مشاركة

Bab 27

مؤلف: Author92
last update تاريخ النشر: 2025-12-12 20:00:28

"Baiklah, Rio," jawab Delisa akhirnya, menghela napas panjang. "Aku akan menjemput Dirga."

Rio merasa lega mendengar jawaban Delisa. "Terima kasih banyak, Delisa. Kau benar-benar penyelamatku," ucap Rio dengan nada tulus. "Aku akan mengirimkan alamat bar itu padamu sekarang. Hati-hati di jalan."

"Tidak masalah, Rio," jawab Delisa. "Anggap saja ini sebagai balas budi atas semua kebaikanmu selama ini. Aku akan menghubungimu lagi nanti."

Rio menutup telepon dan segera mengirimkan ala
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 58

    Delisa menatap langit-langit kamar sejenak, lalu kembali menatap Dirga yang masih berlutut dan menangis."Terima kasih sudah memberitahu saya, Pak. Sekarang saya sudah tahu. Tapi... maafkan saya juga."Delisa tersenyum tipis, senyum yang begitu pucat dan menyedihkan, senyum orang yang sudah kehilangan segalanya."Rasa bersalah Bapak itu urusan Bapak. Dan rasa sakit saya... sudah lama mati, Pak. Saat Bapak membiarkan saya sekarat di lantai dingin itu, saat Bapak mendoakan kematian saya dan anak saya... saat itulah, hati ini berhenti berdetak. Perasaan ini sudah mati."Delisa berdiri perlahan, menjauhkan dirinya dari jangkauan Dirga. Ia berjalan menuju meja rias, mengambil dokumen-dokumen yang sudah lama ia siapkan di laci paling bawah. Dokumen yang sudah ia tanda tangani diam-diam sejak lama.Ia berjalan kembali ke arah Dirga, lalu meletakkan selembar kertas itu tepat di hadapan wajah suaminya yang masih tertunduk."Ini surat perpisahan, Pak,

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 57

    Langkah kaki Dirga terasa berat seolah ada batu besar yang mengikat kakinya, setiap langkahnya disertai rasa perih yang merembes ke seluruh tulang. Ia berjalan menuju kamar utama—kamar yang selama ini menjadi saksi bisu kejahatannya, tempat di mana ia sering kali membiarkan Delisa tidur sendirian dalam dingin, sementara ia sendiri bersenang-senang bersama wanita penipu itu.Pintu kamar itu terbuka perlahan. Dan di sana, ia melihatnya.Delisa duduk di tepi jendela, punggungnya membelakangi pintu, menatap ke arah taman yang mulai dihiasi bunga-bunga bermekaran. Cahaya matahari sore menyinari tubuhnya, membuat sosok wanita itu tampak begitu tenang, begitu indah, namun juga begitu jauh dan tak tersentuh. Seperti bidadari yang terbuang, diam dalam kesunyiannya sendiri.Ia tidak menangis, tidak bersedih, bahkan tidak menoleh sedikit pun meski mendengar suara pintu terbuka. Bagi Delisa, kehadiran siapa pun saat ini tidak lagi berarti apa-apa. Terutama kehadiran D

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 56

    Suara amarah Dirga masih menggema di seluruh ruangan, dingin dan tajam sebilah pisau yang siap memotong leher siapa saja yang berani menghalangi. Rio bangkit berdiri dengan pipi yang memerah dan menahan nyeri, namun rasa bersalah yang jauh lebih besar membuatnya tidak berani mengeluh sedikit pun. Ia berlari keluar ruangan untuk menjalankan perintah itu—membawa kedua penjahat itu ke hadapan tuannya.Tak butuh waktu lama. Clarisa datang dengan langkah anggun, masih menyunggingkan senyum bangga seolah tak ada apa pun yang terjadi. Di sampingnya, Reno berjalan gontai, wajahnya pucat pasi karena firasat buruk yang menghantui hatinya sejak tadi. Mereka masuk berdua, namun aura di antara mereka sudah terasa retak dan penuh permusuhan."Mas Dirga? Kenapa memanggil kami tergesa-gesa begini?" tanya Clarisa manja, melangkah mendekat dengan tangan terulur ingin memegang lengan Dirga. "Ada apa sih? Wajah Mas kok seram sekali..."JANGAN DEKAT!Te

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 55

    Hari itu, suasana di ruang kerja Dirga terasa begitu berat dan mencekam, seolah udara di dalam ruangan itu habis tersedot keluar. Rio masuk dengan langkah gontai namun penuh keyakinan. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin membasahi dahinya, sementara di tangannya ia menggenggam erat sebuah amplop cokelat tebal yang berisi segalanya—kebenaran, kebohongan, dan kehancuran."Ada apa ini?" tanya Dirga dingin, matanya tajam menatap asistennya. "Aku sedang sibuk, Rio. Jangan ganggu kalau bukan hal penting.""Maaf mengganggu, Pak. Tapi ini sangat penting. Bahkan bisa dibilang, ini adalah hal terpenting yang akan Bapak terima seumur hidup," jawab Rio tegas, meski suaranya sedikit bergetar. "Ini tentang Ibu Clarisa... dan anak yang dikandungnya."Dirga mengernyitkan dahi, wajahnya penuh selidik."Apa masalahnya? Bukankah itu anakku? Apa lagi yang harus dipermasalahkan?""Mohon maaf sebesar-besarnya, Pak... tapi hasil tes DNA ini mengatakan sebaliknya,"

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 54

    Sejak menyadari kebenaran yang mengerikan itu, Rio tidak bisa lagi duduk diam. Rasa bersalah dan keinginan untuk menegakkan keadilan mendorongnya bertindak. Namun, dia tahu betul, satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Dia harus bermain sangat hati-hati, seperti berjalan di atas kulit telur.Rio mulai melakukan penyelidikan secara diam-diam, memanfaatkan aksesnya sebagai asisten pribadi yang memiliki wewenang mengurus data perusahaan maupun pribadi Dirga.Malam demi malam ia habiskan untuk menelusuri kembali arsip-arsip lama, data CCTV yang tersimpan, hingga catatan logistik waktu itu. Semakin ia gali, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan, dan semakin bulat keyakinannya bahwa Clarisa hanyalah penipu ulung yang mencuri identitas peristiwa malam itu.Langkah pertama: Mencocokkan Waktu & IdentitasRio membuka kembali laporan awal yang ia buat bertahun-tahun lalu. Ia membandingkan foto wajah Clarisa saat in

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 53

    Sementara badai emosi dan dendam sedang berkecamuk antara Reno dan Clarisa, ada sepasang mata yang tajam dan jeli telah lama memperhatikan segala gerak-gerik di rumah besar itu dari sudut pandang yang berbeda.Mata itu milik Rio, asisten pribadi setia Dirga yang sudah bertahun-tahun mengabdi. Rio bukanlah orang baru. Ia sudah mengenal Delisa jauh sebelum wanita itu menjadi Nyonya Dirga. Ia tahu betul bagaimana karakter asli Delisa—wanita yang lembut, tulus, pekerja keras, dan memiliki hati setulus emas.Selama ini Rio hanya bisa memendam kekaguman dan rasa prihatinnya. Ia melihat bagaimana Delisa dihina, disakiti, dan diperlakukan seolah tidak berharga oleh bosnya sendiri. Namun, sebagai bawahan, ia tidak berani banyak bicara. Tapi, melihat ketegaran Delisa yang luar biasa, bagaimana wanita itu tetap berdiri tegak meski hatinya hancur berkeping-keping, membuat rasa hormat Rio pada wanita itu semakin besar.Namun, hari ini, sesuatu yang mengga

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 29

    Delisa merasa jantungnya berhenti sejenak ketika Dirga menyebut nama "Helen" dan menariknya mendekat. Ia merasa terkejut, bingung, dan sedikit takut. Ia mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Dirga, tapi Dirga memegangnya dengan kuat, seolah takut ia akan menghilang."Tidak, Pak... saya Delisa,"

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 28

    Dirga melepaskan Delisa dengan kasar, membuatnya terhuyung ke belakang dan hampir terjatuh. Napas Delisa tersengal, jantungnya berdegup kencang. Ia merasa terkejut, bingung, dan sedikit takut."Maaf, Delisa," ucap Fredi dengan nada apologetik, menghampiri Delisa dan memastikan ia baik-baik sa

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 26

    Sesampainya di bar milik Fredi, Dirga langsung disambut dengan senyuman hangat dari sahabatnya itu. Aroma alkohol dan musik yang menghentak langsung menyergap indranya, namun kali ini tidak mampu menghibur hatinya yang sedang gundah."Dirga! Apa kabar, bro?" sapa Fredi dengan nada ceria, berusaha m

  • Gairah Cinta Sang CEO   Bab 17

    Sesampainya di kantor Jaya Sentosa, Delisa merasakan hawa dingin yang menusuk tulang, bukan karena AC, tapi karena tatapan mata yang mengarah padanya. Semua mata tertuju padanya saat ia berjalan di belakang Dirga memasuki lobi yang megah. Ia bisa merasakan tatapan penasaran, sinis, dan bahkan iri

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status