Share

6

Penulis: nura0484
last update Tanggal publikasi: 2026-05-05 20:30:29

"Sayang, bukannya kamu ke Karawang? Kapan datang?"

"Baru saja." Lucas mendatangi Poppy dengan memeluknya erat "Apa kegiatan kamu seharian?"

"Biasa kerja, nggak ada yang special."

Lucas menganggukkan kepalanya "Kamu nggak masak, sayang?" sambil matanya menatap sekitar "Kamu barusan datang?"

Poppy menganggukkan kepalanya "Aku baru datang jadi nggak sempat masak. Kamu belum makan? Mau dibuatkan sesuatu?"

"Aku udah makan."

Mendatangi tempat tinggal Poppy setelah seharian mengerjakan keuangan, beberapa hal mencurigakan sudah dibawa ke pusat. Tujuannya mendatangi Poppy lebih pada rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi, tidak menemukan apapun sama sekali dan sikap Poppy masih sama, walaupun sedikit mencurigakan.

"Kamu kayaknya lelah banget." Poppy memijat leher Lucas dengan lembut.

Sentuhan yang diberikan membuat Lucas tidak bisa berpikir dengan jernih, memejamkan matanya dan mencoba menghilangkan pemandangan yang dilihatnya tadi. Helaan napas dikeluarkan dengan menyentuh tangan Poppy, membalikkan badannya dengan menatap dalam kedua mata Poppy.

"Aku mau pulang."

"Pulang? Sudah terlalu malam." Poppy menghentikan rencana Lucas, memegang lengannya erat "Kita bisa menghabiskan waktu bersama, aku akan selalu bisa memuaskan kamu dan segala macam permasalahan akan hilang." Poppy melingkarkan tangan di leher membuat jarak mereka sangat dekat.

"Aku terlalu lelah, aku datang hanya karena merindukanmu." Lucas berdiri sambil melepaskan tangan di leher secara lembut, memegang tangan Poppy dengan genggaman erat "Aku tadi bertemu wanita yang wajah dan bentuk tubuhnya mirip banget kamu, dia bersama dengan pria dan terlihat mesra. Aku harap bukan kamu, usia kita memang jauh tapi hubungan kita sudah lama terjalin. Aku harap tidak ada kebohongan diantara kita, kamu tahu kalau perasaanku ke kamu tulus."

Lucas mengatakannya dengan menatap dalam kedua mata Poppy, sempat terkejut dengan kalimat yang diucapkannya, tapi tampaknya Poppy memiliki kemampuan yang bagus. Perubahan ekspresinya terlihat sangat jelas, Lucas bisa membaca semuanya dan semua itu berkat didikan papinya.

"Aku pulang." Lucas berdiri tanpa menunggu jawaban yang diberikan.

Berjalan keluar dari tempat tinggal Poppy, helaan napas panjang dikeluarkan sambil berjalan menuju mobilnya berada. Menghela napasnya kembali, mengingat semua yang dikatakan kedua orang tuanya tentang Poppy, walaupun mereka tidak mengatakan sebenarnya tapi cukup membuatnya kesal.

Menjalankan mobilnya, tujuannya saat ini kembali ke apartemen. Jam sudah berjalan mendekati tengah malam, membutuhkan teman untuk berbicara tapi tidak tahu siapa. Didalam isi kepalanya adalah Anggi, Lucas sangat yakin jika gadis kecil itu bisa memberikan kalimat yang menenangkannya.

Menekan bel berulang kali, berharap Anggi membuka pintunya. Lucas tidak peduli jika saat ini Anggi sudah tidur, pasti kelelahan setelah pekerjaan mereka tadi dan kembali Lucas tidak peduli. Menunggu dalam waktu yang lama, menekan bel yang sudah tidak terhitung dan usahanya membuatkan hasil dimana pintu terbuka dengan penampilan Anggi yang berantakan.

"Abang kenapa disini? Bukanya tadi masuk kedalam? Leo berisik? Zee nggak ada disini, dia lagi urus cafe." Anggi mengatakannya dengan mata setengah mengantuk.

"Temani aku."

Lucas memegang tangan Anggi, menutup pintu apartemennya dan membawa Anggi menuju mobil. Tujuannya saat ini adalah ke suatu tempat yang bisa menenangkan hati, walaupun tidak tahu dimana. Pukulan yang diberikan Anggi tidak berdampak apapun padanya, memasukkan kedalam mobil dengan Anggi yang masih memberikan tatapan tajam.

"Mau kemana? Bukannya bisa didalam bicaranya?" Anggi mengeluarkan protesnya "Abang tahu kalau aku capek?"

"Apa yang kamu lakuin kalau pacar kamu selingkuh?" Lucas langsung bertanya tanpa mendengarkan rengekan Anggi.

"Pacar abang yang Poppy itu selingkuh? Jadi itu selingkuhannya? Terus sekarang lagi galau?" Anggi seketika membuka mata seakan mata mengantuk dan lelahnya hilang, tatapan yang diberikan ke Lucas adalah rasa ingin tahu.

Lucas berdecih mendengar rentetan pertanyaan yang terdengar mengejek "Aku tanya satu kenapa kamu malah tanya banyak? Aku cuman tanya, bukan berarti pacarku melakukan itu."

"Aku nggak tahu jawabannya, aku nggak pernah ngalamin begitu. Lagian kalau dia selingkuh sebelum menikah artinya bagus, kita bisa mutusin tanpa mikir. Beda kalau udah menikah dan punya anak, banyak hal yang dipikirkan sebelum mengambil keputusan." Anggi menyandarkan kepala di kursi dengan mengubah intonasi suaranya dengan tatapan lembut kearah Lucas "Anggap saja Tuhan sayang sama aku dengan kasih tahu kalau dia bukan terbaik, masih ada yang lebih baik dan sedang disimpan untuk aku nantinya."

Lucas hanya diam, menatap Anggi yang memberikan jawaban pada umumnya. Sedikit tidak menyangka jika gadis yang berisik dan kecil ini bisa mengeluarkan kalimat seperti tadi, bayangannya tadi saat berbicara dengan Anggi hanya akan diberi kalimat-kalimat basi.

"Memang kamu pernah pacaran? Bukannya kemana-mana sama Leo dan Zee?" Lucas penasaran dengan kisah asmara Anggi yang sama sekali tidak diketahui "Apa kamu suka sama Leo?"

Anggi tertawa mendengarnya sambil menggerakkan kedua tangannya "Nggaklah, bang. Abang tahu gimana Leo, lagian setiap aku dekat sama cowok pastinya Leo akan menilai dulu. Bukan hanya Leo tapi Zee juga, mereka akan meminta papi buat menilai cowok itu dan hasilnya penilaian papi memang benar."

"Kamu ngikutin semua kata-kata papi? Dia bukan papa kandung kamu loh, Nggi?"

Anggi tersenyum tipis "Papi memang bukan papa kandung, tapi aku sudah menganggap mami dan papi sebagai orang tuaku. Jadi benar pacar abang selingkuh dan sekarang galau?"

"Aku hanya tanya..."

"Cowok sedih nggak papa, bang. Asal sedihnya jangan berlarut-larut, abang harus tegas dan jangan dibutakan cinta. Kalau lihat abang begini rasanya belum bicara sama dia, abang masih....abang belum siap menerima kenyataan sebenarnya. Abang takut apa yang dikatakan papi dan mami itu benar? Percayalah kalau orang tua tahu apa yang terbaik buat kita, walaupun semuanya belum tentu benar." Anggi menepuk bahu Lucas pelan.

Lucas terdiam mendengarkan semua kalimat yang dikatakan Anggi, semuanya seakan benar. Seharusnya tadi membicarakan dengan Poppy bukan malah pergi, semua tindakannya tidak mencerminkan kedewasaan sama sekali. Tepukan pelan di bahu membuat Lucas menatap kearah Anggi yang sedang menenangkannya, tidak tahu menenangkan apa tapi setidaknya hatinya sedikit tenang hanya dengan tepukan di bahu.

"Kita kembali aja, bang. Aku sudah lelah sekali."

"Kamu tidur saja nanti aku bangunkan."

Tatapan mata Anggi memang terlihat lelah, melihat penampilan Anggi yang hanya memakai piyama menyadarkan dirinya jika salah mengajak keluar, menurunkan pandangannya dimana kaki Anggi yang masih terbungkus perban. Kecelakaan yang membuatnya harus menggunakan perban, Lucas tidak melihat kesedihan sejak kecelakaan.

Suara dengkuran pelan terdengar tidak lama kemudian, memikirkan kalimat Anggi yang diberikan untuknya. Tidak ada yang salah sama sekali, tapi hatinya belum bisa menerima kenyataan. Menjalankan mobilnya kearah apartemen, menghentikan mobilnya di parkiran, matanya menatap Anggi yang sudah tertidur sangat pulas. Mematikan mesin, melihat pulasnya Anggi tidur membuat Lucas tidak tega membangunkan. Menggendong Anggi menuju unitnya, jelas saja tidak tahu cara masuk ke unit Anggi dan secara otomatis membawa ke tempatnya. Meletakkan Anggi didalam kamarnya, membenarkan selimut dengan tatapan yang masih kearahnya.

"Cantik kalau sedang tidur begini." Lucas menggelengkan kepalanya.

Masuk kedalam kamar mandi, tidak mempunyai tempat untuk tidur memilih bergabung bersama Anggi dan kembali menatap ke samping dimana Anggi berada. Menghembuskan napas panjang agar pikiran nakal tersebut pergi, memejamkan mata mengikuti Anggi yang sudah masuk dalam alam mimpi terlebih dahulu.

"Apa yang kalian berdua lakukan!"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Gadis Kecil   6

    "Sayang, bukannya kamu ke Karawang? Kapan datang?" "Baru saja." Lucas mendatangi Poppy dengan memeluknya erat "Apa kegiatan kamu seharian?" "Biasa kerja, nggak ada yang special." Lucas menganggukkan kepalanya "Kamu nggak masak, sayang?" sambil matanya menatap sekitar "Kamu barusan datang?" Poppy menganggukkan kepalanya "Aku baru datang jadi nggak sempat masak. Kamu belum makan? Mau dibuatkan sesuatu?" "Aku udah makan." Mendatangi tempat tinggal Poppy setelah seharian mengerjakan keuangan, beberapa hal mencurigakan sudah dibawa ke pusat. Tujuannya mendatangi Poppy lebih pada rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi, tidak menemukan apapun sama sekali dan sikap Poppy masih sama, walaupun sedikit mencurigakan. "Kamu kayaknya lelah banget." Poppy memijat leher Lucas dengan lembut. Sentuhan yang diberikan membuat Lucas tidak bisa berpikir dengan jernih, memejamkan matanya dan mencoba menghilangkan pemandanga

  • Gadis Kecil   5

    "Udah sembuh?" "Kaki aku yang sakit bukan kepala, Bang." Lucas hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Anggi, memilih diam dengan membuka laptop untuk membaca berkas yang nanti akan di presentasikan disana. Melihat kesamping tampak Anggi sedang memejamkan matanya, mengalihkan tatapan kearah kaki dan tongkat, melihat itu membuat Lucas menghela napas panjangnya.Kejadiannya sudah jalan seminggu, Anggi tinggal bersama bundanya setelah tahu kabar tentang kecelakaan. Zee dan Leo memutuskan tidur disana, Zee di tempat Anggi dan Leo di tempatnya. Kejadian Anggi membuatnya tidak bisa bertemu dengan Poppy, Lucas tidak mau mengambil resiko di saat kedua adiknya berada disekitar. Mereka bisa saja melaporkan semua yang dilakukan saat berada di apartemen, semua kegiatannya akan ketahuan."Pak Lucas, kita isi bensin dulu." Lucas menganggukkan kepalanya. Menatap keluar dimana mobil berhenti untuk mengisi bahan bakar, mengusap pelan matanya saat melihat seseorang yang sangat dikenalinya, memi

  • Gadis Kecil   4

    "Anak kamu ini!" "Anak kamu juga, mi. Mami yang melahirkan dengan taruhan nyawa.""Ya, tapi kelakuannya nggak jauh beda sama kamu." Lucas hanya diam mendengarkan perdebatan kedua orang tuanya, lagi-lagi ini pasti masalah dirinya yang tidak langsung pulang dan memilih ke tempat Poppy. Lucas tidak menyangka jika Anggi selalu melaporkan semua kegiatannya, terutama hal yang berhubungan dengan pribadi."Mami tahu dari Anggi, kan? Memang Anggi tahu aku kemana?"Tania menatap Lucas tajam "Kurang kerjaan banget Anggi lakuin itu, apa gunanya punya uang. Anggi punya kehidupan sendiri." Lucas menatap tidak percaya mendengar jawaban sang mami "Mami sangat belain Anggi banget, memang apa bagusnya dia?""Memang apa bagusnya cewek kamu itu? Usianya aja udah tua, kamu yakin dia wanita baik-baik? Kalau wanita baik-baik akan menjaga diri nggak gampangan buka kaki buat cowok..""Wajar, mi. Kami sepasang kekasih." Lucas memotong kalimat sang mami."Kamu semenjak sama dia jadi berani bantah mami." Tani

  • Gadis Kecil   3

    "Om itu si Anggi memang layak disini?" Rifat mengerutkan kening mendengar pertanyaan Lucas "Semua sudah sesuai prosedur, memang kenapa?""Bukan akal-akalan papi?"Rifat semakin bingung mendengarnya "Kamu mau tahu hasil tesnya Anggi?"Lucas menggelengkan kepalanya lemah, mendengar dan melihat ekspresi Rifat sudah bisa dipastikan jika memang Anggi lolos dengan kemampuannya, lagipula mereka tidak akan main-main dengan memasukkan karyawan dalam perusahaan apalagi karyawan tersebut berada di pusat."Anggi memang kompeten, bahkan sejak dia masuk banyak hal yang ditemukan.""Maksudnya?" Lucas mengerutkan keningnya."Ada kecurangan di pabrik yang di Karawang dan kantor cabang media di Bandung. Anggi rencananya akan kesana bersama Evan." "Evan? Bukannya dia juga baru? Memang bisa diandalkan?" Lucas sedikit ragu dengan mereka berdua."Evan sudah lima tahun disini, dia juga yang megang dua tempat itu." "Mereka hanya berdua?" tanya Lucas dengan rasa penasaran "Om yakin Evan nggak melakukan ses

  • Gadis Kecil   2

    "Kenapa, sayang?" Lucas menatap Poppy lembut, beranjak dari atas tubuhnya untuk melepas pengaman dengan membuangnya ke tempat sampah, masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri terlebih dahulu."Kamu kaya banyak pikiran, ada masalah di kantor?" Poppy menatap lembut kearah Lucas yang keluar dari kamar mandi."Nggak ada, biasa debat sama papi." Lucas tidak mungkin mengatakan sebenarnya, kalimat maminya di pertemuan kemarin masih membuatnya tidak percaya. Lucas tahu jika apa yang dikatakan maminya bukan hal main-main, semuanya bisa saja terbukti dengan sendirinya. Hubungannya dengan Poppy sudah berjalan cukup lama, saat ini memikirkan untuk ke hubungan yang lebih serius, tapi nyatanya tidak bisa dilakukan karena kedua orang tuanya."Debat apaan sampai begini? Bukannya kalian biasa debat?""Ya...begitulah." Lucas memilih mengangkat bahu tanda tidak ingin membahas perdebatan mereka "Kamu besok sampai jam berapa?""Biasanya, kamu pasti mau kesini?" Poppy tidak ingin memaksa untuk tahu."

  • Gadis Kecil   1

    "Papi selalu ikut campur sama masalah aku! Aku sudah besar, Pi!"Dia bukan cewek baik-baik! Papi nggak mau kamu sama cewek begitu!"Lucas menatap tidak terima atas apa yang sudah dilakukan papinya, bayangkan di usianya yang kepala dua menuju kepala tiga masih saja diatur dan parahnya mengatur tentang masalah percintaan. Lucas menjalin hubungan dengan wanita yang berusia diatasnya beberapa tahun, bisa dikatakan lima tahun lebih. Mengenalkan wanita tersebut dihadapan orang tuanya beberapa bulan lalu dan responnya luar biasa, mereka tidak ada yang menyukai wanita itu, bukan hanya sang papi tapi mami juga saudara-saudaranya."Poppy nggak seperti apa yang papi katakan," ucap Lucas dengan wajah lelahnya."Papi hidup lebih lama dari kamu, tahu mana yang baik dan nggak." Wijaya mengatakan dengan nada tidak mau kalah."Baik buat papi belum tentu baik buat aku," tambah Lucas."Kalian bisa diam?" suara Tania membuat kedua pria terdiam "Mami tahu kalian sering berdebat atau apalah itu, tapi bisa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status