بيت / Romansa / Gadis yang Dicari Presdir adalah Aku / ATURAN PERTAMA DI RUMAH ADRIAN

مشاركة

ATURAN PERTAMA DI RUMAH ADRIAN

مؤلف: Azeela Danastri
last update تاريخ النشر: 2026-07-17 13:00:17

Hujan kembali turun menjelang malam. Butiran air memantul di dinding kaca mansion Adrian Alistair, mengaburkan cahaya kota yang berkilauan dari kejauhan. Rumah megah itu tetap tenang, tetapi Clarissa tahu ketenangan ini hanyalah lapisan tipis yang menutupi badai.

Sejak sore tadi, ia belum sempat benar-benar menarik napas. Ancaman, ledakan, pengejaran, hingga kepindahannya ke rumah orang asing terjadi dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam. Semua terasa begitu cepat hingga otakny
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Gadis yang Dicari Presdir adalah Aku   Lorong Rahasia

    "Sniper!" teriak Gavin melalui alat komunikasi.Suara letusan senapan kembali mengguncang rumah tua itu.DOR!Peluru ketiga menembus kusen pintu, memercikkan serpihan kayu ke segala arah. Rak buku di sudut ruangan berguncang sebelum akhirnya roboh dengan suara menggelegar.Brak!Clarissa refleks memejamkan mata ketika Adrian memeluk kepalanya lebih erat, melindunginya dari hujan pecahan kaca."Jangan bergerak," bisik Adrian di dekat telinganya.Nada suaranya tetap tenang, tetapi Clarissa dapat merasakan otot tubuh pria itu menegang.Ia tahu Adrian sedang menahan nyeri.Tubuh yang seharusnya masih beristirahat kini kembali dipaksa menghadapi baku tembak.William sudah mengambil posisi di sisi dinding.Dengan gerakan cepat, ia mengintip melalui celah jendela yang pecah sebelum segera menarik kepalanya kembali."Ada dua sniper.""Tidak…." Suara Gavin terdengar melalui radio. "Tiga!""Lantai dua rumah kosong di seberang jalan juga ditempati."William mengumpat pelan. "Mereka datang dengan

  • Gadis yang Dicari Presdir adalah Aku   Nama yang Terkubur

    Ruangan kerja itu mendadak sunyi.Hanya suara hujan yang mengetuk kaca jendela, berpadu dengan bunyi detak jam tua yang menggema pelan dari sudut ruangan. Aroma obat-obatan bercampur samar dengan bau kayu lapuk, menciptakan suasana yang menyesakkan.Clarissa masih berlutut di samping Dokter Nathan.Tangannya bergerak cekatan memeriksa kembali tekanan darah, denyut nadi, dan laju napas pria tua itu. Monitor portabel yang dibawanya mulai menunjukkan perubahan. Garis denyut jantung yang semula naik turun tidak beraturan kini perlahan menjadi lebih stabil.Ia mengembuskan napas lega. "Respons obatnya mulai terlihat," gumamnya pelan.William yang berdiri tidak jauh darinya akhirnya sedikit mengendurkan rahang yang sejak tadi menegang."Beliau akan selamat?"Clarissa tidak langsung menjawab.Pandangan dokter itu tetap tertuju pada wajah Nathan yang pucat. Pengalaman bertahun-tahun mengajarinya bahwa racun bekerja dengan cara yang sulit ditebak. Seseorang bisa terlihat membaik dalam beberapa

  • Gadis yang Dicari Presdir adalah Aku   Jejak yang Tak Pernah Hilang

    Jejak yang Tak Pernah HilangRuang penyimpanan kembali sunyi setelah pintu kayu tua itu menutup perlahan.Aroma kertas usang dan kayu lapuk masih menggantung di udara. Clarissa melangkah keluar sambil memeluk boneka kelinci lusuh yang ditemukannya di sudut ruangan. Entah mengapa, jemarinya enggan melepaskan benda itu. Kain yang telah kasar dimakan usia justru menghadirkan kehangatan aneh, seolah ada bagian dari dirinya yang selama ini hilang sedang berusaha pulang melalui benda sederhana tersebut.Di belakangnya, Adrian berjalan lebih lambat.Luka operasi di dadanya kembali berdenyut setiap kali ia menarik napas terlalu dalam. Namun rasa nyeri itu tidak seberapa dibanding kegelisahan yang memenuhi pikirannya.Retakan itu akhirnya muncul.Bukan pada pertahanan musuh.Melainkan pada ingatan Clarissa.Selama bertahun-tahun mereka berusaha memastikan perempuan itu tetap hidup tanpa mengetahui siapa dirinya. Kini, hanya karena sebuah boneka tua, dinding yang selama ini mengurung masa lalun

  • Gadis yang Dicari Presdir adalah Aku   MEMORI YANG TERKUNCI

    Boneka kecil itu tergeletak di lantai.Benturannya dengan marmer hanya menghasilkan suara pelan, tetapi gaungnya terasa memenuhi seluruh ruangan. Seolah benda lusuh itu baru saja membuka pintu yang selama bertahun-tahun terkunci rapat di dalam benak Clarissa.Ia membeku.Tatapannya tidak lepas dari boneka berbentuk kelinci itu. Warna putihnya telah berubah menjadi krem kusam dimakan usia. Salah satu telinganya robek, dijahit kembali dengan benang merah yang mulai memudar. Mata kancing sebelah kirinya nyaris terlepas, menggantung pada seutas benang tipis yang sewaktu-waktu bisa putus.Bagi siapa pun, benda itu hanyalah mainan tua yang sudah selayaknya dibuang.Namun bagi Clarissa, ada sesuatu yang aneh.Dadanya terasa sesak tanpa alasan.Perlahan ia berjongkok, lalu meraih boneka itu dengan kedua tangan. Aroma kain tua yang bercampur debu memenuhi indera penciumannya. Anehnya, aroma itu tidak terasa asing.Seolah

  • Gadis yang Dicari Presdir adalah Aku   KEGELAPAN YANG MULAI TERKIKIS

    Gavin segera memberi instruksi melalui radio. "Tingkatkan status keamanan menjadi Alpha. Tidak seorang pun keluar atau masuk tanpa izin langsung dariku.""Siap."Dalam hitungan detik, mansion yang semula tenang berubah menjadi benteng. Pintu-pintu otomatis terkunci, pagar baja menutup akses utama, sementara puluhan kamera berputar mengawasi setiap sudut halaman.Clarissa memperhatikan semuanya dalam diam. Rumah ini bukan rumah, ini markas.Ia menoleh kepada Adrian. "Kau hidup seperti tahanan."Adrian tidak langsung menjawab. Ia berdiri di depan jendela, menatap hujan yang kembali membasahi taman. "Tidak.""Lalu?""Aku hidup cukup lama untuk tahu bahwa lengah hanya sekali berarti mati." Kalimat itu diucapkan tanpa emosi, justru karena terlalu sering menjadi kenyataan.Clarissa menatap punggung pria itu. Ada kesunyian yang aneh menyelimuti Adrian. Di balik kekuasaan dan semua pengawalnya, pria itu tampak sang

  • Gadis yang Dicari Presdir adalah Aku   ATURAN PERTAMA DI RUMAH ADRIAN

    Hujan kembali turun menjelang malam. Butiran air memantul di dinding kaca mansion Adrian Alistair, mengaburkan cahaya kota yang berkilauan dari kejauhan. Rumah megah itu tetap tenang, tetapi Clarissa tahu ketenangan ini hanyalah lapisan tipis yang menutupi badai.Sejak sore tadi, ia belum sempat benar-benar menarik napas. Ancaman, ledakan, pengejaran, hingga kepindahannya ke rumah orang asing terjadi dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam. Semua terasa begitu cepat hingga otaknya belum sempat menerima kenyataan.Bibi Maria mengetuk pintu kamar tamu yang kini ditempati Clarissa. "Nona Clarissa?""Masuk, Bi."Wanita paruh baya itu membawa nampan berisi semangkuk sup hangat dan segelas teh melati. "Seharian ini Nona belum makan dengan benar.""Aku belum lapar.""Kalau begitu anggap saja ini obat."Clarissa tersenyum tipis. "Terima kasih."Bibi Maria meletakkan nampan di atas meja. "Saya sudah bekerja di rumah

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status