Home / Romansa / Gadis Tanpa Ingatan / 12. Raina mulai mengingat

Share

12. Raina mulai mengingat

Author: Alvarezmom
last update publish date: 2025-06-22 08:03:43

Sore itu, langit kota mulai memudar ke jingga, tapi hati Raina justru menghitam. Undangan pesta di tangannya mengilap keemasan, disablon tinta timbul dan ditutup segel lilin merah berlogo Gunawan Corporation. Sekilas terlihat mewah dan megah, namun bagi Raina, itu tak ubahnya surat perintah masuk ke medan perang.

Ia menatap segel itu, lalu membukanya perlahan. Di dalamnya, selembar kartu undangan yang berbunyi:

"Keluarga Gunawan mengundang Anda untuk menghadiri perayaan ula
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Tanpa Ingatan   107.

    Pagi berikutnya datang dengan udara yang lebih dingin. Hujan semalam masih meninggalkan jejak pada kaca-kaca gedung dan jalanan yang tampak basah berkilau di bawah cahaya matahari yang malu-malu muncul di balik awan. Namun yang membuat suasana berbeda bukanlah cuaca. Melainkan keputusan yang harus diambil hari itu. Raina tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Belum banyak orang datang. Lorong-lorong masih sepi. Lampu beberapa ruangan bahkan belum dinyalakan. Ia berjalan perlahan menuju ruang rapat kecil yang selama beberapa minggu terakhir menjadi pusat berbagai diskusi penting. Di tangannya ada map yang berisi dokumen-dokumen terbaru. Dokumen yang semalaman tidak berhasil membuatnya tidur nyenyak. Ketika ia membuka pintu, Armand sudah berada di sana. Di hadapannya terdapat laptop yang menyala dan beberapa lembar catatan. "Kamu juga tidak tidur?" tanya

  • Gadis Tanpa Ingatan   106.

    Malam turun lebih cepat dari biasanya.Awan gelap menggantung di atas kota, menelan warna jingga yang biasanya bertahan beberapa menit sebelum senja benar-benar hilang. Dari jendela ruang kerjanya, Raina memandangi pantulan lampu-lampu gedung yang mulai menyala satu per satu.Di atas mejanya, map tipis itu masih terbuka.Beberapa lembar kertas.Tidak banyak.Namun cukup untuk mengguncang fondasi yang selama ini ia kenal.Armand masih berada di ruangan itu. Sudah hampir satu jam mereka tidak banyak berbicara. Masing-masing tenggelam dalam pikiran sendiri.Akhirnya Armand memecah keheningan."Kita harus melibatkan tim investigasi tambahan."Raina mengangguk."Besok pagi.""Dan kalau informasi ini bocor sebelum kita siap?"Pertanyaan itu menggantung di udara.Karena mereka sama-sama tahu risikonya.Jika temuan baru ini benar, maka kasus yang selama ini dianggap penyimpangan individu bisa berubah menjadi dugaan jaringan yang jauh l

  • Gadis Tanpa Ingatan   105.

    Angin malam berembus lebih kencang dari biasanya ketika Raina menutup pintu teras dan kembali masuk ke dalam rumah.Jam di dinding menunjukkan hampir pukul sebelas malam.Rumah terasa tenang.Terlalu tenang.Elvano belum pulang dari perjalanan kerjanya. Biasanya keadaan seperti itu tidak lagi menjadi masalah bagi Raina. Ia sudah terbiasa menghabiskan malam sendirian dengan buku, secangkir teh, atau catatan-catatan kecil yang memenuhi mejanya.Namun malam itu berbeda.Bukan karena kesepian.Melainkan karena ada sesuatu yang belum selesai mengendap dalam pikirannya.Sejak laporan investigasi diumumkan dan berbagai reaksi publik bermunculan, ada satu bagian yang terus mengganggunya.Sesuatu yang belum bisa ia jelaskan.Ia berdiri di depan rak buku ruang kerja kecilnya.Tatapannya jatuh pada beberapa map lama yang berisi dokumen evaluasi program-program terdahulu.Entah mengapa, tangannya bergerak mengambil salah satu map.Program yang kini menjadi pusat krisis.Program yang selama ini di

  • Gadis Tanpa Ingatan   104.

    Suara notifikasi ponsel membelah keheningan dini hari itu.Bukan keras. Namun cukup untuk membuat Raina membuka mata sebelum alarm berbunyi.Ia meraih ponselnya perlahan. Layar masih redup ketika nama Armand muncul di sana disertai satu pesan singkat.“Ada media yang mulai mengangkat kasus ini. Kita perlu bicara pagi ini.”Raina membaca pesan itu dua kali.Lalu meletakkan ponselnya kembali di meja samping tempat tidur.Ia tidak langsung bangun.Matanya menatap langit-langit kamar yang masih gelap sebagian.Dan untuk sesaat, ia merasakan sesuatu yang selama ini berhasil ia jaga di dalam dirinya mulai bergetar lagi.Bukan kepanikan.Namun kesadaran bahwa mulai hari ini.krisis ini tidak lagi hanya hidup di ruang rapat.Ia akan masuk ke ruang publik.Ke ruang opini.Ke ruang yang sering kali tidak memberi waktu untuk memahami secara utuh.Pagi datang perlahan.Di dapur, suara air mendidih terdengar lebih nyaring dari biasanya. Elvano memperhatikan Raina diam-diam saat ia menuang teh.“Ka

  • Gadis Tanpa Ingatan   103.

    Pagi itu datang tanpa kelembutan seperti biasanya. Cahaya tetap masuk melalui jendela, tetapi rasanya berbeda—lebih tajam, seolah menyoroti sesuatu yang tidak bisa lagi dihindari. Raina duduk di meja makan dengan secangkir teh yang hampir tidak ia sentuh. Pikirannya tidak kacau, tetapi juga tidak tenang. Ia berada di titik di mana semua yang selama ini ia yakini tentang kepemimpinan, kepercayaan, dan sistem… sedang diuji secara nyata, bukan dalam teori, bukan dalam refleksi aman. Hari itu, hasil investigasi awal akan dibahas secara terbuka bersama dewan dan beberapa pihak eksternal. Tidak ada ruang untuk jeda panjang lagi. Di kantor, suasana terasa lebih berat dari hari-hari sebelumnya. Orang-orang berbicara lebih pelan. Beberapa menghindari kontak mata terlalu lama. Informasi memang belum tersebar sepenuhnya, tetapi intuisi kolektif sudah menangkap bahwa ini bukan masalah kecil. Raina berjalan melewati lorong dengan langkah yang tet

  • Gadis Tanpa Ingatan   102.

    Pagi berikutnya datang tanpa kelegaan yang instan. Cahaya tetap masuk melalui jendela seperti biasa, tetapi kali ini tidak membawa rasa ringan yang selama ini akrab bagi Raina. Ada sesuatu yang masih menggantung—bukan kekacauan, melainkan ketegangan yang belum selesai.Ia tidak mencoba menyingkirkannya.Ia berdiri di tempat yang sama, dengan secangkir teh di tangan, dan membiarkan perasaan itu hadir apa adanya.Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ketenangan yang ia miliki tidak terasa seperti tempat beristirahat, tetapi seperti ruang kerja—tempat ia harus tetap sadar, tetap hadir, tanpa menghindar.Di kantor, suasana berubah.Tidak gaduh. Tidak panik.Namun jelas berbeda.Percakapan menjadi lebih hati-hati. Tatapan saling mencari kepastian. Ada keinginan untuk tetap percaya—namun juga ada retakan kecil yang mulai terasa.Raina tidak mencoba menutupnya dengan pidato atau motivasi cepat.Ia justru memperlambat ritme.Mengatur ulang pert

  • Gadis Tanpa Ingatan   85.

    Malam berlalu dengan tenang, dan pagi berikutnya datang membawa langit yang bersih. Raina terbangun dengan perasaan yang tidak dramatis—tidak euforia, tidak pula berat. Ia menyiapkan diri dengan gerak yang sudah ia kenal: air hangat di wajah, rambut diikat sederhana, pakaian yang nyaman. Di meja, s

  • Gadis Tanpa Ingatan   84.

    Pagi itu benar-benar datang, seperti yang ia tuliskan semalam—dengan udara, cahaya, dan pilihan. Raina terbangun sedikit lebih awal, bukan karena alarm, melainkan karena tubuhnya sudah terbiasa bangun tanpa paksaan. Ia membuka tirai, membiarkan sinar matahari menyentuh lantai kamar, lalu berdiri di

  • Gadis Tanpa Ingatan   83.

    Pagi setelahnya hadir dengan cahaya yang lebih lembut, seolah matahari pun belajar tidak tergesa. Raina bangun dengan tubuh yang terasa ringan, bukan karena beban berkurang sepenuhnya, melainkan karena ia tahu cara meletakkannya. Ia duduk di tepi ranjang lebih lama dari biasanya, membiarkan pikiran

  • Gadis Tanpa Ingatan   82.

    Pagi berikutnya menyapa dengan udara yang lebih sejuk. Raina membuka jendela, membiarkan angin masuk membawa aroma tanah basah sisa hujan semalam. Ia berdiri cukup lama, menatap halaman yang masih lengang. Ada rasa syukur yang tidak meledak-ledak—hanya hadir, tenang, dan menetap. Ia menutup jendela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status