"E-enggak kok, Mbak... cuma dikit lagi selesai," jawab Raka terbata-bata.Muka Raka makin memerah menahan malu. Tak sanggup berlama-lama menatap Mbak Sri, Raka segera meletakkan kuncinya dan berdiri terburu-buru."Raka ke dapur sebentar ya, Mbak, mau cuci tangan!" seru Raka cepat, melangkah lebar meninggalkan area samping rumah.Mbak Sri hanya tersenyum kecil melihat tingkah pemuda itu, lalu menyusulnya ke dapur. Ia meletakkan es teh yang sudah mulai mencair, lalu memutuskan untuk membuatkan segelas teh hangat manis yang baru agar perut Raka yang sedang kepanasan tidak kaget.Suara denting sendok yang mengaduk teh memecah keheningan dapur. Raka, yang baru selesai membasuh muka di wastafel, masih berusaha menetralkan debar jantungnya."Ini, Ka, diminum dulu teh hangatnya biar mendingan," kata Mbak Sri sambil menyodorkan gelas."Ah, iya Mbak, terima kasih banyak," jawab Raka gugup.Karena terburu-buru ingin mengambil gelas itu, jemari Raka tanpa sengaja menyambar dan menggenggam erat je
Last Updated : 2026-09-01 Read more