Pintu depan kos terbuka, memperlihatkan Nico yang datang terengah-engah sambil menjinjing dua kantong plastik besar. Es batu dalam kantong minuman dingin bergemerincing, bersanding dengan beberapa bungkus jajanan pasar dan roti."Nih, buat Mbak Sri," kata Nico sambil menyerahkan kantong itu ke Mbak Sri. "Tadi pas Raka nge-chat di grup bilang Mbak Sri hampir pingsan, aku langsung mampir ke toko kelontong depan."Mbak Sri hanya bisa tersenyum haru, lalu mengangguk pelan. "Makasih ya, Nico... jadi repot begini."“Tidak repot kok, Mbak,” jawab Nico dengan senyum khasnya.“Lebih baik Mbak Sri sekarang istirahat saja sudah malam,” ucap Mas Bayu.Setelah Mbak Sri dipaksa masuk ke dalam untuk istirahat dan meminum es tehnya, Mas Bayu memanggil beberapa anak kos lain dan berdiri di pelataran depan kosan. Tangannya memegang meteran gulung, matanya meneliti setiap sudut teras luar yang rencananya akan disulap menjadi warung."Udah, biarkan Mbak Sri istirahat dulu," ujar Mas Bayu, menepuk bahu Ra
Last Updated : 2026-08-28 Read more