แชร์

Bab.51

ผู้เขียน: Addarayuli
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-24 14:00:41

Matahari sore mulai bergeser ke barat, memancarkan sinar jingga yang menerpa debu-debu halus di area proyek. Di tengah riuhnya suara cetok semen dan dentangan besi, Mas Bayu berdiri terpaku. Tatapannya kosong mengarah ke fondasi bangunan yang separuh jadi. Pikiran pria itu melayang jauh dari area lapangan tempatnya berdiri.

"Mas Bayu? Melamun aja, nih," tegur seorang arsitek muda sambil melangkah mendekat. Di tangannya, ia memegang gulungan kertas kerja yang sudah sedikit terlipat di b

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Gadis Desa di Antara Pria Perkasa   Bab.52

    Suasana di kamar Mas Bayu yang semula tenang berubah menjadi penuh kepanikan saat pintu terbuka. Mas Bayu melangkah masuk dengan bersandar pada pintu, wajahnya pucat dan kepala terbebat perban putih."Minum dulu, Mas!" ucap Mbak Sri sigap. Dengan telaten, ia membantu Mas Bayu memegang cangkir dan meminum teh manis hangat buatannya.Mas Bayu meminum teh hangat itu perlahan. Setelah menyeruputnya hingga separuh, ia menghela napas panjang dan menatap orang-orang di sekelilingnya. "Terima kasih banyak ya, Mbak Sri. Terima kasih juga buat adik-adik kos semua yang sudah mengkhawatirkan saya."Masih dengan wajah yang terlihat panik, Mbak Sri bertanya menuntut penjelasan. "Sebenarnya apa yang terjadi sama Mas Bayu? Pulang-pulang kok kepalanya sudah diperban begini?"Mas Bayu mengusap dadanya sebentar, lalu menjelaskan. "Jadi begini, pas pekerjaan di proyek baru selesai dan saya mau siap-siap pulang, tiba-tiba penyangga besi di atas jatuh. Kayu yang ditopang di at

  • Gadis Desa di Antara Pria Perkasa   Bab.51

    Matahari sore mulai bergeser ke barat, memancarkan sinar jingga yang menerpa debu-debu halus di area proyek. Di tengah riuhnya suara cetok semen dan dentangan besi, Mas Bayu berdiri terpaku. Tatapannya kosong mengarah ke fondasi bangunan yang separuh jadi. Pikiran pria itu melayang jauh dari area lapangan tempatnya berdiri."Mas Bayu? Melamun aja, nih," tegur seorang arsitek muda sambil melangkah mendekat. Di tangannya, ia memegang gulungan kertas kerja yang sudah sedikit terlipat di bagian ujungnya.Mas Bayu tersentak pelan, lalu menoleh. Ia berusaha mengulas senyum tipis di wajahnya yang tampak lesu. "Eh... nggak papa, Mas."Sang arsitek mengamati wajah Mas Bayu dengan dahi berkerut. "Lagi ada pikiran ya, Mas? Dari habis makan siang tadi kulihat kok nggak semangat banget. Padahal biasanya Mas Bayu paling ceria kalau pas makan siang, terus pasti selalu muji-muji enaknya masakan dari nasi boks yang dibawa."Mas Bayu menghela napas pelan. "Enggak kok, cuma

  • Gadis Desa di Antara Pria Perkasa   Bab.50

    Keheningan menyelimuti kamar saat Mas Rehan terus memeluk Mbak Sri dengan erat. Selama beberapa menit, tak ada suara lain selain deru napas mereka yang perlahan menyatu. Mbak Sri menyandarkan seluruh beban hatinya di dada Mas Rehan, merasakan hangatnya rasa aman yang terpancar dari sosok pria itu. Tangan Mas Rehan bergerak lembut, mengelus rambut Mbak Sri perlahan dari puncak kepala hingga menyusuri punggungnya, memberikan ketenangan yang selama ini amat dibutuhkan Mbak Sri hingga gejolak di hatinya berangsur tenang."Sudah, ya... Jangan takut lagi. Mbak Sri itu wanita yang kuat. Ingat, Mbak nggak sendirian di sini," bisik Mas Rehan begitu lembut, tepat di samping telinga Mbak Sri, menyalurkan setiap helai motivasi agar wanita itu bisa kembali berdiri tegak.Masih dalam keadaan sesenggukan dan napas yang tersengal, Mbak Sri perlahan melonggarkan dan melepaskan pelukannya. Tangan gemetarnya terangkat mengusap sisa-sisa air mata yang membasahi pipinya. Saat matanya melir

  • Gadis Desa di Antara Pria Perkasa   Bab.49

    Tangan kanan Mbak Sri mencengkeram dada kirinya erat-erat, menahan rasa sesak yang kian melilit napasnya. Cobaan yang bertubi-tubi datang seolah tanpa jeda membuat ketakutan menggerogoti hatinya. Sejak awal menikah, hubungannya dengan keluarga suami memang tak pernah benar-benar hangat. Suara Ibu Mertua yang selalu menuntut momongan, diiringi cacian dan makian tajam, masih berdenging nyaring di telinganya. Padahal, segala usaha dan doa telah mereka tumpahkan, hanya saja Tuhan tampaknya belum memercayakan sesosok buah hati di tengah-tengah mereka.Sebuah tepukan lembut di bahunya mengejutkan Mbak Sri. Ia mendongak pelan dan mendapati Mas Bayu berdiri menatapnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran. Melihat pandangan teduh itu, tangis Mbak Sri justru pecah semakin deras.Namun, sebuah panggilan hangat tiba-tiba mengalihkan perhatiannya."Mbak Sri! Kamu tidak apa-apa?"Mas Rehan bergegas mendekat, matanya menelusuri tubuh Mbak Sri dengan cemas. Dengan teliti

  • Gadis Desa di Antara Pria Perkasa   Bab.48

    Mas Rehan terpaksa menghentikan laju motornya ketika melihat kerumunan warga di depan Kos Wisma Asri. Suasana tampak gaduh dan riuh. Tanpa berpikir panjang, ia menstandarkan motornya, melepaskan helm, dan berlari kecil menuju kerumunan itu.Begitu sampai di sana, pandangan Mas Rehan langsung tertuju pada dua orang wanita berbeda usia yang sedang berdebat sengit dengan Mas Bayu. Tatapan Mas Rehan kemudian beredar mencari sosok Mbak Sri. Di sudut lain, ia melihat Mbak Sri sedang terduduk sambil menangis sesenggukan di kursi teras kos.Melihat kekacauan tersebut, Mas Rehan memberanikan diri menyela pembicaraan. "Permisi, ada apa ini?" tanya Mas Rehan dengan nada tegas.Kedua wanita itu menoleh seketika dengan wajah merah padam karena emosi. Wanita yang lebih muda, Lastri, tersenyum smirk meremehkan. "Kenapa? Kamu salah satu dari simpanan Sri?" tanyanya sinis.Mendengar pertanyaan melenceng itu, Mas Rehan terkejut bukan main. Matanya langsung mengara

  • Gadis Desa di Antara Pria Perkasa   Bab.47

    Suasana di depan gerbang kos yang biasanya tenang mendadak panas. Puji membendung amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun, matanya melotot tajam menatap Sri yang sedang menunduk di balik tubuh seorang pria."Dasar wanita murahan! Wanita gatal!" teriak Puji, suara seraknya memecah udara sore. "Pantas saja dari dulu kamu tak kunjung memberikan aku cucu! Kamu itu pasti mandul gara-gara sering digilir banyak pria di kos ini! Kos ini isinya pria semua, pasti setiap malam kamu tidur ganti-ganti pasangan dengan mereka!"Lastri, kakak ipar Sri, menyilangkan dada sambil tersenyum sinis, mengompori ibunya. "Betul itu, Ibu! Biar semua orang tahu kelakuan aslinya!"Puji semakin menjadi-jadi, menunjuk muka Sri dengan jari yang gemetar. "Kamu juga tega-teganya memfitnah Teguh, memasukkan anakku sendiri ke penjara! Semua ini cuma demi memuaskan hasrat kamu sama pria-pria kos itu, kan? Supaya tidak ada yang menghalangi kamu bermesraan sama mereka!"Tes!Air

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status