Short
Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku

Gadis Muda Pengatar Makanan, Selingkuhan Suami CEO-ku

By:  AmiraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
146views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Bu Naira, tas Birkin pink yang terakhir Ibu lihat sudah datang! Itu warna khusus yang dipesankan oleh suami Ibu, sekarang bisa diambil kapan saja ya!" Suara sales dari Hermes terdengar antusias sekaligus mendesak. Aku duduk di sofa sambil menggenggam remot, ujung jariku terasa sedikit dingin. "Yang terakhir kulihat?" Padahal aku jelas-jelas menunjuk Birkin oranye merah menyala di etalase, lalu membicarakannya pada Davin selama setengah bulan. "Kamu yakin ... pink?" Suaraku sedikit tercekat. "Iya, Bu Naira." Nada bicara sang sales terdengar yakin. "Pak Davin sengaja menegaskan, harus warna sakura pink yang paling lembut." Telepon ditutup. Aku bangkit dan ingin menelepon Davin, menanyakan apakah dia salah ingat. Namun, kakiku malah menendang sebuah paket yang belum dibuka di bawah meja kerja. Di atas kotaknya tercetak logo yang sangat familiar. Itu adalah merek lingerie mewah yang sering dia belikan untukku. Entah kenapa, aku membungkuk dan mengambilnya. Saat pita dibuka, di dalamnya ada bra renda hitam dengan label yang bahkan belum dipotong. Tanpa sadar, aku membalik label ukurannya. 75B. Di detik itu juga, seluruh darah di tubuhku seperti membeku. Aku memakai 70C. Sudah sepuluh tahun.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Bu Naira, tas Birkin pink yang terakhir Ibu lihat sudah datang! Itu warna khusus yang dipesankan oleh suami Ibu, sekarang bisa diambil kapan saja ya!"

Suara sales dari Hermes terdengar antusias sekaligus mendesak.

Aku duduk di sofa sambil menggenggam remot, ujung jariku terasa sedikit dingin. "Yang terakhir kulihat?"

Padahal aku jelas-jelas menunjuk Birkin oranye merah menyala di etalase, lalu membicarakannya pada Davin selama setengah bulan.

"Kamu yakin ... pink?" Suaraku sedikit tercekat.

"Iya, Bu Naira." Nada bicara sang sales terdengar yakin. "Pak Davin sengaja menegaskan, harus warna sakura pink yang paling lembut."

Telepon ditutup.

Aku bangkit dan ingin menelepon Davin, menanyakan apakah dia salah ingat. Namun, kakiku malah menendang sebuah paket yang belum dibuka di bawah meja kerja. Di atas kotaknya tercetak logo yang sangat familiar.

Itu adalah merek lingerie mewah yang sering dia belikan untukku.

Entah kenapa, aku membungkuk dan mengambilnya. Saat pita dibuka, di dalamnya ada bra renda hitam dengan label yang bahkan belum dipotong. Tanpa sadar, aku membalik label ukurannya.

75B.

Di detik itu juga, seluruh darah di tubuhku seperti membeku.

Aku memakai 70C.

Sudah sepuluh tahun.

....

Aku menahan rasa mual, lalu melempar bra hitam itu jauh-jauh. Aku segera melakukan panggilan video. Pria itu mengangkatnya sangat cepat, bahkan wajahnya tampak sedikit memerah.

"Sayang, tumben hari ini mau video call sama aku? Padahal sebelumnya aku mohon-mohon juga kamu nggak mau."

Aku tidak menjawab. Dengan tangan kanan, aku langsung membuka tampilan CCTV real time di kantor presdir miliknya.

Bagaimanapun juga, kami sudah bersama selama sepuluh tahun. Davin langsung menyadari ada yang tidak beres denganku. "Sayang, ada apa? Drama yang kamu tonton hari ini nggak bagus ya? Atau marah karena suamimu ini beberapa hari terakhir pulang terlalu malam?"

Aku melirik jam.

Pukul satu lewat tiga puluh.

Di layar CCTV, masakan di atas mejanya baru dimakan beberapa suap. Mulutnya bahkan masih penuh makanan, sepertinya dia benar-benar kelaparan. Namun, dia tetap langsung meletakkan sendoknya.

Nada bicaranya sangat lembut, "Ada apa, Sayang? Jangan marah lagi ya. Suamimu ini dari pagi sudah rapat enam kali berturut-turut, nggak sempat berhenti sama sekali. Kalau nggak percaya, kamu bisa lihat CCTV-nya sendiri. Biar tahu betapa kasihan suamimu ini."

Benar.

CCTV itu memang dipasang olehnya sendiri.

Waktu itu, dia memelukku sambil berkata, "Naira, kamu bisa buka CCTV kantor aku kapan saja buat inspeksi mendadak. Aku tahu pernikahan di kalangan seperti kami jarang ada yang benar-benar tulus."

"Tapi aku bisa jamin, aku akan menukar seratus persen keterbukaanku demi mendapatkan bahkan cuma satu persen kepercayaan darimu. Naira, aku beda dari mereka."

Ponsel, komputer, kartu bank.

Semua yang memakai kata sandi, seluruhnya menggunakan tanggal ulang tahunku.

Menahan emosi bukan gayaku, akhirnya aku membuka suara, "Davin, kenapa warna tas yang kamu pesan buat aku salah?"

Davin mengernyit.

Beberapa detik kemudian, ekspresinya berubah seperti baru mengerti. "Oh! Maksud kamu Birkin yang kemarin itu? Yang pink itu buat kakakku, sekalian aku pesankan. Yang warna oranye kesukaanmu belum datang bareng? Pasti salesnya lupa. Tunggu ya, aku telepon mereka sekarang!"

Dia tampak sedikit kesal sambil hendak menggunakan telepon kantor. Sama seperti berkali-kali sebelumnya. Selama itu menyangkut diriku, dia selalu gugup, peduli, dan langsung ingin menyelesaikannya secepat mungkin.

Aku memotongnya, "Nggak usah."

Seolah takut aku tidak percaya, dia lalu memutar kamera memperlihatkan chat antara dirinya dan sang kakak.

[ Davin, waktu kamu pesanin tas buat adik ipar, sekalian pesankan aku yang warna pink, dong. ]

Tapi ....

Apa benar sekebetulan itu?

Saksi dan buktinya lengkap. Kepalaku mulai kacau. Tiba-tiba, aku tidak ingin lagi menanyakan soal lingerie renda itu.

'Mungkin dia terlalu sibuk? Mungkin cuma salah ingat ukuran.' Aku terus menghibur diri seperti itu.

Namun, tepat setelah panggilan ditutup. Pemandangan di CCTV langsung membuat napasku terhenti. Di kaca besar belakang Davin, terlihat bayangan wajah seorang wanita yang perlahan merangkak keluar dari bawah meja kerjanya.

Wanita itu menyeka sudut bibirnya, lalu dengan puas menggesekkan kepalanya ke lutut pria itu seperti kucing yang baru kenyang makan.

Sangat intim.

Jadi, rona merah di wajah Davin tadi ....

Bukan karena senang menerima telepon dariku.

Juga bukan karena makanannya terlalu panas.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status