Beranda / Romansa / Gairah Liar CEO Nakal / 7. PEMBALASANKU AKAN LEBIH PEDIH

Share

7. PEMBALASANKU AKAN LEBIH PEDIH

Penulis: NONA_DELANIE
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-23 14:31:02

"Aaaargh! Cukup, Ra! Cukup! Ampun, Ra!"

"Tak bisa. Jika kau tak mati, setidaknya kau harus cacat!"

Crush!

Belati itu melayang, Aurora menancapkan pada betis juga paha Samuel secara bergantian.

Samuel merintih kesakitan, tubuhnya terhuyung sejenak sebelum akhirnya ia terjatuh ke tanah, terduduk lemas.

Darah mengucur deras dari betis kirinya yang tertusuk belati dengan akurat. Merah pekat itu berlumuran di tanah yang kotor, menciptakan kolam darah yang terus berkembang seiring detak jantungnya yang semakin berat.

Nafasnya terengah engah, berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa, tetapi itu sia-sia. Setiap detikan tubuhnya terasa semakin lambat, seakan dunia ini bergerak jauh lebih cepat daripada dirinya.

"Ahhh ...." Jeritan itu keluar begitu saja dari tenggorokannya. l

Rasa sakitn
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Liar CEO Nakal   63. SAH

    Hari istimewa yang dinanti akhirnya tiba. Aula megah di mansion Walker telah disulap menjadi ruang sakral yang memukau, di mana setiap sudutnya memancarkan kemewahan yang elegan. Dekorasi serba putih mendominasi ruangan. Ribuan bunga lili dan mawar putih segar menebarkan aroma harum yang menenangkan, berpadu sempurna dengan juntaian kristal yang memantulkan cahaya lampu gantung dengan indah.Di tengah aula, sebuah meja akad kayu jati berukir halus telah siap, menjadi titik sentral bagi janji suci yang akan diucapkan. Karpet beludru putih membentang panjang menuju pelaminan yang dihias bak singgasana di taman surgawi. Atmosfer di dalam mansion itu terasa begitu magis dan khidmat, menandakan bahwa pernikahan ini bukan sekadar pesta besar, melainkan pernyataan kemenangan atas segala badai yang sempat menghantam hubungan Adam dan Aurora.Semua mata tamu undangan terpaku pada kemegahan tersebut, menanti momen saat Adam akan secara

  • Gairah Liar CEO Nakal   62. DIAM DAN NIKMATI

    “Dam ….”“Aku pergi. Jaga dirimu baik-baik dan jangan bertindak curang lagi. Aku yakin, tanpa aku dan Alan Sky, kamu akan bahagia.”Perlahan, raga tinggi tegap Adam menjauh, meninggalkan jejak otoritas yang mencekam di ruangan yang mendadak terasa hampa itu. Evelyn hanya bisa mematung, menyaksikan bagaimana pria yang pernah menjadi bagian dari hidupnya itu melangkah pergi tanpa ragu sedikit pun.Punggung lebar Adam tampak begitu kokoh, seolah telah membuang seluruh beban masa lalu yang pernah mereka bagi. Setiap langkah Adam adalah paku yang mengunci pintu hatinya rapat-rapat bagi Evelyn. Tidak ada tolehan, tidak ada keraguan, dan tidak ada lagi ruang untuk negosiasi.Evelyn menatap bayangan Adam yang kian mengabur di ambang pintu, menyadari bahwa pria itu benar-benar telah memutus sisa-sisa benang yang menghubungkan mereka. Adam pergi membawa sisa harga diri Evelyn yang hancur, membiarkan wanita itu tenggelam dalam keheningan dan penyesalan yang menyesakkan, ditemani oleh kenyata

  • Gairah Liar CEO Nakal   60. SELAMATTINGGAL, DAN BERBAHAGIALAH

    Saat Adam melepaskan pelukannya dengan sentakan kasar, Evelyn jatuh dalam isak tangis yang tertahan. Bahunya terguncang hebat, hatinya terasa seperti diiris sembilu. Penolakan Adam yang begitu dingin merajam jiwanya, meninggalkan luka yang menusuk hingga ke dasar kalbu."Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, ‘kan, Dam?" ratapnya di sela tangis yang kian memilu. "Kenapa kamu begitu menutup diri? Kenapa kamu gak bisa memberiku satu saja kesempatan kedua?"Adam menatapnya tanpa secercah simpati pun, matanya tetap sedingin es. "Karena kamu terlalu kejam, Ev," desis Adam, suaranya terdengar sangat tajam dan melukai. "Kamu hanya memuja egomu sendiri, tanpa pernah peduli bagaimana rasanya menjadi aku saat kamu buang. Kamu tidak mengerti, Ev. Sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah bisa mengerti rasanya hancur karena orang yang paling kamu percayai.""Dam ... aku hanya meminta sedikit waktu. Setidaknya, beri kita kesempatan satu atau dua bulan saja. Aku benar-benar menyesal, Dam.

  • Gairah Liar CEO Nakal   60. ADAKAH KESEMPATAN KEDUA?

    "Sayang sekali... Padahal malam ini ada 'kiriman' baru dari seseorang yang sangat ingin menjatuhkanmu. Dia menyusup di antara gadis-gadisku. Kupikir kau mungkin ingin bermain-main sedikit dengan mangsamu sebelum kau menghabisinya benar-benar," bisik Mommy dengan nada menggoda yang berbahaya.Adam terdiam seketika. Gelas whisky yang kosong di tangannya membeku di udara, tepat di depan bibirnya. Suasana klub yang tadinya terasa santai mendadak berubah mencekam di sekitar meja Adam. Sorot matanya yang semula tenang dan malas, dalam sekejap berubah menjadi setajam silet yang siap menguliti siapa pun."Siapa yang Mom maksud?" tanya Adam pendek. Suaranya rendah, namun mengandung getaran otoritas yang mematikan.Mommy menyeringai tipis, ia mendekatkan wajahnya ke bahu Adam agar suaranya tidak bocor ke telinga orang lain. "Evelyn. Dia ada di sini, bersikeras ingin Anda yang memilihnya malam ini.""Dia lagi!" desis Adam. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol.Nama Evelyn s

  • Gairah Liar CEO Nakal   59. NIGHT CLUB

    "Siapa?" desak Aurora, suaranya gemetar. "Apa ini perbuatan Elina? Dia begitu membenciku sejak awal, tapi … apa iya sampai sejauh ini?"Adam berbalik perlahan. Sinar lampu ruangan yang temaram membuat bayangan wajahnya terlihat begitu mengintimidasi."Bukan hanya Elina," jawabnya dengan nada rendah yang mematikan. "Dia tidak bekerja sendirian.""Lalu siapa lagi?""Mantan istriku."Nama itu meluncur dari bibir Adam laksana vonis mati. Ruangan itu seketika menjadi senyap. Aurora terpaku, jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Ia tidak pernah menyangka bahwa kebencian yang mengincarnya berasal dari masa lalu Adam yang seharusnya sudah terkubur."Mereka berkolaborasi," lanjut Adam dengan seringai tipis yang mengerikan. "Satu ingin membalas dendam karena merasa posisinya terancam, dan yang satu lagi ingin merebut kembali apa yang sudah bukan miliknya. Dan kau, Aurora ... kau adalah target yang menurut mereka paling mudah untuk disingkirkan.”"Apa aku terlihat sebodoh dan selemah itu

  • Gairah Liar CEO Nakal   58. DOR!

    "Baik, Sus. Silakan lakukan."Aurora akhirnya menyerah pada keraguannya. Ia membiarkan suster itu mendekat, pasrah saat jemari wanita itu mulai menyentuh kateter infusnya dengan gerakan yang tampak begitu mendesak. Namun, tepat saat ujung selang baru itu nyaris tersambung ke pembuluh darahnya, pintu kamar VIP itu terbuka dengan dentuman keras.DOR!"Aaaaa!" Aurora menjerit histeris. Ia spontan menutup telinga dan memejamkan mata, tubuhnya tersentak hebat karena syok yang menghantam jantungnya.Suasana tenang itu seketika pecah oleh aroma mesiu yang tajam. Saat Aurora memberanikan diri membuka mata, pemandangan di depannya begitu mengerikan. Suster itu sudah tersungkur di lantai marmer, memegangi telapak tangannya yang hancur bersimbah darah. Timah panas baru saja menembus dagingnya, membuatnya menggelinjang kesakitan sambil merintih pilu.Di ambang pintu, Adam berdiri dengan sisa asap yang mengepul dari moncong senjatanya. Wajahnya gelap, urat-urat di lehernya menegang, memancarkan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status