Share

Bab 3

Penulis: Amira
Aku mengeluarkan ponsel, lalu menelepon Davin. "Davin, kamu di mana?"

Sama seperti berkali-kali sebelumnya, dia langsung mengangkat teleponku dalam hitungan detik. Di awal pernikahan kami dulu, aku pernah diculik oleh musuh bebuyutan Keluarga Gunardi. Saat berhasil diselamatkan, kondisiku nyaris sekarat dan malam itu juga langsung masuk ICU.

Dia berlutut di samping ranjang rumah sakitku sambil menyentuh bekas luka di leherku dengan hati-hati. Pria setinggi itu meringkuk karena rasa bersalah, lalu menampar dirinya sendiri berkali-kali dengan keras.

Setelah kejadian itu, dia terus menyalahkan dirinya karena sedang rapat dan melewatkan teleponku, sehingga tidak menerima panggilan minta tolong terakhir dariku.

Dia pernah berkata, "Naira, ini salahku. Mulai sekarang, apa pun yang sedang aku lakukan, aku pasti akan angkat teleponmu! Kamu tenang saja."

"Kalau suatu hari nanti aku memperlakukanmu buruk, kamu boleh langsung menyuruhku keluar tanpa membawa sepeser pun. Bahkan seluruh Grup Gunardi akan kuberikan padamu!"

Sejak saat itu, dia benar-benar memenuhi janjinya selama sepuluh tahun berikutnya.

Namun, sekarang ....

Pria itu sedang menerima teleponku dengan bibir basah, penuh bekas lipstik, dan kancing kemeja terbuka lebar.

"Halo, Sayang, ada apa?"

Aku bertanya perlahan, kata demi kata, "Kapan kamu pulang? Bukannya bilang hari ini mau lebih cepat?"

Mica jelas tidak senang. Dia langsung menarik turun celana Davin, lalu menundukkan wajahnya. Tubuhku langsung gemetar hebat, ujung hatiku terasa mati rasa sekaligus sesak. Bahkan aku sendiri tidak tahu ini amarah atau sakit hati.

"Uh ...." Davin tak tak kuasa mengerang pelan, lalu buru-buru berdeham untuk menutupinya.

"Gimana, Sayang? Aku sebentar lagi pulang, kok."

Mica sangat berani.

Detik berikutnya, dia langsung bangkit, lalu menutup mulut Davin dengan ciuman. Davin menahan bahunya dan ingin mendorongnya menjauh, tetapi Mica tidak mau. Ciumannya semakin ganas dan kasar.

Suaraku mulai bergetar, "Davin, kamu janji malam ini pulang lebih cepat. Kalau nggak, aku nggak akan memaafkanmu."

Aku juga sudah mencintainya selama sepuluh tahun. Dulu aku juga menikah dengannya sambil menanggung tekanan besar. Cinta yang kujanjikan padanya pun diberikan dengan seluruh ketulusanku.

Aku tidak rela. Aku tidak sanggup hanya diam melihat pria yang sudah menemaniku selama sepuluh tahun direbut begitu saja.

Seperti banyak perempuan lain yang masih belum mau menyerah. Aku melakukan perjuangan terakhir yang sia-sia. "Dengar nggak, Davin? Aku bilang kalau kamu nggak pulang, aku nggak akan memaafkanmu."

Namun, sayangnya.

Sepuluh tahun cintaku seolah kalah begitu saja oleh trik kecil Mica. Mica melepaskan ciumannya dari Davin, lalu perlahan membuka kancing bajunya sendiri.

Dari seberang telepon, napas Davin terdengar berat. "Hah? Sayang. Kamu tadi bilang apa nggak maafin aku?"

"Maaf ya, Sayang. Tadi bagian produk bilang ada masalah dengan produk baru yang mau dirilis besok. Kayaknya malam ini aku harus menginap di kantor. Kamu tidur yang cepat ya, jangan lupa suruh bibi di rumah bikin sup kesehatan buat kamu."

Hatiku benar-benar mati rasa. Harapan terakhirku hancur berkeping-keping.

Ini pertama kalinya dalam sepuluh tahun pernikahan kami ....

Davin mengingkari janjinya.

Pria dan wanita di mobil itu masih berpelukan, masih tertawa. Sedangkan aku yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka, hanya bisa menahan dan membenci.

"Ayo pergi. Aku mau kasih mereka hadiah besar."

Aku langsung menginjak pedal gas dan pergi dari sana.

....

Keesokan harinya.

Yang datang lebih dulu dibanding Davin ... adalah pesan dari sahabatku.

[ Naira, Davin tadi pergi ke toko buat ambil tas pink itu. Menurutku sih, kakaknya cuma alasan doang! Pasti itu hadiah buat pelakor itu. ]

Baru menjelang siang, Davin pulang dengan wajah penuh kelelahan.

Lingkar hitam di bawah matanya jelas terlihat, tetapi matanya sendiri justru penuh semangat. Siapa pun bisa langsung tahu kalau semalam dia sangat "sibuk".

"Sayang, aku pulang .... Nanti sore habis rapat, malamnya aku ajak kamu makan enak ya."

Mungkin takut aku mencium aroma parfum murahan wanita lain di tubuhnya, dia hanya menciumku sekilas lalu buru-buru masuk kamar mandi. Memanfaatkan waktu itu, aku mengambil ponselnya. Aku memasukkan tanggal ulang tahunku.

Password salah.

Aku belum menyerah, lalu mencoba tanggal ulang tahunku versi kalender lunar. Berhasil terbuka.

Selama lima menit aku mencari, tetapi tidak menemukan akun yang mencurigakan milik Mica.

Sampai akhirnya aku melihat ....

Di daftar kontaknya ada dua akun dengan nama yang sama persis.

[ Kakak. ]

Kepalaku langsung berdengung. Dengan tangan gemetar, aku membuka keduanya satu per satu.

Dan akhirnya memastikan ....

Salah satu akun itu memang milik Mica.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 10

    Tatapanku langsung berubah tajam. Sebelum kukunya menyentuh wajahku, aku tiba-tiba mengangkat tangan lalu mencengkeram pergelangan tangannya dengan keras!Aku sama sekali tidak menahan tenaga. Saking sakitnya, Mica langsung menjerit, "Aaaah!""Mau lawan aku?"Aku mendekat ke wajahnya, menatap wajah yang sudah terdistorsi karena marah dan kesakitan itu. Suaraku sangat rendah, tetapi setiap katanya terdengar jelas dan dingin."Memangnya kamu pantas? Kamu nggak lihat siapa statusmu? Sekarang bahkan Davin saja harus melihat ekspresiku sebelum bergerak. Terus kamu ini memangnya apaan?"Mica menggigit bibirnya dengan kuat.Aku tidak melanjutkan lagi. Aku hanya melepaskan tangannya dengan kasar dan jijik.Tepat saat itu, dua mobil polisi berhenti diam-diam di pinggir jalan. Beberapa polisi berseragam berjalan mendekat. Tatapan pemimpin mereka tajam dan langsung terkunci pada Mica yang berdiri membeku di tempat."Mica?"Suara polisi itu terdengar serius.Mica langsung ketakutan setengah mati s

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 9

    Reaksi pasar saham adalah yang paling langsung terasa. Harga saham Grup Gunardi jatuh tanpa ampun, beberapa hari berturut-turut langsung anjlok begitu pasar dibuka. Telepon dari para pemegang saham hampir membuat ponsel Davin dan ayahnya meledak.Pertanyaan. Tuduhan. Kepanikan. Semuanya bercampur jadi kekacauan.Dalam beberapa hari saja, Keluarga Gunardi sudah kewalahan dan berada di ambang kehancuran.Tanpa perlindungan Keluarga Baskoro ....Kapal besar bernama "Keluarga Gunardi" mulai bocor di mana-mana dan nyaris tenggelam sepenuhnya.Sore hari di hari kelima, bel rumah berbunyi. Di layar CCTV terlihat Davin berdiri di depan vila keluargaku. Dia tidak lagi memakai setelan jas mahal buatannya. Hanya mengenakan kemeja kusut. Dasi tergantung longgar di lehernya.Janggut tipis mulai tumbuh di dagunya dan matanya yang memerah itu bahkan terlihat jelas dari layar. Seluruh tubuhnya memancarkan kelelahan seseorang yang sudah diperas habis sampai tak bersisa.Aku tidak menyuruh pelayan membu

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 8

    "Kasih aku satu kesempatan lagi. Anggap saja semua ini nggak pernah terjadi, ya?" Di depan begitu banyak orang, matanya langsung memerah.Namun, seluruh tubuhnya penuh jejak Mica. Bagaimana mungkin aku memaafkannya? Bagaimana mungkin aku berpura-pura semua ini tidak terjadi? Bagaimana mungkin aku bisa melakukannya?Aku langsung mundur satu langkah, menghindari pelukannya yang menjijikkan. Tatapanku sedingin es. "Jangan sentuh aku!"Bersamaan dengan itu, aku membanting surat perjanjian cerai ke atas meja."Tanda tangan. Keluar tanpa membawa apa pun. Davin, sisakan sedikit harga dirimu."Melihat tidak ada ruang untuk negosiasi, Davin menatap kata "keluar dari pernikahan tanpa sepeser pun" di perjanjian cerai itu. rasa sakit di wajahnya perlahan berubah menjadi suram dan menyeramkan. Dia langsung meraih surat itu, lalu merobeknya dengan kasar!Potongan kertas beterbangan seperti salju. Dia menatapku sambil menurunkan nada suaranya, terdengar sangat tegas."Naira, kamu tahu sendiri. Aku pe

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 7

    Sudah sepuluh tahun kami bersama. Apa dia masih tidak mengenalku?Tidak tahu seberapa besar aku membenci pengkhianatan? Tidak tahu seberapa besar aku mencintainya? Dia tahu. Namun, dia tetap melakukannya.Di sudut mata pria itu muncul sedikit keraguan dan rasa sakit hati. Nada suaranya melembut, "Naira, aku ...."Namun, aku sudah tidak bisa menahannya lagi dan langsung menampar wajahnya.Plak!Suara tamparan yang keras menggema di ruangan, diiringi jeritan Mica. "Kak Davin! Kamu nggak apa-apa?!"Gadis yang tadi bahkan tidak berani banyak bicara itu langsung berdiri melindungi Davin mati-matian. Tatapannya ke arahku seperti binatang buas."Kamu sakit ya, Naira?! Apa hakmu nampar dia?!"Apa hakku?Atas fakta bahwa dulu aku melawan tekanan keluargaku demi menikah dengannya.Atas fakta bahwa dulu hanya karena dia berkata ingin punya anak, aku rela melawan ketakutanku sendiri untuk melahirkan.Atas fakta bahwa selama bertahun-tahun ini, aku tidak pernah mengkhianati pengorbanannya maupun ke

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 6

    Tatapan para petinggi di sekitar yang awalnya hanya terkejut, kini berubah menjadi ekspresi paham sekaligus haus gosip. Bagaimanapun juga, Davin adalah pewaris Keluarga Gunardi.Sekarang seorang direktur besar dipermalukan secara terbuka seperti ini oleh istrinya sendiri, harga dirinya benar-benar hancur total. Nada bicaranya mulai dipenuhi amarah, "Naira! Aku ulangi sekali lagi, urusan kita dibicarakan di rumah. Jangan menguji kesabaranku!"Lalu, dia membungkuk dan berbisik kepada Mica di sampingnya. "Kamu pergi dulu. Aku bakal kasih kamu penjelasan."Namun, Mica langsung dihalangi oleh sahabatku. "Setelah merebut laki orang, kamu mau kabur begitu saja? Mana bisa seenak itu?""Manda! Jangan kelewatan!" Davin benar-benar marah sekarang.Namun, keluarga Manda sekarang setara dengan Keluarga Gunardi. Tentu saja dia tidak takut pada ancaman Davin. Davin terang-terangan melindungi Mica di depanku. Walaupun aku sudah mempersiapkan diri secara mental ....Salah satu sudut hatiku tetap terasa

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 5

    Sahabatku di samping juga ikut menyindir, "Iya tuh, sampai seramai ini. Pak Davin, orang yang nggak tahu mungkin bakal mengira kalian lagi menyambut nyonya baru loh ...."Davin mengernyit. "Ngomong apa, sih." Dia memaksakan senyum, suaranya kembali membawa kelembutan seperti biasanya, lalu berjalan mendekat ingin menggenggam tanganku."Sayang, kenapa tiba-tiba datang? Bukannya aku sudah bilang malam ini bakal pulang cepat buat nemenin kamu?"Aku berpura-pura pengertian. "Nemenin aku? Nggak usah, Davin. Kamu 'kan sibuk nemenin sekretarismu. Mana mungkin aku tega suruh kamu cepat pulang. Lagian, waktu itu bukannya kamu juga ingkar janji gara-gara Mica?"Begitu kata-kataku terdengar. Kelembutan di wajah Davin langsung membeku, kilatan panik muncul di matanya. "Naira, Sayang, kamu ngomong apa sih? Apa ada salah paham? Kita pulang dulu terus ngobrol di rumah ya?"Aku memiringkan tubuh menghindari tangannya, lalu langsung berjalan ke depan Mica. "Salah paham?"Aku menatapnya tajam. "Bu Mica,

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 4

    Di detik itu.Kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun ... runtuh sedikit demi sedikit seperti deretan domino yang roboh.Kotak obrolan mereka kosong. Namun di folder favorit milik Davin, aku melihat riwayat percakapan mereka.[ Tas pink ini lucu banget! Makasih, suamiku! ][ Ternyata Cindere

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 2

    Melainkan karena ada seorang wanita di bawah meja yang sedang "melayaninya".Davin.Pria yang selama ini dijuluki "budak istri" oleh teman-teman di lingkaran kami.Benar-benar berselingkuh.Aku terduduk sambil termenung di sofa, rasa perih perlahan memenuhi seluruh tubuhku. Jemariku mengusap wallpap

  • Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku   Bab 1

    "Bu Naira, tas Birkin pink yang terakhir Ibu lihat sudah datang! Itu warna khusus yang dipesankan oleh suami Ibu, sekarang bisa diambil kapan saja ya!"Suara sales dari Hermes terdengar antusias sekaligus mendesak.Aku duduk di sofa sambil menggenggam remot, ujung jariku terasa sedikit dingin. "Yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status