Share

15. APEM-MU

Penulis: NONA_DELANIE
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-30 20:49:28

Aurora keluar dari ruangan dengan wajah kusut, pakaian terkoyak, dan tubuh yang remuk. Setiap langkahnya penuh dengan rasa sakit, baik fisik maupun emosional.

Ia merasa seperti melangkah melalui kegelapan yang tak terhingga, ketakutan dan rasa cemas merasuki hatinya.

Dengan penuh kebingungan, dia berlari, mencoba untuk melarikan diri dari kenyataan yang mengekangnya.

Langkahnya terburu buru, namun tak bisa menghapuskan rasa tertekan yang mendalam.

Namun baru saja ia beranjak, langkahnya terhenti begitu saja. Para pengawal yang berdiri tegak di depan pintu telah menghalangi jalan keluarnya, dan melihat wajah mereka yang dingin dan penuh kewaspadaan, ia langsung merasa ketakutan.

Rasa cemasnya berubah menjadi ketegangan yang memuncak.

"Biarkan aku pergi, ku mohon!" Suaranya bergetar, penuh dengan permohonan yang mendalam.

Aurora menundukkan kepala, mencoba untuk menyembunyikan air mata yang mulai mengalir di pipinya.

Di antara para pengawal yang tak bergerak, dia merasa seperti se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Liar CEO Nakal   62. DIAM DAN NIKMATI

    “Dam ….”“Aku pergi. Jaga dirimu baik-baik dan jangan bertindak curang lagi. Aku yakin, tanpa aku dan Alan Sky, kamu akan bahagia.”Perlahan, raga tinggi tegap Adam menjauh, meninggalkan jejak otoritas yang mencekam di ruangan yang mendadak terasa hampa itu. Evelyn hanya bisa mematung, menyaksikan bagaimana pria yang pernah menjadi bagian dari hidupnya itu melangkah pergi tanpa ragu sedikit pun.Punggung lebar Adam tampak begitu kokoh, seolah telah membuang seluruh beban masa lalu yang pernah mereka bagi. Setiap langkah Adam adalah paku yang mengunci pintu hatinya rapat-rapat bagi Evelyn. Tidak ada tolehan, tidak ada keraguan, dan tidak ada lagi ruang untuk negosiasi.Evelyn menatap bayangan Adam yang kian mengabur di ambang pintu, menyadari bahwa pria itu benar-benar telah memutus sisa-sisa benang yang menghubungkan mereka. Adam pergi membawa sisa harga diri Evelyn yang hancur, membiarkan wanita itu tenggelam dalam keheningan dan penyesalan yang menyesakkan, ditemani oleh kenyata

  • Gairah Liar CEO Nakal   60. SELAMATTINGGAL, DAN BERBAHAGIALAH

    Saat Adam melepaskan pelukannya dengan sentakan kasar, Evelyn jatuh dalam isak tangis yang tertahan. Bahunya terguncang hebat, hatinya terasa seperti diiris sembilu. Penolakan Adam yang begitu dingin merajam jiwanya, meninggalkan luka yang menusuk hingga ke dasar kalbu."Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, ‘kan, Dam?" ratapnya di sela tangis yang kian memilu. "Kenapa kamu begitu menutup diri? Kenapa kamu gak bisa memberiku satu saja kesempatan kedua?"Adam menatapnya tanpa secercah simpati pun, matanya tetap sedingin es. "Karena kamu terlalu kejam, Ev," desis Adam, suaranya terdengar sangat tajam dan melukai. "Kamu hanya memuja egomu sendiri, tanpa pernah peduli bagaimana rasanya menjadi aku saat kamu buang. Kamu tidak mengerti, Ev. Sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah bisa mengerti rasanya hancur karena orang yang paling kamu percayai.""Dam ... aku hanya meminta sedikit waktu. Setidaknya, beri kita kesempatan satu atau dua bulan saja. Aku benar-benar menyesal, Dam.

  • Gairah Liar CEO Nakal   60. ADAKAH KESEMPATAN KEDUA?

    "Sayang sekali... Padahal malam ini ada 'kiriman' baru dari seseorang yang sangat ingin menjatuhkanmu. Dia menyusup di antara gadis-gadisku. Kupikir kau mungkin ingin bermain-main sedikit dengan mangsamu sebelum kau menghabisinya benar-benar," bisik Mommy dengan nada menggoda yang berbahaya.Adam terdiam seketika. Gelas whisky yang kosong di tangannya membeku di udara, tepat di depan bibirnya. Suasana klub yang tadinya terasa santai mendadak berubah mencekam di sekitar meja Adam. Sorot matanya yang semula tenang dan malas, dalam sekejap berubah menjadi setajam silet yang siap menguliti siapa pun."Siapa yang Mom maksud?" tanya Adam pendek. Suaranya rendah, namun mengandung getaran otoritas yang mematikan.Mommy menyeringai tipis, ia mendekatkan wajahnya ke bahu Adam agar suaranya tidak bocor ke telinga orang lain. "Evelyn. Dia ada di sini, bersikeras ingin Anda yang memilihnya malam ini.""Dia lagi!" desis Adam. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol.Nama Evelyn s

  • Gairah Liar CEO Nakal   59. NIGHT CLUB

    "Siapa?" desak Aurora, suaranya gemetar. "Apa ini perbuatan Elina? Dia begitu membenciku sejak awal, tapi … apa iya sampai sejauh ini?"Adam berbalik perlahan. Sinar lampu ruangan yang temaram membuat bayangan wajahnya terlihat begitu mengintimidasi."Bukan hanya Elina," jawabnya dengan nada rendah yang mematikan. "Dia tidak bekerja sendirian.""Lalu siapa lagi?""Mantan istriku."Nama itu meluncur dari bibir Adam laksana vonis mati. Ruangan itu seketika menjadi senyap. Aurora terpaku, jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Ia tidak pernah menyangka bahwa kebencian yang mengincarnya berasal dari masa lalu Adam yang seharusnya sudah terkubur."Mereka berkolaborasi," lanjut Adam dengan seringai tipis yang mengerikan. "Satu ingin membalas dendam karena merasa posisinya terancam, dan yang satu lagi ingin merebut kembali apa yang sudah bukan miliknya. Dan kau, Aurora ... kau adalah target yang menurut mereka paling mudah untuk disingkirkan.”"Apa aku terlihat sebodoh dan selemah itu

  • Gairah Liar CEO Nakal   58. DOR!

    "Baik, Sus. Silakan lakukan."Aurora akhirnya menyerah pada keraguannya. Ia membiarkan suster itu mendekat, pasrah saat jemari wanita itu mulai menyentuh kateter infusnya dengan gerakan yang tampak begitu mendesak. Namun, tepat saat ujung selang baru itu nyaris tersambung ke pembuluh darahnya, pintu kamar VIP itu terbuka dengan dentuman keras.DOR!"Aaaaa!" Aurora menjerit histeris. Ia spontan menutup telinga dan memejamkan mata, tubuhnya tersentak hebat karena syok yang menghantam jantungnya.Suasana tenang itu seketika pecah oleh aroma mesiu yang tajam. Saat Aurora memberanikan diri membuka mata, pemandangan di depannya begitu mengerikan. Suster itu sudah tersungkur di lantai marmer, memegangi telapak tangannya yang hancur bersimbah darah. Timah panas baru saja menembus dagingnya, membuatnya menggelinjang kesakitan sambil merintih pilu.Di ambang pintu, Adam berdiri dengan sisa asap yang mengepul dari moncong senjatanya. Wajahnya gelap, urat-urat di lehernya menegang, memancarkan

  • Gairah Liar CEO Nakal   57. MENCURIGAKAN

    Hati Aurora luruh seketika. Di balik kemegahan nama Walker yang seringkali terasa dingin, ia menemukan kehangatan yang begitu tulus pada diri Adam. Pria itu tidak hanya mencintainya di saat ia tampil cantik dan sempurna, tapi juga tetap mendekapnya dengan bangga di saat ia berada di titik paling rendah dan memalukan. Keteguhan Adam menjadi jawaban atas segala keraguan yang selama ini menghantui Aurora.Tak terasa, malam pun perlahan merayap, menyelimuti rumah sakit dengan kesunyian yang tenang. Adam baru saja keluar kamar untuk menerima telepon penting yang tampaknya berkaitan dengan "rencana jebakannya", meninggalkan Aurora sendirian di dalam kamar VIP yang luas itu.Tak lama kemudian, pintu diketuk pelan. Seorang dokter pria paruh baya masuk bersama seorang suster."Selamat malam, Nona Aurora. Bagaimana perasaan Anda sekarang? Masih ada rasa melilit di perut?" tanya dokter itu sambil tersenyum ramah, tangannya sigap memeriksa stetoskop.Aurora mengangguk kecil, memberikan senyum

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status