan dengan tubuh Melody, dan ingin menahan Melody di sisinya? Untuk apa!?
Read
Chapter: Kamu!
"Ternyata begini rasanya dibuang sama keluarga sendiri demi orang asing," bisik Melody pada dirinya sendiri.Suara deburan ombak yang membentur barisan batu karang di tepi pantai bergemuruh memecah keheningan siang itu. Angin laut yang membawa uap garam berembus cukup kencang, menerbangkan helai demi helai rambut panjang Melody yang berantakan. Ia duduk sendirian di atas sebuah bangku kayu tua di bawah naungan pohon ketapang, memeluk kedua lututnya rapat-rapat.Pipi kirinya yang bengkak terasa makin berdenyut nyeri diterpa angin keras, sementara luka kecil di sudut bibirnya sudah mengering dan meninggalkan rasa kebas. Namun, rasa sakit di wajahnya itu sama sekali tak sebanding dengan rasa sesak yang menggerogoti dadanya.Melody mengadahkan kepala, menatap langit siang yang membiru cerah tanpa awan. Hatinya meringis mengingat betapa cepat jalannya hidup berputar. Hanya dalam hitungan jam, ia kehilangan tempat bernaung: diusir oleh ayah kandungnya sendiri, ditampar di hadapan orang bany
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Pantai
"Mel. Kita ke rumah sakit dulu, ya? Kamu se-engaknya harus di kompres itu." Ucap Arthur pura-pura kawatir,"Gak, Arthur. Aku bisa membersihkan dan kompres sendiri.""Kau yakin tidak ingin ke rumah sakit dulu, Mel? Luka di sudut bibirmu terlihat cukup parah," ucap Arthur pelan sambil memutar kemudi mobilnya menepi di pinggir jalan raya yang agak lengang.Melody mengusap lembut sudut bibirnya dengan ujung jemari yang gemetar. Rasa perihnya masih menyengat, namun rasa sakit di hatinya jauh lebih mendominasi. Ia menoleh menatap Arthur dengan riasan tipisnya yang kini tampak dingin dan tak tersentuh."Tidak perlu, Arthur. Luka seperti ini bisa dibersihkan sendiri. Yang paling penting sekarang adalah pergerakan kita. Aku tidak mau membuang waktu hanya untuk mengurusi hal sepele seperti ini," jawab Melody datar.Arthur mengangguk cepat, mencoba menunjukkan rasa hormat dan kepatuhan yang tinggi. "Baiklah kalau itu mau kamu. Sekarang kita mau ke mana? Ke apartemen langsung atau kamu mau ke tem
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Awal Yang Baru
"PAPA!" jerit Gwen dan ibunya hampir bersamaan, menutup mulut mereka dengan wajah pucat seketika.Suara tamparan itu bergema nyaring di seluruh penjuru ruang makan yang mendadak hening mencengkeram. Para asisten rumah tangga menunduk takut, berdiri mematung di sudut-sudut ruangan tanpa berani berkutik. Arthur sendiri terkejut hingga melangkah mundur satu pijakan, matanya melotot memandangi Mark yang masih membusungkan dada dengan napas memburu dan telapak tangan yang memerah.Melody mematung. Kepala gadis itu terlempar ke samping akibat kerasnya hantaman. Rasa panas yang membakar seketika menjalar di kedua pipinya yang merona merah padam, disusul rasa pening luar biasa yang membuat pandangannya sempat berbayang. Bibirnya terketip rapat, menahan rasa asin darah yang merembes di sudut bibirnya.Perlahan, sangat perlahan, Melody menegakkan kembali kepalanya. Ia tidak menangis. Tak ada satu tetes pun air mata yang dibiarkannya jatuh melintasi pipinya yang berdenyut nyeri. Ia hanya menatap
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Tamparan
Raut wajah Mark berubah drastis dari yang semula sumringah menjadi sangat tegang. Kata-kata Melody bak petir di siang bolong yang menghantam harga dirinya di depan seluruh anggota keluarga, terutama di hadapan Casey yang berkuasa. Keputusannya menyebut angka lima puluh sembilan persen saham milik mendiang ibunya adalah ancaman terbuka."Melody! Jaga bicaramu!" bentak Mark dengan nada tertahan, berusaha menjaga martabatnya sebagai kepala keluarga. "Saham peninggalan almarhumah ibumu itu urusan internal keluarga, tidak bisa kau serahkan begitu saja pada Arthur sebelum ikatan pernikahan kalian sah di mata hukum!"Melody mengulas senyum tipis, menyandarkan punggungnya pada kursi dengan keanggunan yang dingin. "Loh, bukannya papa yang mau Arthur yang kelola semua aset Melody termasuk saham? Itu sebabnya Melody sebut saham peninggalan milik mama. Karena di wasiat mama juga sudah jelas, bahwa saham itu buat Melody ketika Melody sudah dewasa dan menikah.”“Iya, tapi bukan semua saham! Bagai
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Shock
Melody tidak melepaskan tangannya saat Arthur mengecup jemarinya. Justru sebaliknya, ia mengumbar senyum manis yang paling menawan, pura-pura terbuai oleh sikap romantis pria di sampingnya. Namun di bawah meja, matanya yang dingin mengamati reaksi orang-orang di ruangan itu.Reaksi yang ia harapkan muncul seketika. Gwen tampak menegang kaku, jemarinya meremas kain serbet di pangkuannya hingga mengkerut. Sementara itu, di seberang meja, Casey benar-benar memperlihatkan amarah terselubung. Rahang tegas pria itu mengeras tajam, urat-urat di lehernya menegang, dan matanya memancarkan kegelapan yang pekat. Tatapan Casey seolah sanggup membakar genggaman tangan Arthur pada Melody saat itu juga."Tentu saja, Sayang. Kamu adalah pria yang baik, dan setia. Asal kamu menginginkannya, aku pasti melakukan apapun untuuk mewujudkannya, karena aku harus mendukungmu sepenuhnya, bukan begitu, Papa?" tanya Melody dengan nada bermanja, memutar pandangannya ke arah sang ayah.Mark tertawa bangga, tidak m
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Genggaman Tangan
"Ah! Kalau begitu duduk dulu, Casey. Kebetulan kami baru mau sarapan. Ayo sini, kita perlu berbincang banyak," ajak Om Mark ramah seraya menepuk kursi kosong di dekatnya."Baik, kebetulan Casey belum sarapan pagi ini, Om..."“Sudah Om duga itu, makanya Om mau kamu bergabung di sini, kita adalah keluarga, Casey.”“Terima kasih, Om.” Casey duduk tepat di seberang Melody. Tadi Melody memang sengaja mengambil posisi duduk di samping Arthur karena sama sekali tidak menduga kalau pria itu akan datang pagi ini."Papa ternyata akrab ya, sama Tuan Whitney?" sapa Gwen sengaja memakai nama sebutan tuan.Mark menoleh dengan dahi berkerut tipis. "Dia sepupumu Gwen, jangan panggil tuan, panggil kakak.""Ah, maaf, Pa. Habisnya Kak Casey kelihatan sangat formal dan sangat berwibawa, aku segan kalau memanggil nama, takut mengganggu," sahut Gwen sambil melirik tipis ke arah Melody."Ah! Tentu saja tidak masalah. Dia adalah keponakan papa kandung, berarti dia sepupumu. Jadi, jangan terlalu formal. Bukan
Last Updated: 2026-09-05
ANTARA AKU, KAU DAN 5 MILIAR - COMPLETE

ANTARA AKU, KAU DAN 5 MILIAR - COMPLETE

“ Semua tidak akan ada yang baik - baik saja, setelah 24 jam..!! Kalau perlu jual ginjalku, aku rela melakukan apapun demi mendapatkan uang itu..”
Read
Chapter: Happy Family- End
*** Seminggu setelah kejadian pertemuan Vania dan nyonya Iriana di Mall. Tampak Verrel menemani Vania duduk menikmati suasana pagi melakukan olahraga yoga di samping kolam renang dekat taman bunga Anggrek mereka. Vania tampak melipat matras yoga nya, dan berjalan menghampiri Verrel yang tengah duduk memperhatikan perut buncitnya. Dengan manja Vania mengelendot duduk di sisi Verrel. “ Makasih sayang, sudah menemaniku olahraga, kamu mau kerja di kantor atau di ranjang? “ Vania mengerlingkan sebelah matanya. Sontak tawa Verrel mengisi area yang sepi itu. “ Mumpung anak-anak sedang private…” Bisik Vania lagi, merebahkan kepalanya dengan manja di dada bidang pria yang telah menyempurnakan hidupnya. “ Apapun yang kau
Last Updated: 2021-08-20
Chapter: Meet Up Ny. Iriana
Dua Tahun kemudian… Pagi itu terlihat Verrel tengah bermain bersama putra pertamanya yang masih berumur 1 tahun 6 bulan di sebuah taman di rumah mereka, terlihat disana dilengkapi fasilitas bermain. " Reeceee...sudah bermainnya, Daddy harus bekerja nak.." Ujar Vania yang mendekat kearah ayah dan anak yang tengah bermain dengan sangat seru " lihat lah Daddy mu Reecce baju nya sudah basah semua..." Lanjut Vania mengulurkan kedua tangannya kepada sang putra Reece Bibby Gondokusumo. Tapi sang putra yang memilih mengabaikannya dan melanjutkan bermain kuda-kudaan bersama sang ayah, membuat Vania mendengus kesal karena merasa di abaikan oleh anak dan ayah yang tengah asyik bermain. Sedangkan Verrel tersenyum menggoda Vania karen
Last Updated: 2021-08-20
Chapter: Monica Ardiananda
" Dok.., coba deh rasakan sentuhan angin malam ini terasa damai bangettt. Keluarin tangan dokter Dendi abis tu pejam kan mata lalu tarik nafas dalem-dalem dan rasakan sensasinya…” Lanjut Monica seraya membuka kaca mobil di dekat Dendi. Dendi yang semula terlihat enggan mencoba apa yang di sarankan Monica akhirnya dengan ragu-ragu dia mengeluarkan tangannya dan mengikuti saran Monica dengan mengeluarkan tangannya menerpa angin malam. Dendi perlahan tersenyum walau itu belum terlihat jelas di balik wajah frustasinya namun hal itu cukup melegakan bagi Monica yang sedikit kawatir jika dokter berprestasi seperti Dendi mengakhir hidupnya secara tragis hanya karena permasalahan kecil yang di hadapinya. Walau Monica juga tak bisa menjengkali permasalahan Dendi karena setiap orang memiliki caranya sendiri dalam menyelesaikan masalahnya sehingga Monica memilih menghormati Dendi d
Last Updated: 2021-08-20
Chapter: Putus asa
Sementara itu disisi lain, di tempat yang berbeda. Setelah keluar dari rumah Verrel dan Vania, tampak Dendi seperti kehilangan arah saat itu. Malam semakin larut tapi Dendi terus mengendarai mobilnya, dia hanya berhenti ketika di SPBU untuk pengisian bahan bakar mobilnya, setelah itu dia akan kembali menginjakkan gas mengitari kota Jakarta tanpa arah dan tujuan. Saat ini dia hanya tak ingin keluar dari mobil itu, seolah dunianya telah runtuh sehingga dia memilih berada di dalam mobil dan terus mengendarai mobil sport miliknya. Dendi bahkan masih tak mempercayai tindakannya di hadapan Verrel, pria yang telah merebut seluruh hati Vania. Entah apa yang telah terjadi mengapa dia keluar dari rumah itu dengan tanpa wanita yang dia cintai. Dia meneteskan air mata meski tanpa suara tangis. Hatinya pilu menyadari betapa dirinya telah menyia-nyiakan cinta dan kesempatan yang ada dengan memilih ber
Last Updated: 2021-08-20
Chapter: Dating
“ Yuk sayang, keburu Jessica pergi karena terlalu lama menunggumu…” Bisik Verrel kepada sang istri yang merengut sembari mencubit perutnya. Verrel hanya tersenyum simpul melihat kejahilan sang istri. Lalu mereka bangkit dari ranjang dan berjalan menaiki lift yang menghubungkan dari lantai kamarnya menuju lantai dasar. Verrel berjalan menuju ruang kerjanya, sedangkan sang istri menemui Jessica yang terlihat tengah mengobrol dengan malu-malu bersama Arjun. Terlihat Arjun tersentak dan salah tingkah melihat kehadiran Nyonya rumah itu, lalu Arjun berpamitan dan berjalan menuju ruang kerja, dimana bossnya pasti telah menunggunya disana. Waktu beranjak dengan cepat, hingga tanpa sadar hari telah senja, Verrel meminta Arjun mengantar Jessica pulang. Dan Verrel menitip pesan p
Last Updated: 2021-08-20
Chapter: Oke. Aku menyerah!
“ Atau bung Dendi menginginkan video ini berada di tangan polisi? Saya bisa menyerahkannya sekarang juga, dan kasus ini bisa di persidangkan, saya sengaja tidak membawa kasus ini ke ranah hukum kenapa? Karena saya percaya hukuman yang saya berikan akan membuat mereka berfikir ribuan kali untuk menyentuh milik saya, saya harus melindungi apa yang menjadi milik saya hingga nafas terakhir saya…” Verrrl melirik Dendi yang memasang wajah tegang. “ Andai bung Dendi malam itu tidak dapat mengurangi kesalahan bung Dendi, dengan memberikan pertolongan Vania, mungkin seluruh peluru pistol ini sudah bersarang di dada bung Dendi dan menembus ke jantung, hingga membuat bung Dendi dan pasangan bung Dendi merasakan sakitnya sekarat di tempat saya mengeksekusi orang, mengapa saya menganggap kesalahan ini juga milik bung Dendi? Karena pemicu semua penderitaan Vania sumbernya adalah bung Dendi! Andai bun
Last Updated: 2021-08-20
You May Also Like
TERPAKSA MENIKAHI KEKASIH PUTRAKU
TERPAKSA MENIKAHI KEKASIH PUTRAKU
Romansa · YATI CAHAYA HATI
13.6K views
Harem milik Suamiku
Harem milik Suamiku
Romansa · 2miles_dreams
13.6K views
Setelah Menonton Video
Setelah Menonton Video
Romansa · Diganti Mawaddah
13.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status