Short
Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku

Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku

By:  AngieCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
22Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selama lima tahun menikah, Aster tidak pernah mendaftarkan pernikahan dengan Selene secara resmi. Dia selalu bilang perusahaan terlalu sibuk, tidak ada waktu, daftar atau tidak juga sama saja. Selene percaya begitu saja. Sampai hari ini .... Dia melihat dengan mata kepala sendiri Aster keluar dari kantor catatan sipil bersama kakaknya yang menghilang lima tahun! Mata Stella memerah saat dia menerjang ke pelukan Aster, tangannya menggenggam erat akta nikah menyilaukan itu. "Aster, waktu itu aku memang salah karena kabur dari pernikahan ...." Suara Stella tercekat. "Aku tahu kali ini kamu setuju menikah denganku juga karena aku kena kanker, tapi aku tetap ingin tanya .... Selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan jatuh cinta pada Selene?"

View More

Chapter 1

Bab 1

Selama lima tahun menikah, Aster tidak pernah mendaftarkan pernikahan dengan Selene secara resmi.

Dia selalu bilang perusahaan terlalu sibuk, tidak ada waktu, daftar atau tidak juga sama saja. Selene percaya begitu saja. Sampai hari ini ....

Dia melihat dengan mata kepala sendiri Aster keluar dari kantor catatan sipil bersama kakaknya yang menghilang lima tahun!

Mata Stella memerah saat dia menerjang ke pelukan Aster, tangannya menggenggam erat akta nikah menyilaukan itu.

"Aster, waktu itu aku memang salah karena kabur dari pernikahan ...." Suara Stella tercekat. "Aku tahu kali ini kamu setuju menikah denganku juga karena aku kena kanker, tapi aku tetap ingin tanya .... Selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan jatuh cinta pada Selene?"

Aster terdiam lama sekali, sampai jari Selene menancap ke telapak tangannya sendiri dan meninggalkan bekas darah.

"Nggak." Akhirnya, Aster menjawab dengan suara rendah, "Nggak pernah."

Stella langsung tertawa di tengah air mata, lalu berjinjit mencium bibirnya. Tangan Aster sempat menggantung di udara, sebelum perlahan jatuh di pinggang Stella. Dia memperdalam ciuman itu.

Selene berdiri tidak jauh, seketika merasa langit runtuh dan bumi terbelah. Kalau Aster tidak pernah melupakan Stella, bagaimana dengan dirinya?

Tit .... Suara klakson yang menusuk telinga menyadarkannya. Dengan gemetar, dia menoleh dan melihat tiga mobil Maybach hitam berhenti di pinggir jalan. Tiga bersaudara Keluarga Wiyoko turun dengan jas rapi.

"Sudah selesai ambil akta nikah? Kami sudah pesan restoran untuk buat perayaan."

Selene gemetar hebat. Mereka ini adalah kakak-kakak yang tadi pagi masih membuatkan sarapan untuknya dengan tangan mereka sendiri ....

"Kak!" Stella menangis sambil menerjang ke pelukan mereka. "Kupikir kalian nggak akan mengakuiku lagi ...."

Ketiga bersaudara itu saling memandang dengan ekspresi rumit. Akhirnya, kakak ketiga, Shawn, mengusap rambut Stella. "Bodoh, dari kecil sampai sekarang kamu bikin masalah, kapan kami nggak membereskan semuanya untukmu?"

Stella tertawa sambil menangis, lalu merangkul lengan ketiga kakaknya seperti waktu kecil.

Lima orang itu naik mobil dengan suasana hangat. Tidak ada yang melihat Selene berdiri di seberang jalan dengan wajah pucat.

Sampai rombongan mobil itu menghilang dari pandangan, barulah Selene terhuyung dan bertopang pada batang pohon. Kulit kayu yang kasar menggores lengannya, tetapi tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya.

Sejak kecil, Stella selalu disayang seperti permata berharga. Padahal mereka kembar, tetapi di mata ketiga kakaknya hanya ada Stella.

Saat dia demam tinggi terbaring di ranjang, mereka sedang menemani Stella di taman hiburan. Saat ulang tahunnya, dia menunggu sendirian sampai larut malam, mereka semua merayakan ulang tahun Stella.

Selene diam-diam menyukai Aster selama sepuluh tahun, tetapi hanya bisa melihat dia melamar Stella. Dia dulu berpikir, tidak ada yang mencintainya, memang itulah takdirnya.

Sampai pernikahan lima tahun lalu, Stella yang memakai gaun pengantin bernilai miliaran kabur dari pernikahan dan pergi jauh bersama seorang preman.

Keluarga Wiyoko dan Keluarga Yunanda merasa malu. Ketiga kakaknya itu pun marah besar dan langsung mengumumkan, "Mulai sekarang, kami hanya punya satu adik perempuan, Selene!"

Malam itu, Aster masuk ke kamarnya dalam keadaan mabuk. Dia menekan Selene ke dinding, jarinya mengusap wajahnya. Dengan tatapan linglung, dia berkata, "Kalian ... sangat mirip."

Kemudian, dia memasangkan cincin pernikahan yang seharusnya dikenakan Stella ke jari manis Selene. "Karena dia kabur, kamu yang nikah saja denganku, gimana?"

Selene tahu dia seharusnya tidak setuju, tetapi dia terlalu menyukai pria itu. Selama lima tahun ini, Aster memanjakannya sampai menjadi wanita yang paling membuat iri di seluruh kota.

Dia menghamburkan uang di pelelangan hanya untuk mendapatkan kalung berlian biru yang Selene lihat lebih lama, dia menyewa lantai teratas restoran Menara Eiffel di Paris, membuat seluruh kota menyalakan kembang api untuknya. Bahkan setiap malam saat Selene bermimpi buruk, dia akan meninggalkan rapat lintas negara dan memeluknya dengan lembut.

Tiga kakaknya juga berubah. Kakak pertama, Sean, muncul tepat waktu setiap hari di bawah gedung kantornya, tanpa peduli hujan atau panas. Kakak kedua, Sonny, ingat dia alergi seafood, bahkan memeriksa bumbu dengan teliti untuknya. Kakak ketiga, Shawn, bergadang membantu merevisi desainnya, berkata sambil tersenyum, "Cuma urusan Selene yang paling penting."

Dengan naif, dia mengira dirinya akhirnya dicintai.

Sampai hari ini Stella kembali, semua cinta itu seperti air laut yang surut, seketika ditarik menjauh darinya.

Selene melihat mobil-mobil yang menjauh itu, tiba-tiba tertawa. Awalnya pelan, lalu semakin keras, sampai dia membungkuk dan air matanya jatuh satu per satu ke tanah. Orang-orang yang lewat melirik, tetapi tidak ada yang tahu kenapa gadis cantik ini menangis begitu sedih.

Ternyata selama ini, dia hanya seorang pencuri. Dia mencuri cinta yang seharusnya milik Stella. Sekarang pemilik aslinya kembali, dia yang hanya pengganti ini ... sudah waktunya mundur!

"Karena kalian semua hanya mencintainya ...." Dia menarik napas dalam-dalam, jantungnya seperti diremas kuat-kuat. Rasanya sakit sampai hampir tidak bisa bernapas. "Aku juga nggak menginginkan kalian lagi!"

Dia mengangkat tangan menghentikan taksi. "Ke pusat transaksi pulau pribadi internasional."

Setengah jam kemudian, dia mendorong pintu kaca berat dan berkata kepada resepsionis, "Halo, aku ingin beli sebuah pulau tak berpenghuni."

Resepsionis itu jelas tertegun, lalu segera memanggil manajer. Manajernya adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun, berpakaian rapi, memiliki tatapan tajam.

"Bu Selene, pulau yang Anda minati sangat istimewa. Di sana memang pemandangannya indah, tapi nggak ada sinyal, nggak ada jalur penerbangan, kapal suplai terdekat pun hanya datang tiga bulan sekali."

Dia berhenti sejenak. "Begitu Anda memutuskan naik ke pulau itu, artinya Anda akan terisolasi dari dunia dan benar-benar menghilang. Anda yakin ingin membelinya?"

"Aku yakin."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status