공유

9

작가: nura0484
last update 게시일: 2026-05-08 17:30:07

"Kamu kemana aja, sayang?"

Lucas membelai pipi Poppy pelan, menatap lembut tepat di kedua matanya. Wanita yang dihadapannya sekarang adalah kekasihnya, mereka bertemu secara tidak sengaja dan bahkan sampai sekarang Lucas tidak mengenalkan kedua orang tuanya pada Poppy. Dalam pikirannya apa ini salahnya sampai tidak mengenal atau mengetahui latar belakang wanita dihadapannya, hubungan mereka tidak saling terbuka satu sama lain.

"Sayang, kamu ada masalah sama pekerjaan? Nggak
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Gadis Kecil   32

    "Kita nggak bisa begini terus, Ky." Kedatangan orang tua mereka berdua seketika memberikan hawa segar, setidaknya pembicaraan tentang perjodohan terhenti. Orang tua mereka berdua sangat menyadari jika mereka tidak akan bersatu, apalagi Zaky yang sudah siap dengan hubungan serius dengan kekasih. "Bu, terus gimana?" Zaky menatap sang ibu yang hanya diam. "Bunda..." Anggi merengek dengan menatap sang bunda. "Bunda nanti yang bicara sama nenek." "Aku bantuin, Ma." Ibunya Zaky membuka suaranya "Kamu benar mau lamar cewekmu?" Zaky menganggukkan kepalanya penuh keyakinan "Ya udah nanti kita bicara sama nenek. Anggi sudah punya calon?" "Sudah, bu. Kakaknya Leo." Zaky membuka suara yang langsung mendapatkan cubitan dari Anggi. "Lucas? Bukannya dia punya kekasih?" Rahma menatap sang anak penuh dengan tanda tanya. "Udah putus, bun." Anggi menjawab langsung "Bahas masalah

  • Gadis Kecil   31

    "Kamu begini buat aku pengen nikah aja. Gimana kalau aku lamar kamu ke ayah?" "Nggak usah aneh-aneh, bang. Lagian ini juga masak sederhana." Menatap hidangan yang ada diatas meja. Anggi memasak makanan rumahan, masakan yang biasa dinikmati ketika berada dirumah orang tua. Sayur kelor, bakwan jagung dan tempe goreng. Menelan saliva melihat makanan diatas meja, menatap Anggi yang menata piring di meja."Bukannya kamu tadi di cafe sama Zee?" Anggi menggelengkan kepalanya "Aku tadi ke Karawang sebentar, habis itu balik pusat buat nyerahin laporan. Milih pulang karena memang jam kerja selesai, ayah sama Om Rifat yang kasih aku kebebasan mengenai jam kerja. Disini nggak ada yang dikerjakan akhirnya milih masak ini semua, makanan sederhana. Abang suka masakan rumahan, apalagi kalau ada sayuran." "Kamu tahu banyak tentang aku." Lucas menganggukkan kepalanya, sedikit menyesal karena tidak tahu tentang Anggi "Masalah cafe gimana?" "Se

  • Gadis Kecil   30

    "Jahat nggak sih?" "Biarin! Biar tahu dia gimana susahnya dapatin kamu." "Astaga! Kalian memang saudara yang kurang ajar." Anggi menggelengkan kepala mendengar jawaban Endi."Zee, kamu nggak mau belain abang?" Zee menggelengkan kepalanya, Anggi hanya bisa menghela napas panjang melihat jawaban Zee dalam menjawab pertanyaan Leo "Kamu itu paling nggak suka kalau abang dikerjain, lebih pilih abang daripada aku." "Abang selalu belain aku, kamu sama Endi yang ada nggodain aku." Zee menatap malas kearah Leo yang seketika tertawa. "Kamu suka sama abang, Nggi? Aku sih selama kamu bahagia pastinya aku juga akan bahagia." Endi memberikan tatapan serius kearah Anggi yang memilih diam sambil mendengarkan pembicaraan tidak penting mereka."Anggi itu udah lama suka sama abang, cuman milih diam." Leo menaik turunkan alisnya."Nggak! Mana ada aku suka sama abang." Anggi menatap tajam Leo yang memberikan senyuman menggoda."

  • Gadis Kecil   29

    "Abang nggak takut kalau mantan abang itu berbuat lebih nekat dari kemarin?" "Aku nggak yakin dia akan melakukan itu." Lucas mengatakan sedikit ragu."Mungkin bukan dia, tapi seseorang dibelakangnya." "Kamu tahu sesuatu?" Lucas memicingkan matanya kearah Anggi.Anggi berdecih pelan melihat reaksi Lucas "Aku hanya menduga, bang. Kalau papi sampai bilang begitu pastinya ada yang harus di waspadai, makanya kalau sama papi jangan debat dan merebutkan mami aja." "Besok kalau kita punya anak juga nggak mau kamu lebih perhatian sama anak kita." "Astaga, abang! Mikirnya udah kearah sana, padahal belum tentu sampai kearah sana. Ingat aku hanya memberi kesempatan bukan udah kearah sana." Anggi menggelengkan kepala."Kita ciuman di ruangan Raka itu statusnya udah berubah, lupa? Bukan kesempatan lagi, tapi arah yang serius." Anggi menatap tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya "Kamu setuju atau nggak!" Lucas menggenggam ta

  • Gadis Kecil   28

    "Raka bilang ini bohong, pi. Raka udah tanya sama rumah sakit disana, dokter yang memberi pernyataan itu nggak ada." "Kamu sudah tahu dia gimana, kan? Ini baru permulaan, papi yakin masih ada yang lain nantinya." "Aku nggak nyangka dia begitu, pi." Lucas menggelengkan kepalanya mengingat sang mantan kekasih."Dia dipaksa sama pamannya." "Maksudnya, pi?" Lucas menatap penasaran."Nggak penting." Wijaya menggelengkan kepalanya "Kamu adalah orang yang mudah sekali kasihan, jadi lebih baik nggak tahu tentang ini." "Pi, apa yang papi lakukan ini buat aku penasaran. Papi nggak mau aku cari semua sendiri, kan? Papi tahu kalau aku..." "Tahu dan sangat tahu." Wijaya memotong kalimat Lucas "Papi mengenal kamu luar dalam, jadi nggak perlu bicara seakan papi nggak paham kamu. Apa yang papi lakukan ini demi buat kamu dan sangat tahu bagaimana kamu dalam bersikap dan bertindak." Menyadari apa yang dikatakan papinya adal

  • Gadis Kecil   27

    "Ada apa?" "Kamu nggak kangen sama aku?" Lucas mengangkat salah satu alisnya mendengar kalimat yang keluar dari bibir Poppy.Menemui Poppy sebelum memulai aktivitas dilakukan dengan sangat malas, wanita ini menghubungi dengan nomer lain setelah sebelumnya nomernya tidak mendapat tanggapan sama sekali. Kalimat ancaman yang seketika membuatnya menyetujui pertemuan, mungkin hampir satu bulan mereka tidak saling berhubungan."Katakan tujuan pertemuan ini." Lucas berkata dengan nada datar."Aku hamil." Lucas memicingkan matanya "Lalu?""Kamu harus tanggung jawab." Poppy berkata dengan nada sedih, tangannya membelai perut perlahan dan secara otomatis Lucas menatap apa yang dilakukan Poppy."Bagaimana kamu yakin itu anakku? Kamu sendiri melakukan bukan hanya sama aku, berapa pria yang sudah menikmati tubuhmu? Lagian kita sudah nggak berhubungan hampir satu bulan, jadi?" "Kamu nggak percaya?" Poppy mengeluarkan amplo

  • Gadis Kecil   6

    "Sayang, bukannya kamu ke Karawang? Kapan datang?" "Baru saja." Lucas mendatangi Poppy dengan memeluknya erat "Apa kegiatan kamu seharian?" "Biasa kerja, nggak ada yang special." Lucas menganggukkan kepalanya "Kamu nggak masak, sayang?" sambil matanya menatap sekita

  • Gadis Kecil   5

    "Udah sembuh?" "Kaki aku yang sakit bukan kepala, Bang." Lucas hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Anggi, memilih diam dengan membuka laptop untuk membaca berkas yang nanti akan di presentasikan disana. Melihat kesamping tampak Anggi sedang memejamkan matanya, mengalihkan tatapan kearah

  • Gadis Kecil   4

    "Anak kamu ini!" "Anak kamu juga, mi. Mami yang melahirkan dengan taruhan nyawa.""Ya, tapi kelakuannya nggak jauh beda sama kamu." Lucas hanya diam mendengarkan perdebatan kedua orang tuanya, lagi-lagi ini pasti masalah dirinya yang tidak langsung pulang dan memilih ke tempat Poppy. Lucas tidak

  • Gadis Kecil   3

    "Om itu si Anggi memang layak disini?" Rifat mengerutkan kening mendengar pertanyaan Lucas "Semua sudah sesuai prosedur, memang kenapa?""Bukan akal-akalan papi?"Rifat semakin bingung mendengarnya "Kamu mau tahu hasil tesnya Anggi?"Lucas menggelengkan kepalanya lemah, mendengar dan melihat ekspr

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status