Home / Romansa / GODAAN SANG PROFESOR / 51. Bahagia Selamanya

Share

51. Bahagia Selamanya

last update publish date: 2026-10-12 01:01:24

Sudah sebulan sejak Charles dan Cassie pulang dari bulan madu mereka keliling Wales. London mulai beralih ke musim semi. Bunga tulip bermekaran di taman-taman kota, dan matahari muncul lebih lama di langit. Kehidupan Charles dan Cassie terasa semakin penuh warna, meski kesibukan perlahan kembali menyapa.

Suatu pagi, Cassie terbangun lebih awal dari biasanya. Perutnya terasa sedikit mual, dan dia cepat merasa lelah. Mula-mula Cassie mengira itu hanya kelelahan sisa perjalanan panjang mereka. Tap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GODAAN SANG PROFESOR   51. Bahagia Selamanya

    Sudah sebulan sejak Charles dan Cassie pulang dari bulan madu mereka keliling Wales. London mulai beralih ke musim semi. Bunga tulip bermekaran di taman-taman kota, dan matahari muncul lebih lama di langit. Kehidupan Charles dan Cassie terasa semakin penuh warna, meski kesibukan perlahan kembali menyapa.Suatu pagi, Cassie terbangun lebih awal dari biasanya. Perutnya terasa sedikit mual, dan dia cepat merasa lelah. Mula-mula Cassie mengira itu hanya kelelahan sisa perjalanan panjang mereka. Tapi seiring hari-hari berlalu, dia mulai mencurigai sesuatu.Pagi yang mengubah segalanya.Cassie berdiri di kamar mandi, memandangi strip test di tangannya. Tangannya gemetar, wajahnya pucat, jantungnya berdegup kencang.“Ya Tuhan …” bisiknya lirih. Dua garis merah muncul tegas di permukaan alat uji kehamilan.Charles mengetuk pintu kamar mandi. “Darling? Kamu baik-baik saja?”Cassie buru-buru menyembunyikan test pack di balik punggungnya. “Eh … iya, aku baik.”Charles masuk, mengenakan kemeja p

  • GODAAN SANG PROFESOR   50. Romansa di Portmeirion

    Langit pagi di Wales Utara tampak jernih, seolah mengusir mendung yang beberapa hari terakhir menaungi perjalanan Cassie dan Charles. Jalanan sempit yang berkelok-kelok membawa mobil mereka semakin mendekati Portmeirion, desa ajaib yang selama ini Cassie hanya lihat di majalah traveling.Cassie memandangi pemandangan melalui kaca jendela. Matanya berbinar. “Charles, Lihat warna-warna itu seperti di Italia!”Charles mengangguk sambil mengemudi. “Aku bilang apa? Tempat ini seperti sepotong Italia yang terdampar di Wales.”Cassie terkikik. “Kamu penyair sekaligus profesor.”Charles meliriknya sambil tersenyum. “Hanya kalau bersamamu, Darling.”Mobil mereka melewati gerbang warna-warni yang dihiasi bunga. Portmeirion terbentang di depan mata, bangunan pastel dengan kubah-kubah kecil, balkon-balkon berteralis, patung singa putih, dan tangga melingkar berkeramik warna-warni. Suara burung camar berpadu dengan debur lembut ombak teluk yang mengelilingi desa.Cassie menahan napas. “Astaga, te

  • GODAAN SANG PROFESOR   49. Seperti Serangan Tsunami

    Pagi itu, udara segar pantai menampar lembut wajah Cassie saat ia membuka jendela cottage kayu di pinggir laut. Cahaya matahari memantul di permukaan laut, membuat riak air berkilauan bagai kristal. Aroma garam laut, semilir angin, dan suara burung camar membangkitkan rasa damai.Cassie melongok ke arah ranjang. Charles masih tertidur, wajahnya tenang. Dia menyeringai kecil, lalu melompat ke ranjang dan menindih Charles.“Bangun, Tuan Charles! Kita di surga pantai hari ini!”Charles mendesah setengah mengantuk. “Tolong, biarkan aku lima menit lagi, Darling.”Cassie mencubit hidung suaminya. “Tidak bisa. Pantainya memanggil-manggil kita. Ayo!”Charles terkekeh. “Baiklah, baiklah, kamu istri yang galak.”Cassie mengancam. “Mau aku gigit lagi?”Charles segera bangkit. “Aku sudah bangun, Darling!”Tak lama kemudian, mereka duduk di teras cottage yang menghadap pantai. Meja kayu sederhana dihiasi roti croissant, madu lokal, keju Welsh, dan dua cangkir kopi panas.Cassie menggigit croissant

  • GODAAN SANG PROFESOR   48. Honeymoon Penuh Sensasi Panas

    Mentari pagi menyinari pantai barat Wales dengan keemasan yang lembut. Langit cerah, laut tenang berkilau memantulkan sinar matahari. Cassie dan Charles turun dari mobil sewaan mereka di area parkir Barafundle Bay, salah satu pantai paling indah di Inggris.Cassie berdiri tertegun menatap laut yang biru jernih, diapit tebing-tebing batu kapur berwarna krem. “Oh my God, Charles lihat airnya! Bening sekali, seperti kaca!”Charles tertawa pelan, meraih pinggang Cassie. “Kalau kamu yang bilang, berarti benar-benar spektakuler. Kamu kan sudah lihat banyak pantai di Italia.”Cassie memutar tubuhnya, memeluk suaminya erat. “Tapi pantai ini beda. Rasanya lebih liar, dan natural. Rasanya seperti kita hanya satu-satunya orang di dunia.”Charles menatap istrinya penuh rasa cinta. “I love that idea.”Cassie mencubit pelan pipi Charles. “Jangan romantis dulu. Kita harus piknik!”Mereka lalu menuruni tangga batu panjang yang terukir di lereng bukit. Udara asin laut bercampur wangi rumput liar. Saat

  • GODAAN SANG PROFESOR   47. Menikmati Keindahan Snowdonia

    Pagi hari di Snowdonia membawa udara segar yang menusuk hidung, akan tetapi menyegarkan jiwa. Langit biru pucat membentang di atas puncak-puncak hijau dan bebatuan yang menjulang. Dari jendela penginapan mereka yang bergaya cottage tradisional Wales, Cassie menatap pemandangan perbukitan yang luas dan tenang.“Pemandangan seperti ini, rasanya seperti hidup dalam lukisan,” ucap Cassie sambil menarik napas dalam.Charles, yang sedang mengenakan jaket hiking, tersenyum dari belakang. “Dan lukisan itu terasa lebih hidup karena ada kamu di dalamnya.”Cassie menoleh dan menyipitkan mata. “Kamu mulai lagi dengan rayuan-rayuan profesor.”Charles menghampiri istrinya dan mencium pipinya. “Bukan rayuan, itu pernyataan ilmiah.”Cassie tertawa, lalu melirik jam di dinding. “Jadi, ke mana kita akan memulai petualangan hari ini?”Charles menyodorkan peta lipat. “Kita naik ke Mount Snowdon. Jalur Llanberis, sebuah jalur terpopuler. Pemandangan danau di sepanjang jalur itu luar biasa. Tapi kita harus

  • GODAAN SANG PROFESOR   46. Honeymoon ke Snowdonia

    Kabut putih masih melayang di puncak-puncak pegunungan saat mobil hitam Charles meluncur perlahan memasuki kawasan Snowdonia. Jalanan berkelok, diapit lembah hijau yang tampak seperti permadani alami. Udara dingin tapi segar, menusuk paru-paru, seolah membersihkan segala sisa ketegangan masa lalu.Cassie duduk di kursi penumpang, wajahnya ditembus cahaya pagi yang keperakan. Dia mengenakan coat wol krem dan scarf merah marun. Senyumnya sedikit malu-malu.“Aku nggak percaya akhirnya kita di sini,” gumamnya sambil menatap jendela, matanya berbinar.Charles melirik ke arahnya, sambil tetap memegang kemudi. “Kenapa tidak percaya?”Cassie menghela napas. “Setelah semua yang terjadi, penculikan, Alan, rasanya kayak mimpi bisa duduk tenang sama kamu, cuma berdua.”Charles mengulurkan tangan kirinya, meremas lembut jari-jari istrinya. “Well, sekarang mimpi itu nyata. Mulai sekarang hanya kamu dan aku. Dan Snowdonia.”Cassie tertawa pelan. “Snowdonia. Nama tempatnya saja sudah romantis.”Mobil

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status