MasukDi tengah kehancuran rumah tangganya akibat pengkhianatan sang suami, Mbak Sri memilih bangkit dan menata kembali hidupnya yang runtuh. Satu-satunya harta yang kini ia miliki adalah sebuah rumah kos peninggalan almarhum orang tuanya. Mbak Sri memutuskan untuk mengelola kos tersebut secara mandiri, mengalihkan seluruh rasa sakit hatinya menjadi energi untuk merawat tempat yang penuh kenangan masa kecilnya itu. Kehidupan Mbak Sri yang sepi perlahan berubah warna ketika kos tersebut perlahan terisi penuh oleh penghuni pria dengan latar belakang dan latar kepribadian yang bertolak berbeda. Di antara dinamika pertemanan, perlindungan manis, dan persaingan terselubung untuk memenangkan hati sang pemilik kos, Mbak Sri belajar menyembuhkan trauma masa lalunya dan menemukan kembali harga dirinya.
Lihat lebih banyak"Mbak Sri! Teguh bawa kabur motor almarhum Bapak sama cewek karaoke, tabungan Mbak di bank juga dikuras bersih!"
****
Aroma gurih adonan tempe mendoan yang meletup-letup di atas wajan berpadu dengan wangi pekat teh tubruk yang baru disaring. Dapur kos-kosan dua lantai itu seperti biasa dihidupkan oleh sesosok wanita berusia 35 tahun berdaster batik katun kusam. Rambutnya disanggul asal dengan jepitan plastik yang sedikit longgar. Dialah Sri Rahayu atau yang kerap di panggil Mbak Sri, jantung utama yang membuat rumah itu selalu terasa seperti pulang.
"Kopi hitamnya kurang manis tidak, Mas Rehan?" tanya Mbak Sri sambil menyeka keringat di pelipisnya dengan ujung daster.
Mas Rehan, pengacara LBH berwajah lelah yang kemeja putihnya tergulung kaku hingga siku, menyesap cangkir sengnya perlahan. Matanya yang sembap akibat sisa-sisa lembur membela kasus penggusuran rakyat kecil mendadak tampak lebih rileks.
"Pas, Mbak. Kopi buatan Mbak Sri selalu paling bisa menyembuhkan sakit kepala," jawab Rehan sambil tersenyum tipis, menyandarkan punggungnya di kursi kayu dapur.
Tak lama, piring mendoan hangat diletakkan di tengah meja. Tepat saat itu, Nico melangkah masuk lewat pintu samping. Karyawan minimarket yang polos dan ceria itu tersenyum lebar sembari menyodorkan satu kotak susu segar dari kantong plastiknya.
"Mbak Sri! Ini ada susu murni promo khusus buy one get one. Yang satu buat Mbak Sri ya, biar nggak capek ngurusin kosan sama jualan nasi uduk terus," ujar Nico polos, memamerkan deretan giginya.
Suasana dapur pagi itu mendadak begitu hangat, cair, dan penuh kekeluargaan. Namun, kehangatan itu runtuh seketika dalam satu getaran tajam ponsel di saku dasternya.
Dua denting notifikasi masuk berturut-turut. Mbak Sri meraba saku dasternya, mengambil ponsel layarnya yang agak retak. Namun sebelum berhasil membuka pesan di ponselnya, dia kembali membalik tempe di dalam wajan.
Pintu dapur umum kost terdorong kasar hingga membentur dinding semen. Raka muncul di ambang pintu dengan wajah pucat pasi dan napas memburu, seolah baru saja berlari menempuh jarak berkilometer-kilometer. Matanya yang liar menyapu ruangan, mengabaikan Mas Rehan dan Nico yang sedang duduk santai di meja makan, lalu mengunci pandangannya pada sosok Mbak Sri.
Mbak Sri yang membelakangi pintu tampak tenang membolak-balik tempe goreng di atas wajan panas. Bau gurih bumbu ketumbar membumbung di udara, berpadu dengan uap minyak mendesis.
Tanpa membuang waktu, Raka melangkah lebar menghampiri kompor. Dengan dada yang kempas-kempis dan keringat dingin menetes di pelipisnya, ia menumpahkan apa yang baru saja dilihat dan didengarnya.
“Ada apa, Raka?” tanya Mbak Sri bingung ketika melihat wajah Raka yang tampak panik.
"Mbak Sri! Teguh bawa kabur motor almarhum Bapak sama cewek karaoke, tabungan Mbak di bank juga dikuras bersih!"
Srenggg...
Desisan minyak goreng mendadak kalah nyaring oleh hening mencekam yang membungkus dapur. Spatula aluminium di tangan Mbak Sri terlepas begitu saja, jatuh menghantam ubin lantai dengan bunyi kluntingan yang nyaring.
Mas Rehan yang tadinya hendak menyesap kopi hitam langsung tersedak hebat hingga terbatuk-batuk, sementara Nico membeku di kursi dengan sendok menggantung di depan mulut dan mata melotot tak percaya.
Mbak Sri perlahan memutar tubuhnya. Wajah wanita paruh baya yang biasanya ramah itu seketika kehilangan warna, menatap Raka lurus-lurus seolah berharap kalimat tadi hanyalah lelucon konyol di pagi hari. Namun, raut panik dan napas Raka yang masih tersengal-sengal menegaskan satu hal, Raka tidak pernah berbohong padanya.
Mabk Sri pun menyalakan ponselnya yang beru saja terdapat notifikasi dari m-banking nya. Tangannya mendadak gemetaran hebat saat membaca angka yang tertera di sana.
Saldo Anda: Rp0,-
Kerja keras lima tahun, keringat yang mengucur saban subuh membungkus nasi uduk, jemari yang kasar menggosok lantai kosan, hilang tanpa sisa. Belasan juta tabungan hidupnya menguap menjadi nol rupiah.
Belum sempat napasnya kembali tertata, sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal menyusul masuk. Isinya berupa penagihan paksa lengkap dengan foto KTP Mbak Sri. Teguh, suaminya yang malas, tidak berguna, dan parasit, tidak hanya menguras habis tabungan dan membawa kabur sepeda motor peninggalan almarhum ayahnya. Lelaki itu juga mendaftarkan nama Mbak Sri sebagai penjamin tunggal utang pinjaman online ilegal bernilai belasan juta rupiah.
Dapur yang hangat itu mendadak hening, berganti menjadi hembusan angin dingin yang mencekat dada.
Napas Mbak Sri memburu, pecah-pecah di udara dingin dapur yang remang. Kesadarannya hampir padam, disedot habis oleh rasa takut dan trauma yang teramat sangat. Ancaman terselubung dari rentenir kejam yang dikirim oleh mantan suaminya berhasil merobek seluruh daya tahan yang selama ini dia bangun sendirian.
Sebelum tubuh Mbak Sri menyentuh lantai, lengan kokoh Mas Rehan menyambar pinggangnya dari belakang, merengkuh erat dada tegapnya ke punggung Mbak Sri yang gemetaran hebat.
"Mbak Sri! Bertahan, Mbak! Demi Tuhan, siapa pun yang bikin Mbak Sri seperti ini bakal saya seret ke hukum!"
Pagi itu, sinar matahari baru saja menerobos celah-celah pepohonan di area proyek pembangunan. Suasana di lapangan yang biasanya bising oleh suara mesin, pagi ini terasa agak sunyi dan dibalut canggung.Di depan proyek, Mas Bayu, Pak Doni dan Mas Rehan sedang duduk Bersama. Hingga tak lama kemudia, tak jauh dari tempat mereka duduk, di balik gerbang berhenti sebuah motor membuat ketiganya menoleh.Sesosok wanita anggun dengan pakaian rapi bertandang ke lokasi. Ia adalah Mbak Sri, yang datang tepat waktu sesuai dengan janji yang telah ia buat sebelumnya. Mbak Sri hadir untuk menemui Mas Bayu.Namun, kehadiran Mbak Sri yang tak disangka-sangka oleh Pak Doni dan Mas Rehan membuat suasana seketika menegang.Mas Rehan dan Pak Doni menghentikan pembicaraan mereka begitu melihat kedatangan Mbak Sri. Wajah mereka menunjukkan terkejut yang luar biasa.Mas Rehan terperanjat, "Mbak Sri? Anda... bagaimana bisa ada di sini pagi-pagi begini?"Pak Doni s
Suasana di Kos Wisma Asri menjelang pukul sembilan pagi mulai berangsur sepi. Kebisingan khas pagi hari seperti suara deru motor, celoteh penghuni kos yang berebut kamar mandi, hingga denting alat masak kini telah mereda. Mayoritas penghuninya sudah berangkat menembus kemacetan kota untuk bekerja dan berkuliah. Hanya tersisa keheningan yang dibalut sepoi angin pagi dan suara jangkrik liar di sudut halaman.Di dalam kamarnya, Mbak Sri berdiri mengamati penampilannya. Ia meraih tas selempang kulit warna cokelat pastel lalu memakainya serong di bahu. Matanya menatap lekat pantulan dirinya di cermin rias berukuran sedang. Dress bunga-bunga kecil berwarna lembut yang melekat di tubuhnya tampak begitu rapi, membalut sosoknya yang biasanya hanya mengenakan daster atau kaos santai sehari-hari. Sebuah senyum tipis yang hampir tak terlihat, namun penuh arti mengembang di bibirnya.Dengan jemari yang sedikit gemetar, Mbak Sri meraih botol parfum kaca berdesain elegan dari atas me
Suara tumisan bumbu halus di atas wajan besar beradu dengan keheningan pagi yang masih samar. Jarum jam dinding di dapur umum menunjukkan pukul 04.15 WIB. Asap tipis beraroma bawang merah, terasi, dan daun jeruk membumbung tinggi, memenuhi ruangan berubin putih tersebut.Setelah tiga hari tutup total demi mengurus berkas perceraiannya di Pengadilan Agama, Mbak Sri akhirnya kembali ke tempat yang paling membuatnya merasa hidup: dapur katering milik pribadinya. Hari ini, ia harus menyelesaikan 50 kotak nasi tumpeng mini dan 100 porsi prasmanan untuk acara syukuran kantor.Dengan cekatan, Mbak Sri mengaduk sambal goreng ati dengan sutil kayu besar. Keringat tipis mulai menetes di pelipisnya. Tangannya yang sigap dan terlatih melangkah dari satu kompor ke kompor lain.Ting!Suara denting notifikasi ponsel terdengar dari balik saku apron kain motif kotak-kotak biru yang ia kenakan.Mbak Sri mengecilkan api kompor terlebih dahulu. Ia me
Angin malam berembus dingin, membawa aroma tanah basah yang kian pekat. Langit di atas sana gulita, tertutup awan mendung yang menggantung rendah, seolah menyimpan beban yang siap ditumpahkan kapan saja.Mbak Sri duduk sendirian di kursi kayu teras rumahnya. Matanya menatap lurus ke arah langit malam yang hampa. Sebuah helaan napas berat terdengar beberapa kali dari bibirnya, terlepas bersama rasa sesak yang tak kunjung mereda. Malam ini seharusnya terasa begitu berharga—sebuah garis akhir dari drama panjang yang menguras emosi dan air mata. Namun, bukannya lega, hatinya justru terasa ganjil, gundah, dan tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di relung dadanya yang paling dalam."Mas Bayu..." lirih Mbak Sri sangat pelan, hampir tak terdengar, mengucap nama seseorang yang kini jauh darinya.Tiba-tiba, sebuah sentuhan lembut mendarat di atas kepalanya. Sebuah elusan hangat pada pucuk kepala yang seketika menghentikan lamunannya.Mbak Sri te












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan