/ Romansa / Gairah Liar Istriku / Bab 71. Rencana Utama DIta Dimulai

공유

Bab 71. Rencana Utama DIta Dimulai

last update 게시일: 2025-06-17 22:23:47

Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi.

Nara berdiri di tengah kamar berukuran sedang dengan dinding berwarna krem pucat. Tidak ada suara dari luar. Hanya lampu gantung kecil yang menggantung di tengah langit-langit, memancarkan cahaya lembut yang menimpa kulitnya seperti cahaya museum: hangat tapi dingin, hidup tapi seperti tak bernyawa.

Yang membuatnya terpaku bukan furnitur minimalis atau aroma melati samar dari diffuser elektrik di pojok ruangan. Tapi sebuah cermin.

Cermin besar berdiri tepat di
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Gairah Liar Istriku   Bab 135. Bayangan Terakhir

    Udara malam di pelabuhan itu berat dan lembab, beraroma asin laut bercampur dengan sisa-sisa bau logam serta debu jelaga dari kapal yang baru saja berangkat. Lampu-lampu dermaga yang bergetar tertangkap kabut tipis, tampak seperti bintang yang kelelahan dan hampir tenggelam.Di atas dek kapal yang kini tinggal puing-puing, Reno mendekap tubuh Nara. Kehangatan tubuh perempuan itu terasa meresap di balik kain yang robek, namun napasnya yang berat dan tersendat membuat Reno panik. Kulit pucat Nara berkilat lembab oleh keringat dingin.“Bertahanlah, Nara…” bisiknya, suaranya sarat dengan kelelahan dan kekhawatiran yang mendalam. Ia tak lagi merasakan pedih di luka-luka tangannya, atau darah hangat yang masih menetes dari pelipisnya. Yang ada hanya Nara—perempuan yang sudah terlalu lama dihancurkan, bukan oleh musuh, melainkan oleh obsesi kejam orang-orang yang mengklaim diri mereka berkuasa.Reno menuruni tangga darurat kapal dengan kehati-hatian yang menyakitkan, menjejakkan kaki ke derma

  • Gairah Liar Istriku   Bab 134. Siapa

    Tubuh Reno menegang, reflek seketika. Ia memutar kepala perlahan, sorot matanya yang lelah langsung mengeras.Sosok itu—hanya beberapa meter jauhnya—berdiri diam. Siluet yang terserap pekat oleh kabut panas, sesekali tertelan oleh kilatan jingga dari sisa api yang masih merayap. Sebagian wajahnya tersorot, dan itu cukup.Wajah yang dikenalnya.Terlalu dikenal.Air asin bercampur jelaga menetes dari rambut sosok itu, menodai jaket kulit yang kini compang-camping, seolah baru saja diseret keluar dari perut reruntuhan. Namun yang membuat napas Reno tersangkut adalah tatapan mata itu—sepasang iris yang kosong, tak lagi membawa gejolak kebencian maupun harapan, hanya kehampaan yang dingin, sepi, seperti laut dalam di tengah malam.“…Kau…” Reno mencoba berbicara, tapi tenggorokannya tercekat, serak karena asap. “Mustahil… kau seharusnya…”“—mati?” Sosok itu memotong, suaranya pelan, senyumnya tipis, lebih menyerupai ejekan lembut daripada sapaan. “Sayangnya, dunia tak semurah itu, Reno.”Ia

  • Gairah Liar Istriku   Bab 133. Neraka Dalam Gudang

    “Nara!” teriak Reno, suaranya bukan lagi teriakan pertempuran, melainkan jeritan putus asa seorang pelindung.Tak ada jawaban—hanya gemuruh api yang memakan kayu, desis nyala yang seolah mengejek, dan napas Reno sendiri yang terasa tajam dan menyesakkan di tenggorokan.Ia menerjang ke dalam kepulan asap, bau hangus memedihkan mata dan bensin menusuk hidungnya. Panas itu terasa menghanguskan harapan, bukan sekadar membakar kulit. Setiap langkahnya adalah pertaruhan, sepatu berdecit di lantai yang retak, yang sudah mulai menyerah pada amukan api.Di dekat tumpukan peti, ia melihat Nara. Kursi rodanya terguling, lambang ketidakberdayaan yang menyayat, tubuhnya setengah jatuh. Selimut yang menutupi adalah satu-satunya pelindung yang kini tinggal abu di sisi tubuhnya. Reno tanpa berpikir meraih tubuh itu, mengangkatnya dalam pelukan protektif, merasakan bobot ringan dan rapuh yang harus ia selamatkan.“Tahan, Nar—tahanlah sebentar,” bisiknya, lebih kepada dirinya sendiri, mencari kekuatan

  • Gairah Liar Istriku   Bab 132. Api

    Suara ombak menghantam batu karang di kejauhan, kini terdengar lebih dekat, seperti detak jam yang memperingatkan waktu yang hampir habis. Angin laut yang dingin membawa aroma asin, bercampur anyir karat dan samar bau darah. Dita baru saja mengunci rapat pintu besi gudang tua itu, dan bunyi klik yang mematikan itu terasa seperti pukulan ke dada Reno. Di luar, hujan rintik telah berubah menjadi gerimis yang menusuk, memantulkan cahaya kuning pucat dari lampu mobil yang menyala redup, menciptakan ilusi suram.Reno terhuyung dan berlutut di tanah lumpur. Bukan hanya karena kelelahan fisik, tetapi karena beban kegagalan yang menindihnya. Napasnya tersengal, seperti paru-parunya penuh air dingin. Jari-jarinya yang gemetar memegang pistol, benda dingin yang kini terasa tidak berguna.Di belakangnya, Rayan merintih, suaranya tercekat oleh rasa sakit yang dalam. Ia bersandar di pohon pinus yang basah, darahnya menetes, menciptakan noda gelap yang dengan cepat diserap oleh tanah liat. Udara di

  • Gairah Liar Istriku   Bab 131. Gema yang Menghina

    Tok… tok… tok.Suara ketukan itu datang begitu pelan, tapi energinya cukup untuk membekukan darah di pembuluh nadi Reno. Dunia terasa terdistorsi. Angin malam seolah menahan napasnya, dan derik jangkrik menghilang total. Yang tersisa hanyalah denting halus dari kuku Dita yang menyentuh permukaan logam mobil, sebuah ritme yang dingin yang mengumumkan kedatangan kematian.Reno memejamkan mata, hanya sepersekian detik, memaksa paru-parunya untuk mengingat cara bernapas yang benar. Di sebelahnya, Rayan menatap dengan mata kosong, kulit wajahnya pucat pasi. Ia tak hanya takut; ia merasa bodoh. Mereka berdua baru saja menyadari bahwa bersembunyi di bagasi mobil hanyalah pindah dari satu kandang ke perut binatang buas yang sudah kenyang—dan binatang itu tahu persis di mana mereka berada.Langkah kaki Dita terdengar semakin dekat. Setiap injakan tumitnya yang rapi beradu dengan tanah lembap, menciptakan gema yang menghina di keheningan malam. Ia tidak terburu-buru, dan justru ketenangan yang

  • Gairah Liar Istriku   Bab 130. Udara Malam Seketika Mambeku

    Mobil melaju membelah malam, menembus jalan pesisir yang sepi dan lembap. Hujan baru saja usai, menyisakan embun tebal di kaca jendela dan aroma asin laut yang terasa menusuk. Di dalam bagasi yang gelap, Reno dan Rayan nyaris tak berani bernapas, menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara sekecil apa pun. Suara mesin mobil, derit roda yang melewati genangan air, dan detak jantung mereka sendiri berpadu menjadi satu kesunyian yang mencekam.Reno berusaha keras menatap melalui celah sempit di penutup bagasi. Ia hanya bisa melihat pantulan samar cahaya lampu jalan yang sesekali menyinari kursi belakang—siluet tempat Dita dan Nara duduk. Setiap detik terasa seperti jam. Pikirannya berlari kencang, menyadari bahwa salah perhitungan sekecil apa pun bisa menjadi akhir hidupnya.Dari earset kecil yang terpasang di telinganya, suara Phantom terdengar lirih, hampir seperti bisikan dari dimensi lain.“Kau masih hidup, Reno?”Reno menjawab dengan suara tercekat, “Masih. Kami di bagasi. Mobil ber

  • Gairah Liar Istriku   Bab 110. Soraya

    Kesunyian menelan ruang persembunyian itu setelah pintu baja tertutup rapat. Hanya ada napas Soraya yang tersengal, bergema samar di antara dinding yang dingin. Phantom berdiri di hadapannya, sosok tinggi dengan mantel hitam dan wajah yang tak pernah terbaca. Dari balik topeng itu, suaranya terdeng

    last update최신 업데이트 : 2026-04-01
  • Gairah Liar Istriku   Bab 103. Dua Suara, Dua Jalan

    Getaran itu semakin kuat. Pintu baja yang selama ini menjadi benteng tak tergoyahkan di ruang komando Dita bergetar seperti hendak runtuh. Gema dentumannya terdengar hingga ke sudut-sudut ruangan, seolah ada raksasa yang mengetuk dari luar. Sirene masih meraung, lampu merah terus berputar, mencipta

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Gairah Liar Istriku   Bab 96. Ruang Komando Yang mencekik

    Helaan napas itu masih ada. Berat, dalam, terlalu dekat seakan menempel di tengkuk Dita. Ia menahan diri, matanya menatap monitor yang kini gelap total. Pistol di tangannya bergetar hebat, meski ia berusaha menahannya dengan genggaman yang kuat. Dingin besi senjata itu seharusnya membuatnya merasa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Gairah Liar Istriku   Bab 72. Ketakutan Soraya

    Nara menoleh dengan cepat, tubuhnya menegang.Seorang pria muda berdiri di ambang pintu. Ia mengenakan pakaian serba putih seperti seorang perawat, namun wajahnya terlalu tenang. Terlalu akrab untuk orang asing. Ia tersenyum kecil, dan berjalan pelan ke tengah ruangan, membawa nampan berisi semangk

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status