Di sudut kafe yang terletak tidak begitu jauh dari area perkantoran Delisa duduk termenung memikirkan nasibnya. Setelah menolak tawaran sekretaris seminggu yang lalu, ia duduk di kafe, menatap kopi yang tak disentuh. Pekerjaan. Uang menipis. Sial, apa yang harus kulakukan sekarang?Tiba-tiba, bayangan menghalangi cahaya matahari. Sandra berdiri di depannya, matanya menyala penuh amarah. Wajahnya merah padam, bibirnya bergetar menahan amarah.Tanpa peringatan, Sandra menyambar gelas kopi Delisa dan byuur! Isinya membasahi seluruh tubuh Delisa. Kopi panas itu membakar kulitnya, meninggalkan noda lengket di pakaiannya.Delisa terlonjak kaget, merasakan panas dan amarah mendidih dalam dirinya. "Sandra! Gila ya lo?! Apa-apaan ini, hah?!"Sandra tertawa sinis, wajahnya dipenuhi kebencian. "Ini balasan buat lo, Delisa! Puas lo sekarang?! Gara-gara lo, gue dan Andre dipecat! Hidup gue ancur gara-gara lo, jalang!"Delisa ber
Terakhir Diperbarui : 2025-12-06 Baca selengkapnya