MasukBab 57 Tiba-tiba sesuatu di dalam diri Celina runtuh. Ia berteriak, meronta-ronta, air mata lolos di ujung mata. Tak ada suara yang lain selain mereka bertiga. Suara tawa dan tangisan yang mengiba. Celina membayangkan hidup bahagia bersama ibu dan adiknya, tapi nasibnya tragis. "Ibu, Riana." Senyum mereka terlihat jelas di netra. Wajah bahagia, suara mereka mengema di telinga Celina. Bayangan mereka ketika mengoda Celina. Masa-masa indah bersama ibu dan adiknya berputar kembali. Setetes air mata lolos begitu saja. Tragis untuk hidupnya. Tangan pria yang berada di atas tubuh mencari cela di seluruh tubuh Celina. Sorot matanya siap memangsa dan menikmati santapan gratis. Suara tawa penuh kemenangan mengema di telinga Celina. Tubuh Celina memar dan kedua netranya terpejam. Di lubuk hatinya terbayang sosok ayahnya menunggunya di taman yang sangat indah. Wajah pria itu sedih dan tertunduk pilu. "Ayah. Maafkan aku." Lirihnya melihat sosok itu menjauh dari netranya. Celina hanya bis
Bab 56 Pintu mobil belakang terbuka perlahan. Bau asap rokok tercium jelas. Salah satu dari mereka turun dan satunya lagi masih menggenggam setir. Celina menggenggam jemarinya kuat-kuat. Bersiap untuk hal yang tak diingkan. Ikatan di matanya juga mengedor hingga ia bisa melihat jelas. Penutup tubuh Celina terbuka dan tubuh Celina ditarik, tapi sebelum pria itu berhasil mengangkatnya Celina menusuk benda tajam ke salah satu pahanya. Ia menemukan ketika meraba-raba di bawahnya. Ternyata menemukan sesuatu yang mirip pisau. "Aw! Sialan!" Tangan pria itu hendak meraih Celina, tapi tak tergapai. Kakinya langsung terjatuh merasakan nyeri yang luar biasa. Sepatu High heels yang dikenakan ia lepas. "Kabur! Dia kabur. Cepetan kejar!" teriaknya memanggil temannya yang berada di dalam mobil. Untung saja kaki Celina tak terikat hanya tangan dan mulut saja. Celina melangkah secepatnya. Jangan sampai tertangkap. Ia mencari jalan yang aman. Langkah Celina semakin cepat. Dulu pernah ikut lo
Bab 55 Celina masuk ke bilik paling pojok untuk membuang hajatnya, setelah selesai ia mencuci tangan di wastafel. Suara langkah kaki perlahan terdengar. Celina tak berpikiran macam-macam. Di belakang tubuh Celina berjalan seorang pria bertopeng melangkah mendekati Celina. Wanita itu menatap cermin di depannya. Ketika netra mereka bertemu, Celina yang hendak berteriak mulutnya langsung dibungkam dengan saputangan yang telah ditetesin obat bius. Hingga pandangan Celina mulai mengelap dan kadua kakinya melemas. Bruk! Tubuh Celina diseret keluar dari bilik dan dibawa ke sudut tersembunyi dekat ruang penyimpanan. Di sana sudah menunggu sebuah troli besar, troli sampah industri yang biasa digunakan gedung itu untuk memindahkan limbah kering. Pria berseragam Office Boy juga menunggu kehadiran Celina. Mereka saling mengangkat jempol dan sudah saatnya menyembunyikan Celina agar mudah dibawa. Tubuh Celina diangkat, dimasukkan ke dalam troli, lalu ditutup dengan plastik hitam tebal beri
Bab 54Semua terkendali walau Celina sempat terdiam beberapa menit, menenangkan hati dan pikiran. Apa yang harus diucapkan terlontar perlahan hingga ia mengeluarkan proyek team Celina. Robot mungil yang bisa menemani manusia ketika kesepian. Ide yang luar biasa dan terlihat simple. Tapi tak semua orang bisa membuatnya. Celina dan team membuatnya terlihat cerdas. Robot mungil yang bisa dibawa ke mana-mana membuat para pemiliknya seperti memiliki teman nyata. Robot itu dinamakan Nata, semua bisa dilakukan dalam satu klik. Buatan Celina dan teamnya membuat lirikkan pengusaha menjadi takjub dengan ciptaan para mahasiswa tersebut. Robot yang belum sepenuhnya sempurna, tapi membuat mereka tercengang. Anak magang yang memliki ide luar biasa. Mereka memuji proyek yang dipimpin Celina sendiri. Keberhasilan proyek itu memikat banyak perusahaan termasuk Luis. "Ternyata lebih cerdas dari dugaanku," puji Luis dalam hati. Untuk saat ini Luis belum berani menemui Celina apalagi ibunya masih
Bab 53"Maaf, tidak bisa Nona Celin. Anda harus mengganti kerugian tiga kali lipat yang telah kami berikan.""Apa?" Celina terkejut ketika Andreas mengeluarkan lampiran dari ponselnya. Celina tak membaca lebih detail tentang isi perjanjian itu. Tidak mungkin ia lanjut atau keluarganya yang terancam. "Ini sudah ada di perjanjian kemarin. Seharusnya Anda baca lebih teliti lagi." Tubuh Celina lemas, bagaimana ia harus menghadapi dua tahun ini. "Nona, sebaiknya Anda jalani saja kontraknya. Tuan Luis pasti melindungi Anda dengan baik. Percayakan saja kepadanya." Celina tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya menunggu dan bersabar. Semua ini ia awali jadi tanggung resikonya. Tak ada percakapan lagi setelah membahas kontrak itu. Andreas fokus menyetir dan Celina memandang jalan yang mulai ramai dengan pejalan kaki. "Sekarang kita ke mana Andreas?" Mereka sudah masuk ke jalan perumahan. Jarak rumah berjauhan tidak terlalu dekat seperti komplek lainnya. "Mencari tempat tinggal buat Anda.
Bab 52 "Lalu kenapa ia menginap di sini. Kamu bawa wanita kotor ini ke sini?" Suara Mommy mulai emosi. Tidak punya hubungan apa-apa, tapi tidur seperti memiliki cinta yang besar. Itu yang dilihat dengan matanya. "Kenapa Luis? Jawab!" hardik Raina tak mendapatkan informasi yang jelas keduanya patut dicurigai. "Kalau aku di hotel pasti banyak yang tahu, Mom. Jadi aku menyimpannya di sini." "Oh, jadi wanita simpananmu?" Suara Riana semakin meninggi padahal ia sudah tenang tadi. "Maaf, Nyonya. Kalau kehadiran aku membuat Nyonya risih. Saya akan pergi." "Bagus kalau kamu sadar diri. Kamu itu hanya wanita rendahan yang hanya bisa jadi simpanan saja. Semua di rumah ini tak pantas untukmu. Mereka calon Nyonya Luis harus memiliki pendidikan yang tinggi dan attitude yang baik. Tidak seperti kamu hanya lulusan yang tak pantas." Suara Riana semakin meninggi, merendahkan Celina dengan pendidikan. Jika Riana tahu siapa Celina dan berapa nilai yang diraihnya tidak mungkin wanita tua itu berka







