"Ahh! Sssh..."Melody dengan sengaja membiarkan tunangannya, Arthur, membubuhkan beberapa kecup di bahu dan lehernya sebelum kemudian naik ke bibir. "Ah! Sayang bibirmu lembut sekali ... kapan aku bisa menikmati milikmu?" Mendengar itu, tiba-tiba Melody menarik diri, membuat pria yang tadinya masih menciumi leher jenjangnya berhenti. Di saat yang sama, tangan Melody yang sejak tadi mencengkeram kemeja Arthur kini beralih ke samping, menghentikan jemari tunangannya yang sudah akan menyentuh pantatnya."Tidak sekarang, Arthur," bisik Melody lembut. Gadis itu melihat bagaimana tunangannya itu menelan ludah. Ekspresi Arthur tampak keras.“Kamu selalu mengatakan itu,” ucap Arthur. “Sebenarnya kamu mencintaiku atau tidak, Mel?”Melody menghela napas. Tangannya bergerak menangkup pipi Arthur dan mengusapnya lembut.“Kenapa bertanya begitu?” tanya Melody. “Kalau tidak cinta, mana mungkin aku mau menikahimu minggu depan?”Melody mengamati Arthur yang masih diam. Untungnya, hal itu tidak be
Last Updated : 2026-07-23 Read more