Compartir

Bab 2

Autor: Amira
Melainkan karena ada seorang wanita di bawah meja yang sedang "melayaninya".

Davin.

Pria yang selama ini dijuluki "budak istri" oleh teman-teman di lingkaran kami.

Benar-benar berselingkuh.

Aku terduduk sambil termenung di sofa, rasa perih perlahan memenuhi seluruh tubuhku. Jemariku mengusap wallpaper ponsel yang menunjukkan foto diriku dan dirinya.

Entah sudah berapa lama berlalu. Di luar mulai turun hujan.

Tik ... tik ... tik ....

Di depan mataku pun mulai buram karena tergenang air mata.

Akhirnya, aku menelepon Joe. "Joe, bantu aku cari tahu, belakangan ini ada wanita apa di sekitar Davin?"

....

Aku memikirkan ribuan kemungkinan. Mungkin gadis itu sekretaris baru yang masih muda. Mungkin perempuan murahan yang ingin menumpang status Grup Gunardi. Atau mungkin orang dari lingkaran sosial kami sendiri ....

Namun, semuanya salah.

Mica.

Usianya 25 tahun, bekerja sebagai kurir makanan.

Di usia semuda itu, dia sudah menanggung utang 600 juta.

Ayah penjudi. Ibu sakit-sakitan. Adik yang masih sekolah. Keluarga yang hancur berantakan. Wajahnya yang terus terkena panas dan angin berubah menjadi kecokelatan, fitur wajahnya juga hanya bisa dibilang lumayan rapi.

"Sebenarnya apa yang Davin lihat dari perempuan ini, sih!" Sahabatku membanting berkas itu ke meja dengan marah. Dia menyaksikan sendiri pernikahan megah yang dulu diberikan Davin untukku.

Dia juga melihat bagaimana, di saat orang-orang di lingkaran kami hampir tiap beberapa hari bercerai atau berselingkuh, Davin malah terkenal karena menuruti semua perkataanku dan dijuluki "budak istri". Karena itu, dia jauh lebih mengerti seberapa besar luka yang kuterima karena kejadian ini.

Aku tidak tahan menunggu lebih lama lagi. Aku meminta sahabatku menemaniku pergi ke bawah gedung Grup Gunardi. Kami berjaga di dekat tempat parkir mobil Davin.

Tak lama kemudian, Davin turun. Namun yang mengejutkan, dia mengenakan pakaian santai, membuat auranya terlihat lebih muda beberapa tahun. Padahal setelah kami menikah, dia selalu memakai setelan jas formal setiap kali keluar rumah.

Bagaimanapun juga, Davin mewakili nama Keluarga Gunardi.

Bahkan dulu saat bulan madu bersamaku, dia pernah tertawa sambil membujukku. "Naira, coba pengertian sedikit ya. Soalnya Keluarga Gunardi juga punya bisnis di luar negeri. Aku harus selalu siap setiap saat."

Namun sekarang, hanya untuk turun dari kantor menuju parkiran saja, dia sampai mengganti pakaiannya. Wajah Davin terlihat sangat lembut saat ini. Dia sambil tersenyum dan mengatakan sesuatu kepada gadis di sampingnya.

Jendela mobil bahkan belum ditutup. Mica sudah terang-terangan duduk mengangkang di paha Davin sambil berhadapan dengannya.

Ciuman dan saling meraba.

Kemesraan yang tanpa malu sedikit pun itu menjadi pemandangan yang nyaris membakar mataku. Aku mati-matian menahan emosi, sambil menyalakan kamera ponsel dengan wajah tanpa ekspresi.

"Berani-beraninya dia! Padahal kalau si berengsek ini nggak dapat dana dari Keluarga Baskoro dulu, Grup Gunardi pasti sudah bangkrut!" maki sahabatku yang hampir turun dari mobil.

Aku langsung menarik tangannya dan menggeleng pelan. "Belum waktunya."

Setelah ciuman itu berakhir, mata kedua orang itu tampak merah dan napasnya pun terengah-engah. Jelas sekali mereka masih belum puas.

Mica mengusap jakun Davin. "Tadi malam kamu nyentuh wanita tua itu nggak? Hmm? Aku suruh kamu jangan sentuh dia selama seminggu. Kamu nurut nggak?"

Suara pria itu serak dan rendah, jelas sudah terbawa suasana. "Tentu saja, Putri kecilku."

"Soalnya, hadiah yang aku dapat nanti itu malam pertamamu. Mana mungkin aku gagal melakukannya? Biar nggak terjadi kesalahan, aku bahkan pakai sedikit obat tidur."

Tubuhku terasa seperti jatuh ke dalam lautan es. Sulit sekali mengaitkan pria ini dengan Davin yang sudah mencintaiku selama sepuluh tahun.

Namun, semua detail kecil itu ....

Jelas-jelas menunjuk pada kenyataan kejam ini.

Minggu lalu di waktu yang hampir sama, dia mengusap perutku sambil berkata, "Naira, kita punya bayi yuk? Minggu ini mulai jaga kondisi tubuh dulu, terus kita sedikit menahan diri."

Setiap malam, dia sendiri yang memasakkan sup kesehatan untukku, lalu menyuapiku sesendok demi sesendok. Demi "Cinderella" yang dipeliharanya di luar sana, ternyata dia bisa melakukan semua itu kepadaku.

Aku mendadak mengepalkan tangan kuat-kuat, bahkan mataku terasa sangat perih.

Gadis di dalam mobil itu sudah sepenuhnya menunjukkan ekspresi manja dan menggoda. "Davin, kamu benar-benar pangeranku! Aku cinta banget sama kamu ...."

Davin menjawab tanpa ragu sedikit pun, "Aku juga cinta kamu."

"Cuma cinta sama kamu."

Lalu aku ini apa?

Aku duduk di mobil yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka. Di balik kacamata hitamku, air mata akhirnya jatuh tanpa bisa kutahan lagi. Dadaku terasa seperti ditusuk pisau lalu diputar berkali-kali.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 10

    Tatapanku langsung berubah tajam. Sebelum kukunya menyentuh wajahku, aku tiba-tiba mengangkat tangan lalu mencengkeram pergelangan tangannya dengan keras!Aku sama sekali tidak menahan tenaga. Saking sakitnya, Mica langsung menjerit, "Aaaah!""Mau lawan aku?"Aku mendekat ke wajahnya, menatap wajah yang sudah terdistorsi karena marah dan kesakitan itu. Suaraku sangat rendah, tetapi setiap katanya terdengar jelas dan dingin."Memangnya kamu pantas? Kamu nggak lihat siapa statusmu? Sekarang bahkan Davin saja harus melihat ekspresiku sebelum bergerak. Terus kamu ini memangnya apaan?"Mica menggigit bibirnya dengan kuat.Aku tidak melanjutkan lagi. Aku hanya melepaskan tangannya dengan kasar dan jijik.Tepat saat itu, dua mobil polisi berhenti diam-diam di pinggir jalan. Beberapa polisi berseragam berjalan mendekat. Tatapan pemimpin mereka tajam dan langsung terkunci pada Mica yang berdiri membeku di tempat."Mica?"Suara polisi itu terdengar serius.Mica langsung ketakutan setengah mati s

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 9

    Reaksi pasar saham adalah yang paling langsung terasa. Harga saham Grup Gunardi jatuh tanpa ampun, beberapa hari berturut-turut langsung anjlok begitu pasar dibuka. Telepon dari para pemegang saham hampir membuat ponsel Davin dan ayahnya meledak.Pertanyaan. Tuduhan. Kepanikan. Semuanya bercampur jadi kekacauan.Dalam beberapa hari saja, Keluarga Gunardi sudah kewalahan dan berada di ambang kehancuran.Tanpa perlindungan Keluarga Baskoro ....Kapal besar bernama "Keluarga Gunardi" mulai bocor di mana-mana dan nyaris tenggelam sepenuhnya.Sore hari di hari kelima, bel rumah berbunyi. Di layar CCTV terlihat Davin berdiri di depan vila keluargaku. Dia tidak lagi memakai setelan jas mahal buatannya. Hanya mengenakan kemeja kusut. Dasi tergantung longgar di lehernya.Janggut tipis mulai tumbuh di dagunya dan matanya yang memerah itu bahkan terlihat jelas dari layar. Seluruh tubuhnya memancarkan kelelahan seseorang yang sudah diperas habis sampai tak bersisa.Aku tidak menyuruh pelayan membu

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 8

    "Kasih aku satu kesempatan lagi. Anggap saja semua ini nggak pernah terjadi, ya?" Di depan begitu banyak orang, matanya langsung memerah.Namun, seluruh tubuhnya penuh jejak Mica. Bagaimana mungkin aku memaafkannya? Bagaimana mungkin aku berpura-pura semua ini tidak terjadi? Bagaimana mungkin aku bisa melakukannya?Aku langsung mundur satu langkah, menghindari pelukannya yang menjijikkan. Tatapanku sedingin es. "Jangan sentuh aku!"Bersamaan dengan itu, aku membanting surat perjanjian cerai ke atas meja."Tanda tangan. Keluar tanpa membawa apa pun. Davin, sisakan sedikit harga dirimu."Melihat tidak ada ruang untuk negosiasi, Davin menatap kata "keluar dari pernikahan tanpa sepeser pun" di perjanjian cerai itu. rasa sakit di wajahnya perlahan berubah menjadi suram dan menyeramkan. Dia langsung meraih surat itu, lalu merobeknya dengan kasar!Potongan kertas beterbangan seperti salju. Dia menatapku sambil menurunkan nada suaranya, terdengar sangat tegas."Naira, kamu tahu sendiri. Aku pe

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 7

    Sudah sepuluh tahun kami bersama. Apa dia masih tidak mengenalku?Tidak tahu seberapa besar aku membenci pengkhianatan? Tidak tahu seberapa besar aku mencintainya? Dia tahu. Namun, dia tetap melakukannya.Di sudut mata pria itu muncul sedikit keraguan dan rasa sakit hati. Nada suaranya melembut, "Naira, aku ...."Namun, aku sudah tidak bisa menahannya lagi dan langsung menampar wajahnya.Plak!Suara tamparan yang keras menggema di ruangan, diiringi jeritan Mica. "Kak Davin! Kamu nggak apa-apa?!"Gadis yang tadi bahkan tidak berani banyak bicara itu langsung berdiri melindungi Davin mati-matian. Tatapannya ke arahku seperti binatang buas."Kamu sakit ya, Naira?! Apa hakmu nampar dia?!"Apa hakku?Atas fakta bahwa dulu aku melawan tekanan keluargaku demi menikah dengannya.Atas fakta bahwa dulu hanya karena dia berkata ingin punya anak, aku rela melawan ketakutanku sendiri untuk melahirkan.Atas fakta bahwa selama bertahun-tahun ini, aku tidak pernah mengkhianati pengorbanannya maupun ke

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 6

    Tatapan para petinggi di sekitar yang awalnya hanya terkejut, kini berubah menjadi ekspresi paham sekaligus haus gosip. Bagaimanapun juga, Davin adalah pewaris Keluarga Gunardi.Sekarang seorang direktur besar dipermalukan secara terbuka seperti ini oleh istrinya sendiri, harga dirinya benar-benar hancur total. Nada bicaranya mulai dipenuhi amarah, "Naira! Aku ulangi sekali lagi, urusan kita dibicarakan di rumah. Jangan menguji kesabaranku!"Lalu, dia membungkuk dan berbisik kepada Mica di sampingnya. "Kamu pergi dulu. Aku bakal kasih kamu penjelasan."Namun, Mica langsung dihalangi oleh sahabatku. "Setelah merebut laki orang, kamu mau kabur begitu saja? Mana bisa seenak itu?""Manda! Jangan kelewatan!" Davin benar-benar marah sekarang.Namun, keluarga Manda sekarang setara dengan Keluarga Gunardi. Tentu saja dia tidak takut pada ancaman Davin. Davin terang-terangan melindungi Mica di depanku. Walaupun aku sudah mempersiapkan diri secara mental ....Salah satu sudut hatiku tetap terasa

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 5

    Sahabatku di samping juga ikut menyindir, "Iya tuh, sampai seramai ini. Pak Davin, orang yang nggak tahu mungkin bakal mengira kalian lagi menyambut nyonya baru loh ...."Davin mengernyit. "Ngomong apa, sih." Dia memaksakan senyum, suaranya kembali membawa kelembutan seperti biasanya, lalu berjalan mendekat ingin menggenggam tanganku."Sayang, kenapa tiba-tiba datang? Bukannya aku sudah bilang malam ini bakal pulang cepat buat nemenin kamu?"Aku berpura-pura pengertian. "Nemenin aku? Nggak usah, Davin. Kamu 'kan sibuk nemenin sekretarismu. Mana mungkin aku tega suruh kamu cepat pulang. Lagian, waktu itu bukannya kamu juga ingkar janji gara-gara Mica?"Begitu kata-kataku terdengar. Kelembutan di wajah Davin langsung membeku, kilatan panik muncul di matanya. "Naira, Sayang, kamu ngomong apa sih? Apa ada salah paham? Kita pulang dulu terus ngobrol di rumah ya?"Aku memiringkan tubuh menghindari tangannya, lalu langsung berjalan ke depan Mica. "Salah paham?"Aku menatapnya tajam. "Bu Mica,

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 3

    Aku mengeluarkan ponsel, lalu menelepon Davin. "Davin, kamu di mana?"Sama seperti berkali-kali sebelumnya, dia langsung mengangkat teleponku dalam hitungan detik. Di awal pernikahan kami dulu, aku pernah diculik oleh musuh bebuyutan Keluarga Gunardi. Saat berhasil diselamatkan, kondisiku nyaris sek

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 1

    "Bu Naira, tas Birkin pink yang terakhir Ibu lihat sudah datang! Itu warna khusus yang dipesankan oleh suami Ibu, sekarang bisa diambil kapan saja ya!"Suara sales dari Hermes terdengar antusias sekaligus mendesak.Aku duduk di sofa sambil menggenggam remot, ujung jariku terasa sedikit dingin. "Yang

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 4

    Di detik itu.Kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun ... runtuh sedikit demi sedikit seperti deretan domino yang roboh.Kotak obrolan mereka kosong. Namun di folder favorit milik Davin, aku melihat riwayat percakapan mereka.[ Tas pink ini lucu banget! Makasih, suamiku! ][ Ternyata Cindere

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status